Terungkap

Keesokan paginya seperti biasa Lilis berangkat ke kampus sembari mendorong gerobak. Setibanya di kampus ia segera menitipkan gerobak itu ke security kampus.

Ia sudah tidak sabar ingin bicara dengan Sinta. Buru-buru Lilis berlari ke kelasnya namun ketika ia menapaki tangga, sayup ia mendengar seseorang yang sedang bertengkar di balik ruangan musik. sebenarnya Lilis enggan ke ruang itu karena banyak sekali hantu selalu mengusiknya namun dikarenakan jiwa keponya meronta-ronta akhirnya Lilis mengendap-endap untuk mengintip siapa orang yang sedang bertengkar sepagi ini.

Lilis pembuka sedikit pintu di ruang musik, atensinya terfokus kepada dua orang pria dan wanita yang sedang berselisih paham.

"Itu kan Sinta dan itu Pak Aldi, dosen yang mengajar jurusan musik" ucap Lilis.

Lilis pun menajamkan telinganya terdengar di sana Sinta sedang terisak menangis dan Aldi berdiri dengan wajah frustasi.

"Mana janji kamu Pak untuk menikahi ku? Aku sampai rela menggugurkan bayi kita sesuai permintaanmu supaya kita bisa menikah namun mana hasilnya, kau tetap saja tidak kunjung menikahi ku" Santi terus menangis.

Mendengar itu Lilis langsung membekap mulutnya, ia tidak menyangka bahwa Aldi yang di kenal dosen yang baik dan santun malah berani berbuat zina dengan mahasiswi dari kampus tempat ia mengajar.

"Tapi saya tidak bisa menikahimu sekarang Sinta, saya ada istri" tolak Aldi.

"Apa, jadi kamu sudah menikah, Pak? Kenapa bilangnya kamu belum menikah? Hikhikhik" Sinta semakin menangis kala mendengar pengakuan dari Aldi.

"Dasar dosen bejad! Awas ya loe Pak Aldi. Noh anak jurig loe sampai datangi gue" kesal Lilis.

Lilis lalu meninggalkan ruangan musik itu.

setibanya di kelas, Lilis belum melihat mahasiswa lain. Namun penunggu ruangan itu sudah duduk anteng di atas lemari.

"Hihihi...Gadis bakso sudah datang" ucap kuntilanak merah yang selalu mengejek Lilis.

Kuntilanak itu kesal dengan Lilis karena Lilis kerap kali pura-pura tidak bisa melihatnya dan selalu mengabaikannya.

"Lilis Yulianti, look at me baby" ucapnya lagi.

"Paan sih" ketus Lilis.

Kuntilanak merah itu lalu terbang ke arah Lilis lalu duduk di kursi depan dengan badan menghadap Lilis.

"Udah deh jangan pura-pura gak lihat, kamu kan indigo" ucap kuntilanak itu.

"Hallo namaku Miranti.. Hallo namaku Lilis senang bisa berkenalan dengan mu" kuntilanak itu bicara sendiri lalu di jawab sendiri membuat Lilis pusing.

"Lis jangan pura-pura terus dong" kuntilanak itu menarik-narik baju Lilis.

"Berisik tau gak sih!" Lilis pun pasrah akhirnya merespon ucapan kuntilanak itu.

"Tuh kan bener bisa lihat" ucap Miranti kegirangan sembari merayap diatas plafon gedung itu kemudian terbang kembali lalu duduk di depan Lilis.

"Jangan ganggu ya" pinta Lilis.

"Tapi janji mau temenan" Miranti memohon.

Lilis hanya mengangguk.

"Lis, temanmu yang duduk di barisan ke dua habis aborsoy" ungkap Miranti.

"Lah kok bisa tahu?" tanya Lilis.

"Tahu lah, kunti kaya aku tuh seneng banget nyium bau orang hamil, tapi kemarin dia malah di tempeli bayi bajang, berarti oroknya udah keluar dengan tidak wajah" papar kunti itu.

"Aku tahu, pelakunya juga dosen disini" ungkap Lilis.

"Ya dosen musik lan? Si jambul?" tebak Miranti.

"Eh kok tahu juga" ucap Lilis.

"Tahu lah, soalnya dia suka ngewong di ruangan pribadinya selepas mahasiswa lain pulang. Ceweknya sering nangis keenakan di cucug sama si jambul" ungkap Miranti.

"Gak bohong kan?" tanya Lilis.

"Suer Lis aku gak bohong" jawabnya.

Obrolan mereka terhenti kala mahasiswa lain mulai berdatangan, bahkan Santi juga sudah datang. Lilis bahkan bisa melihat mata Santi sembab.

"Santi, loe kenapa?" tanya Lilis.

"Bukan urusan loe" ketus Santi.

"Sepulang kampus, gue tunggu loe di rooftop kampus, ada hal yang ingin gue katakan ke loe" pinta Lilis.

"Ngomong aja disini" balas Lilis.

Karena merasa kesal, akhirnya Lilis membisikan sesuatu pada Santi.

