Curhatan Hati Santi

Seseorang di balik dinding sebuah perusahaan mendelik penuh murka kala melihat Bara ada di ruang kerjanya. rencananya gagal total untuk membuat Bara tewas dalam kecelakaan mobil karena dia sudah membuat rem mobil pria berkuasa itu blong.

"Kurang ajar ternyata kau masih bisa hidup" geramnya lalu pergi dari tempat ia kini sedang berdiri.

Bara yang melihat sekelebatan orang merasa heran.

"Mungkin itu perasaanku saja" gumam Bara.

Ia kemudian melanjutkan lagi pekerjaannya.

...

Hari ini Lilis tidak masuk kuliah dikarenakan dirinya masih merasakan sakit akibat di tabrak oleh Bara.

Dirinya kini hanya seorang diri di kontrakannya. Bahar kembali berjualan bakso di kampus.

"Duh kenapa mesti pengen boker segala sih" kesal Lilis kala perutnya merasa mulas sedangkan badannya sakit semua.

Lilis mencoba merangkak dari atas kasur busa miliknya, namun ia merasakan kakinya sangat ngilu.

"Ya Allah sakit banget...hikhikhik" keluh Lilis sembari menangis.

Mendengar tangisan Lilis, penghuni pohon jambu dan pohon nangka datang yang tak lain dan tak bukan kuntilanak dan sundel bolong.

"Lis kamu kenapa?" tanya kuntilanak itu yang tiba-tiba berdiri di hadapan Lilis.

"Sakit badanku Mbak Sri" jawab Lilis.

"Lis badanmu memar-memar begitu, kenapa toh?" tanya sundel bolong.

"Kemarin di tabrak orang gila Mbak" jawab Lilis.

"Mbak aku mau boker dulu, tapi susah gerak" ucap Lilis.

Kedua makhluk itu pun membantu Lilis ke kamar mandi.

Di kamar mandi, ia bertemu penghuni sejenis kuntilanak juga yang senang duduk di atas bak sembari memainkan gayung.

"Sini pinjam gayungnya, aku mau cebok" pinta Lilis sembari merentangkan tangannya.

Kuntilanak itu hanya mencebik tak menggubris ucapan Lilis.

Lilis menyebutnya kuntilanak bisu karena makhluk itu tak pernah bicara ataupun tertawa dan menangis. Pekerjaannya hanya diam di kamar mandi dengan tatapan kosong.

"Cepet siniin gayungnya" bentak Lilis.

Kuntilanak itu baru melemparkan gayung ke dekat kaki Lilis.

"Berak loe bau comberan" ucap kuntilanak itu lalu pergi.

"Hahaha... Akhirnya si bisu ngomong juga. Kirain bisu beneran" ucap Lilis sembari tertawa.

Lilis akhirnya keluar dari kamar mandi sembari merangkak menahan sakit di tubuhnya.

Di kamarnya ternyata dua makhluk penghuni pohon di samping kontrakan masih menunggu.

"Sakit banget Lis?" tanya Mbak Nik.

"Iya Mbak! Orang gila udah nabrak bukannya minta maaf malah marah-marah" jawab Lilis dengan kesal.

ketika sedang mengobrol, pintu depan kontrakan Lilis di ketuk seseorang.

"Siapa sih" ucap Lilis.

Kring!!!!!!

Ponselnya tiba-tiba berbunyi, tertulis nama Santi disana.

"Hallo San!" sapa Lilis.

"Lis, gue ada di depan kontrakan loe keluar dong" balas Santi.

"Masuk aja deh, badan gue sakit banget" ujar Lilis.

"Yaudin gua masuk deh" ucap Santi.

"Mbak Sri sama Mbak Nik pulang ke rumah masing-masing ya, temanku mau masuk, takut nanti jadi huru-hara" pinta Lilis pada kedua hantu di hadapannya.

"Oke Lis" jawab keduanya lalu menghilang menyisakan kepulan asap hitam.

Santi masuk kedalam kontrakan Lilis. Terlihat disana Lilis masih berbaring di kamarnya.

"Lis" ucap Santi di ambang pintu kamarnya yang terbuka.

"Masuk San" balas Lilis.

Santi masuk kedalam kamar Lilis, lalu ia duduk di atas karpet bulu.

"Gimana keadaan loe?" tanya Santi.

"Masih ngilu sebadan-badan sih. Gila mau boker aja perjuangannya setengah mati ke kamar mandi" ungkap Lilis.

"Yaudah nih gue bawain rawon buatan ibu gue! Kemarin ibu gue datang dari Surabaya nengokin gue. Ibu gue udah maafin gue dan dia kasih peringatan kalau gue lakuin itu lagi, gue bakan di hapus dari daftar warisan. Ibu juga pindahin makan Aldebaran ke Surabaya, kata Ibu kalau dia mau selalu dekat dengan cucunya " papar Santi.

"Beruntung loe masih di maafin San! Terus hubungan loe sama si Aldi jambul gimana?" tanya Lilis.

