Menyakitkan

Dokter Andreas sedang di landa kekalutan karena Oma nya menghilang sejak sore. Ia sangat khawatir dengan keadaan wanita yang sudah merawatnya sejak kecil itu.

"Oma sempat bilang padaku Kalau Oma diajak jalan-jalan oleh Tante! Kemana Oma Tante?" tanya Adrian kepada tantenya.

"Tante memang ngajak Oma jalan-jalan tetapi waktu di tengah jalan Oma meminta turun katanya dia ingin menemui temannya" jawab sang tante yang bernama Silvia.

"Apa..? Tante menurunkannya begitu saja? Oma itu sudah tua seharusnya Tante mengantar ke mana Oma akan pergi" Adrian sangat kesal kepada Silvia.

"Kamu jangan mojokin Tante dong, Tante hanya menuruti kemauan Oma kamu saja" Silvia tak mau kalah dan tak mau di salahkan.

"Sudah, sudah kalian jangan bertengkar! Adrian, Om sudah menghubungi polisi untuk mencari Oma" ucap Herman kepada keponakannya itu.

"Kenapa pula harus menghubungi polisi? Biar saja nenek tua itu membusuk di jalanan" ucap Silvia dalam hatinya.

Mereka semua pun melapor kepada polisi dan polisi langsung sigap mencari di mana keberadaan sang Oma.

Oma yang dimaksud adalah Nenek Lestari. Ia adalah nenek dari dokter Adrian.

"Nyonya di mana anda menurunkan Ibu Lestari?" tanya polisi itu.

Silvia lalu mengatakan bahwa ia menurunkan sang mertua di simpang empat arah lampu merah. Ia mengatakan bahwa Nenek Lestari meminta turun di sana dan hendak menemui temannya, papar Silvia.

Polisi segera bergerak cepat menyusuri tempat yang dimaksud oleh Silvia.

Sambil menunggu kabar dari polisi, Andreas juga ikut mencari sang oma.

Adrian tak bisa membayangkan jika terjadi hal yang tidak di inginkan menimpa kepada Oma Lestari.

"Omah di mana sih, aku khawatir sekali??" gumam Adrian dengan nada penuh dengan kekhawatiran.

Di dunia ini ia hanya mempunyai Oma Lestari karena kedua orang tuanya sudah meninggal akibat kecelakaan pesawat 20 tahun yang lalu.

Ketika semua orang sedang panik mencari Nenek Lestari, Silvia adalah satu-satunya orang yang tengah dilanda kebahagiaan karena menurutnya tidak mungkin sang mertua bisa bertahan mengingat bagaimana ia menikam perut sang mertua dengan sangat dalam.

"Semoga saja nenek tua itu mati" Silvia mendoakan yang sangat buruk kepada sang mertua.

"Kenapa Mama terlihat senang sekali?" tanya Akihiro kepada sang mama.

"Oh tidak, tidak Mama hanya sedang senang karena teman Mama akan menikahkan putranya dan Mama diundang dalam pernikahan itu" Silvia beralibi.

"Mau ke mana kamu, Hiro?" sambungnya lagi.

"Aku sudah dikabari oleh Papa kalau Oma menghilang, aku akan membantu mencari Oma" balas Akihiro.

"Apa, kamu mencari nenek tua itu? Syukur-syukur dia mati" ketus Silvia.

"Kok Mama bicara begitu? Seharusnya Mama ikut panik karena Oma menghilang, apa jangan-jangan Mama yang menghilangkan Oma?" selidik Akihiro.

Tiba-tiba wajah Silvia menjadi pucat pasi, perkataan Akihiro membuat ia seketika merasa terganggu.

"Kamu bicara apa sih Hiro? Jangan asal bicara ya, Mama tidak tahu hilangnya Oma" balas Silvia.

"Udahlah terserah Mama, aku pergi dulu mencari Oma" pria tampan itu pun pergi membawa mobilnya menyusuri setiap jalanan untuk mencari keberadaan sang nenek.