"Gimana rasanya aborsoy, masih sakit?" bisik Lilis membuat Santi langsung melotot.

"Tunggu gue di atas nanti" akhirnya Santi mengalah karena kartu ASnya di pegang Lilis.

"Oke cantik, gue tunggu ya" ucap Lilis lalu kembali lagi duduk di kursinya.

Pembelajaran hari ini berjalan dengan lancar, tiba saatnya semua mahasiswa keluar kelas.

Lilis berjalan terlebih dahulu ke rooftop kampus, di susul oleh Santi.

"Mau apa loe sebenarnya?" tanya Santi to the point.

"Gue gak mau apa-apa, San. Gue mau loe bertanggung jawab sama si Aldi jambul sialan itu. Loe udah aborsoy kan? Noh arwah bayi bajang loe nempel dan datengi gue semalam" ungkap Lilis.

"Ya gue udah aborsoy. Gue akui itu, tapi loe gak bisa apa-apain gue, soalnya loe gak pegang bukti" cibir Santi.

"Gue punya buktinya San! Loe kalau begini, loe gak akan tenang seumur hidup loe. Loe akan terus di kejar kesalahan. Loe gak ngeri San, ada hal yang gue bisa lihat tanpa loe bisa" balas Lilis.

Mendengar itu Santi langsung pergi dari hadapan Lilis dengan emosi. Dirinya kalut karena ada orang lain yang tahu aibnya.

"Jangan cari gue ya anjing, kalau bayi bajang loe balik nyakitin" kesal Lilis sembari berteriak yang masih bisa di dengar oleh Santi.

Lilis juga turun dari rooftop, di lorong kampus ia berpapasan dengan Aldi. Dosen yang di kenal sangat cool itu menatap Lilis dengan tatapan entah.

"Lilis, kamu cantik" ucapnya.

"Terimakasih Pak" balas Lilis, ia malas harus terlibat obrolan dengan si Aldi jambul.

"Lis, kamu pasti mau uang banyak kan? Jualan bakso itu cape, mending kamu one stand night with me" ajaknya.

"Maaf Pak, saya bukan Santi yang dengan sukarela membuka paha lebar-lebar untuk anda masuki. Saya Masih punya harga diri. Uang halal lebih nikmat" ketus Lilis sembari pergi meninggalkan Aldi sendirian.

"Awas kamu baby girls, aku akan buat kau meronta-ronta di bawah kungkunganku" ucapnya dengan kesal.

Sepulang dari kelas, Lilis mulai berjualan. Ia mempersiapkan semuanya dari halaman kampus tempat ia memarkirkan gerobaknya.

"Lilis, baksonya dua yang pedes" ucap Jony keamanan kampus.

"Yaelah baru juga kompornya di nyalain" balas Lilis.

"Gue tunggu Lis, gue tunggu" balas Jony.

Kini Lilis kembali berkeliling berjualan bakso lagi.

...

Malam harinya ketika Santi sudah terlelap, ia mimpi di datangi sosok bayi bajang yang memanggil dirinya Mama.

"Ma, kenapa Mama tega bunuh aku? Apa salahku Ma?" tanya bayi bajang itu.

"Pergi jangan menggangguku" Santi nampak sekali ketakutan.

"Aku akan menjadi duri dalam daging di kehidupan Mama jika Mama tak menguburkan ku dengan layak" ucap bayi bajang itu sembari menyeringai lalu pergi dari hadapan Santi.

Santi langsung terbangun dengan nafas terengah. Mimpi itu begitu menyeramkan ia ingat bahwa janin yang ia aborsoy masih ia simpan di dalam kresek hitam di kamar mandi.

"Apa yang di katalan Lilis itu benar" ucap Santi

Malam itu juga ia membawa mobilnya dan bergegas ke kontrakan Lilis.

Terpopuler

Comments

⍣⃝ꉣꉣAndini Andana

⍣⃝ꉣꉣAndini Andana

Miranti si Kunti ngalahin sisitipi kampus woyy 👀😳

2024-11-14

3

Kusii Yaati

Kusii Yaati

kenapa bahasanya kasar kak author sayang...Lilis perempuan Lo!!! ganti bahasa agak sopan ya🤗

