Bab 12

 Kedua nya sangat bingung, Aira bingung ternyata orang-orang yang ia tolong adalah keluarga nya Samudra. Namun Samudra juga bingung bagaimana bisa Aira bisa kenal dengan keluarga nya?.

 "Coba ceritakan, kalian kenapa bisa saling kenal?" Tanya Samudra.

"Kemarin nenek hampir tertabrak, tapi Aira menolong nenek, kalo tidak ada Aira pasti nenek sudah tiada," Ujar sang wanita paruh baya itu.

"Ibu jangan bilang seperti itu," Ucap laki-laki yang bersebelah nya.

 "Ibu sudah ditolong sama calon cucu menantu kira Rangga, dia akan menjadi menantu mu," Jawab wanita paruh baya itu kepada sang anak, ayah dari Samudra, Rangga Mahendra Alexander.

"Luka kamu gimana sudah baikan?" Tanya ibu Samudra.

"Sudah tante," Jawab Aira gugup.

 "Terus kenapa kamu bisa kenal dengan pacar kaka anak kecil?" Tanya Samudra mengarah kan pandangan nya, semua keluarga menatap gadis yang sedang gugup itu.

"Beberapa hari ke belakang, saat aku pulang dari rumah teman ku buat tugas kelompok, di perjalanan ada beberapa preman yang menyeret ku keluar dari mobil, mereka mau membunuh aku, tapi ada ka Aira yang sudah menolong ku," Jawab wanita itu gugup.

"Kenapa ga bilang sama kaka?"Tanya Samudra dengan nada emosi.

" Aku tidak mau merepotkan kaka,"Jawab nya menundukan kepala nya.

"Lain kali kamu harus cerita sama kaka mu atau sama daddy," Ucap sang ayah.

"Iyaa dad, maaf aku tidak jujur," Ucap wanita itu yaitu Fera.

Aira memegang tangan Fera, mencoba menenangkan situasi.

"Tidak apa-apa, kaka mu tidak akan memarahi kamu, iyakan sayang," Ucap Aira menatap Samudra.

"Iya Fer, kaka tidak akan memarahi mu kali ini, tapi lain kali kamu harus dengerin kata kata kaka ya," Jawab Samudra menahan agar tidak emosi kepada sang adik.

Semua keluarga menatap perubahan Samudra, biasa nya ia akan marah marah tidak jelas.

"Es kita sudah mencair," Ujar sang ayah sembari tertawa.

"Mommy sangat senang melihat perubahan kamu, dan mommy juga setuju kalo kamu mau menikahi Aira, mommy yakin dia wanita yang baik, wanita yang akan menjaga nama baik keluarga kita," Ujar sang ibu.

"Iya mom, Aku juga sangat mencintai Aira, dari kemarin kemarin aku mau kenalin Aira sama kalian, tapi belum nemu waktu yang pas aja," Jawab Samudra.

Aira mendengar kata Samudra malas.

"Sayang kenalkan yang sudah tua itu kakek aku, nama nya, Prawira Mahendra Alexsander, terus wanita yang sudah tua itu juga nenek aku nama nya nenek Sinta. Daddy aku nama nya Rangga Mahendra Alexander, mommy ku nama nya Meilani, dan adik aku juga pasti kamu sudah kenal," Ucap Samudra memperkenalkan keluarga nya.

"Dasar cucu kurang ajar," Ucap Pak Prawira sang kakek.

Aira tersenyum melihat kebahagiaan keluarga Samudra, ia sangat terharu dengan kedekatan nya.

"Meskipun kamu sudah menyelamatkan cucu perempuan dan istri saya, kamu tidak akan lolos begitu saja menjadi menantu di keluarga kami, menantu kami harus jelas latar belakang nya, entah masa lalu atau kehidupan nya," Ujar sang kakek yang sudah terkenal tegas.

"Masa lalu?" Aira membatin, lalu ia tersenyum ke arah sang kakek Samudra.

"Kakek, dia wanita yang aku cintai, meskipun tanpa restu kakek, aku akan menikahi nya," Jawab Samudra tegas.

"Buset dah kenapa ni cowo ngotot amat, perjanjian nya cuman sampai pacaran," Ucap Aira dalam hati bingung dengan perkataan Samudra.

"Sam," Ujar sang ayah memberitahu Samudra agar tidak emosi.

Terdengar helaan nafas panjang Samudra,"Aira wanita yang cocok menikah dengan ku,"Jawab Samudra tegas.

"Makan dulu sekarang," Ucap sang nenek, mencair kan suasan tegang.

"Kamu makan ya, jangan malu-malu, anggap keluarga sendiri," Ucap bu Meilani sang ibu.

"Terima kasih tante,"Jawab Aira tersenyum bingung harus bagaimana.