...........

Di kontrakannya Lilis Tengah mengobrol dengan Nenek Lestari, wanita tua itu sudah berangsur-angsur pulih dan syukurlah lukanya tidak membuat iaa harus menjalani operasi hanya dijahit saja.

"Ibu, saya mau jualan telur dulu keliling. Ibu baik-baik di rumah, istirahat saja" ucap Bahar, ia sudah menganggap Nenek lestari adalah ibunya.

"Iya Mas, Nenek akan baik-baik saja di sini" balas Nenek Lestari.

Bahar pun berangkat kembali berjualan bakso. Ia akan mangkal di depan kampus Lilis sementara Lilis akan kembali masuk kuliah.

"Nek, aku tinggal dulu ya mau kuliah! Nenek baik-baik di sana, makan sudah aku persiapkan" ucap Lilis.

"Terima kasih ya Lis, Terima kasih sudah mau menampung Nenek dan menjaga Nenek di sini. Nenek akan istirahat" balas Nenek Lestari.

Lilis pun berangkat namun ia terlebih dahulu ingin melihat keadaan Bara. Tentunya Lilis tidak akan masuk ke dalam rumah Bara, ia akan melihat Bara di depan rumahnya saja.

Tiga hari sudah Bara tidak pernah menemuinya, Lilis yakin jika kini Bara memang sudah sadar.

"Apa kabar ya si Bara? Mungkin dia sudah sadar!" ucap Lilis ada rasa kebahagiaan di dalam hatinya.

Kini Lilis sudah sampai di depan rumah Bara, seseorang yang ia lihat membuat ia merasa bahagia. Namun Bara masih memakai kursi roda dan mengarahkan kursi roda otomatis itu ke arahnya membuat aura percaya diri Lilis menjulang tinggi.

Bara saat ini memakai baju kaos putih polos, dan celana training namun tak membuat aura ketampanan Bara menghilang walaupun di kening dan tangannya masih di pakaikan perban.

"Bara, syukurlah loe sudah kembali" Lilis berkata dengan perasaan senang sekali.

Bara diam tak merespon, namun matanya memandang Lilis tanpa berkedip.

"Sayang, kemana sih?" suara seorang wanita dari dalam rumahnya membuat Lilis terperangah.

Wanita itu berjalan ke arah dimana Lilis dan Bara berada.

"Sayang, aku mencarimu" ucap wanita itu dengan suara yang sengaja di manjakan.

Bara hanya tersenyum pada wanita itu dan entah kenapa membuat Lilis seakan tidak rela jika senyuman pria yang satu bulan bersamanya telah terbagi dengan wanita lain.

"Aku mau buang sampah" balas Bara lalu membuang minuman yang sebenarnya masih penuh ke samping Lilis yang kebetulan ada tong sampah.

"Sayang, siapa dia? Apa kamu mengenalnya?" tanya wanita itu.

"Tidak! Mana mungkin aku mengenal wanita seperti dia" balas Bara menunjuk Lilis.

Deg!!!!!

Jantung Lilis seakan meledak mendengar ucapan Bara. Lilis tidak menyangka Bara kembali pada jati dirinya yang angkuh setelah apa yang Lilis lakukan padanya ternyata Bara tidak mengingatnya.

"Benar kamu tidak mengenalnya, sayang?" tanya wanita itu.

"Tidak sayang! Seorang Bara tidak akan sembarangan kenal dengan wanita jalanan" balas Bara.

"Ya benar apa yang di katakan pria ini, kami tidak saling mengenal jadi jangan terlalu berlebihan menilai seseorang apalagi seseorang yang pernah membantu..Permisi" Lilis segera meninggalkan kedua manusia menyebalkan itu.

Mereka tidak tahu saja bahwa Lilis menangis sembari berjalan. Ia kira Bara akan berterimakasih atas apa yang sudah Lilis lakukan, namun hal menyakitkan lah yang Bara ucapkan.

