***
“Heh! berani sekali kau menampar aku? kau sungguh berani hanya karena kau sudah ingin bercerai dengaku! Kita lihat apakah kau bisa menceraikan ku! aku berubah pikiran, alangkah baiknya kita tetap bersama dan melihatmu tersiksa dan menderita, pasti rasanya akan sangat menyenangkan dan mendebarkan!” bisik Daniel dengan begitu dinginnya terhadap istrinya.
“Sebenarnya apa salahku padamu? apa yang sudah kulakukan sampai harus menerima perlakuan kasar ini darimu? siapa kau berani menentukan jalan hidupku? kau sama sekali tidak berhak Tuan Daniel! aku harap kau tidak melewati garis diantara kita, kau yang membuat garis dan kuharap kau tidak akan pernah melewatinya."
"Masalah perceraian, aku akan tetap melanjutkannya, kau setuju atau tidak pun aku tidak peduli Tuan Daniel!” balas Yona dengan nada suara bergetar, air matanya sudah berurai dengan sangat deras.
Mengapa Daniel bisa begitu arogan dan tidak berperasaan padanya.
“Heh? kita lihat saja apakah kau akan mampu! Kau lupa siapa aku Yona, aku bisa melakukan apa saja yang ku mau. Karena aku adalah Daniel, aku tentu bisa mengatur segala sesuatu yang menjadi milikku!” ketus Daniel mencengkeram dagu Yona dengan sangat kasar, padahal Yona sudahlah menangis dengan sangat pilu dihadapannya.
“Kau sangat tidak tahu malu! aku bukan lah milikmu dan aku tidak akan pernah menjadi milikmu, di kehidupan ini atau bahkan di kehidupan selanjutnya pun, kau tidak akan pernah memiliki ku!"
"Mohon maaf Tuan Daniel, diluar ada teman saya yang menunggu. Saya permisi!” ketus Yona sembari mengusap air matanya. Dia ingin sekali meninggalkan tempat ini, Yona tidak ingin terus tersakiti oleh perkataan kasar suaminya.
“Kau hanya barang milikku! Sebaiknya kau jangan menganggap tinggi dirimu, coba kita lihat nanti bagaimana kau akan menceraikan ku!” jawab Daniel saat melihat Yona sudah bergegas dengan sangat cepat keluar dari kamar mandi.
Tapi Yona sudah malas berdebat dan merespon kata-kata yang menyakitinya, tetap saja Yona melanjutkan langkahnya. Dia ingin sekali meninggalkan restoran ini saat ini juga.
“Argggghhhhh! brengsek! Ada apa denganku? Sialan!” teriak Daniel sembari menendang dengan sangat kasar tempat sampah yang berada di dalam kamar mandi, dan setelahnya Daniel pun ikut keluar dari kamar mandi wanita itu.
***
“Yona, ada apa? apakah kau baru saja menangis? Kenapa matamu memerah?” tanya Chiko dengan wajah yang terlihat sangat khawatir.
Bagaimana tidak, tadi saat Yona ke toilet dia terlihat baik-baik saja, namun saat kembali dari toilet wajahnya berubah menjadi sangat pucat dan matanya memerah, seolah baru saja menangis dengan sangat hebat.
“Tidak ada apa-apa Chiko, aku hanya kelilipan tadi saat mencuci wajahku. Apakah kita sudah bisa Kembali?” tanya Yona kepada Chiko, karena memang dirinya sudah sangat ingin pergi dari restoran tempat mereka makan.
“Baiklah Yona, mari kita kembali. Wajahmu juga terlihat sangat pucat!” balas Daniel langsung mengajak Yona keluar dari restoran.
***
“Sayang, kenapa kau lama sekali keluar dari kamar mandi? aku sudah menunggu lama sekali!” ucap Melly pura-pura kesal pada Daniel, Melly sedang ingin menarik perhatian Daniel saat ini.
“Melly maafkan aku, aku ada tugas mendadak dikantor, untuk makannya kau lanjutkan saja, nanti semua biayanya akan aku bayarkan,” jawab Daniel langsung beranjak pergi dari tempat ia makan.
Karena entah mengapa moodnya sedang sangat tidak bagus saat melihat Yona dengan pria yang tadi.
Saat melihat Daniel pergi begitu saja membuat Melly sangat marah, dia sangat tidak suka dengan sikap Daniel. Padahal dirinya sudah sangat susah payah berdandan siang itu hanya untuk bisa makan siang berdua dengan Daniel.
“Sial! Sebenarnya aku harus bagaimana sih agar dia seutuhnya menjadi milikku?” ketus Melly sembari menggenggam dengan sangat erat sendok yang ada ditangannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Sunarti
Chiko bkn Daniel yg ajak Yona pulang
2023-05-10
0
Supi
yg jalang itu bukan Yona ,tetapi kekasih mu Melli itu yg jalang 🤪
2022-09-10
0
Fay
lanjut thor 🙄🙄
2022-07-17
0