Di sekolah Star tempat Yona bekerja.
***
Setelah Yona meninggalkan surat di atas meja dekat kasur Daniel, Yona merasa sedikit lega namun hatinya tetap merasa sakit. Bagaimana tidak, pernikahan yang dia jaga selama tiga tahun akan kandas dalam beberapa waktu kedepan.
Hatinya sudah bulat, walaupun dia mencintai suaminya, tapi jika suaminya tidak bahagia bersama dengan dirinya maka lebih baik Yona melepaskan dirinya saja.
“Semangat Yona, semuanya akan baik-baik saja. Lebih baik kau jalani hidupmu dengan baik, pasti dia akan lebih bahagia jika kau melepaskan dirinya,” gumam Yona dalam hati, Yona merasa dia lebih baik melepaskan Daniel saja daripada mejadi suaminya tetapi tidak bahagia.
Yona pun melanjutkan aktifitasnya, dia memang mengajar jurusan musik di sebuah sekolah internasional paling bergengsi di negara itu.
***
Daniel yang merasa gusar setelah mendapatkan pesan dari Yona sedang ingin menenangkan dirinya, entah mengapa dia tidak bisa tenang sedari tadi setelah mendapatkan pesan dari Yona tadi pagi.
“Ada apa sebenarnya dengan diriku? bukan kah ini adalah yang kuinginkan? Tetapi mengapa aku jadi gusar begini? sialan!” decak Daniel sembari mengusap dengan kasar rambutnya.
Bagaimana tidak, sedari tadi dia tidak bisa fokus hanya karena menerima surat perpisahan dari Yona. Seseorang yang sangat dia benci dan hindari selama kurang lebih tiga tahun ini.
“Tidak bisa dibiarkan! aku harus pergi menjumpai Melly, jika Yona ingin bercerai, ya biarkan saja! Tidak ada hubungannya dengan aku!” ketus Daniel ingin memfokuskan dirinya.
Benar saja, setelah semua pekerjaan Daniel usai dia langsung menghubungi Melly, kekasih nya untuk makan siang bersama.
Tring … Tring … Tring
“Halo Melly, kamu datang ke restoran dekat kantorku ya. Aku ingin makan siang bersama dengan mu,” ucap Daniel menghubungi kekasihnya.
“Baiklah sayang, tunggu aku ya,” jawab Melly begitu bersemangat. Karena memang baru kali ini Daniel mengajak dirinya untuk makan siang bersama diluar seperti ini.
Biasanya Daniel hanya akan menyuruh Melly untuk mengantarkan makanan ke kantornya saja dan makan di kantor tersebut, belum pernah mereka makan siang berdua di luar seperti ini.
***
Di sekolah star.
“Yona, kamu dipanggil tuh sama pak ganteng,” ucap Lina salah seorang guru yang berada dekat dengan meja Yona.
“Hah? bapak ganteng? siapa Lin? kayaknya disekolah kita ini semua guru-gurunya ganteng deh. Haha,” balas Yona bercanda pada Lina.
“Duh, sok enggak tahu lagi dia, itu si pak Chiko,” sahut Lina memberikan senyuman merekah di wajahnya.
Karena memang Chiko Louise adalah anak pemilik sekolah internasional tempat ia bekerja, ayahnya sudah jatuh sakit, jadi sekolahnya sekarang diurusi oleh dirinya. Padahal usianya masih berumur 29 tahun, tapi sudah sangat mapan dan memimpin sebuah sekolah paling bergengsi di negara itu.
“Hah? Untuk apa pak Chiko memanggil aku? apakah aku melakukan kesalahan?” ucap Yona keheranan, karena memang dirinya dan Chiko tidak memiliki hubungan apapun, jadi Yona mengira jika dirinya sedang melakukan sebuah kesalahan sampai harus dipanggil menghadap dengan dirinya.
“Udah deh Yon, kamu melapor saja dulu sana, untung-untung kan cuci mata, hehe, kan bapaknya ganteng tuh,” ucap Lina seolah-olah sedang membayangkan ketampanan atasan mereka.
“Duh, iya nih, yaudah, aku pergi dulu ya Lina,” ucap Yona langsung berlalu menuju ruangan Chiko.
Di ruangan Chiko.
***
Tok … Tok … Tok
“Masuk,” sahut Chiko dari dalam ruangannya.
Setelah mendapatkan persetujuan, segera Yona memasuki ruangan tersebut.