"Gue udah mutusin gak bakal berhubungan lagi sama tuh bajingan! Gue udah lupain semuanya walau si Aldi udah merenggut kesucian gue, gue gak peduli lagi. kalaupun gak ada laki-laki yang mau terima gue sebagai wanita yang udah gak perawan gak apa-apa sih, yang lebih gue pikirin cuma satu yaitu masa depan gue selepas lulus nanti" papar Santi.

"Semoga loe suatu saat bisa dapatkan suami yang nerima keadaan loe ya, San. Cinta sejati pasti akan datang tanpa di undang kok" ucap Lilis.

"Ukh terharu deh" balas Santi langsung memeluk Lilis.

"Gue suapin deh, tangan loe kan masih sakit gitu" ucap Santi.

"Makasih ya! Mangkoknya ambil di dapur aja" balas Lilis....

Setelah menyuapi Lilis soto sampai habis, ponsel Santi tiba-tiba berdering disana tertulis Pak Aldi.

"Hallo" sapa Santi.

"San kamu dimana? Saya mencari kamu ke kelas tapi sudah kosong" tanya Aldi.

"Jangan cari saya lagi ya Pak, hubungan kita selesai. Jangan ganggu saya" putus Santi dengan kesal.

"Saya mohon San, kita harus bertemu. Ada hal yang ingin saya sampaikan padamu, penting" ucap Aldi sembari memohon.

"Tidak Pak! Jangan ganggu saya. Saya sudah melupakan apa yang sudah kamu lakukan. Sekarang saya ingin hidup tenang" tolak Santi.

"San, saya ingin menikahi kamu San! Izinkan saya untuk tanggung jawab dengan apa yang pernah saya lakukan padamu. Saya sudah sadar akan kesalahan saya" ungkap Aldi dengan nada terisak.

"Tidak perlu Pak! Anda tidak perlu tanggung jawab pada saya. Urus saja anak istri anda dengan baik" balas Santi.

Tuuuuuttttttt!!!!!!!

Tuuuuuuutttttt!!!!

Santi mematikan panggilan teleponnya secara sepihak.

"Si jambul lagi?" tanya Lilis.

Santi mengangguk.

"Mau apa dia?" tanya Lilis.

"Dia mau tanggung jawab dan mau nikahin gue. Gila anjir ngakunya kemarin udah berkeluarga sekarang mau nikahin gue. Dasar Aldi sinting, heran aja masih di terima jadi dosen di kampus kita" kesal Santi.

"Loe nanti jadi istri kedua, ege...hahahaha" ucap Lilis sembari tertawa.

"Ogah anjir.. Burungnya sih gede, panjang enak lagi bikin gue mangap-mangap sambil merem melek, tapi kalau orangnya playboy gue juga ogah. Ya Allah, bener-bener hamba menyesal kenapa harus gugurin Aldebaran" ucap Santi dengan wajah sedih.

"Yaudah yang lalu biarlah berlalu, Anak loe juga udah tenang sekarang" balas Lilis karena ia tidak melihat bayi bajang itu lagi semenjak Santi memakamkannya dengan layak.

Sesudah puas curhat sana sini, Santi izin pulang. Ia merasa senang sekarang punya teman yang baik seperti Lilis. Dulu ia sering ngatai Lilis orang aneh karena kerap bicara sendiri di kampus, namun sekarang ia percaya bahwa memang Lilis spesial bisa melihat apa yang tidak di lihat orang pada umumnya.

Kini Santi sudah sampai di halaman kosannya. Ia segera memarkirkan mobilnya namun ia melihat ada mobil seseorang yang ia kenal.

"Akh perasaan gue aja kali. Mobil kaya gini kan banyak bukan cuma punya si Aldi doangan" gumamnya.

Santi pun berjalan menuju pintu kamar kosannya. Tidak ada yang mencurigakan karena pintu kostannya masih terkunci dan lampunya pun masih gelap.

Cklek!!!!

Santi membuka pintu lalu menyalakan lampu.

Namun ketika lampu menyala, alangkah terkejutnya kala melihat Aldi sedang tiduran di atas ranjangnya.

Terpopuler

Comments

Fenny Agustyawaty

Fenny Agustyawaty

lhaa..katanya rawon..kyknya thor yg ngetik sambil makan soto deh..jd tgnnya keliru ngetik..harusnya rawon jadi soto/Facepalm/

2025-01-10

0

Kamiem sag

Kamiem sag

sudah ditunggu itu Santi ana yg gede panjang yg buat mangap mangap ke enak an😀😀

2025-02-24

0

zaskia nurcahayati

zaskia nurcahayati

bukannya rawon ya?

