***
Chiko yang melihat dengan sangat sinis kearah Daniel yang langsung menarik Yona kepangkuannya.
Daniel yang memang merasa berhak atas Yona tidak mau kalah, dia menatap Chiko dengan tatapan paling menyeramkan.
Chiko pun pergi dari tempat itu, dia menghargai Yona yang memang sedang sangat merasa malu.
Chiko menyadari jika Yona sudahlah sangat malu sedari tadi, saat dirinya mengetahui hubungan yang kurang baik antara pria itu dan Yona.
Sesaat setelah Chiko pergi,
“Ho? Kau sangat murahan! Ingin melakukan apa dengan dia tadi ke tempat sepi seperti ini?” tanya Daniel berbisik kearah Yona.
Namun, nadanya menekan dan nafasnya memburu seperti nafas seseorang yang sedang sangat emosi.
Yona yang mengetahui tempramen buruk suaminya hanya bisa tertunduk takut.
Melihat yona yang terdiam tidak berani menjawab membuat Daniel begitu murka, Daniel merasa diam Yona seolah menyetujui pertanyaannya barusan.
“Kau akan tahu seberapa marah aku sekarang!” decak Daniel langsung menyeret yona pulang ke rumah menggunakan mobilnya.
Yona yang sudah sangat ketakutan hanya bisa terdiam dan bergetar, Yona kembali mengingat tindakan kejam yang dilakukan Daniel terhadapnya tempo hari.
“Apa yang akan dia lakukan kali ini?” gumam Yona sudah hampir menangis, namun Yona kembali mengingat jika Daniel akan semakin marah jika dia menangis, jadi sebisa mungkin Yona menahan air matanya.
Dengan sangat kasar Daniel melempar Yona ke dalam mobil dan ikut masuk kedalam mobil tersebut.
Daniel langsung memerintahkan sopir pribadinya yang memang standby di mobil untuk melaju dengan sangat cepat menuju rumah.
Sesampainya di kediaman Daniel, dengan sangat kasar Daniel menyeret tangan mungil Yona menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar mereka.
Sesampainya di kamar.
“BUKA BAJUMU!” decak Daniel dengan ekspresi yang begitu dingin, dan nada suara yang berat seperti sedang menahan amarah yang begitu besar.
“Apa? Untuk apa aku harus membuka bajuku?” jawab yona memberanikan dirinya.
“Apakah kau mau aku mengulangi perkataanku? buka bajumu sekarang! Aku ingin melihat apakah pria idaman mu tadi sudah menyetubuhimu tadi dan memberikan tubuhmu tanda kepemilikan!” decak Daniel dengan begitu sinis.
Sungguh Daniel benar-benar menyamakan Yona dengan gadois-gadis murahan yang sering ia tiduri dan permainkan.
“Kau gila! Kau pikir aku wanita macam apa? Aku tidak sama dengan gadis yang hampir kau tiduri tadi Daniel, jangan menyamakan aku dengan gadis-gadismu yang murahan itu!” jawab Yona sudah sangat tidak tahan akan penghinaan Daniel.
“Ho? Kau sangat berani membantah sekarang gadis manis, tadi ayahmu baru menghubungiku, katanya dia ingin mengadakan makan malam keluarga besok malam,"
"Apakah kau mau melihat ayahmu jatuh sakit, jika aku membocorkan perihal hubungan kita? Aku sih tidak akan rugi! yang rugi adalah kau! Jadi sekarang pilihan ada ditanganmu!” decak Daniel tersenyum sinis sembari berjalan kearah bangku yang bberada tepat dihadapan Yona dan duduk dengan angkuhnya dikursi.
“Kau bajingan! aku tidak akan pernah memaafkanmu!” decak Yona sudah menangis.
Yona tahu maksud dari perkataan Daniel barusan adalah bahwa Yona sama sekali tidak bisa membantah, hanya boleh menurut karena nyawa orang tuanya yang sudah tua ada ditangan Daniel.
Dengan linangan air mata yang sudah tumpah, bibir yang bergetar menahan amarah dan pikiran yang kacau melayang membuat Yona terpaksa menanggalkan pakainnya.
Dengan sangat pelan dan bergetar dia melucuti satu persatu pakainnya.
“Apakah kau sudah puas Tuan Daniel yang terhormat?” tanya Yona dengan nada yang bergetar, saat dia sudah melepaskan pakaiannya di hadapan Daniel.
“Aku bilang semuanya, kau masih meninggalkan pakaian dalammu menempel ditubuhmu. Aku ingin melihat semuanya, apakah pria yang tadi sudah meninggalkan bekas atau tidak!” decak Daniel dengan senyuman sinis di wajahnya.
Matanya melihat dari atas kebawah seperti melihat sebuah mangsa yang siap untuk diterkam.
“Aku sungguh tidak akan pernah memaafkanmu! kau pasti akan mendapatkan balasannya!” gumam Yona dengan isakan tangis yang tiada berhenti sembari melucuti kain tipis yang melekat dibadannya.
Sekarang dengan perasaan malu campur marah Yona berdiri dihapan Daniel tanpa menggunakan sehelai benangpun di tubuhnya.
Daniel melihat dari atas kebawah, lalu Daniel pun tersenyum puas, dia melihat tidak ada tanda kepemilikan di tubuh istrinya.
“Apakah kau sudah puas?” tanya Yona dengan amarah yang sangat membara diwajahnya.
Dia merasa sangat di permalukan dan harga dirinya diinjak-injak oleh Daniel sampai ke dasar.
“Gadis baik kemarilah,” ucap Daniel sembari tersenyum seolah tidak menghiraukan tangisan Yona yang sudah sampai sesenggukan.