2024-11-17

1

Grey

Grey

astaghfirullah, di setan malah ngajak gosip pagi²🤣

2024-12-13

0

lihat semua
Episodes
1 Permulaan
2 Bayi Bajang
3 Terungkap
4 Pocong Telanj@ng
5 Pria Pemarah
6 Curhatan Hati Santi
7 Bara Koma
8 Mau Menolong Bara
9 Tidur Satu Kamar
10 Terbongkar
11 Hamzah Yang Malang
12 Rudal Isriwil Milik Bara
13 Menolong Hamzah DKK
14 Terungkap
15 Petunjuk Untuk Bara
16 Hampir Di Perkaos
17 Di Kerjain Hantu
18 Menolong Nenek Lestari
19 Menyakitkan
20 Dunia Ini Memang Sempit
21 Tak Suka Cewek Kotor
22 Paket Dari Orang Miaterius
23 Sudah Kembali Bekerja
24 Cemburu
25 Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26 Menolong Mayang Part 1
27 Menolong Mayang Part 2
28 Menolong Mayang Part 3
29 Video Pembu*uhan Mayang
30 Akhirnya Mengakui
31 Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32 Kopi Beracun
33 Sosok Ular Cantik
34 Pesan Ingin Di Maafkan
35 Pengkhianatan Sang Istri
36 40 Tahun Di Bohongi
37 Mendatangi Sang Ayah
38 Ternyata Teman Lama
39 Nasihat Ular Cantik
40 Kasih Ibu Sepanjang Masa
41 Bara Cemburu
42 Tuyul Part 1
43 Tuyul Meresahkan
44 Tertangkap
45 Terbongkar
46 KKN
47 Wanita Misterius
48 Sebuah Fakta Yang Terungkap
49 Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50 Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51 Kabar Kematian
52 Pria Yang Malang
53 Masa Lalu Bahar
54 Mata Batin Azkara
55 Juragan Mata Keranjang
56 Sisi Lain Uni Bakwan
57 Di Ajak Kerumah Camer
58 Dikira Gembel
59 Realita Kehidupan
60 Membuang Anak Sendiri
61 Ketahuan Pelakunya Narji
62 Pagi Yang Manis
63 Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64 Memata-matai
65 Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66 Rahasia Yang Terbuka
67 Rencana Kedatangan Calon Mertua
68 Mendadak Sekali
69 Siapa Kakek Tua Itu?????
70 Pesugihan Kalajengking
71 Teror Part 1
72 Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73 Kerinduan Seorang Ibu
74 Siap Mencari Tahu
75 Sutinah Pergi
76 Akan Menumbalkan Fatah
77 Gagal Menumbalkan
78 Mati
79 Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80 Membully Ular
81 Kebelet kawin
82 Santi Hilang
83 Kasihan Santi
84 Uni Bakwan Pulang
85 Di Hukum
86 Prajurit Nakal
87 Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88 Kebelet Kawin
89 Rencana Raden Astra Loka
90 Gara-gara sebotol minuman
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Permulaan
2
Bayi Bajang
3
Terungkap
4
Pocong Telanj@ng
5
Pria Pemarah
6
Curhatan Hati Santi
7
Bara Koma
8
Mau Menolong Bara
9
Tidur Satu Kamar
10
Terbongkar
11
Hamzah Yang Malang
12
Rudal Isriwil Milik Bara
13
Menolong Hamzah DKK
14
Terungkap
15
Petunjuk Untuk Bara
16
Hampir Di Perkaos
17
Di Kerjain Hantu
18
Menolong Nenek Lestari
19
Menyakitkan
20
Dunia Ini Memang Sempit
21
Tak Suka Cewek Kotor
22
Paket Dari Orang Miaterius
23
Sudah Kembali Bekerja
24
Cemburu
25
Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26
Menolong Mayang Part 1
27
Menolong Mayang Part 2
28
Menolong Mayang Part 3
29
Video Pembu*uhan Mayang
30
Akhirnya Mengakui
31
Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32
Kopi Beracun
33
Sosok Ular Cantik
34
Pesan Ingin Di Maafkan
35
Pengkhianatan Sang Istri
36
40 Tahun Di Bohongi
37
Mendatangi Sang Ayah
38
Ternyata Teman Lama
39
Nasihat Ular Cantik
40
Kasih Ibu Sepanjang Masa
41
Bara Cemburu
42
Tuyul Part 1
43
Tuyul Meresahkan
44
Tertangkap
45
Terbongkar
46
KKN
47
Wanita Misterius
48
Sebuah Fakta Yang Terungkap
49
Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50
Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51
Kabar Kematian
52
Pria Yang Malang
53
Masa Lalu Bahar
54
Mata Batin Azkara
55
Juragan Mata Keranjang
56
Sisi Lain Uni Bakwan
57
Di Ajak Kerumah Camer
58
Dikira Gembel
59
Realita Kehidupan
60
Membuang Anak Sendiri
61
Ketahuan Pelakunya Narji
62
Pagi Yang Manis
63
Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64
Memata-matai
65
Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66
Rahasia Yang Terbuka
67
Rencana Kedatangan Calon Mertua
68
Mendadak Sekali
69
Siapa Kakek Tua Itu?????
70
Pesugihan Kalajengking
71
Teror Part 1
72
Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73
Kerinduan Seorang Ibu
74
Siap Mencari Tahu
75
Sutinah Pergi
76
Akan Menumbalkan Fatah
77
Gagal Menumbalkan
78
Mati
79
Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80
Membully Ular
81
Kebelet kawin
82
Santi Hilang
83
Kasihan Santi
84
Uni Bakwan Pulang
85
Di Hukum
86
Prajurit Nakal
87
Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88
Kebelet Kawin
89
Rencana Raden Astra Loka
90
Gara-gara sebotol minuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!