Menolong Nenek Lestari

Lilis membawa nenek itu ke klinik terdekat diobati perutnya. Lilis juga tidak banyak bertanya, yang ia inginkan hanyalah agar nenek itu segera ditangani oleh dokter.

Lilis heran kenapa nenek itu ada di semak-semak, jika pun korban perampokan namun gelang dan cincin nenek itu masih melekat di leher dan jarinya tetapi Lilis mempunyai kesimpulan bahwa nenek ini memang sengaja dicelakai .

Seorang dokter keluar dari ruang pemeriksaan dan langsung di sambut oleh Lilis.

"Bagaimana keadaan nenek itu dokter?" tanya Lilis dengan cemas.

"Mbak, nenek itu kehabisan banyak darah namun untungnya stok di klinik ini masih ada. Jika pun nenek itu tidak segera diselamatkan bisa saja nyawanya tidak tertolong" balas dokter .

Mendengar itu Lilis sangatlah lega.

'Saya boleh menemui nenek itu?" tanya Lilis.

"Boleh silakan saja" balas dokter lalu pergi dari hadapan Lilis.

Lilis masuk ke dalam ruang rawat sang nenek, melihat nenek itu kini tengah tertidur sangat mengisyaratkan sebuah kelelahan dan rasa sakit.

"Syukurlah nenek sudah ditangani oleh dokter" ucap Lilis sembari mengelus kepala sang nenek.

Tiba-tiba nenek itu membuka matanya, dirinya langsung menitikkan air matanya.

"Terimakasih ya Nak atas pertolongamu dan maaf Nenek sudah merepotkan" ucap nenek itu.

"Sama-sama Nenek! Untungnya Nenek segera ditangani kalau tidak mungkin Nenek sudah....." Lilis tak berani melanjutkan ucapannya.

Nenek itu malah menangis terisak seakan-akan ada beban berat yang ingin sekali yang utarakan.

"Kenapa nenek bisa berada di tempat itu sepi dan rawan orang jahat?" tanya Lilis tak habis pikir.

Nenek itu malah semakin terisak.

"Nenek sengaja dibuang oleh menantu Nenek tadi sore. Awalnya dia mengajak Nenek berjalan-jalan nggak taunya dia malah menikah Nenek dan menurunkan Nenek di semak-semak itu. Nenek tidak menyangka menantu yang sudah Nenek anggap anak sendiri ternyata mempunyai niat jahat ingin melenyapkan Nenek" ungkap nenek itu.

"Astagfirullah!!!!! Jadi ini semua kerjaan menantu Nenek? Kok jahat banget sih memangnya karena apa Nenek diperlakukan seperti itu?" tanya Lilis.

"Awalnya dari warisan! Nenek sudah membagi semua harta Nenek kepada anak dan cucu Nenek. Anak Nenek ada dua namun anak tertua Nenek sudah meninggal ketika perjalanan dari Inggris mengalami kecelakaan pesawat 20 tahun silam bersama istrinya, kini tinggallah anaknya yaitu cucu nenek yang kini sudah menjadi dokter dan anak Nenek yang kedua, istrinya tidak puas dengan pembagian harta warisan. Ia menginginkan harta warisan lebih dan ingin mengambil bagian dari apa yang dimiliki oleh cucu dari anak tertua Nenek" Papar nenek itu.

Tak habis pikir rasanya demi warisan seseorang bisa menyelakai orang tua terlebih seorang menantu yang notabennya orang lain bisa bertindak sekeji itu.

"Sekarang apa Nenek ingin menghubungi keluarga Nenek?" tanya Lilis.

"Nenek masih takut, Nenek tidak mau kalau Silvia kembali menyelakai Nenek" jawab nenek itu.

"Lalu Nenek mau tinggal di mana?" tanya lilis heran.

"Di manapun Nenek mau tinggal, asal jangan kembali ke keluarga Nenek, Nenek masih takut" jawab nenek itu.

"Oh iya Nek, dari tadi saya belum tahu nama Nenek" ucap Lilis.

"Nama saya Lestari" jawab nenek itu.

"Saya Lilis, Nek! Begini saja Nenek ikut pulang bersama saya nanti kita bicarakan lagi ke depannya, tapi maaf saya tidak punya rumah saya hanya tinggal di kontrakan bersama Bapak saya" ucap Lilis.

"Nenek mau nak, !enek mau" balas nenek Lestari.

Akhir kata Lilis membawa nenek Lestari ke kontrakannya, di sana Bahar sudah kembali setelah 1 minggu berada di kampung halamannya.

"Asalamualliakum" ucap Lilis kala membuka pintu, ia tidak tahu Bahar sudah kembali dari kampung halamannya.

"Waalaikumsalam" balas Bahar.

"Eh Bapak sudah pulang, kok gak ngasih kabar sih Pak?" tanya Lilis.

"Bapak sudah pulang dari semalam, kamu kok nggak pulang dan ibu ini siapa?" tanya Bahar.

