Pocong Telanj@ng

Kini mobil Santi sudah terparkir di halaman kontrakan Lilis. Ia tahu alamat Lilis dari sesama teman kelasnya.

"Bener ini kontrakannya Lilis, itu grobak baksonya" ucap Santi.

Ia terlebih dahulu menghubungi Lilis lewat panggilan telepon, Lilis yang sudah terlelap mendadak bangun kala ponselnya berdering.

"Hallo" sapa Lilis dengan suara khas serak.

"Hallo Lis ini gue, Santi. Lis tolongin gue Lis" Santi memohon.

"Masalah apa San? Tumben loe butuh bantuan gue" cibir Lilis yang sebenarnya ia sudah tahu mungkin bayi bajang yang Santi gugurkan tengah menuntut keadilan.

"Gue di datangi setan bayi" ungkap Santi.

"Ckkkk,, ya itu anak loe yang udah loe aborsoy San! Hadapi aja sendiri lagian loe bilang gak butuh pertolongan gue kan? Sampai loe pergi gitu aja waktu di rooftop" kesal Lilis.

"Lis gue mohon, gua gak kuat Lis" rengek Santi.

"Kenapa gak loe hadapi aja berdua sama si Andi jambul? Lagian kita tidak dekat, San" Lilis menolak, ia kesal pada teman satu kelasnya itu.

"Gue mohon Lis, please!!! Maafin gue selama ini selalu bicara seenaknya sama loe. Please tolongin gue" Santi berkata sembari menangis.

"Lis gue udah ada di depan kontrakan loe" sambungnya lagi.

"Haisss males banget anjir, giliran susah ngebaikin aing" kesal Lilis, namun ia segera mengambil sweater miliknya dan berjalan ke arah pintu.

Kini Lilis sudah ada di depan rumahnya. Terlihat mobil Santi sudah terparkir. Santi keluar berjalan menemui Lilis.

Grep!!!

Santi langsung memeluk Lilis sembari menangis.

"Maafin gue Lis, cuma loe yang bisa bantu gue" Santi menangis di pelukan Lilis.

"Terus gue harus gimana, San?" tanya Lilis.

"Gue gak tahu Lis, gue buntu mesti ngapain" jawabnya.

"Oke gini, anak loe masih ngikutin loe nempel kaya kutil. Jawab yang jujur apa loe bawa jasad janin loe pulang atau loe tinggal di tempat aborsoy?" tanya Lilis.

"Gue bawa pulang Lis, sekarang masih ada di kostan gue" jawab Santi.

"Gila loe san, gila. Ayo ke kostan loe, kita selesaikan malam ini juga" ujar Lilis.

Mereka berdua pun pergi ke kostan Santi. Sesampainya di sana mereka langsung masuk kedalam kamar mandi, Santi memberikan kantong kresek hitam pada Lilis.

"Apa ini?" tanya Lilis.

"Itu anak gue" jawab Santi sembari terisak. Ia sekarang baru menyadari kesalahannya.

"Anjing loe San! Perempuan macam apa loe, kok bisa setega ini" Lilis merasa murka pada Santi.

Lilis langsung membawa kresek itu, ia buka, seketika ia menutup hidungnya.

"Ini udah bentuk manusia" ucap Lilis dengan sedih.

Dalam kantong plastik itu terlihat satu makhluk yang sudah mempunyai tangan, kaki beserta kepalanya yang sudah terpotong-potong.

"Malang sekali nasibmu, nak. Kamu harus menderita ketika kamu belum melihat dunia..hikhikhik" Lilis menangis.

Santi juga terisak, namun nasi sudah menjadi bubur.

"Tega loe San, gue kira loe gak akan sejahat ini. Ini anak loe, darah daging loe" maki Lilis.

"Gue kalut Lis saat itu. Pak Andi tidak mau tanggung jawab malah ajak gue ke dokter untuk aborsoy. Gue gak bisa berpikir panjang..hukhukhuk" balas Santi sembari menangis.