"Lis loe salah nolong orang" gumamnya.

Sesampainya di kampus seperti biasa Lilis bertemu dengan Bahar sang bapak.

"Bak, pagi-pagi udah rame aja" ucap Lilis kala melihat beberapa orang yang sedang memakan bakso.

"Alhamdulillah Lis, hari pertama Bapak jualan sudah di serbu" balas Bahar.

"Lilis ke kelas ya Pak" ucap Lilis.

Sesampainya di kelas, belum ada siapa-siapa kecuali kuntilanak merah yang setia duduk di kursi kosong paling belakang.

"Hihihi... Gadis bakso" ucapnya.

Lilis diam tak menanggapi, dirinya sedang galau jadi tidak ingin bicara apapun.

Kunti itu terbang ke arah kursi yang Lilis duduki.

"Galau ya" ucapnya sembari berbisik di kuping Lilis.

"Anjir kaget" Lilis terlonjak merasakan sapuan udara dingin di kupingnya.

"Hihihi....." kunti itu malah tertawa.

"Gak lucu miss kun" kesal Lilis.

Tak lama Santi datang.

"Bawa apa loe, San?" tanya Lilis.

"Buat loe, oleh-oleh ortu gue dari mekah biasa umroh" balas Santi sembari meletakan paper bag besar di hadapan Lilis.

"Buset banyak amat, ini sih gue gak bisa makan sendirian. Bagiin aja ke yang lain" ucap Lilis.

"Itu buat loe Lis, buat Mang Bahar. Suruh bapak loe makan kismis biar sehat" kelakar Santi.

"Terus anak-anak yang lain?" tanya Lilis.

"Udah ada bagiannya di mobil gue, nanti aja suruh si Bimo bawa buat di bagiin" jawab Santi.

"Hatur tengkyu ya! Banyak makan makanan arab, curiga bakal punya suami orang arab" kelakar Lilis.

"Jangan Lis, barangnya sebesar termos" timpal Santi.

Keduanya langsung tertawa terbahak-bahak

Terpopuler

Comments

zaskia nurcahayati

zaskia nurcahayati

selain jualan baso,bahar juga jualan telur ya?

