***
“Kita lihat sampai kapan kau bisa bertahan kedinginan disitu! kau pasti akan sama saja dengan gadis-gadis yang lainnya, kau pasti akan merengek datang kepadaku dan meminta maaf! Kita lihat saja!” ketus Daniel sembari kembali duduk di kasurnya dan membuka sebuah majalah bisnis disitu. Dia sedang menunggu Yona keluar dari toilet dan meminta maaf padanya.
Namun, menit telah berlalu, jam juga berlalu dan sekarang sudah subuh. Dan sudah lebih dari lima jam Yona berada di kamar mandi. Namun, tidak juga ia keluar.
“Sialan! bahkan untuk meminta maaf saja dia tidak bisa! lihat saja bagaimana aku akan membereskanmu kali ini!” ketus Daniel dengan amarah yang semakin memuncak.
Bagaimana tidak, semalaman dia menunggu Yona keluar dari kamar mandi dan tidak tidur sama sekali, tapi Yona bahkan tidak keluar dari situ.
“Brakk!!” dengan sangat kasar dan keras Daniel membuka pintu kamar mandi yang berada di kamarnya.
Lalu dilihatnya lah Yona yang sedang duduk termenung, matanya terbuka namun terlihat kosong, bibirnya sudah membiru dan ekspresinya menunjukkan keputus asaan. Suara pintu yang begitu keras pun sudah tidak mampu menarik perhatian Yona.
Entah apa yang sedang ia pikirkan, namun keadaan nya yang sekarang sungguhlah akan membuat siapapun yang melihat akan sangat merasa kasihan.
“Apa ini? kenapa hatiku sakit sekali? ahhh!” keluh Daniel saat merasakan hatinya sangat sakit. Belum pernah ia merasakan hatinya berdenyut sakit seperti sekarang ini.
***
“Yona! hei? Yona!” teriak Daniel kearah Yona yang sedang terdiam duduk.
Yona bahkan tidak menoleh kearah Daniel, dia tetap memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong. Wajah cantiknya yang pucat menggambarkan betapa pilunya kehidupan yang ia hadapi.
“Apakah kau mau mati? Jika kau mau mati, jangan di rumahku!” bisik Daniel dengan suara yang bergetar sembari mendekat kearah Yona.
Karena memang saat ini, ego Daniel lah yang sedang berbicara, sebenarnya hatinya sangatlah sakit melihat keadaan Yona sekarang.
Saat mendapati semua perkataan yang dilontarkan terhadapnya, Yona menoleh kearah Daniel.
“Maka lepaskan lah aku! aku akan mati diluar sana, jika itu yang kau inginkan!” ucap Yona dengan suara yang sangat kecil dan bergetar, dia bahkan sudah tidak memiliki tenaga untuk berbicara sekarang. Matanya sungguhlah memancarkan keputus asaan yang sangat menyedihkan.
“Ahhh!! apa ini?” lagi-lagi Daniel merasakan tusukan dihatinya. Dia bahkan merasakan sakit yang lebih sakit dari yang tadi, saat melihat dengan sangat dekat mata Yona yang menggambarkan keputus asaan.
“Sialan! aku yang akan memutuskannya. Bukan kau!” bisik Daniel sembari mengangkat tubuh istrinya yang sedang terendam.
Saat mengangkat tubuh Yona, Daniel bisa merasakan suhu tubuh Yona yang sudah sangat dingin.
“Sialan! apakah sesusah itu meminta maaf padaku? Bahkan kau memilih untuk mati dibandingkan harus meminta maaf padaku?” gumam Daniel sembati mengusap tubuh Yona dengan handuk dan mengganti pakaiannnya.
Dengan tubuh yang begitu lemah Yona hanya bisa terdiam saat Daniel melucuti pakaiannya dan mengusap tubuhnya dengan handuk. Dia sudah tidak memiliki tenaga yang tersisa untuk menolak, dia hanya bisa terdiam lesu dan pasrah.
***
Keesokan harinya.
Yona terbangun dari tidurnya, dia merasakan sakit kepala dan tidak mampu bangkit dari tempat tidurnya.
