***
Di sekolah star.
Tok … Tok … Tok
“Masuk,” sahut Chiko dari dalam ruangannya, seseorang memang sedang mengetuk ruangan pribadinya.
“Halo pak, maafkan saya menganggu diwaktu sibuk seperti ini,” jawab Yona sembari mendekat untuk duduk di bangku yang berada di depan meja atasannya.
“Hey, Yona. Tidak masalah sama sekali, ada apa kamu kemari? dan kemarin kenapa tidak hadir tanpa memberikan kabar?” Chiko merasa keheranan saat kemarin, Yona sama sekali tidak hadir dan tidak memberikan pemberitahuan terlebih dahulu.
“Mohon maaf Pak, kemarin saya memiliki urusan yang sangat mendesak,” respon Yona berbohong pada atasannya, padahal kemarin dia tidak masuk karena sakit akibat ulah kasar Daniel terhadapnya.
“Iya, iya tidak masalah Yona. Baiklah sebutkanlah apa yang ingin kau bicarakan padaku, sampai kau datang sendiri ke ruanganku,” jelas Chiko ke bawahannya tersebut.
“Baik Pak Chiko, maksud saya datang kemari hari ini adalah untuk membicarakan mengenai pengunduran diri saya. Kebetulan saya memiliki urusan mendadak untuk jangka panjang, jadi saya dengan sangat berat hati ingin meminta ijin untuk mengundurkan diri secara baik-baik Pak,” Yona menjelaskan kepada Chiko mengenai maksud utamanya masuk ke ruangan Chiko hari ini.
“Urusan jangka panjang? Apakah kau harus meninggalkan pekerjaan mu? Aku bisa memberikan kamu cuti, jika ingin menyelesaikan masalahmu dulu,” jawab chiko merasa keberatan saat Yona meminta ijin untuk dapat keluar dari sekolahnya.
“Mohon maaf Pak, untuk kali ini saya benar-benar harus meninggalkan pekerjan saya,” jawab yona dengan ekpresi yang amat sedih dan juga sedang tertunduk dihadapan Chiko.
Chiko merasa heran dengan kondisi Yona, dia merasa hari ini Yona terlihat sangat pucat dan lemah, ekspresinya juga tidak seperti biasa. Yona memacarkan energi yang begitu menyedihkan hari ini.
“Apa yang sudah di alami oleh nya? mengapa dia terlihat sangat menderita?” gumam Chiko terdiam sebentar saat mendapati ekspresi Yona yang sendu.
Lalu, segera Chiko menyadarkan dirinya Kembali. Sebagai seorang atasan yang baik, tentu Chiko harus menghargai keputusan bawahannya. Walaupun sebenarnya Chiko sangatlah berat melepaskan Yona. Karena menurut Chiko, Yona adalah guru yang sangat baik dan tekun, disamping itu, Chiko juga memiliki ketertarikan secara pribadi pada Yona.
Yona sangatlah manis dan juga cantik di mata Chiko, ingin sekali Chiko mendekati Yona untuk menjadikannya miliknya.
“Baiklah Yona, aku tidak akan memaksakan kehendakku untukmu, aku akan menghargai keputusanmu. Tapi bisakah kau mengabulkan satu permintaanku?” tanya Chiko serius pada Yona yang masih tertunduk lesu.
“Apa itu Pak Chiko, jika saya sanggup saya akan mengabulkannya.” Jawab Yona sembari mengangkat wajahnya dan sekarang sedang berpandangan dengan Chiko, atasannya.
“Aku ingin kita berteman sehabis ini, jangan menganggapku sebagai atasanmu lagi,” balas Chiko sembari melemparkan senyum kearah Yona.
Tanpa berpikiran aneh-aneh, tentu saja Yona langsung menyanggupi permintaan Chiko.“Oh, saya kira ada yang lain Pak, jika hanya itu saya pasti bisa mengabulkannya Pak,” jawab Yona tanpa berpikir panjang.
Hal itu tentu saja membuat Chiko sangat senang, Langkah pertama untuk mendekati wanita yang ia taksir sudah berhasil ia lancarkan. Walaupun Yona sudah tidak akan bekerja di tempatnya, tapi mulai dari sekarang Yona dan dirinya bisa berjumpa di luar.
Kabar mengenai Yona yang tiba-tiba saja mengundurkan diri dari sekolah sungguh membuat semua guru terkejut. Bagaimana tidak, selama ini Yona terlihat baik-baik saja dan tidak memiliki masalah, tapi tiba-tiba saja terdengar kabar jika Yona mengalami masalah yang mengharuskan dirinya harus keluar dari sekolah.
Para guru di sekolah star memang memiliki relasi yang kuat, mereka pun memutuksan untuk mengadakan sebuah pesta perpisahan disebuah kafe yang paling elit di kota.
Acara ini akan menjadi perpisahan mereka, tentu saja Yona tidak bisa menolak.
***
Di kantor Daniel.
“Henry, hari ini kau sediakan satu posisi untuk Yona dikantor ini, mulai besok dia akan mulai bekerja disini!” Daniel memberikan perintah pada asistennya.
“Ba … baik Tuan,” jawab Henry sedikit gagap, dia merasa sangat terkejut, mulai dari kapan Tuan nya Daniel memiliki ketertarikan untuk Yona.
Tapi, karena ia tahu Daniel memiliki temparen yang buruk Henry sama sekali tidak berani untuk mempertanyakan keputusan Daniel.
Segera Henry berlalu pergi dari ruangan atasannya, dan hendak menghubungi team HR untuk mengisi posisi untuk Yona nanti. Dan Henry memutuskan untuk menjadikan Yona asisten pribadi Daniel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
ampun, henry bego amat, jadi aspri pula makin ngk bergerak aja yona
2023-09-30
0
Fay
lanjut thor
2022-07-17
0
Lely Su
halahhhh..udh disiksa kyak binatng slm 3th, ujng nya psti akn balikn lg...ckip blg myesal dn minta maaf daniel pd yona..basiiii...sll spt itu
2022-07-07
0