***
Di kediaman Daniel.
Hari Yona pulang dengan jam biasa dia pulang, tapi hari ini ada sesuatu yang berbeda. Saat Yona pulang dia sudah menjumpai Daniel sedang duduk membaca sebuah koran di sofa yang berada di kamar mereka.
Padahal belum pernah sekalipun Yona melihat Daniel pulang secepat itu, biasanya Daniel akan pulang saat Yona sudah tertidur, atau bahkan tidak pulang sama sekali.
Tanpa memberikan respon apapun, Yona tetap berjalan seperti biasa dan melakukan kegiatan yang ia lakukan biasanya. Karena setiap kali Yona pulang kerja dia akan langsung mandi dan tidur.
Tapi belum sempat Yona pergi mandi, dirinya sudah terlebih dahulu dipanggil oleh Daniel.
“Hei kau! ada yang ingin aku bicarakan!” ketus Daniel kearah Yona yang sedang ingin pergi berlalu.
Tanpa memberikan respon ataupun perlawanan, Yona mengikuti kata-kata Daniel, dia datang mendekat dan duduk di kursi sofa yang paling jauh jaraknya dari Daniel.
Yona langsung terdiam dan duduk, seolah memberikan isyarat agar Daniel langsung mengatakan secara langsung tujuan utamanya.
“Jika aku bercerai dengamu, apakah kau akan langsung menikah dengan pria yang tadi?” ketus Daniel kearah Yona dengan tatapan tajam, sembari meletakkan koran yang tadi berada di genggamannya.
“Ayolah Daniel, itu bukan urusanmu lagi. Bukankah ini adalah yang kau inginkan? Sekarang aku sudah ingin melepaskanmu, aku juga ingin mencari kebahagiaanku sendiri. Aku hanya ingin memilih jalan terbaik untuk kita berdua!” jawab Yona berterus terang, dia sudah sangat lelah berpura-pura baik-baik saja selama ini.
“Kau tidak menjawab pertanyaan ku, apakah kau akan langsung menikahinya atau tidak?” sekarang nada suara Daniel sudah meninggi dan matanya sudah memancarkan amarah yang sangat besar.
“Iya! Aku akan langsung menikahinya, setidaknya dia mencintai aku dan menghargaiku, aku pasti bahagia jika bersamanya! apakah kau sudah pusa dengan jawabanku?” ketus Yona dengan emosi yang ikut meninggi, dia sangat dibuat kebingungan dengan sikap Daniel.
Setelah dirinya meninggalkan surat perpisahan, Daniel tiba-tiba berubah menjadi semakin kasar dan arogan.
“Kalau begitu jangan harap bisa bercerai dengan aku! Aku tidak suka barang bekasku diambil oleh orang lain, kau akan selamanya terkurung disini, menjadi nyonya rumah dan menyandang gelar istri untukku!” jawab Daniel merendahkan Yona.
“Kenapa? Apakah kau tiba-tiba tertarik denganku?” tanya Yona sedang meredam amarah dan nafasnya yang bergemuruh.
“Kau menganggap tinggi dirimu Yona, untuk apa aku tertarik padamu?” ketus Daniel secara spontan.
“Kalau begitu bagus! kau tidak menyukai ataupun tertarik padaku! alasan itu sudah sangat cukup untuk aku bisa berpisah darimu!” jawab Yona sembari tersenyum pahit kearah suaminya Daniel.
Dengan sangat cepat Daniel bangkit dan langsung menarik Yona dari tempat ia duduk, dia menarik Yona dengan sangat kasar dan menjatuhkannya di sofa sampai jatuh terjerembab.
“Lidahmu semakin tajam saja! kita lihat apakah lidahmu akan tetap tajam setelah ini!” bisik Daniel langsung mencium dengan sangat kasar istrinya.
Daniel dengan sangat kuat dan menuntut mencium Yona, dengan tenaga yang begitu lemah dibandingkan Daniel, Yona hanya bisa pasrah dan menangis.
