Terungkap

Setelah melakukan visum, Lilis hendak membawa Faisal pergi dari rumah sakit namun seseorang memanggil.

"Mbak" ucapnya.

Lilis dan Faisal menengok.

"Eh dokter! Maaf ada apa ya?" tanya Lilis pada orang yang memanggilnya ternyata dokter muda nan tampan yang memeriksa kondisi Faisal.

"Boleh kita bicara sebentar?" tanya dokter yang tertulis dalam name tag nya bernama Adrian Adam L.

"Ayo ikut saya ke ruang pribadi saya" ajak Adrian.

Lilis dan Faisal mengikuti Adrian menuju ruang pribadinya. Sesampainya di sana, Lilis dan Faisal di persilahkan masuk kedalam ruang itu.

Sesudah masuk, Adrian segera menutup pintu lalu menguncinya.

"Loh kok di kunci, dok?" heran Lilis.

"Maaf Mbak, saya tidak ada maksud apapun hanya saja jika tidak di kunci, saya takut ada suster yang masuk" jawab Adrian.

"Apa yang ingin dokter bicarakan dengan saya?" tanya Lilis .

"Begini, saya yang memeriksa adik ini dan saya sudah tahu kasusnya. Saya ingin membantu Mbak untuk mengungkapkan kejahatan predator anak. Jujur saja saya sangat prihatin dengan apa yang anak-anak alami" ungkap Adrian.

"Syukurlah kalau begitu dokter, saya sangat bahagia jika kasus ini secepatnya terungkap karena saya merasa kasihan dengan anak-anak ini" balas Lilis.

Lilis lantas menceritakan apa yang ia ketahui kepada Adrian mengenai kasus di Panti Asuhan tempat Faisal tinggal. Adrian pun merasa emosi dengan apa yang dituturkan Lilis. Dokter tampan itu bertekad akan memenjarakan ustadz Galih beserta orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Adrian adalah seorang putra dari pengacara terkenal Ia pun akan meminta bantuan kepada sang ayah agar mau membantu anak-anak yang malang itu dalam memperkarakan ustadz Galih di pengadilan.

"Sebaiknya sekarang kita langsung ke kantor polisi. Saya akan menghubungi ayah saya terlebih dahulu untuk membantu urusan ini jika perlu malam ini juga ustad bajingan itu harus segera kita seret ke kantor polisi" papar Andrian.

"Lebih cepat lebih baik dok, kasihan. Di sana juga ada anak yang meninggal dan belum dimakamkan" ungkap Lilis.

"Tunggu, kenapa kamu bisa tahu ada anak yang meninggal?" tanya Adrian heran.

"Karena arwah anak itu yang memberitahukan kepada saya! Saya tidak mungkin tahu kasus sebesar itu jika saya tidak didatangi oleh arwah anak itu. Ia minta tolong agar saya menyelamatkan teman-temannya" papar Lilis.

"Kamu seorang Indigo?" tanya Adrian.

"Ya bisa dibilang seperti itu dok" jawab Lilis .

Adrian pun merasa kagum dengan gadis di hadapannya, namun tidak dengan Bara. Melihat interaksi Lilis dan dokter tampan itu membuat hati Bara tidak tenang pasalnya selama bersama Bara, Lilis tidak pernah Senyum senang. Lilis lebih banyak marah-marah terhadap Bara dan tidak pernah lembut saat bicara dengannya.

Kini Adrian mengajak Lilis ke kantor polisi bersama Faisal. Mereka akan melaporkan tindakan bejat ustaz Galih dan memastikan bahwa ustad bejad itu harus bisa diseret ke kantor polisi malam ini juga.

Sampainya di kantor polisi, Adrian langsung melaporkan apa yang dialami oleh Faisal dan kawan-kawan di panti asuhan itu. Polisi meminta bukti, Adrian mengatakan bahwa buktinya besok baru keluar. Ia mengaku bahwa ia yang memeriksa sendiri area belakang Faisal.

"Baiklah kami akan langsung Menindak lanjuti laporan anda dan sekarang juga kami akan ke panti asuhan itu untuk menangkap pelaku" ucap polisi itu.

"Terima kasih Om" ucap Adrian kepada kepala Polisi itu yang ternyata adik dari ayahnya.

"Sama-sama keponakanku!" balas kepala Polisi yang bernama Bambang Sutedjo itu.

Sementara di dalam panti asuhan, ustadz Galih merasa resah karena Faisal belum juga pulang. Ustad bejat itu terus saja mondar-mandir di depan gerbang menanti kedatangan Faisal.

Namun yang datang bukanlah Faisal melainkan dua orang pria berbadan besar memakai jaket kulit hitam.

Salah satu dari mereka meminta masuk, tampa curiga ustad Galih langsung membuka gerbang. Dirinya heran karena melihat ada dua pria berbadan tegap memandang dirinya dengan tatapan tajam.

"Apa benar ini dengan saudara Galih?" tanya orang itu.

"Benar!! Saya sendiri" jawab ustad Galih.