“Halo Pak Chiko, emm, ada apa ya memanggil saya ke ruangan Bapak?” tanya Yona dengan sopan, walaupun memang usia mereka tidak terpaut terlalu jauh, tapi tetap saja Chiko sekarang adalah pemimpin sekolah, jadi harus berbicara dengan sangat sopan.
“Oh iya Yona, maafkan saya ya memanggil kamu kesini. Saya ingin meminta tolong sama kamu, hari ini saya mendapatkan kupon makan di restoran dekat sini, saya bingung mau menghabiskannya dengan siapa. Jadi maukah kamu menemani saya makn hari ini?” tanya Chiko dalam mode yang serius.
Mendapatkan pernyataan tersebut dari atasannya sungguh membuat Yona keheranan.
“Bagaimana mungkin seorang Chiko mengajak aku makan siang?” gumam Yona terdiam dan terpaku dihadapan Chiko.
“Halo, hei, Yona,” sahut Chiko, saat tidak mendapatkan respon apapun dari Yona.
“Emm, ma … maafkan saya Pak, apakah Bapak tidak salah, mengajak saya makan siang dengan Bapak?” tanya Yona mencoba memperjelas permintaan atasannya tersebut.
“Apakah salah mengajak kamu makan siang? saya melihat kinerja kamu bagus, jadi saya memutuskan untuk mengajak kamu makan siang. Sudahlah jangan banya pertanyaan lagi, sebaiknya kamu kembali ke mejamu dan bersiaplah pergi dengan ku, dan tunggulah aku di lobby nanti,” respon Chiko langsung membereskan mejanya hendak pergi dari ruangan tersebut.
Mendapati respon seperti itu membuat Yona terdiam, Yona merasa dia memang tidak bisa menolak tawaran makan siang dari atasannya.
“Ah sudahlah, hanya makan siang,” gumam Yona dalam hati sembari mengikuti Langkah kaki Chiko yang sudah berjalan menuju luar ruangannya.
Di dalam mobil.
***
Sama seperti yang sudah diucapkan Chiko tadi, dia menjemput Yona dilobby sekolah yang luas.
“Yona, kamu sehari-harinya memang suka sendiri ya?” tanya Chiko memecah keheningan di dalam mobil. Karena memang sedari tadi saat Yona memasuki mobil atsannya itu, tidak ada satu patah katapun keluar dari mulut Yona.
“Hah? Dari mana Bapak ini tahu aku suka sendirian?” gumam Yona semakin kebingungan dengan tingkah laku atasannya Chiko.
“Emm, iya nih Pak saya memang orangnya sedikit introvert, hehe,” jawab Yona sedikit canggung.
Bagaimana tidak, Chiko bisa tahu jika Yona lebih suka menyendiri ketimbang ikut ramai-ramai bersama dengan orang lain.
Setelah beberapa saat dalam perjalanan mereka pun akhirnya sampai di restoran tempat Chiko mengajak Yona makan siang
.
“Silahkan duduk Yona,” ucap chiko sembari menarik sebuah kursi untuk Yona. Entah mengapa Yona merasa jika Chiko ini merupakan pria yang sangat manis dan juga sopan.
“Baik Pak, terimakasih,” sahut Yona sembari tersenyum kearah Chiko.
“Jangan panggil Bapak kalau diluar seperti ini, panggil Chiko saja,” sahut Chiko sembari pergi ke kursi yang akan ia duduki.
“Emmm, i … iya Chiko,” jawab Yona masih merasa sedikit canggung di hadapan atasannya.
***
Daniel sudah beranjak dari kantornya dan sudah berada di restoran yang akan menjadi tempat makan siang antara dirinya dan Melly.
Tetapi saat ia sudah duduk disebuah kursi yang sudah ia pesankan, Daniel mendengar tawa dari seseorang yang ia kenal. Dan saat ia menoleh ke samping dilihatnya lah istrinya sedang tertawa bersama dengan seorang pria yang terlihat sangat tampan.
Notes :
Tolong jangan menyamakan novel ini dengan simpanan pria arogan ya, ini Novel memang sengaja author buat konfliknya ringan dan lebih berfokus ke pelajaran hidup, genrenya juga sangat berbeda hehe. Jika kalian tidak suka novel ringan bisa di skip kok, nanti aku akan buat novel konflik berat lagi tapi masih proses cimiww.
Lope you dah ya ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
thour bila perlu bikin Daniel sakit, karna ngk pernah menghargai ustri sendiri. 😜😜😜
2023-09-30
0
Sunarti
laah kok cerita nya di ulang lagi
2023-05-10
0
Sunarti
masih ada pria yg lain suka sama Yona
2023-05-10
0