2024-12-10

1

lihat semua
Episodes
1 Permulaan
2 Bayi Bajang
3 Terungkap
4 Pocong Telanj@ng
5 Pria Pemarah
6 Curhatan Hati Santi
7 Bara Koma
8 Mau Menolong Bara
9 Tidur Satu Kamar
10 Terbongkar
11 Hamzah Yang Malang
12 Rudal Isriwil Milik Bara
13 Menolong Hamzah DKK
14 Terungkap
15 Petunjuk Untuk Bara
16 Hampir Di Perkaos
17 Di Kerjain Hantu
18 Menolong Nenek Lestari
19 Menyakitkan
20 Dunia Ini Memang Sempit
21 Tak Suka Cewek Kotor
22 Paket Dari Orang Miaterius
23 Sudah Kembali Bekerja
24 Cemburu
25 Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26 Menolong Mayang Part 1
27 Menolong Mayang Part 2
28 Menolong Mayang Part 3
29 Video Pembu*uhan Mayang
30 Akhirnya Mengakui
31 Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32 Kopi Beracun
33 Sosok Ular Cantik
34 Pesan Ingin Di Maafkan
35 Pengkhianatan Sang Istri
36 40 Tahun Di Bohongi
37 Mendatangi Sang Ayah
38 Ternyata Teman Lama
39 Nasihat Ular Cantik
40 Kasih Ibu Sepanjang Masa
41 Bara Cemburu
42 Tuyul Part 1
43 Tuyul Meresahkan
44 Tertangkap
45 Terbongkar
46 KKN
47 Wanita Misterius
48 Sebuah Fakta Yang Terungkap
49 Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50 Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51 Kabar Kematian
52 Pria Yang Malang
53 Masa Lalu Bahar
54 Mata Batin Azkara
55 Juragan Mata Keranjang
56 Sisi Lain Uni Bakwan
57 Di Ajak Kerumah Camer
58 Dikira Gembel
59 Realita Kehidupan
60 Membuang Anak Sendiri
61 Ketahuan Pelakunya Narji
62 Pagi Yang Manis
63 Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64 Memata-matai
65 Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66 Rahasia Yang Terbuka
67 Rencana Kedatangan Calon Mertua
68 Mendadak Sekali
69 Siapa Kakek Tua Itu?????
70 Pesugihan Kalajengking
71 Teror Part 1
72 Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73 Kerinduan Seorang Ibu
74 Siap Mencari Tahu
75 Sutinah Pergi
76 Akan Menumbalkan Fatah
77 Gagal Menumbalkan
78 Mati
79 Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80 Membully Ular
81 Kebelet kawin
82 Santi Hilang
83 Kasihan Santi
84 Uni Bakwan Pulang
85 Di Hukum
86 Prajurit Nakal
87 Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88 Kebelet Kawin
89 Rencana Raden Astra Loka
90 Gara-gara sebotol minuman
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Permulaan
2
Bayi Bajang
3
Terungkap
4
Pocong Telanj@ng
5
Pria Pemarah
6
Curhatan Hati Santi
7
Bara Koma
8
Mau Menolong Bara
9
Tidur Satu Kamar
10
Terbongkar
11
Hamzah Yang Malang
12
Rudal Isriwil Milik Bara
13
Menolong Hamzah DKK
14
Terungkap
15
Petunjuk Untuk Bara
16
Hampir Di Perkaos
17
Di Kerjain Hantu
18
Menolong Nenek Lestari
19
Menyakitkan
20
Dunia Ini Memang Sempit
21
Tak Suka Cewek Kotor
22
Paket Dari Orang Miaterius
23
Sudah Kembali Bekerja
24
Cemburu
25
Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26
Menolong Mayang Part 1
27
Menolong Mayang Part 2
28
Menolong Mayang Part 3
29
Video Pembu*uhan Mayang
30
Akhirnya Mengakui
31
Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32
Kopi Beracun
33
Sosok Ular Cantik
34
Pesan Ingin Di Maafkan
35
Pengkhianatan Sang Istri
36
40 Tahun Di Bohongi
37
Mendatangi Sang Ayah
38
Ternyata Teman Lama
39
Nasihat Ular Cantik
40
Kasih Ibu Sepanjang Masa
41
Bara Cemburu
42
Tuyul Part 1
43
Tuyul Meresahkan
44
Tertangkap
45
Terbongkar
46
KKN
47
Wanita Misterius
48
Sebuah Fakta Yang Terungkap
49
Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50
Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51
Kabar Kematian
52
Pria Yang Malang
53
Masa Lalu Bahar
54
Mata Batin Azkara
55
Juragan Mata Keranjang
56
Sisi Lain Uni Bakwan
57
Di Ajak Kerumah Camer
58
Dikira Gembel
59
Realita Kehidupan
60
Membuang Anak Sendiri
61
Ketahuan Pelakunya Narji
62
Pagi Yang Manis
63
Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64
Memata-matai
65
Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66
Rahasia Yang Terbuka
67
Rencana Kedatangan Calon Mertua
68
Mendadak Sekali
69
Siapa Kakek Tua Itu?????
70
Pesugihan Kalajengking
71
Teror Part 1
72
Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73
Kerinduan Seorang Ibu
74
Siap Mencari Tahu
75
Sutinah Pergi
76
Akan Menumbalkan Fatah
77
Gagal Menumbalkan
78
Mati
79
Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80
Membully Ular
81
Kebelet kawin
82
Santi Hilang
83
Kasihan Santi
84
Uni Bakwan Pulang
85
Di Hukum
86
Prajurit Nakal
87
Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88
Kebelet Kawin
89
Rencana Raden Astra Loka
90
Gara-gara sebotol minuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!