Bara Koma

Cklek!!!!

Santi membuka pintu lalu menyalakan lampu.

Namun ketika lampu menyala, alangkah terkejutnya kala melihat Aldi sedang tiduran di atas ranjangnya.

"Ngapain Pak Aldi di kost an saya? Pergi" usir Santi.

Aldi bangkit, lalu berjalan mendekati Santi.

"Santi, maafkan saya. Saya akan tanggung jawab atas kesalahan saya" ucap Aldi memohon.

"Anda tidak perlu tanggung jawab apapun saya sudah ikhlas. Urus saja keluarga anda" tolak Santi.

"Saya sebenarnya belum menikah San! Saya berbohong saya masih bujangan" ucap Aldi.

"Sudah lah Pak tak usah berbohong apapun itu. Bapak pergi dari sini, saya tidak mau bertemu lagi, saya muak. Pergi" usir Santi dengan nafas tersenggal saking kesalnya.

Namun Aldi malah membawa Santi dengan paksa lalu ia masukan Santi kedalam mobilnya.

"Lepasin Pak, jangan celakai saya tolong" Santi meronta.

"Maaf San hanya dengan memaksa kamu akan itu dengan saya. Saya tidak akan menyakiti kamu, percayalah" balas Aldi.

Aldi lalu menjalankan mobilnya dan membawa Santi entah kemana........

...****************...

Lilis sekarang sedang di antar untuk konsul.di klinik oleh Bahar. Badan Lilis masih terlihat baret-baret namun tak separah waktu itu.

"Lis gimana masih sakit duduk?" tanya Bahar.

"Gak terlalu Pak!" jawab Lilis.

Brak!!!!

"Arghhhhhhhhhhh" Lilis memekik kala dirinya ada yang menabrak.

Seorang wanita paruh baya tak sengaja menyenggol Lilis yang sedang di papah oleh Bahar.

"Mami" pekik seorang pria kala melihat sang ibu terduduk di samping Lilis.

"Jalan yang bener dong, gara-gara kalian, Mami saya terjatuh" pekiknya.

Lilis kesal lalu mendongak melihat siapa pria yang memarahinya.

"Loe?" ucap Lilis.

"Kamu?" balasnya.

"Loh bara kenal sama dia?" tanya wanita itu yang di ketahui bernama Niken.

"Dia yang mau meras Bara, Mi" jawab Bara.

"Jangan sembarangan ya loe ya tuan kaya!! Loe yang nabrak gue sampe kaya begini, loe bilang gue mau meres loe? Asal loe tahu, gue gak butuh uang loe" bentak Lilis.

Bara lalu membantu Niken berdiri, dan Bahar membantu Lilis berdiri.

"Tunggu, tunggu ini ada apa sebenarnya? Kenapa kamu bisa kenal sama anak saya?" tanya Niken.

Lilis pun menceritakan kronologi sampai Bara membuatnya seperti ini. Mendengar cerita Lilis membuat Niken kesal sekaligus malu dengan tingkah laku Bara.

"Mami gak pernah mendidik kamu seperti itu, Bara" omel Niken.

"Bara gak salah ya Mi, mobil Bara yang rem blong" Bara tidak mau di salahkan.

"Tetap aja kamu yang bawa mobilnya" balas Niken.

"Nama kamu siapa, Nak?" tanya Niken.

"Sama saya Lilis Yuliana, Bu" jawab Lilis sembari menyalami Niken.

"Namanya Lilis, kampungan sekali" gumam Bara.

"Maaf ya jika sikap anak saya kurang baik. Saya akan membiayai perawatan kamu sampai sembuh" ucap Niken.

"Tidak perlu Bu, terimakasih sebelumnya. Kami permisi" Bahar segera menyela lalu membawa Lilis pergi dari hadapan Bara dan Niken.

"Pak kenapa sih kita cepat-cepat pergi begini? Padahal kan Ibu itu mau ganti rugi, lumayan loh duitnya" ucap Lilis.

Ctak!!!

Bahar menyentil kening Lilis dengan gemas.

