***
“Astaga, dimana aku?” decak Yona saat menemukan dirinya sedang berada di ruangan yang tidak ia kenali. Dan segera Yona terperanjat saat mendengar suara Daniel yang sedang berbicara dengan seseorang dari balik dinding.
i
“Mampus aku! Ternyata aku ada di ruangan istirahat Daniel, sial, sial, sial!” gumam Yona merenungi nasibnya. Dia sedang membayangkan bagaimana Daniel akan menghabisinya.
“Apakah aku akan dikurung di kamar mandi lagi? Aku tidak mau, bagaimana ini?” gumam Yona yang sudah sangat khawatir dan ketakutan. Sampai di titik suara Daniel sudah tidak terdengar.
Dan karena Yona masih melayang dalam pikirannya, Yona sampai tidak memperhatikan jika Daniel sudah kembali masuk ke dalam kamar yang ada di ruangan pribadi Daniel.
Memang tadi saat memperhatikan Yona tidur, Daniel diganggu oleh sebuah telepon yang penting yang membahas tentang pekerjaan nya. Jadi Daniel pergi keluar untuk mengangkat telepon tersebut agar tidak mengganggu tidur istrinya Yona.
“Kau sudah bangun,” ucap Daniel dengan nada yang santai mendekat kearah Yona yang sedang terduduk di pinggiran kasur.
“Astaga!” decak Yona kaget saat menyadari jika Daniel sudah berada di ruangan itu dan sedang mendekat kearah nya.
***
"Kenapa kau begitu kaget?" tanya Daniel terhadap istrinya yang terlihat ketakutan saat melihat dirinya mendekat kearah nya.
"Da .. Daniel, maafkan aku telah tidur di jam kerja, apalagi di kantormu. Aku tidak akan melakukan hal yang sama, jadi tolong jangan menghukum aku," sahut Yona langsung menunduk karena merasa Daniel mendekat kearah nya adalah untuk memberikan pelajaran padanya.
"Kau apakah setakut itu padaku? aku datang untuk membicarakan sesuatu padamu, bukan untuk menghukum mu," sahut Daniel yang sudah duduk di sisi Yona.
"Membicarakan apa ya?" tanya Yona dengan ekspresi yang begitu berbinar. Yona mengira jika Daniel sudah mau membicarakan perihal perpisahan mereka.
"Apa yang kau harapkan aku bicarakan? kenapa wajahmu tiba-tiba berubah dengan begitu drastis seperti itu?" tanya Daniel menyelidik.
Bagiamana tidak, ekspresi ketakutan Yona tadi tiba-tiba berubah saat tadi Daniel mengatakan ingin membicarakan sesuatu pada Yona.
"Emm, mengenai perpisahan kita. Aku merasa kau sudah bosan dan akan melepaskan aku, ya kan?" sahut Yona begitu percaya diri.
Yona merasa jika Daniel sudah akan melepaskan dirinya dan mau membicarakan masalah perpisahan baik-baik dengan Yona. Yona tidak tahu jika yang ingin Daniel bicarakan adalah bahwa Daniel ingin memberikan kesempatan pada Yona untuk memperbaiki rumah tangga mereka lagi.
"Kau, sekali, dua kali, aku masih sabar menghadapi sikap tidak tahu malumu ini, kau selalu saja membicarakan soal perceraian! apakah kau sebegitu inginnya berpisah dariku? kau menghancurkan mood ku saat ini Yona."
"Jika kau sebegitu ingin berpisah dari ku, aku ingin lihat, nanti malam bagaimana kau akan menghancurkan kebahagiaan kedua orang tua mu! mau tidak mau, suka tidak suka kau akan datang sendiri padaku, memohon padaku dan bersujud di kakiku untuk tetap menjadi istriku, kita lihat saja!" decak Daniel dengan ekspresi sinis dan menyeramkan yang tergambar dari wajahnya.
"Aku, aku yakin orang tua ku akan menghargai keputusan ku, aku sudah memutuskan semuanya. Malam ini akan ku bicarakan perihal perpisahan kita pada orang tua ku," jawab Yona percaya diri, dia yakin orang tua nya akan menerima kenyataan dan keputusan yang sudah Yona buat.
Yona tidak sadar, jika maksud dari ucapan Daniel barusan adalah bahwa Daniel sudah merencanakan sesuatu agar Yona tidak bis menceraikan Daniel, dan Daniel begitu yakin rencana nya ini akan membuat Yona memohon sendiri untuk tidak bercerai dengannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Olla Tulandi Jom
yaah yona harus berterus terang atas perlakuan buruk Daniel selama 3 tahun kepada Yona
2022-10-28
0
Olla Tulandi Jom
othor buatlah Daniel jadi bucin ke Yona
2022-10-28
0
Fay
😶😶
2022-07-17
0