"Dasar dosan brengsek. Harusnya dia menjadi figur yang baik malah begini. Pihak kampus harus tahu masalah ini" ucap Lilis.

"Lis gue mohon jangan. Nama gue sebagai mahasiswa akan berdampak. Sebentar lagi kita sarjana, gue gak mau gak bisa lulus" mohon Santi.

Lilis pun mengangguk, malam ini juga ia dan Santi pergi ke bidan untuk meminta tolong supaya janin balang itu di pulasara dan bisa di makamkan secara layak.

Keesokan paginya Santi dan Lilis ke TPU untuk menguburkan janin yang sudah di bungkus kain putih oleh bidan.

"Maafkan Mama, utun. Mama sudah jahat padamu sayang. Maafkan Mama" Santi terus menangis di atas pusara sang anak.

"San, loe mau namain siapa anak loe?" tanya Lilis.

"Gue kasih nama Aldebaran" balas Santi.

Lilis segera menuliskan nama itu di nisan janin malang itu.

"Kamu akan menjadi ahli surga ya, Nak! Kembalilah ke hadapan Allah yang maha sempurna" ucap Lilis.

.....

Siang harinya Lilis baru pulang ke kontrakannya. Semalam ia tidak kembali ke rumahnya, ia menginap di kostan Santi selepas pulang dari rumah bidan.

"Asalamuallaikum" sapa Lilis namun tak ada yang menjawab salamnya.

Lilis pun tak mendapati keberadaan gerobak baksonya.

Lilis pun menemui Mbak Sri si kuntilanak temannya itu.

"Mbak, lihat bapak?" tanya Lilis.

"Bapak kamu jualan lagi" jawabnya.

"Kemana sih malam kok naik mobil?" sambungnya lagi.

"Biasa ada urusan" balas Lilis.

Ia pun masuk kedalam kontrakannya, disana Bahar sudah memasak capcai dan goreng ikan untuk Lilis.

"Pak, walaupun masakan bapak kadang rasanya aneh, tapi bapak selalu memasak untuk Lilis. Terimakasih Pak, semoga bapak selalu sehat. Lilis hanya punya bapak di dunia ini" lilis makan sembari menangis.

Sesudah makan, Lilis langsung mandi, ia akan menyusul Bahar. Ia tahu Bahar pasti sedang berjualan di dekat stasiun.

Lilis berjalan untuk menemui Bahar.

"Bapak" teriak Lilis kala melihat bahar sedang terduduk lesu.

"Loh kok sepi Pak?" tanya Lilis.

"Ia Lis belum laku satu mangkok pun, gak kaya biasanya" jawab Bahar.

Saat ini bahar berjualan di tepi jalan tepat bawah pohon rindang. Seharusnya ia berjualan banyak yang membeli namun entah sepi sekali seperti tidak melihat keberadaan gerobak bakso.

Namun Lilis melihat ada sesuatu di balik gerobak bakso sang bapak. Lilis pun mendekatinya.

"Oh pantesan dagangan Bapak sepi, ini toh pelakunya" kesal Lilis kala melihat pocong sedang meludahi gerobak bakso milik bahar.

"Pak, bapak baca sholawat deh, tuh ada pocong lagi ludahi gerobak kita" ungkap Lilis.

"Pocong? Dimana Lis?" tanya Bahar.

"Tuh di deket roda belakang" jawab Lilis.

Bahar pun langsung membaca sholawat, dan ternyata benar, tak lama orang-orang berdatangan menghampiri gerobak baksonya.

"Lah tadi perasaan gak ada yang dagang disini" ucap seorang wanita paruh baya.

"Saya dari tadi mangkal disini, bu" balas Bahar.

"Ah masa sih Bang? Saya kok gak lihat" ucap wanita itu.