"Lis dengar, apa kamu gak lihat muka anaknya sombong banget. Bapak masih bisa biayain pengobatan kamu ketimbang harus di bayar sama mereka. Harga diri no satu Lis, walau kita orang gak punya" papar Bahar.

"Bapak benar. Amit-amit lihat muka anaknya" balas Lilis.

Sementara di dalam mobil, Niken sangat kesal terhadap putra satu-satunya itu. Ia menilai tingkah Bara sangat memuakan dan tidak melambangkan sebagai sosok pria sejati.

"Udah dong Mi, jangan cemberut terus" ucap Bara.

"Kamu benar-benar membuat Mami malu Bar! Harusnya kamu meminta maaf pada gadis itu" ucap Niken.

"Iya Mi nanti aku minta maaf sama gadis itu, ia itu juga kalau ketemu" balas Bara.

"Terserah" Niken semakin kesal....

Malam harinya Bara makan malam bersama sang kekasih Marissa. Marissa tidak mau sedetik pun lepas dari genggaman sang kekasih.

"Sayang, pesan apapun yang kamu mau" ucap Bara.

"Terimakasih honey...cup!!" balas Marissa sembari mencium pipi Bara dengan gemas.

Bara mencintai Marissa sepenuh hatinya. Apapun yang Marissa inginkan pasti Bara kabulkan. Hatinya sudah di bawa Marissa sepenuhnya. Namun Niken tidak setuju sang putra menjalin kasih dengan Marissa. Niken merasa bahwa Marissa hanya menginginkan harta sang putra saja.

Kring!!!!!

Tiba-tiba ponsel Marissa berbunyi ketika dirinya sedang makan.

"Sayang, boleh aku mengangkat panggilannya?" tanya Marissa.

"Tentu saja sayang!" balas Bara.

Marissa lalu mengangkat panggilan telepon dari seseorang itu.

"Hallo" sapa Marissa.

"Sekarang!" ucap seseorang itu.

"Hmmmm!" balas Marissa.

Telepon itu pun di matikan,

"Sayang, maaf aku tidak bisa melanjutkan makan malamnya. Papa sakit, aku harus segera pulang" ucap Marissa.

"Ayo kita pulang bersama sayang, aku juga sudah kok makannya" balas Bara.

"Tidak perlu sayang, kamu makan saja.. By sayangku" ucap Marisa buru-buru lalu pergi dari hadapan Bara.

"Aneh sekali" gumam Bara.

Ia pun melanjutkan lagi makannya seorang diri....

Kini Bara sudah berada di dalam mobil yang berbeda dari kemarin. Sekarang dirinya memakai mobil Mazda milik Niken karena mobil miliknya masih berada di bengkel.

"Kok merasa kecepatannya tidak terkendali ya" gumam Bara heran.

"Ya tuhan, ini kenapa tidak bisa di rem" mobilnya berjalan dengan sangat kencang di jalanan tanpa bisa di kendalilan.

"Ya tuhan" Bara baru ingat Tuhan kala dirinya sedang merasa terancam.

Mobil yang di kemudikan Bara berjalan kekanan dan kekiri. Sampai saat ada sesuatu yang besar di hadapannya.

"Arghhhhhhhhhhhhh" Bara memekik kala di hadapannya sebuah truk pengangkut logistik menabraknya.

Brak!!!!

Brak!!!!!!

Brak!!!

Mobil yang bara kemudikan berguling-guling di jalanan hingga menabrak pohon.

Orang-orang langsung berlarian menyelamatkan Bara yang kini sudah tak sadarkan diri dengan bersimbah darah.

Ketika Bara sudah berhasil di keluarkan, mobilnya langsung meledak.

...

Seminggu kemudian, pihak keluarga meminta perawatan Bara yang susah di nyatakan koma untuk di rawat di rumah saja.

"Hikhikhik... Bangun Nak, Mami sakit melihat kamu seperti ini" ucap Niken sembari terisak.

Semenjak mengalami kecelakaan, Bara tidak pernah lagi bangun. Luka di kepalanya membuat ia mengalami koma.

Bara pun akhirnya di tempatkan di kamar pribadinya dengan alat-alat yang menyambung kehidupannya.

