***
“Kau cepatlah pergi dari hadapanku! Kau membuatku kesal!” teriak Daniel dengan lantang kearah Yona yang sedang terisak menangis.
Dengan sangat cepat Yona menutupi tubuhnya yang polos dengan bajunya yang sudah dirobek tadi, Yona langung pergi berlari dari kamar menuju kamar tamu yang berada dekat dengan kamarnya.
Sesampainya di kamar tamu, Yona tiba-tiba sangat lemas dan tidak mampu lagi untuk berdiri. Dia merasa sangat syok dan trauma akan apa yang baru saja ia alami. Bagaiamana tadi Daniel bersikap sangat kasar terhadapnya.
“Kenapa aku harus mengalami ini? aku ingin bebas! tolong berikan aku kebebasan! kenapa aku harus menderita seperti ini?” tangisan Yona pecah didalam kamar.
Ya, memang setiap ruangan di rumah dilengkapi dengan alat kedap suara, jadi sekencang apapun Yona menangis tidak akan ada yang bisa mendengarkannya.
Yona melihat dirinya di cermin, banyak sekali bekas biru di lehernya dan juga seluruh tubuhnya. Sungguh selama seumur hidup, baru kali ini Yona terlihat tidak berbusana di depan pria dan mendapati perlakuan kasar.
“Yona, tidak apa-apa. Semua akan baik-baik saja, kau harus bisa melepaskan dirimu dari dia! bagaimana pun caranya kau harus bisa bebas darinya!” ucap Yona bulat akan keputusan nya, dari sikap kasar Daniel barusan sudahlah cukup untuk menceraikan Daniel.
***
Setelah menenangkan dirinya, Daniel segera mandi dan pergi untuk makan malam kebawah. Namun, saat makan, Daniel tidak kunjung melihat istrinya Yona.
Segera Daniel memerintahkan salah seorang pelayan untuk memanggilkan Yona yang memang sedang berada di kamar tamu.
Tok … Tok … Tok
“Nyonya, mohon maaf, Tuan Daniel memerintahkan saya untuk mengajak Nyonya makan kebawah,” seru pelayan rumah kedalam kamar tamu tempat Yona sekarang berada.
“Bilang padanya aku tidak lapar, dan berhentilah berpura-pura menjadi seorang suami!” ketus Yona dan langsung menutupi dirinya dengan selimut tebal di kasur.
Yona sedang sangat terpukul sekarang, dia sama sekali tidak ingin bertemu dengan Daniel dulu untuk saat ini.
Tanpa berlama-lama pelayan yang memanggil Yona menyampaikan pesan sama persis dengan pesan Yona tadi dari dalam kamar tamu.
“Kurang ajar!" teriak Daniel.
"Pranggg!!” dengan emosi yang sangat memuncak Daniel memecahkan segala sesuatu yang sudah tersusun rapih di meja makan tersebut! Daniel sangat tidak suka penolakan, dia akan sangat marah jika ada orang yang berani menolak dirinya.
Dengan Langkah kaki yang sangat cepat Daniel pergi menuju kamar tamu tempat Yona sekarang istirahat,
“Prangg!” suara pintu yang terbuka dengan sangat kasar dan keras menggema di kamar tersebut membuat Yona terperanjat dan terkejut setengah mati.
“Srekk!” tanpa berbasa-basi, Daniel langsung berjalan kearah Yona yang masih berbaring dan menyeretnya dengan sangat kasar. Daniel menyeret Yona menuju kamar mereka dan menjatuhkan dirinya ke dalam bathtub.
Dan dengan sangat tidak berperasaan Daniel menyalakahan shower dengan suhu air yang begitu dingin.
Dia menyiram tubuh Yona yang sekarang sedang berada di dalam bathtub.
“Kau sangat berani menentangku sialan! kau harus menerima ganjarannya! kau pikir siapa dirimu? hah?"
"Jika bukan karena bantuan ayahku, kau kira keluarga mu masih bisa hidup sampai sekarang? kau harus tahu kedudukan mu, kau tidak memiliki kualifikasi untuk menolak ataupun menentangku! apakah kau mengerti?” teriak Daniel kearah Yona yang sedang terisak menangis.
“Jangan menangis! aku muak mendengar tangisanmu, setiap ada masalah kau selalu saja menagis, membuat ku kesal!” teriak Daniel lagi dan langsung melemparkan gagang shower yang tadi ia pegangi ke tubuh Yona.
Yona dengan sangat ketakutan hanya bisa terdiam dan terpaku, dia bahkan sudah tidak berani meneteskan air matanya lagi di hadapan Daniel, lemparan shower yang mengenai bahunya sungguhlah sangat sakit, namun Yona sama sekali tidak berani merintih dan mengusap bahunya yang sedang kesakitan.
Yona terdiam dan terpaku, walaupun dia menggiggil karena merasa sangat kedinginan dia tetap duduk di dalam bath tub. Dia sangat syok dan ketakutan mendapati kekerasan dari Daniel.
“Kau tetap disini sampai kau sadar akan kesalahanmu! Jika kau sudah sadar, datang padaku dan memohon ampun lah!” ketus Daniel meninggalkan Yona yang sedang menggigil kedinginan terendam di dalam bath tub.
Mendengar respon tersebut membuat Yona terpaku membisu, dia sangat menderita dan terpukul secara mental dan fisik sekarang. Bahkan dirinya sudah tidak berani membantah ataupun berbicara dengan Daniel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Sunarti
Daniel mulai di rasukki setan dan sakit jiwa
2023-05-10
0
Lusiana_Oct13
ayoooooolaaahhh yonaaaa jadi wanita kuat dan tangguh keluar dr rmh itu apa pun ceritanya tdk pantas seorang wanita di KDRT jgn kyk lesti kejora ya 😂😂😂😂
2022-10-26
0
Olla Tulandi Jom
yona lari saja biar Daniel nyahoo
2022-10-20
0