Yona dengan mata yang begitu sayu memancarkan amarah yang begitu dalam. Dia masih terdiam dan tidak mau mendekat kearah Daniel. Dia hanya memandangi Daniel dengan tatapan penuh amarah.
“Gadis baik apakah kau lupa jika aku adalah suami sahmu? Kau harus ingat jati dirimu, kau seharusnya melayaniku dari tiga tahun lalu. Aku ingin menagihnya sekarang!” ucap Daniel dengan senyuman jahat diwajahnya sembari berjalan menuju Yona yang sedang berdiri gemetaran.
“Aku tidak tahu jika kau semenarik ini, jika aku tahu, pastilah sudah kunikmati dari tiga tahun lalu, benarkan sayang!” bisik Daniel sudah menyibak rambut panjang Yona yang terurai dengan indah sembari mecium tengkuk Yona yang merupakan istri sahnya.
“Jangan macam-macam Daniel, jangan mencoba menyentuhku!” ucap Yona sudah gemetaran ketakuatan saat Daniel sudah mulai meraba-raba tubuh polosnya.
“Bukankah kau sudah sering melakukannya dengan pria yang tadi, lalu apa masalahnya melakukannya denganku? Dan sepertinya menurut hukum aku lah yang lebih berhak melakukannya dari pada pria yang tadi,” bisik Daniel sudah ingin mencium Yona.
“Iya, aku sudah sangat sering melakukannya dengan pria yang tadi, lalu kenapa? Aku sangat suka padanya dan aku sudah tidak bisa lepas darinya. Bukankah seharusnya kau jijik padaku? Kau tentunya tidak mau kan memakai barang bekas orang lain!” jawab yona berbohong tapi berpura-pura berani dihadapan Daniel.
Yona akan melakukan segala cara agar Daniel tidak akan melakukan hal itu padanya. Yona tidak ingin melakukan itu tanpa landasan cinta sama cinta.
“Srek!” dengan sangat kasar Daniel langsung menyeret yona kekasur dan menghempaskan Yona dengan sangat kasar.
“Lalu memangnya kenapa? Aku juga sudah sering melakukannya dengan gadis yang lain. Karena kita sudah sama-sama berpengalaman maka aku rasa kita tidak perlu pemanasan lagi,” decak Daniel yang sudah sangat marah.
Dia tadi hanya ingin memancing Yona dengan pertanyaannya, namun jawaban Yona mengejutkan Daniel dan membuat Daniel lebih marah lagi.
“Jangan! lepaskan aku!” teriak Yona saat Daniel sudah menindihnya dan menciumi seluruh tubuhnya yang memang sudah polos.
“Jangan berpura-pura polos Yona, kau jangan memancing emosiku lagi! apakah kau mengerti?” nada suara Daniel sudah sangat menekan. Kedua tangan Yona sudah ia kunci hanya dengan satu genggaman tangannya saja.
Yona yang memang kalah kuat dari Daniel hanya bisa pasrah dan menangis dengan sangat pilu, wajahnya dihadapkan nya kesamping.
Yona sebisa mungkin tidak ingin melihat Daniel yang sedang berlaku sangat kasar terhadap tubuhnya. Setiap sentuhan yang diberikan Daniel sungguhlah sangat kasar, cara Daniel menggenggam tangannya pun sangat kuat. Mungkin beberapa bagian tubuh Yona sudahlah memar karenanya.
Melihat Yona yang sudah terdiam pasrah membuat Daniel tersenyum sinis.
“Sudah berakhir ya pura-pura polosnya? Tenang saja gadis baik, aku akan melakukan hal ini lebih hebat dari pria yang tadi. Sampai kau akan merintih dibawahku!” bisik Daniel hendak menyatukam dirinya dan istrinya.
Lalu saat itulah Daniel sadar jika Yona masihlah perawan. Segera Daniel menghentikan aksinya.
“Sialan! Dasar pembohong! Kenapa kau sampai membohongiku?” teriak Daniel yang sudah menghentikan aksinya itu sembari kembali mengenakan pakaiannya yang tadi sudah ia lepaskan.
“Jika aku jujur ataupun berbohong memangnya bisa meredakan amarahmu? Jika aku jujur atau berbohong apakah kau akan berhenti menyiksaku? jangan bercanda Daniel, kau yang memaksaku berbohong!” jawab Yona yang sudah menutupi tubuhnya dengan selimut yang ada di kasur.
“Ho? Kau menguji kesabaranku lagi Yona, kau sudah tahu bagaimana sifatku tapi kau masih berani menjawab pertanyaan ku! Apakah kau pikir karena kau masihalah seorang perawan membuatku tidak berani menyentuhmu?"
"Jangan harap! kau itu istri sahku, dan sudah seharusnya kau melayani ku! malam ini aku sudah kehilangan seleraku, aku akan melepaskanmu kali ini, tapi diwaktu berikutnya jangan harap bisa menolak!” ancam Daniel langsung pergi berlalu dari kamarnya itu meninggalkan Yona yang sudah ketakutan akibat ancaman Daniel.
Tapi, sebelum benar-benar pergi,
“Oh ya, mulai besok kau sudah harus masuk bekerja di perusahaanku!” ucap Daniel dan langsung menutup pintu kamar itu, karena memang Daniel tadi berbicara saat sudah sampai di depan pintu kamar.
Setelah Daniel pergi seperti biasa Yona akan kembali menangis sampai puas dan dadanya terasa lega, dia akan pergi mandi dan kembali tidur di sofa. Dia sama sekali tidak ingin tidur satu ranjang dengan Daniel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Erna M Jen
ada ya suami seperti itu
2025-01-11
0
Katherina Ajawaila
biasa main jalang sih, jadi takut karna istrinya msh orii. dasar jalang lanang
2023-09-30
0
An'ra Pattiwael
he Yona bodok
2022-11-23
0