Di seberang jalan Lilis mendorong gerobaknya. Lukanya sudah sembuh namun masih tetap berbekas. Tentunya Lilis tidak bisa bermalas-malasan dan membiarkan Bahar yang sudah sakit-sakitan berjualan bakso.

"Bakso masih banyak begini mana berani pulang" ucap Lilis.

Brak!!!!!

Tiba-tiba gerobak Lilis ada yang menendang.

"Apasih itu" gumam Lilis penasaran.

Brak!!

Lagi-lagi gerobak bagian atas nya ada yang menendang.

Lilis pun mengangkat kepalanya dan betapa terkejutnya kala melihat pocong bugil nemplok di atas atap gerobak baksonya.

"Astagfirullah.. Ngapain di atas gerobak gue permen sugus? Pantesan dagangan gue kagak laku" kesal Lilis pada pocong yang waktu itu ia telanj@ngi.

"Gue bakal ikutin loe terus sampai loe mau pakaian kain kafan lagi. Gue kedinginan monyet" bentak pocong dengan wajah gosong itu.

Mau tidak mau Lilis pun menuruti permintaan pocong itu dari pada bikin apes dagangannya.

"Turun loe" pinta Lilis.

Pocong itu turun, lalu berdiri di hadapan Lilis.

Lilis bisa melihat tubuh gosong penuh nanah serta berbau busuk.

"Titit loe kecil banget!" ledek Lilis.

"Kecil begini, waktu gue hidup rebutan para janda" balasnya.

Lilis kembali membetulkan kain kafan lusuh di tubuh pocong itu lalu mengikatnya.

"Sudah, pergi sana" usir Lilis.

"Gak mau. Gue mau ikut loe" balasnya.

"Kalau loe ikut gue cong, yang ada loe bikin gue sial. Dagangan gue kagak laku" tolak Lilis.

Lilis.pun meninggalkan pocong itu dan kembali mendorong gerobaknya.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

mampus loh Bara songong rasain kecelakaan sekali lagi kalo perlu cacat kau tak bisa jalan

