Di kantor Daniel,
***
“Apa apaan maksudnya ini? bukankah Henry juga adalah assistennya? tapi kenapa hanya aku yang dipindahkan ke ruangannya?” gumam Yona merasa kesal akan keanehan Daniel yang semakin menjadi-jadi.
Tapi, Yona sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak membuat masalah dan membantah Daniel. Dia akan pelan-pelan membicarakan perihal perceraian mereka. Yona percaya bahwa Daniel hanya terkejut saja karena Yona tiba-tiba ingin berpisah.
Selama jam kerja Yona bisa melihat kesibukan Daniel. Daniel terlihat sangat serius dan fokus dengan pekerjaanya.
Berbeda dengan Yona, Yona sama sekali tidak diberikan pekerjaan. Hanya disuruh duduk disitu mematung.
“Kenapa kau melihatiku seperti itu? cepat buatkan aku kopi,” sahut Daniel ketus saat merasa dirinya sedari tadi diperhatikan oleh Yona.
Tanpa menjawab dan bertanya, Yona langsung pergi ke pantry untuk menyiapkan kopi untuk Daniel.
“Sial! ternyata aku hanya dibuat menjadi pelayannya di kantor ini! sabar Yona, semuanya akan berakhir, sabar dan tunggulah sebentar lagi,” gumam Yona menyemangati dirinya sendiri.
Setelah beberapa saat, Yona kembali ke ruangan Daniel dan membawakan kopi untuk nya, segera Yona dengan pelan meletakkan kopi yang ia buatkan di atas meja Daniel.
Karena Yona tidak ingin mengganggu Daniel yang sedang sangat serius, takutnya Yona akan membuat dia marah.
Melihat sudah ada kopi di mejanya, Daniel segera meminum kopi tersebut. Dan tiba-tiba matanya terbelalak.
“Kenapa kopi buatannya berbeda? Kenapa rasanya sangat enak?” gumam Daniel memicingkan matanya kearah Yona sembari meminum kopi itu.
Yona yang keheranan setelah melihat ekspresi aneh dari Daniel kebingungan.
“Ada apa? apakah kopi buatanku tidak enak? Kalau tidak enak kau bisa membuangnya dan menyuruh sekretarismu membuatkan yang baru!” decak Yona merasa tidak senang.
Bagaimana tidak, sesaat setelah Daniel meminum kopi buatannya, Daniel tiba-tiba langsung memicingkan matanya dan melotot kearah Yona.
“Mulai hari ini setiap pagi kau harus menyiapkan kopi untukku!” balas Daniel tidak menghiraukan pernyataan Yona.
“Dasar aneh! Kalau suka kopi buatanku apakah perlu membuat ekspresi marah seperti itu? Apa karena aku yang membuatnya makanya wajahmu jadi aneh seperti itu? sialan! ah! aku sangat emosi dan marah!” gumam Yona menghela nafas dan berpangku tangan sembari pandangannya keluar menuju luar ruangan yang menunjukkan pemandangan tower-tower yang disektirana gedung mereka.
Daniel sejenak memperhatikan Yona yang sedang berpangku tangan yang duduk dekat dengan tempat duduknya, ekspresi wajah yang menunjukkan ketenangan, rambut panjang yang terurai dan mata yang sangat indah membuat Daniel sejenak terdiam.
Segera tadi dia mengingat jika Jery menggoda Yona karena mengatakan jika Yona sangat cantik. Lalu diperhatikannya wajah Yona yang sedang memandang keluar.
“Sialan! ternyata benar dia sangat cantik! kenapa selama ini aku tidak perhatikan?” gumam Daniel baru menyadari kecantikan istrinya.
Ekspresi tenang Yona yang sedang termenung membuat Daniel risau, Daniel bisa melihat pandangan mata Yona yang seolah menggambarkan kesedihan dan penderitaan.
“Cih, kenapa matanya harus sedih seperti itu?” gumam Daniel merasa kesal saat memperhatikan pandangan kosong yang lurus memandang keluar gedung.
Segera Daniel menghentikan pekerjaan nya dan datang kearah Yona yang memang sedang berpangku tangan dan sedang merenungkan sesuatu yang membuat Daniel gusar dan merasakan perasaan aneh. Apalagi pandangan mata itu membuat Daniel merasakan perasaan aneh.
Segera Daniel menarik Yona untuk duduk dipangkuannya, dan langsung melihat dengan sangat dekat wajah dan ekspresi Yona yang merupakan istri sahnya.
Yona yang terkejut mendapat perlakuan itu mencoba untuk melepaskan dirinya dari Daniel, tapi cengkeraman Daniel sungguhlah sangat kuat membuat Yona tidak berdaya.
“Ada apa ini? Kenapa kau tiba-tiba melakukan ini padaku? Lepaskan aku!” decak Yona memalingkan wajahnya karena Daniel sungguh memandang wajahnya dengan jarak yang sangat dekat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Erna M Jen
mungkin kau berjalan sambil tutup mata waktu dirumah sehingga kau tidak menyadari bahwa istrimu sangat cantik..dasar suami egois
2025-01-11
0
Katherina Ajawaila
3 thn mata nya ketutup aamajalang2 murahan. jadi kaget liat yg ori
2023-09-30
0
Yulvita Darnel
jadi mata Daniel selama ini picek, kalau ibarat melihat ayam yang kelihatan adalah itik..😂😂😂😂😂😂🙈🙈🙈🙈
2023-02-13
0