"Bener apa kata ibu ini Bang, Dari pagi gue duduk di bengkel gak lihat Abang kok. Noh bengkel gue" ucap seorang pria pemilik bengkel yang tak jauh dari tempat bahar mangkal.

Lilis menyuruh Bahar menggeser sedikit gerobaknya untuk menjauhi sosok pocong yang membuat sial Bahar.

Kini dirinya sekarang yang berhadapan dengan sosok pocong itu.

"Ngapain loe ludahi gerobak bapak gue?" tanya Lilis.

"Roda gerobak bapak loe ngelindes kaki gue" jawab pocong itu.

"Kan bapak gue gak ngeliat loe, dasar premen sugus" kesal Lilis.

Pocong itu terlihat marah, ia bersiap-siap akan meludahi Lilis namun Lilis dengan sigap menghindar.

Lilis tahu jika ia terkena air liur pocong maka kulitnya akan melepuh.

Karena kesal, Lilis pun membuka ikatan yang ada di kepala makhluk itu.

"Rasain loe telanj@ng" ucap Lilis lalu meninggalkan pocong yang telanjang itu.

Terpopuler

Comments

Batara Kresno

Batara Kresno

wah klau didunia nyata ketemu pocong buka aj talinya ya biar dia telanjang wwkwkwkwkkwkw