" Ka, minta nomor kaka ya, biar gampang hubungin kaka,"Bisik Fera, Aira mengangguk menjawab Fera.

"Ekhmm, makan, kalo lagi makan jangan banyak bicara," Ucap sang kakek tegas, ia terkenal dengan tegas nya di keluara maupun di luar keluarga.

"Iya ke, maaf," Jawab Fera melanjutkan makan nya.

"Kenapa kakek nya sangat menakutkan, apa benar berita di luar sana kalo pemilik company M A itu sangat galak dan tidak kenal ampun, ya tuhan. posisi macam apa ini, tatapan nya pun sangat menakutkan," Ucap Aira dalam hati sambil melirik ke arah kakek Samudra.

Acara makan siang itu sedikit menakutkan bagi Aira ketika menatap sang kakek, Akhirnya proses makan siang bersama itu sudah beres.

"Nak, bolehkan kami menanyakan sesuatu sama kamu," Tanya bu Meilani.

"Boleh tante," Jawab Aira tersenyum, namun dalam hati nya sangat berdebar sangat kencang.

"Kalo boleh tante tau, kamu berasal dari mana?" Tanya bu Meilani.

"Indonesia tante," Jawab Aira.

"Pantas, kamu sangat berbeda," Ucap bu Meilani.

"Tante pernah juga tinggal di indonesia dulu, ga lama sih cuman setahunan gitu," Jawab bu Meilani.

Aira tersenyum mendengar ucapan bu Meilani. Jujur ia kaget.

Samudra melihat ke arah Aira yang sudah gugup, seperti sudah bingung mau menjawab.

"Mom, dad, aku sama Aira pergi dulu, ada keperluan lain," Pamit Samudra.

"Lain kali bawa ke mansion ya Sam," Ucap sang ibu.

"Iya bu lain kali pasti aku bawa," Jawab Samudra.

Lalu Aira berpamitan kepada satu persatu keluarga Samudra, yang paling menakutkan yaitu berpamitan kepada sang kakek.

"Kakek, aku pamit dulu, semoga kita ketemu lagi," Ucap Aira.

Namun tidak ada jawaban apapun dari sang kakek.

"Ayo sayang kita pergi," Ajak Samudra.

"Hati-hati di jalan yaa, nanti main ke mansion," Ucap sang ibu.

"Aku pamit tante," Ucap Aira berpamitan.

Semua orang tersenyum melihat ke arah Aira dan Samudra, kecuali sang kakek yang menatap kosong kepada kedua nya.

"Ayah, tolong restuin mereka, ayah tau kan bagaimana cape nya aku memilihkan calon buat Samudra," Ucap Meilani memberanikan diri bicara dengan sang mertua.

"Kita lihat saja nanti, dia akan lolos atau tidak," Jawab singkat sang kakek.

"Ayah mu itu Rangga, selalu seperti itu," Ucap Sinta sang ibu yang mengeluh dengan tingah suami nya itu.

"Ayah kan memang begitu, dulu juga kan Meilani ga asal masuk ke keluarga kita, ayah benar ko kita harus melihat latar belakang calon keluarga kita, kalian harus megerti keluarga kita bagaiamana," Jawab Pak Rangga.

Kedua wanita itu menghela nafas mendengar nya, sudah tidak asing lagi kalo mereka memang selaku bersikap seperti itu.

Namun sang kakek acuh dengan pembicaraan yang barusan ia dengar, ia menatap sang cucu perempuan nya dengan tajam.

"Kamu akan di jaga dengan ketat, kejadian lalu harus nya jadi pelajaran buat kamu, kakek tidak mau cucu perempuan kakek terluka," Ucap sang kakek.

"iya kakek, maaf aku tidak bilang apa-apa sama kalian, tapi beruntung ka Aira menolong aku," Ucap Fera tersnyum.

Sang kakek menghela nafas mendengar pembicaraan ke arah wanita itu.

"Sangat membosankan membicarakan wanita yang masih tidak jelas."

Terpopuler

Comments

💖 sweet love 🌺

💖 sweet love 🌺

"sebaiknya kita makan dulu", mungkin lebih cocok deh thor..

2024-12-08

1

Mama Gezkara

Mama Gezkara

loh... ini ceritanya di luar negeri ya kak othor .. kq gak tau yaa

2025-03-11

0

Taty Hartaty

Taty Hartaty

hmm emang diluar negeri sekarang kah?

