***
Yona yang memang tidak bisa melepaskan diri hanya bisa pasrah terduduk di pangkuan suaminya.
“Apa yang sedang kau pikirkan? kenapa pandangan matamu seperti itu?” tanya Daniel menarik kembali wajah Yona yang terpaling agar menghadap ke arahnya.
Mereka sekarang sedang saling bertatapan mata dari jarak yang sangat dekat. Hal itu membuat Yona terdiam, dia kembali melihat mata Daniel dari arah dekat setelah dalam waktu beberapa tahun tidak melihatnya.
“Apakah kau mencoba menggodaku?” tanya Daniel lagi saat tidak mendapati jawaban dari Yona. Karena Yona hanya terpaku dan terdiam saat bertemu pandang dengannya.
Tapi segera Yona menyadarkan dirinya, keputusan Yona sudah sangat bulat. Yang Yona inginkan hanyalah kejelasan hubungan nya dengan Daniel.
“Aku tidak menggodamu Daniel, cepat lepaskan aku! jangan membuatku berpikir bahwa kau sudah tertarik padaku!” decak Yona ingin segera menyadarkan Daniel.
“Kalau aku sudah tertarik? apa yang bisa kau lakukan?” tanya Daniel serius.
Apalagi sekarang wajah mereka sangatlah dekat membuat jantung Yona seperti mau copot.
“Hahaha, sudahlah Daniel, kau tidak usah membohongiku. Selama tiga tahun ini kau sudah menyia-nyiakan ku, dan lagian kau memiliki Melly. Aku hanya ingin memberitahukan ini Daniel, aku bersikap menurut padamu hanya agar aku bisa membicarakan perpisahan denganmu! Jadi jangan berpikiran aneh ataupun yang lainnya!” tegas Yona dengan nada yang datar dan segera melepaskan dirinya bdari Daniel.
“Srek!” segera Daniel menarik Yona yang ingin melepaskan dirinya sampai terjerembab ke sofa.
“Aku sudah tertarik padamu! apapun yang sedang kau pikirkan, siapapun yang ada di dalam pikiranmu harus segera kau buang! Karena aku sudah memutuskan untuk memilikimu!” decak Daniel mencengkeram dengan erat ke dua tangan Yona dan langsung mencium nya dengan sangat kuat.
Daniel berpikiran jika sedari tadi saat Yona termenung, Yona sedang menghayalkan pria lain yang bukan dirinya.
“Ahhh! Lepaskan aku! Kau gila, ini di kantor!” decak Yona saat mendapati perlakuan itu dari Daniel sembari berusaha melepaskan dirinya dari cengkeraman Daniel.
“Memangnya kenapa? Ini perusahaan milikku!” balas Daniel melanjutkan ciumannya.
Tok … Tok … Tok
Suara ketukan pintu membuyarkan kegiatan yang sedang Daniel lancarkan, segera Daniel melepaskan Yona dari cengkeramannya karena ketukan pintu,
“Bibirmu sangat manis,” ucap Daniel menampilkan senyum sinis diwajahnya, Tipikal ekspresi Daniel saat sedang menggoda wanita.
Hal itu membuat Yona sangat marah, wajahnya memerah dan tangannya dikepal dengan sangat kuat. Yona merasa jika dirinya disamakan oleh Daniel dengan wanita-wanita murahan yang sering ditiduri oleh Daniel.
Segera Yona bergegas dengan sangat cepat pergi dari ruangan itu, dia sudah tidak bisa menahan kemarahan dan juga detak jantungnya yang sedang berdetak sangat kencang.
Di pintu dia bertemu dengan Henry. Ya, tadi yang mengetuk pintu adalah Henry assisten dari Daniel. Tapi, hal itu tidak dipedulikan oleh Yona yang sedang emosi, dia tetap pergi berlalu.
Melihat itu, Henry sedikit bingung, tapi Henry mengenyampingkan kebingungannya dan segera masuk ke ruangan atasannya untuk membahas perihal meeting yang akan diadakan siang hari itu dengan perusahaan Lohan.
Yona yang sudah hamper menangis bertabrakan dengan seseorang di depan lift. Pria yang melihat gadis cantik dengan ekspresi yang menyedihakan membuat pria itu berniat menggoda Yona.
Pria yang baru keluar dari lift kembali masuk lift mengikuti Yona. Yona yang tidak terlalu memperhatikan karena sedang tertunduk membiarkan hal itu begitu saja.
“Gadis cantik kenapa? Apakah baru putus dari pacarnya?” tanya pria itu mendekat kearah Yona.
“Bukan urusanmu!” decak Yona memalingkan wajahnya dari pria aneh.
“Hahaha, gadis cantik yang sangat cuek, sangat menarik!” ucap pria itu menyodorkan sapu tangan kearah Yona yang memang tidak dia sadari sudah meneteskan air mata.
Tapi Yona tidak menghiraukan pria itu, dan sesaat setelah lift nya terbuka Yona langsung pergi ke luar tanpa menoleh kearah pria yang sedari tadi mengajaknya berbicara.
“Gadis cantik, namaku Lohan, kita pasti akan bertemu lagi dikemudian hari!” seru lohan yang menarik perhatian semua orang kecuali Yona. Yona tetap pergi berlalu karena hatinya sedang kalut.
Ya, memang yang sedari tadi mengajak Yona mengobrol dan tidak sengaja bertemu Yona dalah Lohan yang akan melakukan meeting dengan Daniel di perusahaan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Winarno Suzhi
karakter yona Lemaaah hanya karna cinta....
2022-11-13
0
Fay
lanjut 😦
2022-07-17
0
Aqua_Chan
lohann
2022-06-27
0