"Kami kemari membawa surat penangkapan atas tuduhan tindakan pedofilia, pencabulan, dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Anda harus ikut kami ke kantor" ungkap orang itu sembari memberikan surat pemanggilan dan menunjukkan jika mereka berdua adalah pihak berwajib.

Mendengar hal itu ustad Galih menjadi ketakutan. Kini kecurigaannya terbukti jika Lilis sengaja membawa Faisal untuk melaporkan dirinya ke kantor polisi.

"Apa maksudnya Pak? Saya bukan pedofil. Saya ini wali di panti asuhan. Saya adalah orang yang paling berjasa di panti asuhan ini. Saya abi bagi mereka" balas Galih berdusta.

"Sudah nanti saja anda berikan keterangan di kantor, sekarang anda harus ikut kami ke kantor polisi" polisi itu langsung memborgol tangan ustazd Galih namun ustazd itu berontak.

Keributan tidak terelakan lagi dan kini mengundang warga sekitar dan mereka segera berkumpul menanyakan ada apa sampai ustadz Galih diborgol tangannya.

"Jika kami boleh tahu bapak ini siapa, dan kenapa ustad Galih diborgol?" tanya warga.

"Saudara Galih di Sinyalir telah melakukan tindakan pedofilia dan pencabulan kepada semua anak panti asuhan" jawab polisi.

"Astagfirullahaladzim!!!!! Kami betul-betul tidak menyangka jika kamu melakukan hal bejad kepada anak-anak panti asuhan. Pak Jika boleh bersaksi, waktu itu saya pernah melihat anak panti asuhan tidak bisa berjalan dan hendak melarikan diri namun berhasil ditangkap oleh dia. Kami sebagai masyarakat tidak pernah mencurigai apapun karena selama ini dia selalu berlaga baik di depan kami. Kalau begitu kita harus melihat keadaan anak-anak di panti" ucap salah satu warga yang diketahui adalah ketua RT setempat.

"Jangan dulu masuk Pak! Tunggu rekan kami datang, kami hanya ingin kalian berjaga saja di depan jangan sampai masuk ke dalam Panti itu karena sudah menjadi urusan kami sebagai polisi" cegah polisi itu.

'Baiklah kalau begitu Pak, kami akan jaga di sini sembari menunggu polisi lain datang" balas pak RT.

Tak lama rombongan polisi pun datang dan ustad Galih pun langsung dibawa ke kantor polisi.

Masyarakat yang merasa kepo akhirnya ikut masuk ke dalam panti asuhan dan benar saja setelah dilihat anak-anak di Panti Asuhan terlihat sangat menyedihkan.

Anak-anak disana sungguh tak terurus. Tubuhnya kurus dan wajahnya pucat.

"Astagfirullah..Ya Allah jadi selama ini anak-anak panti tersiksa. Maafkan kami Ya Allah, kami tidak tahu" ucap Pak RT sembari menangis.

"Pak, jangan dulu di bawa anak-anak ini kita berikan dulu mereka makan" usul warga.

Polisi pun merasa setuju, dan menyuruh warga membeli nasi di warteg terdekat.

"Sakit pak polisi, dub*r kami sakit" ucap salah satu anak.

"Tahan ya nak, kita makan dulu sehabis ini kalian akan pak polisi bawa ke rumah sakit untuk di periksa" balas polisi itu....

Akhirnya semua anak di bawa oleh ambulance ke rumah sakit. Namun polisi terus menyelidiki panti asuhan itu hingga satu orang polisi merasa curiga dengan keberadaan lemari pendingin.

Polisi itu membuka lemari pendingin dan alangkah terkejutnya kala melihat dua tubuh anak kecil meringkuk fi dalamnya sudah membeku.

"Astaga, komandan lihat ini" teriak polisi kepada atasannya.

Semua langsung melihat lemari pendingin itu semuanya tampak tak bisa berkata-kata dengan kasus besar di panti itu.

"Angkat jenazahnya, kita langsung otopsi" perintah sang komandan.

Malam itu panti asuhan di pagari oleh garis polisi. Wartawan mulai berdatangan satu persatu dan meliput membuat berita ini sangat viral.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

