Bayi Bajang

Pukul tujuh malam Lilis baru sampai di kontrakannya. Dengan keringat yang mengucur, ia memarkirkan gerobak baksonya di depan kontrakan yang perbulannya 350 ribu.

"Lis baru sampe? Maaf ya Nak gara-gara Bapak sakit, kamu jadi jualan" ucap Bahar dengan wajah sedih.

"Iya Pak! Bapak ngomong apa sih? Lilis senang bisa jualan bakso. Pokoknya Bapak istirahat saja sampai Bapak benar-benar sehat" balas Lilis.

"Lis, Bapak sudah masak ceplok telor, makan dulu gih nanti dandang sama grobaknya biar Bapak yang cuci" ucap Bahar.

"Sudah Pak nanti biar Lilis yang bersihkan, Bapak tidur saja" balas Lilis.

Gadis itu langsung masuk kedalam rumah. Bahar di luar langsung meneteskan air matanya.

"Neng Geulis mudah-mudahan kamu mendapat jodoh yang baik dan mapan biar kamu gak cape terus kaya begini. Maafkan Bapak belum bisa bahagiain kamu" lirih Bahar.

Bahar adalah ayah yang sangat bertanggung jawab. Dulunya ia adalah supir mobil tronton. Karena penghasilannya kecil, sang istri yang bernama Ida meninggalkannya pergi bersama pria lain ketika usia Lilis baru dua bulan.

Saat itu hati Bahar kalut karena ia yang tidak tahu harus bagaimana mengurus seorang bayi merah mau tidak mau ia selalu membawa Lilis bayi pergi dari satu kota ke kota lain sembari membawa mobil besar.

Bahar baru berhenti menjadi supir ketika usia Lilis 5 tahun dan berpindah profesi menjadi tukang jualan bakso sampai sekarang.

Dulu ketika Bahar pertama kali tahu Lilis mempunyai kelebihan bisa melihat hantu ketika Lilis berumur 8 tahun. Saat itu Bahar langsung membawa Lilis kepada paranormal namun Lilis tidak bisa menutup mata batinnya hingga dewasa.

Jam 9 barulah Lilis keluar kontrakannya untuk membersihkan peralatan jualan dan grobaknya. Ia mencuci dandang bakso di sebelah kontrakannya.

"Hai Lilis..hihihi" Sesosok kuntilanak berbaju lusuh dengan kaki menggantung di dahan pohon sudah menyapa Lilis.

"Hai Mbak Sri! Masih siang kok sudah keluar?" tanya Lilis.

"Dari tadi keles! Oh ys Lis, tadi ada wanita paruh baya bulak-balik ke depan kontrakanmu" ungkap kunti itu.

"Siapa? Ibu kos kali" balas Lilis.

"Bukan wlee!! Ibu kos mah si Wiwik gembrot" ucap sang kunti.

Lilis tak lagi menanggapi ucapan kunti itu, ia fokus kembali mencuci dandang beserta alat-alat jualan yang lainnya.

"Hihihihi" suara makhluk lainnya namun kali ini membawa aroma anyir dan bau bangkai.

Lilis sudah tahu siapa yang datang.

"Lilis..hihihi" ucap makhluk itu.

"Mbak Nik maaf bisa jauh sedikit gak? Aromanya gak nyaman" ucap Lilis pada sundel bolong yang Lilis namai Mbak Nik.

"Iya nih, punggung loe bau banget anjir. Jauh-jauh sana" timpal Mbak Sri sembari menutup hidungnya.

"Diam kamu kunti, lihat noh kepalamu juga banyak belatungnya" balas Mbak Nik.

"Yey lebih banyak belatung di punggungmu" balas Mbak Sri tak mau kalah.

Melihat Lilis yang kurang nyaman, akhirnya Mbak Nik terbang ke atas dahan pohon rambutan.

"Lis cape ya jualan?" tanyanya.

"Cape Mbak, tapi gimana lagi namanya masih hidup ya harus cari nafkah, beda kalau sudah jadi setan gak perlu cari nafkah" balas Lilis.

"Yasudah Lis jadi setan aja kaya aku" ucap Mbak Nik.

"Naudzubillah Mbak" balas Lilis.

"Iya nih setan yang satu ini maunya punya banyak teman tapi gak Lilis juga kali. Dia itu teman kita, besti. Hanya Lilis yang mau ngobrol sama dedemit kaya kita" Mbak Sri merasa kesal pada sundel bolong di sampingnya.

"Bersyanda Lis" ucapnya sembari nyengir memperlihatkan giginya yang hitam.

Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam. Semua perabotan sudah Lilis cuci.

"Mbak aku masuk dulu ya" Lilis pamit pada kedua teman hantunya.

"Iya Lis" jawab Mbak Sri.

"Monggo Lis" jawab Mbak Nik.