2025-02-24

0

nikatha

nikatha

ngatain pocong ti**tnya kecil /Joyful//Facepalm/

2025-02-13

1

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

lanjut

2025-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 Permulaan
2 Bayi Bajang
3 Terungkap
4 Pocong Telanj@ng
5 Pria Pemarah
6 Curhatan Hati Santi
7 Bara Koma
8 Mau Menolong Bara
9 Tidur Satu Kamar
10 Terbongkar
11 Hamzah Yang Malang
12 Rudal Isriwil Milik Bara
13 Menolong Hamzah DKK
14 Terungkap
15 Petunjuk Untuk Bara
16 Hampir Di Perkaos
17 Di Kerjain Hantu
18 Menolong Nenek Lestari
19 Menyakitkan
20 Dunia Ini Memang Sempit
21 Tak Suka Cewek Kotor
22 Paket Dari Orang Miaterius
23 Sudah Kembali Bekerja
24 Cemburu
25 Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26 Menolong Mayang Part 1
27 Menolong Mayang Part 2
28 Menolong Mayang Part 3
29 Video Pembu*uhan Mayang
30 Akhirnya Mengakui
31 Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32 Kopi Beracun
33 Sosok Ular Cantik
34 Pesan Ingin Di Maafkan
35 Pengkhianatan Sang Istri
36 40 Tahun Di Bohongi
37 Mendatangi Sang Ayah
38 Ternyata Teman Lama
39 Nasihat Ular Cantik
40 Kasih Ibu Sepanjang Masa
41 Bara Cemburu
42 Tuyul Part 1
43 Tuyul Meresahkan
44 Tertangkap
45 Terbongkar
46 KKN
47 Wanita Misterius
48 Sebuah Fakta Yang Terungkap
49 Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50 Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51 Kabar Kematian
52 Pria Yang Malang
53 Masa Lalu Bahar
54 Mata Batin Azkara
55 Juragan Mata Keranjang
56 Sisi Lain Uni Bakwan
57 Di Ajak Kerumah Camer
58 Dikira Gembel
59 Realita Kehidupan
60 Membuang Anak Sendiri
61 Ketahuan Pelakunya Narji
62 Pagi Yang Manis
63 Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64 Memata-matai
65 Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66 Rahasia Yang Terbuka
67 Rencana Kedatangan Calon Mertua
68 Mendadak Sekali
69 Siapa Kakek Tua Itu?????
70 Pesugihan Kalajengking
71 Teror Part 1
72 Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73 Kerinduan Seorang Ibu
74 Siap Mencari Tahu
75 Sutinah Pergi
76 Akan Menumbalkan Fatah
77 Gagal Menumbalkan
78 Mati
79 Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80 Membully Ular
81 Kebelet kawin
82 Santi Hilang
83 Kasihan Santi
84 Uni Bakwan Pulang
85 Di Hukum
86 Prajurit Nakal
87 Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88 Kebelet Kawin
89 Rencana Raden Astra Loka
90 Gara-gara sebotol minuman
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Permulaan
2
Bayi Bajang
3
Terungkap
4
Pocong Telanj@ng
5
Pria Pemarah
6
Curhatan Hati Santi
7
Bara Koma
8
Mau Menolong Bara
9
Tidur Satu Kamar
10
Terbongkar
11
Hamzah Yang Malang
12
Rudal Isriwil Milik Bara
13
Menolong Hamzah DKK
14
Terungkap
15
Petunjuk Untuk Bara
16
Hampir Di Perkaos
17
Di Kerjain Hantu
18
Menolong Nenek Lestari
19
Menyakitkan
20
Dunia Ini Memang Sempit
21
Tak Suka Cewek Kotor
22
Paket Dari Orang Miaterius
23
Sudah Kembali Bekerja
24
Cemburu
25
Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....
26
Menolong Mayang Part 1
27
Menolong Mayang Part 2
28
Menolong Mayang Part 3
29
Video Pembu*uhan Mayang
30
Akhirnya Mengakui
31
Hancurnya Hati Seorang Ayah.....
32
Kopi Beracun
33
Sosok Ular Cantik
34
Pesan Ingin Di Maafkan
35
Pengkhianatan Sang Istri
36
40 Tahun Di Bohongi
37
Mendatangi Sang Ayah
38
Ternyata Teman Lama
39
Nasihat Ular Cantik
40
Kasih Ibu Sepanjang Masa
41
Bara Cemburu
42
Tuyul Part 1
43
Tuyul Meresahkan
44
Tertangkap
45
Terbongkar
46
KKN
47
Wanita Misterius
48
Sebuah Fakta Yang Terungkap
49
Mendatangi Rumah Kendat Kembali
50
Akan Mengatakan Yang Sebenarnya
51
Kabar Kematian
52
Pria Yang Malang
53
Masa Lalu Bahar
54
Mata Batin Azkara
55
Juragan Mata Keranjang
56
Sisi Lain Uni Bakwan
57
Di Ajak Kerumah Camer
58
Dikira Gembel
59
Realita Kehidupan
60
Membuang Anak Sendiri
61
Ketahuan Pelakunya Narji
62
Pagi Yang Manis
63
Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakan
64
Memata-matai
65
Berhasil Mendapatkan Tanda-tangan
66
Rahasia Yang Terbuka
67
Rencana Kedatangan Calon Mertua
68
Mendadak Sekali
69
Siapa Kakek Tua Itu?????
70
Pesugihan Kalajengking
71
Teror Part 1
72
Teror Part 2 ... Tentang Katijo
73
Kerinduan Seorang Ibu
74
Siap Mencari Tahu
75
Sutinah Pergi
76
Akan Menumbalkan Fatah
77
Gagal Menumbalkan
78
Mati
79
Jangan Terlalu Baik Sama Orang
80
Membully Ular
81
Kebelet kawin
82
Santi Hilang
83
Kasihan Santi
84
Uni Bakwan Pulang
85
Di Hukum
86
Prajurit Nakal
87
Santi Bertemu Orang Tuanya.....
88
Kebelet Kawin
89
Rencana Raden Astra Loka
90
Gara-gara sebotol minuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!