aku sedih thor😪😭😭

2025-02-24

1

syh 03

syh 03

biadab bener2 🥺😱😱

2025-02-19

0

siti Hasanah

siti Hasanah

seandainya d dunia nyata ada yg gercep sepertii d dunia novel ya

2024-12-12

1

lihat semua
Episodes
1 Permulaan
2 Bayi Bajang
3 Terungkap
4 Pocong Telanj@ng
5 Pria Pemarah
6 Curhatan Hati Santi
7 Bara Koma
8 Mau Menolong Bara
9 Tidur Satu Kamar
10 Terbongkar
11 Hamzah Yang Malang
12 Rudal Isriwil Milik Bara
13 Menolong Hamzah DKK
14 Terungkap
15 Petunjuk Untuk Bara
16 Hampir Di Perkaos
17 Di Kerjain Hantu
18 Menolong Nenek Lestari
19 Menyakitkan
20 Dunia Ini Memang Sempit
21 Tak Suka Cewek Kotor
22 Paket Dari Orang Miaterius
23 Sudah Kembali Bekerja
24 Cemburu
25 Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26 Menolong Mayang Part 1
27 Menolong Mayang Part 2
28 Menolong Mayang Part 3
29 Video Pembu*uhan Mayang
30 Akhirnya Mengakui
31 Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32 Kopi Beracun
33 Sosok Ular Cantik
34 Pesan Ingin Di Maafkan
35 Pengkhianatan Sang Istri
36 40 Tahun Di Bohongi
37 Mendatangi Sang Ayah
38 Ternyata Teman Lama
39 Nasihat Ular Cantik
40 Kasih Ibu Sepanjang Masa
41 Bara Cemburu
42 Tuyul Part 1
43 Tuyul Meresahkan
44 Tertangkap
45 Terbongkar
46 KKN
47 Wanita Misterius
48 Sebuah Fakta Yang Terungkap
49 Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50 Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51 Kabar Kematian
52 Pria Yang Malang
53 Masa Lalu Bahar
54 Mata Batin Azkara
55 Juragan Mata Keranjang
56 Sisi Lain Uni Bakwan
57 Di Ajak Kerumah Camer
58 Dikira Gembel
59 Realita Kehidupan
60 Membuang Anak Sendiri
61 Ketahuan Pelakunya Narji
62 Pagi Yang Manis
63 Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64 Memata-matai
65 Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66 Rahasia Yang Terbuka
67 Rencana Kedatangan Calon Mertua
68 Mendadak Sekali
69 Siapa Kakek Tua Itu?????
70 Pesugihan Kalajengking
71 Teror Part 1
72 Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73 Kerinduan Seorang Ibu
74 Siap Mencari Tahu
75 Sutinah Pergi
76 Akan Menumbalkan Fatah
77 Gagal Menumbalkan
78 Mati
79 Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80 Membully Ular
81 Kebelet kawin
82 Santi Hilang
83 Kasihan Santi
84 Uni Bakwan Pulang
85 Di Hukum
86 Prajurit Nakal
87 Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88 Kebelet Kawin
89 Rencana Raden Astra Loka
90 Gara-gara sebotol minuman
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Permulaan
2
Bayi Bajang
3
Terungkap
4
Pocong Telanj@ng
5
Pria Pemarah
6
Curhatan Hati Santi
7
Bara Koma
8
Mau Menolong Bara
9
Tidur Satu Kamar
10
Terbongkar
11
Hamzah Yang Malang
12
Rudal Isriwil Milik Bara
13
Menolong Hamzah DKK
14
Terungkap
15
Petunjuk Untuk Bara
16
Hampir Di Perkaos
17
Di Kerjain Hantu
18
Menolong Nenek Lestari
19
Menyakitkan
20
Dunia Ini Memang Sempit
21
Tak Suka Cewek Kotor
22
Paket Dari Orang Miaterius
23
Sudah Kembali Bekerja
24
Cemburu
25
Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26
Menolong Mayang Part 1
27
Menolong Mayang Part 2
28
Menolong Mayang Part 3
29
Video Pembu*uhan Mayang
30
Akhirnya Mengakui
31
Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32
Kopi Beracun
33
Sosok Ular Cantik
34
Pesan Ingin Di Maafkan
35
Pengkhianatan Sang Istri
36
40 Tahun Di Bohongi
37
Mendatangi Sang Ayah
38
Ternyata Teman Lama
39
Nasihat Ular Cantik
40
Kasih Ibu Sepanjang Masa
41
Bara Cemburu
42
Tuyul Part 1
43
Tuyul Meresahkan
44
Tertangkap
45
Terbongkar
46
KKN
47
Wanita Misterius
48
Sebuah Fakta Yang Terungkap
49
Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50
Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51
Kabar Kematian
52
Pria Yang Malang
53
Masa Lalu Bahar
54
Mata Batin Azkara
55
Juragan Mata Keranjang
56
Sisi Lain Uni Bakwan
57
Di Ajak Kerumah Camer
58
Dikira Gembel
59
Realita Kehidupan
60
Membuang Anak Sendiri
61
Ketahuan Pelakunya Narji
62
Pagi Yang Manis
63
Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64
Memata-matai
65
Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66
Rahasia Yang Terbuka
67
Rencana Kedatangan Calon Mertua
68
Mendadak Sekali
69
Siapa Kakek Tua Itu?????
70
Pesugihan Kalajengking
71
Teror Part 1
72
Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73
Kerinduan Seorang Ibu
74
Siap Mencari Tahu
75
Sutinah Pergi
76
Akan Menumbalkan Fatah
77
Gagal Menumbalkan
78
Mati
79
Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80
Membully Ular
81
Kebelet kawin
82
Santi Hilang
83
Kasihan Santi
84
Uni Bakwan Pulang
85
Di Hukum
86
Prajurit Nakal
87
Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88
Kebelet Kawin
89
Rencana Raden Astra Loka
90
Gara-gara sebotol minuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!