***
Di Perusahaan Daniel.
“Halo semuanya, perkenalkan dia adalah assisten Pak Daniel yang baru ya, namanya Yona. Sialahkan Yona perkenalkan dirimu,” ucap Henry dengan senyum ramah mempersilahkan Yona memperkenalkan dirinya sendiri.
“Baik, terimakasih atas kesempatan yang diberikan Pak Henry. Halo semuanya, perkenalkan nama saya Yona Adinda, umur saya 27 tahun. Saya bukanlah orang yang humoris, tapi saya pekerja keras dan pastinya akan bisa bekerja sama dengan baik di tim ini,” ucap Yona dengan senyuman diwajahnya.
Ucapan Yona disambut meriah dan baik oleh departemen yang akan menjadi tim nya. Apalagi para pria yang ada disitu, mereka sangat senang karena ada seorang wanita yang cantik akan bekerja dengan mereka dari mulai hari ini.
“Yes! Akhirnya ada dewi yang masuk ke department kita, salam kenal Yona, jika butuh bantuan bisa tanya aku ya,” ucap salah seorang pria yang memang bekerja di department itu.
“Haha, baik, terimakasih Pak,” jawab Yona dengan sopan pada pria yang akan menjadi rekan kerjanya..
Daniel yang melihat segalanya dari ruangan kerjanya merasa sangat geram saat pria itu berusaha menggoda istrinya Yona.
Memang di ruangan Daniel dilengkapi teknologi yang bisa melihat keadaan di luar, namun yang diluar tidak bisa melihat kedalam ruangan Daniel.
“Kenapa lagi-lagi dia tersenyum seperti itu? Membuatku sangat kesal!” decak Daniel saat melihat Yona tersenyum ramah merespon pria yang tadi menggodanya.
Tring … Tring … Tring
Henry merasa aneh saat melihat Daniel tiba-tiba menghubunginya.
“Halo Pak?” jawab Henry pergi sedikit jauh dari jarak Yona. Karena sekarang Yona sedang berbincang dengan rekan kerja barunya.
“Suruh Jery keruanganku sekarang!” decak Daniel dan langsung memutuskan panggilan telepon nya.
Yang tadi menggoda istrinya tadi adalah Jery, Jery menjabat sebagai kepala manager bagian Humas di perusahaan.
Walaupun sedikit kebingungan Henry tetap melaksanakan perintah atasannya. Segera Henry menyampaikan pesan atasan mereka pada Jery.
Jery yang memang sedang asyik bercanda dengan Yona pun menghentikan perbincangannya dengan Yona.
Segera Jery pergi keruangan Daniel. Dan saat masuk kedalam ruangan atasannya. Jery bisa melihat kemarahan di mata Daniel.
“Duh, marah karena apa lagi Bapak ini?” gumam Jery sudah sedikit ketakutan saat memasuki ruangan.
Karena ruangan itu sudah dipenuhi oleh aura kemarahan Daniel.
“Dimana laporan yang saya minta?” ucap Daniel dengan nada yang menekan pada Jery.
Jery memang sudah menyiapkan laporannya segera Jery menyerahkan tugasnya pada Daniel.
“Ini Pak, sudah saya selesaikan semuanya,” jawab Jery percaya diri. Karena memang dia yakin laoprannya benar. Dan selama ini yang memiliki kinerja sangat bagus di kantor adalah dirinya.
Segera Daniel mengambil laporan Jery dan mencari kesalahan di setiap lembarnya. Jery adalah orang yang teliti, Daniel sama sekali tidak menemukan satupun kesalahan di laporan itu.
Hal itu membuat Daniel semakin merasa kesal, padahal dirinya ingin sekali membentak dan memarahi Jery, karena sudah berani menggoda Yona yang menjadi istrinya.
“Plakk!” dengan angkuh Daniel melemparkan laporan milik Jery ke meja yang ada di hadapannya.
“Jery, aku melihat pekerjaanmu sangat baik! Karena kau sudah bekerja sangat keras, aku akan memeberikanmu toko besar yang ada diluar kota untuk kau olah sendiri. Setelah aku pikir-pikir, Kau tidak cocok bekerja di ruangan seperti ini. Ke-uletanmu sangat cocok di gunakan disana!” ucap Daniel tersenyum sinis kearah Jery.
“Maksud Bapak, aku akan di pindahkan begitu Pak?” tanya Jery yang tiba-tiba kebingungan. Dia tidak tahu harus merespon seperti apa.
Mendapatkan satu Toko besar untuk di urus sendiri memang bagus, tapi jika terburu-buru seperti ini, tetaplah akan membuat Jery kelabakan.
“Aku tidak ingin mengulangi kata-kataku! Cepat beresi barangmu dan besok kau sudah harus pindah!” ketus Daniel kepada karyawannya dengan tegas. Seolah mengatakan pada Jery untuk tidak bertanya lagi dan segera pergi dari ruangan.
Jery yang mengerti atas sikap Daniel pun menyerah dan pergi dari ruangan itu. Walaupun Jery masih syok tapi dia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa, karena yang memiliki perusahaan adalah Daniel.
***
Beberapa waktu kemudian,
“Kenapa ruangan ku jadi disini?” tanya Yona keheranan saat meja nya dipindahkan keruangan Daniel.
"Tentu saja kau harus disini, apakah kau lupa? kau adalah assisten ku. Dan jika aku membutuhkan mu, aku bisa langsung dengan cepat memanggilmu," jawab Daniel seolah jawabannya adalah jawaban yang masuk akal.
Sebenarnya Daniel pun masih bingung kenapa ingin membuat Yona tetap berada dalam jarak pandangnya. Sejak tadi Jery menggoda Yona, Daniel sangat ingin menyembunyikan Yona agar dia tidak bisa dilihat orang lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Novi Wulandari
akal2an si daniel padahal cemburu.
2023-03-07
0
Elly Watty
meskipun kau buat danil jtuh cinta ma yona, q g mnaruh respect n simpati sama sekali thor, suami yg suka gonta ganti lubang pda perempuan liar mlah mnyiksa istri n mengabaikan istrinya mnurutku memberi contoh yg tdak baik, apa semua istri yg lemah pntas diperlakukan sprt itu, klw author mnghargai cewek hrusnya yona dicintai orang yg lbih pntas
2022-11-16
2
Olla Tulandi Jom
semoga daniel dapat hukuman karmanya dan bertobat menyesali semua perbuatan jahatnay ke istri sahnya
2022-10-20
0