“Tolong hentikan! Jangan, aku mohon!” ucap Yona dengan rintihan pilu dari bibirnya, Yona sangat tersiksa dengan kekasaran Daniel.
Tapi seolah tidak mendengarkan rintihan Yona, Daniel tetap melanjutkan aksinya.
“Yona, sepertinya selama tiga tahun kita menikah belum sekalipun aku menyentuhmu! Aku merasa sedikit menyesal, aku harus melunasinya sekarang dan seterusnya!” bisik Daniel dengan nafas yang begitu memburu.
Entah mengapa Daniel sedang berada diluar kendali sekarang, penolakan demi penolakan dari Yona membuat Daniel begitu murka dan kesal.
“Srekk!” Daniel langsung merobek baju yang Yona kenakan. Hari ini Yona memang hanya menggunakan kemeja putih polos saja.
“Ternyata tubuhmu sangat indah, aku sama sekali telah menyia-nyiakan kenikamatan ini!” decak Daniel merasa puas memandangi tubuh polos istrinya. Lalu segera Daniel menindih tubuh mungil Yona dengan tubuh bidangnya.
“Jangan! Tolong hentikan, kau jangan berani melakukan itu denganku, jika kau berani aku tidak akan memaafkanmu seumur hidupku!” teriak Yona saat Daniel memeluknya dengan sangat erat.
Tapi lagi-lagi teriakan Yona seolah tidak terdengar dikuping Daniel, Daniel tetap saja melanjutkan aksinya, sekarang dia sudah memberikan banyak sekali tanda di leher Yona, dan kepalanya sudah terbenam dan bermain di dada Yona.
“Tolong jangan, aku mohon! Jangan dilanjutkan lagi!” tidak menyerah Yona tetap saja berontak. Hal itu tentu saja membuat Daniel kesal.
“Kenapa? Bukankah kau sudah sering melakukan ini dengan pria yang tadi? Jangan bersikap sok polos Yona, kau nikmati saja perlakuanku ini. Jika kau diam saja mungkin kau akan merasakan kenikmatan yang tiada duanya!” ketus Daniel langsung kembali menerkam tubuh polos istrinya.
“Ahhh! sakit! sialan!” teriak Daniel dan dengan spontan langsung menampar Yona saat Yona menggiggit dengan sangat kuat tangan Daniel, mungkin sekarang tangannya sudahlah membiru akibat gigitan Yona.
“Sebegitu tidak inginnya kah kau tidur denganku? apakah pria yang tadi sudah menggagahimu sampai kau tidak mau denganku? suamimu sendiri?” teriak Daniel kearah Yona yang sedang tergeletak lemas di sofa.
Karena tenaganya sudah habis, Yona hanya bisa menangis dengan sangat pilu. Biasanya Daniel memang berlaku kasar padanya, namun biasanya Daniel tidaklah pernah melakukan kekerasan fisik seperti hari ini. Apalagi hari ini sampai melucuti pakaiannya dan meneriakinya seperti seorang wanita murahan.
Melihat Yona yang terlihat sangat lemah dan menangis dengan wajah yang sangat menyedihkan menyadarkan Daniel, dia sejenak sadar jika dirinya telah kehilangan kendali barusan.
Apalagi saat dia melihat bekas darah di dekat bibir Yona akibat dari tamparannya tadi, entah mengapa membuat hati Daniel merasa perih dan sakit.
“Ada apa denganku? kenapa aku bisa kehilangan kendali seperti ini? sial! sial! sial!” decak Daniel merasa bingung dengan dirinya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
banget Daniel, hiper kali y Tidur, kalau sm Jalannya pasti cocok
2023-09-30
0
Hera Hartati
menguras emosi jiwa
2022-12-02
0
Lusiana_Oct13
,adeeehhh aku klo jadi yona ya gk balik ke rmh itu lg lgsg aja ke rmh org tua apa lg dah memantapkan hati mau pisah
2022-10-26
0