2024-12-10

0

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

bara gak ingat

2025-02-16

0

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

ternyata neneknya dokter andreas

2025-02-16

0

lihat semua
Episodes
1 Permulaan
2 Bayi Bajang
3 Terungkap
4 Pocong Telanj@ng
5 Pria Pemarah
6 Curhatan Hati Santi
7 Bara Koma
8 Mau Menolong Bara
9 Tidur Satu Kamar
10 Terbongkar
11 Hamzah Yang Malang
12 Rudal Isriwil Milik Bara
13 Menolong Hamzah DKK
14 Terungkap
15 Petunjuk Untuk Bara
16 Hampir Di Perkaos
17 Di Kerjain Hantu
18 Menolong Nenek Lestari
19 Menyakitkan
20 Dunia Ini Memang Sempit
21 Tak Suka Cewek Kotor
22 Paket Dari Orang Miaterius
23 Sudah Kembali Bekerja
24 Cemburu
25 Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26 Menolong Mayang Part 1
27 Menolong Mayang Part 2
28 Menolong Mayang Part 3
29 Video Pembu*uhan Mayang
30 Akhirnya Mengakui
31 Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32 Kopi Beracun
33 Sosok Ular Cantik
34 Pesan Ingin Di Maafkan
35 Pengkhianatan Sang Istri
36 40 Tahun Di Bohongi
37 Mendatangi Sang Ayah
38 Ternyata Teman Lama
39 Nasihat Ular Cantik
40 Kasih Ibu Sepanjang Masa
41 Bara Cemburu
42 Tuyul Part 1
43 Tuyul Meresahkan
44 Tertangkap
45 Terbongkar
46 KKN
47 Wanita Misterius
48 Sebuah Fakta Yang Terungkap
49 Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50 Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51 Kabar Kematian
52 Pria Yang Malang
53 Masa Lalu Bahar
54 Mata Batin Azkara
55 Juragan Mata Keranjang
56 Sisi Lain Uni Bakwan
57 Di Ajak Kerumah Camer
58 Dikira Gembel
59 Realita Kehidupan
60 Membuang Anak Sendiri
61 Ketahuan Pelakunya Narji
62 Pagi Yang Manis
63 Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64 Memata-matai
65 Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66 Rahasia Yang Terbuka
67 Rencana Kedatangan Calon Mertua
68 Mendadak Sekali
69 Siapa Kakek Tua Itu?????
70 Pesugihan Kalajengking
71 Teror Part 1
72 Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73 Kerinduan Seorang Ibu
74 Siap Mencari Tahu
75 Sutinah Pergi
76 Akan Menumbalkan Fatah
77 Gagal Menumbalkan
78 Mati
79 Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80 Membully Ular
81 Kebelet kawin
82 Santi Hilang
83 Kasihan Santi
84 Uni Bakwan Pulang
85 Di Hukum
86 Prajurit Nakal
87 Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88 Kebelet Kawin
89 Rencana Raden Astra Loka
90 Gara-gara sebotol minuman
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Permulaan
2
Bayi Bajang
3
Terungkap
4
Pocong Telanj@ng
5
Pria Pemarah
6
Curhatan Hati Santi
7
Bara Koma
8
Mau Menolong Bara
9
Tidur Satu Kamar
10
Terbongkar
11
Hamzah Yang Malang
12
Rudal Isriwil Milik Bara
13
Menolong Hamzah DKK
14
Terungkap
15
Petunjuk Untuk Bara
16
Hampir Di Perkaos
17
Di Kerjain Hantu
18
Menolong Nenek Lestari
19
Menyakitkan
20
Dunia Ini Memang Sempit
21
Tak Suka Cewek Kotor
22
Paket Dari Orang Miaterius
23
Sudah Kembali Bekerja
24
Cemburu
25
Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26
Menolong Mayang Part 1
27
Menolong Mayang Part 2
28
Menolong Mayang Part 3
29
Video Pembu*uhan Mayang
30
Akhirnya Mengakui
31
Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32
Kopi Beracun
33
Sosok Ular Cantik
34
Pesan Ingin Di Maafkan
35
Pengkhianatan Sang Istri
36
40 Tahun Di Bohongi
37
Mendatangi Sang Ayah
38
Ternyata Teman Lama
39
Nasihat Ular Cantik
40
Kasih Ibu Sepanjang Masa
41
Bara Cemburu
42
Tuyul Part 1
43
Tuyul Meresahkan
44
Tertangkap
45
Terbongkar
46
KKN
47
Wanita Misterius
48
Sebuah Fakta Yang Terungkap
49
Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50
Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51
Kabar Kematian
52
Pria Yang Malang
53
Masa Lalu Bahar
54
Mata Batin Azkara
55
Juragan Mata Keranjang
56
Sisi Lain Uni Bakwan
57
Di Ajak Kerumah Camer
58
Dikira Gembel
59
Realita Kehidupan
60
Membuang Anak Sendiri
61
Ketahuan Pelakunya Narji
62
Pagi Yang Manis
63
Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64
Memata-matai
65
Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66
Rahasia Yang Terbuka
67
Rencana Kedatangan Calon Mertua
68
Mendadak Sekali
69
Siapa Kakek Tua Itu?????
70
Pesugihan Kalajengking
71
Teror Part 1
72
Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73
Kerinduan Seorang Ibu
74
Siap Mencari Tahu
75
Sutinah Pergi
76
Akan Menumbalkan Fatah
77
Gagal Menumbalkan
78
Mati
79
Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80
Membully Ular
81
Kebelet kawin
82
Santi Hilang
83
Kasihan Santi
84
Uni Bakwan Pulang
85
Di Hukum
86
Prajurit Nakal
87
Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88
Kebelet Kawin
89
Rencana Raden Astra Loka
90
Gara-gara sebotol minuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!