2024-11-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6 Akhir dari semuanya.
7 Bab 7. Memulai kehidupan baru
8 Bab 8. Laki-laki menyebalkan
9 Bab 9. Menjalani drama
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Paksaan Menikah
17 Sekilas kisah masa lalu
18 Pernikahan dan kejutan
19 Malam pertama
20 Bingung
21 Malam pengantin yang tertunda
22 Rencana bulan madu
23 Shopping bersama mertua
24 Taman mawar
25 Siapa sebenar nya?
26 Terbongkar nya asal Aira
27 Sisi lain Aira
28 Kabar bahagia
29 Fera dan kehidupan nya
30 Ngidam aneh
31 Lahiran Aisyah
32 Nasihat untuk Aira
33 Tingkah diluar nalar Fera
34 Bertemu tidak sengaja
35 Kejadian tak terduga
36 Bayi kembar
37 Laki laki misterius
38 Kepulangan
39 Perhatian sang mertua
40 Kisah Hendra dan Fera
41 Menara Eiffel with kamu
42 Dua agresif
43 Kisah dua pasangan
44 Akhirnya ketahuan
45 Terbongkar
46 Aira pergi
47 Perkelahian antara adik dan kakak.
48 Baikan
49 Restu
50 Pulang
51 Kejutan
52 Bertemu calon mertua
53 Rencana tunangan yang mendadak
54 Bertemu mantan mertua julid
55 Bertemu mantan madu
56 Rencana Pulang
57 Tentang Siska Dan Angga
58 Rencana Licik Luck
59 Salah Faham
60 Bab 60
61 Kedatangan Hendra
62 Terbongkar
63 Penyesalan Angga
64 Dalang Penculikan
65 Kejadian Yang Begitu Cepat
66 Kabar Bahagia
67 Suami vs mertua posesif
68 Salah Faham
69 Bumil Mengidam
70 Bab 70
71 Fera sakit
72 Tentang Fera Dan Hendra
73 Kedatangan Bunda Rista
74 Kabar Duka
75 Kembali Bertemu dengan Siska
76 Meminta Izin
77 Melamar Nina
78 Kado Pernikahan
79 Melahirkan, tapi...
80 Cerita Luck
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Luck Galau
84 Bocah Nakal
85 Pernikahan Fera Dan Hendra
86 Kepergian Luck
87 Kepindahan Fera
88 Langkah Samudra
89 Bab 89
90 Kembali Di Pertemukan Dengan Masalalu
91 Percaya Dengan Bocah
92 POV Angga
93 Kehamilan Fera
94 Selesai.
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6 Akhir dari semuanya.
7
Bab 7. Memulai kehidupan baru
8
Bab 8. Laki-laki menyebalkan
9
Bab 9. Menjalani drama
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Paksaan Menikah
17
Sekilas kisah masa lalu
18
Pernikahan dan kejutan
19
Malam pertama
20
Bingung
21
Malam pengantin yang tertunda
22
Rencana bulan madu
23
Shopping bersama mertua
24
Taman mawar
25
Siapa sebenar nya?
26
Terbongkar nya asal Aira
27
Sisi lain Aira
28
Kabar bahagia
29
Fera dan kehidupan nya
30
Ngidam aneh
31
Lahiran Aisyah
32
Nasihat untuk Aira
33
Tingkah diluar nalar Fera
34
Bertemu tidak sengaja
35
Kejadian tak terduga
36
Bayi kembar
37
Laki laki misterius
38
Kepulangan
39
Perhatian sang mertua
40
Kisah Hendra dan Fera
41
Menara Eiffel with kamu
42
Dua agresif
43
Kisah dua pasangan
44
Akhirnya ketahuan
45
Terbongkar
46
Aira pergi
47
Perkelahian antara adik dan kakak.
48
Baikan
49
Restu
50
Pulang
51
Kejutan
52
Bertemu calon mertua
53
Rencana tunangan yang mendadak
54
Bertemu mantan mertua julid
55
Bertemu mantan madu
56
Rencana Pulang
57
Tentang Siska Dan Angga
58
Rencana Licik Luck
59
Salah Faham
60
Bab 60
61
Kedatangan Hendra
62
Terbongkar
63
Penyesalan Angga
64
Dalang Penculikan
65
Kejadian Yang Begitu Cepat
66
Kabar Bahagia
67
Suami vs mertua posesif
68
Salah Faham
69
Bumil Mengidam
70
Bab 70
71
Fera sakit
72
Tentang Fera Dan Hendra
73
Kedatangan Bunda Rista
74
Kabar Duka
75
Kembali Bertemu dengan Siska
76
Meminta Izin
77
Melamar Nina
78
Kado Pernikahan
79
Melahirkan, tapi...
80
Cerita Luck
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Luck Galau
84
Bocah Nakal
85
Pernikahan Fera Dan Hendra
86
Kepergian Luck
87
Kepindahan Fera
88
Langkah Samudra
89
Bab 89
90
Kembali Di Pertemukan Dengan Masalalu
91
Percaya Dengan Bocah
92
POV Angga
93
Kehamilan Fera
94
Selesai.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!