***
Daniel melihat Yona sedang tertawa lepas, mereka berdua terlihat serasi di mata Daniel. Hal itu membuat Daniel sangat kesal. Dia merasa jika Yona sekalipun tidak pernah tertawa seperti itu dihadapannya.
“Sayang,” sahut Melly sesaat setelah dirinya menemukan tempat duduk Daniel. Namun, sahutannya tidak digubris sama sekali oleh Daniel, entah mengapa ekspresinya pun terlihat seperti sedang menahan emosi.
“Sayang,” sahut Melly lagi, dan benar saja Daniel langsung tersadar dan menoleh kearahnya.
“Oh iya Melly, kau sudah sampai?" sahut Daniel mengumpulkan kesadarannya. Karena sedari tadi dirinya sedang tenggelam dalam gumaman nya.
Saat Daniel menyahuti Melly, Yona seperti mendengar suara suaminya. Dan saat dirinya menoleh ke samping, dilihatnyalah jika Daniel sedang makan siang bersama kekasihnya.
Saat melihatnya tiba-tiba membuat Yona terdiam. Hatinya seolah bergemuruh dan terasa sesak, bagaimana tidak, selama ini Yona sangat menghindari jika melihat Daniel Bersama wanita yang lain. Hal itu sungguh menyakitkan bagi Yona.
“Ah sudahlah Yona, bukankah sebentar lagi kalian akan bercerai. Akan lebih baik jika kau bisa membiasakan dirimu dimulai dari sekarang,” gumam Yona tiba-tiba terdiam dan menampilkan wajah yang sedih.
“Yona, ada apa? apakah kau sedang tidak enak badan?” Chiko menanyai Yona yang sedang terdiam dan terlihat sedih sembari mendekat dan menyentuh dahi Yona dengan sangat lembut.
“Eh, iya Pak? sa … saya baik-baik saja Pak, maafkan saya Pak tiba-tiba tadi kepikiran sesuatu hal,” Yona menjawab pertanyaan Chiko sembari tersenyum dan meyadarkan dirinya dari lamunan nya tadi.
“Hemm, panggil saya Chiko, Yona, apakah kamu harus diingatkan setiap saat?” ketus Chiko pura-pura merasa kesal saat Yona lupa harus memanggilnya dengan sebutan nama jika berada di luar.
“Eh, ma .. maaf Chiko, mari kita lanjutkan makan,” balas Luna sembari kembali melanjutkan makannya.
“Haha, kamu lucu sekali, semoga kamu belum ada yang punya ya Yona,” balas Chiko sembari tersenyum memandangi Yona dengan sangat lekat.
“Duh Chiko jangan melihatiku seperti itu, jika kamu tetap melihatiku terus, aku akan sangat malu dan tidak bisa melanjutkan makan,” Yona menunduk sangat malu, karena memang Chiko sama sekali tidak menutupi ketertarikannya pada Yona.
“Hehe, karena kamu terlalu manis aku jadi tidak konsen. Maafkan aku, silahkan lanjutkan makannya, akan kucoba untuk tidak memandangmu terus,” jawab Chiko sembari tersenyum dengan sangat ramah ke Yona dan langsung melanjutkan makannya.
Tentu saja semua perkataan mereka bisa di dengarkan oleh Daniel, tanpa disengaja tangan Daniel gemetaran dan wajahnya memerah.
Entah mengapa Daniel merasakan amarah yang begitu memburu saat tadi melihat kedekatan pria yang tidak ia kenali dan Yona yang masih menjadi istri sah nya, Daniel juga sedang menatap intens ke arah mereka.
Karena mereka sesama pria, tentu saja Daniel tahu jika pria yang tidak ia kenal yang sedang bersama Yona tertarik dengan Yona.
“Ada apa sayang? Kenapa wajahmu memerah?” tanya Melly kebingungan saat melihat Daniel sama sekali tidak menyentuh makanannya, dan malah menunjukkan wajah yang sangat marah.
“Tidak apa-apa lanjutkanlah makanmu,” balas Daniel ketus, yang ada di pikirannya sekarang adalah bagaimana caranya memisahkan Yona dengan pria yang ada di hadapan istrinya.
Dan saat Daniel melihat Yona sedang menuju kamar kecil segera Daniel mengikuti yona.
“Ahh, kenapa kepalaku pusing? sepertinya aku kurang istirahat,” ucap Yona sembari mencuci tangannya di wastafel.
“Kau sangat kompak dengan lelaki itu!” ketus Daniel masuk ke kamar mandi wanita dan langsung mengunci pintu kamar mandi.
“Kenapa kau masuk kesini? ini adalah toilet wanita!” Yona merasa panik saat melihat Daniel masuk kedalam kamar mandi wanita dengan wajah yang terlihat sangat marah.
“Ho? punya hubungan apa kau dengan dia? Apakah dia targetmu selanjutnya?” tanya Daniel tidak menghiraukan peringatan Yona.
Daniel sama sekali tidak memeperdulikan jika dirinya sekarang berada di toilet wanita sekarang, dan dengan begitu arogan nya langsung mengunci pintu kamar mandi dari dalam, agar tidak seorang pun bisa masuk.
“Apa maksudmu Daniel? dan lagian, dia siapaku juga sebentar lagi bukanlah urusanmu! bukankah kau sudah melihat pesanku yang di atas meja? Sebentar lagi kita tidak akan ada hubungan sama sekali, jadi sebaiknya mulai sekarang kita jangan mengurusi urusan pribadi kita masing-masing!” ketus Yona kearah Daniel.
Baru kali ini Yona memiliki keberanian untuk mengungkapkan isi hatinya, selama ini dia hanya diam saja dan tidak pernah sama sekali membantah apapun yang di ucapkan oleh suaminya Daniel.
Tapi karena sebentar lagi mereka akan bercerai, maka tidaklah salah jika Yona sedikit mengeluarkan isi hatinya.
“Ho? jangan lupa Yona, kita masih belum bercerai! Kau masih menjadi istri sahku sampai sekarang! Jadi sebaiknya kau kurangi sifat jalangmu itu dan menjaga sikapmu, aku tidak ingin di gosipi oleh orang lain!” bisik Daniel dengan perkataan kasar, dia mengucapkan semua perkataan dengan begitu tidak berperasaan pada Yona.
“Plak!” dengan sangat keras Yona menampar Daniel, karena Daniel sungguhlah sudah kelewatan. Bagaimana mungkin Daniel mengatai Yona jalang hanya karena sedang makan siang biasa dengan atasannya saja.
“Jangan kurang ajar Daniel! jalang? apa maksudmu mengataiku jalang? Jika kau tidak ingin di gosipi oleh orang lain, maka bukankah kau yang seharusnya menjaga jarak dengan kekasihmu? jadi siapa disini yang jalang?” ketus Yona dengan wajah yang sudah memerah dan hampir menangis. Dia sungguh terluka oleh perkataan Daniel barusan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
keren Jona. kurang ajar laki2 tapi mulutnya kotor gaulnya sm jalang sih. jijik cuuiii
2023-09-30
0
Sunarti
yg tak punya otak itu kamu Daniel kenapa sdh nikah kok tanpa malu kencan dengan perempuan lain dan tanpa sebab pula marah" sama Yona
2023-05-10
0
Lusiana_Oct13
weeeenaaaakkkkk dapat salam 5 jari 😁😁😁 aku suka aku sukkkaaaa
2022-10-25
0