"Nanti Lilis ceritain Pak, aku bawa dulu nenek ini masuk ke kamar ya Pak" balas Lilis.

Bahar hanya mengangguk saja.

Lilis pun lalu membawa nenek Lestari masuk ke dalam kamarnya.

"Nenek sebaiknya Nenek tidur dulu di kamar saya, maaf kamarnya kecil mungkin tidak sebagus kamar nenek" ucap Lilis.

"Ini sangat nyaman, terima kasih ya Nak" balas nenek Lestari.

Setelah membantu Nenek Lestari istirahat, Lilis kembali menemui Bahar yang sedang duduk di kursi ruang tamu.

"Kok Bapak gemukkan sekarang? Satu minggu di Sumedang, Bapak makan apa saja?" kelakar Lilis.

"Bapak ini happy Lis, di Sumedang Bapak hanya makan tidur saja. Oh iya kamu bawa siapa itu?" tanya Bahar.

Lilis pun lalu menceritakan semua kronologinya mengenai penemuan Nenek Lestari di jalan kepada Bahar, Bahar pun langsung geleng-geleng kepala mendengar seorang menantu yang sudah menikam mertuanya hanya karena warisan.

"Bapak tidak menyangka ada manusia seperti itu di muka bumi" ucap Bahar.

"Gimana Pak, Apa Bapak ngizinin Nenek Lestari tinggal di kontrakan kita?" tanya Lilis.

"Sok aja Lis, tapi kamarnya gimana kan hanya ada dua saja?" tanya Bahar.

"Gak apa-apa sih Pak, Nenek Lestari tidurnya sama Lilis aja berdua" balas Lilis.

"Yaudah Bapak mah manut aja sama Eneng" ucap Bahar.

"Pak mana tahu Sumedang nya?" Lilis malah menanyakan oleh-oleh.

"Tuh di kulkas, goreng lagi angetin. Di dapur juga ada ubi cilembu sama kerupuk bondon. Udah ya Bapak mau pergi ke pos, Opung Sinaga udah WA terus ngajak main catur. Besok Bapak mau mulai dagang lagi" papar Bahar.

Sibuk dengan mengurus Nenek Lestari, Lilis bisa sejenak melupakan Bara, namun kini ia sudah ingat lagi.

"Gimana keadaan si Bara ya? Apa dia jadi sadar apa tetap koma? Tapi kalau koma, tapi arwahnya gak keliling" heran Lilis.

Namun entah ada secuil kerinduan yang ia rasakan terhadap pria yang beberapa minggu itu selalu bersama bahkan tidur dalam satu kasur yang sama.

"Lis....hihihi" Teman hantu Lilis tiba-tiba muncul.

"Ikh keget deh!!! Gimana semalam?" tanya Lilis.

"Hihihi... Kita.....hihihi" jawab Mbak Sri sembari mengadukkan kedua telapak tangannya.

"Wanjir habis nganu dong?? Mandi wajib gak??" kelar Lilis pada teman hantunya itu.

"Dia sampai pingsan!" balas Mbak Sri.

"Besti kemana?" tanya Lilis yang tidak melihat sundel bolong alias Mbak Nik.

"Tuh di atas!" tunjuk Mbak Sri ke atas plafon.

Terlihat Mbak Nik sedang berjalan merangkak dibatas plafon dan tembok kontrakan Lilis.

"Turun toh Yuk! Ojo koyo cicek loh" ucap Mbak Sri.

"Hihihi!!!!! Lis di kamarmu siapa?" tanya Mbak Nik.

"Nenek Lestari! Kasihan dia di tikam sama menantunya gara-gara warisan" balas Lilis.

Lilis yang sudah terbiasa dengan kehadiran kedua hantu menyeramkan itu sudah terbiasa pula dengan aroma bangkai dan bau darah yang sangat anyir. Namun kadang kala Lilis juga protes jika dirinya sedang makan.

"Mbak, bisa gak sih lubangnya di tutup dulu, aku lagi makan loh, mbak" kesal Lilis.

"Ups maaf Lis! Yaudah akh aku pergi dulu kasihan Lilis nya lagi makan" balasnya lalu menghilang menyisakan kepulan asap hitam.

"Aku jiga mau pergi dulu akh, mau nengok si tampan" ucap Mbak Sri.