Karena tubuhnya yang sudah lelah akibat kuliah lalu jualan bakso, Lilis pun akhirnya memilih untuk tidur. 1 jam ia terlelap namun tepat pukul 12 malam tidurnya terganggu akibat ia mendengar suara bayi menangis.

Lilis bangkit terduduk di atas ranjang sembari mengucek matanya. Lilis mengira itu adalah anak yang dibawa Mbak Nik bayi jadi-jadian itu kerap menangis dan sialnya hanya Lilis yang dapat mendengar suara bayi itu, namun Lilis sudah hafal nada suara bayi Mbak Nik namun ini suaranya sedikit beda.

"Anak siapa sih nangis malam-malam begini nangis" Lilis sedikit kesal karena tidurnya terganggu.

Suara bayi itu pun kembali menghilang di tengah deruan angin malam. Lilis kembali lagi membaringkan tubuhnya dan ia pun terlelap ke alam mimpi namun selang 2 jam kemudian bayi menangis itu kembali terdengar lagi. Lilis lagi-lagi terbangun namun ia seketika melihat jendela kamarnya dari luar ia seperti melihat siluet mengelilingi jendela.

"Apa itu?" gumam Lilis.

Jendelanya kemudian di ketuk membuat Lilis tersulut emosi ia pun berjalan mendekati jendela lalu menyibak tirainya. Ketika tirai itu terbuka Lilis tersentak karena ia melihat sesuatu yang menyeramkan.

"Bukannya itu makhluk yang mengikuti Sinta di kampus, mau apa dia kemari" gumam Lilis.

Lilis melihat makhluk itu menyeringai padanya seakan ingin menyerangnya. bisa dilihat kuku-kukunya yang runcing dari makhluk sejenis bayi bajang.

Lilis langsung keluar kamarnya berlari ke dapur lalu mengambil garam. Lilis curiga kenapa sosok itu sampai mengikutinya ke kontrakan.

Pelan-pelan Lilis keluar dari kontrakannya, makhluk itu sudah menunggu Lilis di luar. Karena takut menyerang Lilis siap-siap akan melemparkan garam ke makhluk itu.

Bayi Bajang melihat Lilis sudah berdiri di luar ia lalu melesat ke arah Lilis. Lilis yang sudah mengambil kuda-kuda akan melemparkan segenggam garam yang ia bawa makhluk itu namun ketika sudah dekat makhluk itu menangis di hadapan Lilis membuat Lilis heran.

"Hikhikhik....Tolong dedek" ucap bayi bajang itu.

"Kenapa kamu minta tolong padaku? Kamu kan yang menempel ditubuh Sinta?" heran Lilis.

"Hikhikhik..Mama tega Membunuhku! Salah aku apa pada mama? Kenapa aku tidak diinginkan? Aku benci Mama aku akan ikuti Mama sampai kapanpun" bayi Bajang itu terlihat sangat marah dan sedih.

"Mama, Mama siapa? Sinta maksudmu? Apa Sinta sudah menggugurkan bayi?" tanya Lilis.

Ia bisa sedikit santai menghadapi bayi bajang di hadapannya.

"Mama Membunuhku! Mama mematahkan leherku, tanganku dan kakiku. Aku tidak diinginkan" ucap bayi bajang itu terus menangis.

"Berarti mamamu, Shinta?" tanya Lilis.

Bayi Bajang itu mengangguk.

"Besok aku akan bicara pada mamamu. Sebaiknya kamu pulang saja karena aku capek sekali. Maaf ya ade kecil jika kamu mengalami hal buruk sebelum Kamu terlahir" Lilis merasa iba dengan sosok bayi bajang di hadapannya.

Bayi bajang itu mengangguk lalu terbang entah ke mana Lilis pun kembali masuk ke dalam rumahnya.