“Ahhh, sakit sekali!” ucap Yona sembari memegangi kepalanya yang sedang sangat pusing.
Semalaman dirinya direndam di dalam air dingin dan hampir membeku, tentu saja hal itu menjadi pemicu sakit kepala Yona.
“Kau sungguh sangat keras kepala! apakah sesusah itu datang kehadapanku dan mengaku salah? apakah sesusah itu mengatakan kata maaf padaku?” teriak Daniel yang sedang duduk di sofa dekat kasur.
Ya, memang sedari tadi, Daniel sedang menunggu Yona untuk bangun dari tidurnya.
“Memangnya aku salah dibagian yang mana? bisa kah kau jelaskan? aku harus meminta maaf untuk kesalahan yang mana?” Yona memberanikan dirinya untuk menyanggah pertanyaan Daniel, yang menurutnya sangat tidak masuk akal.
“Kau salah telah menentangku! kau salah telah menolakku! dan kau salah Ketika aku mengatakan kau salah! apakah kau mengerti?” ketus Daniel dengan begitu arogan kearah istrinya yang masih terbaring lemah.
Tok … Tok … Tok
Suara ketukan pintu membuyarkan pertengkaran antara Daniel dan Yona, setelahnya terlihatlah beberapa pelayan membawakan bubur dan obat.
“Letakkan makanannya disitu, kalian boleh keluar!” ketus Daniel kearah para pelayan yang membawakan bubur dan obat. Dan tanpa adanya penolakan ataupun pertanyaan, para pelayaan itu melakukan sesuai yang diperintahkan kepada mereka.
***
Setelah para pelayan keluar, segera Daniel datang mendekat kearah Yona yang sedang terbaring.
Saat menyadari Daniel datang mendekat, Yona tiba-tiba sangat ketakutan dan tubuhnya menjadi keringat dingin. Dia takut akan dikasari lagi oleh Daniel.
“Kau makanlah,” ucap Daniel dengan nada yang datar sembari menyodorkan sendok berisikan bubur kearah mulut Yona.
“Aku tidak lapar,” jawab Yona sembari membuang muka dari Daniel.
Kembali lagi, sikap penolakan yang ditunjukkan Yona sungguh membuat Daniel sangat emosi.
“Prang!” Daniel langsung mencampakkan semua bubur yang berada di dalam mangkok, dia juga mencampakkan semua obat yang tadi sudah dibawakan para pelayan.
“Jika kau tidak mau makan, yasudah terserahmu! Jika kau mau mati pun, terserahmu! Jangan lagi kulihat kau makan dirumahku!” ketus Daniel dan langsung pergi dari kamar.
“Sialan! mau bertingkah manja dihadapanku? sudah bagus ku sodorkan makanan, dan aku masih harus membujuknya makan? jangan harap!” decak Daniel begitu kesal sembari pergi dari rumahnya menuju kantornya.
Saat Daniel sudah pergi, Yona langsung menangis dengan sangat pilu. Tangisan yang tadi ia tahan, sekarang tertumpahkan sudah. Semenjak Daniel mengancam Yona tadi malam, Yona sungguhlah sudah tidak berani menangis dihadapan Daniel.
“Aku ingin pergi dari sini! aku ingin berpisah!” Yona terisak dengan begitu sedih. Dia sungguhlah sangat lemah dan tidak berarti dihadapan suaminya Daniel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Sunarti
Daniel yg mw cari menang nya sendiri siapa yg salah kok slalu Yona yg salah
2023-05-10
0
Lusiana_Oct13
Kalau kau hanya berguman2 aja cuman berkata2 aja tampa ada perbuatan ya kau hanya dlm rmh tu aja lah yonaaa issss lama2 emosi jiwa juga 😂😂😂😂😂
2022-10-26
0
Agustina Kusuma Dewi
pergilah kasih..
pergilah kau dr sini..
janganlah kau susah dan bersedih hati..😟😞😖😭😢
kau rela berkorban demi untuk dirimu..
2022-10-22
0