Terpopuler

Comments

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

lanjut

2025-02-16

1

Hariyanti Katu

Hariyanti Katu

lilis ada jagain🤗🤗

2024-12-07

0

lihat semua
Episodes
1 Permulaan
2 Bayi Bajang
3 Terungkap
4 Pocong Telanj@ng
5 Pria Pemarah
6 Curhatan Hati Santi
7 Bara Koma
8 Mau Menolong Bara
9 Tidur Satu Kamar
10 Terbongkar
11 Hamzah Yang Malang
12 Rudal Isriwil Milik Bara
13 Menolong Hamzah DKK
14 Terungkap
15 Petunjuk Untuk Bara
16 Hampir Di Perkaos
17 Di Kerjain Hantu
18 Menolong Nenek Lestari
19 Menyakitkan
20 Dunia Ini Memang Sempit
21 Tak Suka Cewek Kotor
22 Paket Dari Orang Miaterius
23 Sudah Kembali Bekerja
24 Cemburu
25 Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26 Menolong Mayang Part 1
27 Menolong Mayang Part 2
28 Menolong Mayang Part 3
29 Video Pembu*uhan Mayang
30 Akhirnya Mengakui
31 Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32 Kopi Beracun
33 Sosok Ular Cantik
34 Pesan Ingin Di Maafkan
35 Pengkhianatan Sang Istri
36 40 Tahun Di Bohongi
37 Mendatangi Sang Ayah
38 Ternyata Teman Lama
39 Nasihat Ular Cantik
40 Kasih Ibu Sepanjang Masa
41 Bara Cemburu
42 Tuyul Part 1
43 Tuyul Meresahkan
44 Tertangkap
45 Terbongkar
46 KKN
47 Wanita Misterius
48 Sebuah Fakta Yang Terungkap
49 Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50 Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51 Kabar Kematian
52 Pria Yang Malang
53 Masa Lalu Bahar
54 Mata Batin Azkara
55 Juragan Mata Keranjang
56 Sisi Lain Uni Bakwan
57 Di Ajak Kerumah Camer
58 Dikira Gembel
59 Realita Kehidupan
60 Membuang Anak Sendiri
61 Ketahuan Pelakunya Narji
62 Pagi Yang Manis
63 Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64 Memata-matai
65 Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66 Rahasia Yang Terbuka
67 Rencana Kedatangan Calon Mertua
68 Mendadak Sekali
69 Siapa Kakek Tua Itu?????
70 Pesugihan Kalajengking
71 Teror Part 1
72 Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73 Kerinduan Seorang Ibu
74 Siap Mencari Tahu
75 Sutinah Pergi
76 Akan Menumbalkan Fatah
77 Gagal Menumbalkan
78 Mati
79 Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80 Membully Ular
81 Kebelet kawin
82 Santi Hilang
83 Kasihan Santi
84 Uni Bakwan Pulang
85 Di Hukum
86 Prajurit Nakal
87 Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88 Kebelet Kawin
89 Rencana Raden Astra Loka
90 Gara-gara sebotol minuman
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Permulaan
2
Bayi Bajang
3
Terungkap
4
Pocong Telanj@ng
5
Pria Pemarah
6
Curhatan Hati Santi
7
Bara Koma
8
Mau Menolong Bara
9
Tidur Satu Kamar
10
Terbongkar
11
Hamzah Yang Malang
12
Rudal Isriwil Milik Bara
13
Menolong Hamzah DKK
14
Terungkap
15
Petunjuk Untuk Bara
16
Hampir Di Perkaos
17
Di Kerjain Hantu
18
Menolong Nenek Lestari
19
Menyakitkan
20
Dunia Ini Memang Sempit
21
Tak Suka Cewek Kotor
22
Paket Dari Orang Miaterius
23
Sudah Kembali Bekerja
24
Cemburu
25
Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26
Menolong Mayang Part 1
27
Menolong Mayang Part 2
28
Menolong Mayang Part 3
29
Video Pembu*uhan Mayang
30
Akhirnya Mengakui
31
Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32
Kopi Beracun
33
Sosok Ular Cantik
34
Pesan Ingin Di Maafkan
35
Pengkhianatan Sang Istri
36
40 Tahun Di Bohongi
37
Mendatangi Sang Ayah
38
Ternyata Teman Lama
39
Nasihat Ular Cantik
40
Kasih Ibu Sepanjang Masa
41
Bara Cemburu
42
Tuyul Part 1
43
Tuyul Meresahkan
44
Tertangkap
45
Terbongkar
46
KKN
47
Wanita Misterius
48
Sebuah Fakta Yang Terungkap
49
Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50
Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51
Kabar Kematian
52
Pria Yang Malang
53
Masa Lalu Bahar
54
Mata Batin Azkara
55
Juragan Mata Keranjang
56
Sisi Lain Uni Bakwan
57
Di Ajak Kerumah Camer
58
Dikira Gembel
59
Realita Kehidupan
60
Membuang Anak Sendiri
61
Ketahuan Pelakunya Narji
62
Pagi Yang Manis
63
Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64
Memata-matai
65
Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66
Rahasia Yang Terbuka
67
Rencana Kedatangan Calon Mertua
68
Mendadak Sekali
69
Siapa Kakek Tua Itu?????
70
Pesugihan Kalajengking
71
Teror Part 1
72
Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73
Kerinduan Seorang Ibu
74
Siap Mencari Tahu
75
Sutinah Pergi
76
Akan Menumbalkan Fatah
77
Gagal Menumbalkan
78
Mati
79
Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80
Membully Ular
81
Kebelet kawin
82
Santi Hilang
83
Kasihan Santi
84
Uni Bakwan Pulang
85
Di Hukum
86
Prajurit Nakal
87
Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88
Kebelet Kawin
89
Rencana Raden Astra Loka
90
Gara-gara sebotol minuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!