Terpopuler

Comments

syh 03

syh 03

lagi nebalin nyali baca cerita begini..moga ga kebw mimpi mlm nti 😬😬

2025-02-19

0

hìķàwäþî

hìķàwäþî

sesama punya belatung jangan berantem.. hihihihi

2025-01-31

0

Kamiem sag

Kamiem sag

kasihan Lils seperti hidup di dua dunia

2025-02-24

0

lihat semua
Episodes
1 Permulaan
2 Bayi Bajang
3 Terungkap
4 Pocong Telanj@ng
5 Pria Pemarah
6 Curhatan Hati Santi
7 Bara Koma
8 Mau Menolong Bara
9 Tidur Satu Kamar
10 Terbongkar
11 Hamzah Yang Malang
12 Rudal Isriwil Milik Bara
13 Menolong Hamzah DKK
14 Terungkap
15 Petunjuk Untuk Bara
16 Hampir Di Perkaos
17 Di Kerjain Hantu
18 Menolong Nenek Lestari
19 Menyakitkan
20 Dunia Ini Memang Sempit
21 Tak Suka Cewek Kotor
22 Paket Dari Orang Miaterius
23 Sudah Kembali Bekerja
24 Cemburu
25 Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26 Menolong Mayang Part 1
27 Menolong Mayang Part 2
28 Menolong Mayang Part 3
29 Video Pembu*uhan Mayang
30 Akhirnya Mengakui
31 Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32 Kopi Beracun
33 Sosok Ular Cantik
34 Pesan Ingin Di Maafkan
35 Pengkhianatan Sang Istri
36 40 Tahun Di Bohongi
37 Mendatangi Sang Ayah
38 Ternyata Teman Lama
39 Nasihat Ular Cantik
40 Kasih Ibu Sepanjang Masa
41 Bara Cemburu
42 Tuyul Part 1
43 Tuyul Meresahkan
44 Tertangkap
45 Terbongkar
46 KKN
47 Wanita Misterius
48 Sebuah Fakta Yang Terungkap
49 Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50 Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51 Kabar Kematian
52 Pria Yang Malang
53 Masa Lalu Bahar
54 Mata Batin Azkara
55 Juragan Mata Keranjang
56 Sisi Lain Uni Bakwan
57 Di Ajak Kerumah Camer
58 Dikira Gembel
59 Realita Kehidupan
60 Membuang Anak Sendiri
61 Ketahuan Pelakunya Narji
62 Pagi Yang Manis
63 Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64 Memata-matai
65 Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66 Rahasia Yang Terbuka
67 Rencana Kedatangan Calon Mertua
68 Mendadak Sekali
69 Siapa Kakek Tua Itu?????
70 Pesugihan Kalajengking
71 Teror Part 1
72 Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73 Kerinduan Seorang Ibu
74 Siap Mencari Tahu
75 Sutinah Pergi
76 Akan Menumbalkan Fatah
77 Gagal Menumbalkan
78 Mati
79 Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80 Membully Ular
81 Kebelet kawin
82 Santi Hilang
83 Kasihan Santi
84 Uni Bakwan Pulang
85 Di Hukum
86 Prajurit Nakal
87 Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88 Kebelet Kawin
89 Rencana Raden Astra Loka
90 Gara-gara sebotol minuman
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Permulaan
2
Bayi Bajang
3
Terungkap
4
Pocong Telanj@ng
5
Pria Pemarah
6
Curhatan Hati Santi
7
Bara Koma
8
Mau Menolong Bara
9
Tidur Satu Kamar
10
Terbongkar
11
Hamzah Yang Malang
12
Rudal Isriwil Milik Bara
13
Menolong Hamzah DKK
14
Terungkap
15
Petunjuk Untuk Bara
16
Hampir Di Perkaos
17
Di Kerjain Hantu
18
Menolong Nenek Lestari
19
Menyakitkan
20
Dunia Ini Memang Sempit
21
Tak Suka Cewek Kotor
22
Paket Dari Orang Miaterius
23
Sudah Kembali Bekerja
24
Cemburu
25
Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26
Menolong Mayang Part 1
27
Menolong Mayang Part 2
28
Menolong Mayang Part 3
29
Video Pembu*uhan Mayang
30
Akhirnya Mengakui
31
Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32
Kopi Beracun
33
Sosok Ular Cantik
34
Pesan Ingin Di Maafkan
35
Pengkhianatan Sang Istri
36
40 Tahun Di Bohongi
37
Mendatangi Sang Ayah
38
Ternyata Teman Lama
39
Nasihat Ular Cantik
40
Kasih Ibu Sepanjang Masa
41
Bara Cemburu
42
Tuyul Part 1
43
Tuyul Meresahkan
44
Tertangkap
45
Terbongkar
46
KKN
47
Wanita Misterius
48
Sebuah Fakta Yang Terungkap
49
Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50
Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51
Kabar Kematian
52
Pria Yang Malang
53
Masa Lalu Bahar
54
Mata Batin Azkara
55
Juragan Mata Keranjang
56
Sisi Lain Uni Bakwan
57
Di Ajak Kerumah Camer
58
Dikira Gembel
59
Realita Kehidupan
60
Membuang Anak Sendiri
61
Ketahuan Pelakunya Narji
62
Pagi Yang Manis
63
Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64
Memata-matai
65
Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66
Rahasia Yang Terbuka
67
Rencana Kedatangan Calon Mertua
68
Mendadak Sekali
69
Siapa Kakek Tua Itu?????
70
Pesugihan Kalajengking
71
Teror Part 1
72
Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73
Kerinduan Seorang Ibu
74
Siap Mencari Tahu
75
Sutinah Pergi
76
Akan Menumbalkan Fatah
77
Gagal Menumbalkan
78
Mati
79
Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80
Membully Ular
81
Kebelet kawin
82
Santi Hilang
83
Kasihan Santi
84
Uni Bakwan Pulang
85
Di Hukum
86
Prajurit Nakal
87
Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88
Kebelet Kawin
89
Rencana Raden Astra Loka
90
Gara-gara sebotol minuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!