2024-12-12

0

Kamiem sag

Kamiem sag

😀😃🤣🤣🤣🤣🤣🤣
aku mau guling guling baca Lilus seiseng itu nelanjangi pocong🤣🤣

2025-02-24

0

een sukaenah

een sukaenah

baru kali ni cerita horor tapi lucu wakakakkkkk

2025-01-28

0

lihat semua
Episodes
1 Permulaan
2 Bayi Bajang
3 Terungkap
4 Pocong Telanj@ng
5 Pria Pemarah
6 Curhatan Hati Santi
7 Bara Koma
8 Mau Menolong Bara
9 Tidur Satu Kamar
10 Terbongkar
11 Hamzah Yang Malang
12 Rudal Isriwil Milik Bara
13 Menolong Hamzah DKK
14 Terungkap
15 Petunjuk Untuk Bara
16 Hampir Di Perkaos
17 Di Kerjain Hantu
18 Menolong Nenek Lestari
19 Menyakitkan
20 Dunia Ini Memang Sempit
21 Tak Suka Cewek Kotor
22 Paket Dari Orang Miaterius
23 Sudah Kembali Bekerja
24 Cemburu
25 Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26 Menolong Mayang Part 1
27 Menolong Mayang Part 2
28 Menolong Mayang Part 3
29 Video Pembu*uhan Mayang
30 Akhirnya Mengakui
31 Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32 Kopi Beracun
33 Sosok Ular Cantik
34 Pesan Ingin Di Maafkan
35 Pengkhianatan Sang Istri
36 40 Tahun Di Bohongi
37 Mendatangi Sang Ayah
38 Ternyata Teman Lama
39 Nasihat Ular Cantik
40 Kasih Ibu Sepanjang Masa
41 Bara Cemburu
42 Tuyul Part 1
43 Tuyul Meresahkan
44 Tertangkap
45 Terbongkar
46 KKN
47 Wanita Misterius
48 Sebuah Fakta Yang Terungkap
49 Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50 Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51 Kabar Kematian
52 Pria Yang Malang
53 Masa Lalu Bahar
54 Mata Batin Azkara
55 Juragan Mata Keranjang
56 Sisi Lain Uni Bakwan
57 Di Ajak Kerumah Camer
58 Dikira Gembel
59 Realita Kehidupan
60 Membuang Anak Sendiri
61 Ketahuan Pelakunya Narji
62 Pagi Yang Manis
63 Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64 Memata-matai
65 Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66 Rahasia Yang Terbuka
67 Rencana Kedatangan Calon Mertua
68 Mendadak Sekali
69 Siapa Kakek Tua Itu?????
70 Pesugihan Kalajengking
71 Teror Part 1
72 Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73 Kerinduan Seorang Ibu
74 Siap Mencari Tahu
75 Sutinah Pergi
76 Akan Menumbalkan Fatah
77 Gagal Menumbalkan
78 Mati
79 Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80 Membully Ular
81 Kebelet kawin
82 Santi Hilang
83 Kasihan Santi
84 Uni Bakwan Pulang
85 Di Hukum
86 Prajurit Nakal
87 Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88 Kebelet Kawin
89 Rencana Raden Astra Loka
90 Gara-gara sebotol minuman
91 Senioritas Di Tempat Kerja
92 Gangguan Sundel Bolong
93 Misteri Sundel Bolong
94 Di Datangi
95 Benang Merah Mulai Terungkap
96 Kronologinya
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Permulaan
2
Bayi Bajang
3
Terungkap
4
Pocong Telanj@ng
5
Pria Pemarah
6
Curhatan Hati Santi
7
Bara Koma
8
Mau Menolong Bara
9
Tidur Satu Kamar
10
Terbongkar
11
Hamzah Yang Malang
12
Rudal Isriwil Milik Bara
13
Menolong Hamzah DKK
14
Terungkap
15
Petunjuk Untuk Bara
16
Hampir Di Perkaos
17
Di Kerjain Hantu
18
Menolong Nenek Lestari
19
Menyakitkan
20
Dunia Ini Memang Sempit
21
Tak Suka Cewek Kotor
22
Paket Dari Orang Miaterius
23
Sudah Kembali Bekerja
24
Cemburu
25
Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26
Menolong Mayang Part 1
27
Menolong Mayang Part 2
28
Menolong Mayang Part 3
29
Video Pembu*uhan Mayang
30
Akhirnya Mengakui
31
Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32
Kopi Beracun
33
Sosok Ular Cantik
34
Pesan Ingin Di Maafkan
35
Pengkhianatan Sang Istri
36
40 Tahun Di Bohongi
37
Mendatangi Sang Ayah
38
Ternyata Teman Lama
39
Nasihat Ular Cantik
40
Kasih Ibu Sepanjang Masa
41
Bara Cemburu
42
Tuyul Part 1
43
Tuyul Meresahkan
44
Tertangkap
45
Terbongkar
46
KKN
47
Wanita Misterius
48
Sebuah Fakta Yang Terungkap
49
Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50
Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51
Kabar Kematian
52
Pria Yang Malang
53
Masa Lalu Bahar
54
Mata Batin Azkara
55
Juragan Mata Keranjang
56
Sisi Lain Uni Bakwan
57
Di Ajak Kerumah Camer
58
Dikira Gembel
59
Realita Kehidupan
60
Membuang Anak Sendiri
61
Ketahuan Pelakunya Narji
62
Pagi Yang Manis
63
Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64
Memata-matai
65
Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66
Rahasia Yang Terbuka
67
Rencana Kedatangan Calon Mertua
68
Mendadak Sekali
69
Siapa Kakek Tua Itu?????
70
Pesugihan Kalajengking
71
Teror Part 1
72
Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73
Kerinduan Seorang Ibu
74
Siap Mencari Tahu
75
Sutinah Pergi
76
Akan Menumbalkan Fatah
77
Gagal Menumbalkan
78
Mati
79
Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80
Membully Ular
81
Kebelet kawin
82
Santi Hilang
83
Kasihan Santi
84
Uni Bakwan Pulang
85
Di Hukum
86
Prajurit Nakal
87
Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88
Kebelet Kawin
89
Rencana Raden Astra Loka
90
Gara-gara sebotol minuman
91
Senioritas Di Tempat Kerja
92
Gangguan Sundel Bolong
93
Misteri Sundel Bolong
94
Di Datangi
95
Benang Merah Mulai Terungkap
96
Kronologinya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!