Bab 6 Akhir dari semuanya.

Akhir dari semuanyaa....

Dan akhirnya aku mengalahkah diri ini, aku pergi dengan hati yang terus menanyakan prihal cinta sejati itu?....

 Pada akhirnya aku tidak sanggup lagi melihat ia menggenggam tangan nya...

 Sejujurnya aku tersiksa.

....

 Seminggu sudah setelah lahiran Siska, akhirnya hari ini pulang.

 "Mas, mbak Aira kemana ya? Tumbek mbak Aira ga kesini," Tanya Siska kepada sang suami.

"Mungkin lagi sibuk," Ucap Angga, sebetulnya juga ia sedikit heran dan juga hawatir kepada istri pertama nya itu.

 "Mungkin ya mas, mbak Aira itu orng nya sibuk," Ucap Siska.

 "Iya dia wanita yang tidak bisa diam,"Jawab Angga.

Siska tersenyum menatap sang suami, ia pun sangat mengagumi kaka madu nya setelah ia mengenal sedikit dekat.

" Mau pulang kapan?"Tanya Siska menanyakan prihal kepulangan nya paska melahirkan.

"Sebentar lagi, tunggu ibu kesini dulu, katanya ibu mau menjemput kita," Jawab Angga.

Disisi lain.

"Pada akhirnya aku yang mengalah, aku tidak kalah, namun aku mengalahkan diri ku sendiri, dan aku sampai pada titik dimana aku meninggalkan rumah yang selama ini aku dan suamiku rawat. Aku tidak terusir, tapi aku mengasingkan diri ini," Batin Aira, setelah ia melangkah kan kaki nya dari rumah itu, rumah yang selama lima tahun menjadi tempat ia pulang.

Kuharap, orang baru yang menempati rumah ini akan bisa membawa kedamaian.

Aku melihat rumah yang selama ini aku singgahi.

Satu langkah, dua langkah kutinggali, rumah yang teramat banyak kenangan nya itu, setelah lima tahun aku singgahi nyata nya aku banyak belajar akan kehidupan yang sebenarnya.

Namun kupikir selama lima tahun aku singgahi, rumah itu akan menjadi milik ku tetapi tidak.

Kenyataan nya ada hal yang tidak bisa aku berikan.

Ternyata aku hanya di izinkan sekedar singgah, lalu akan ada orang lain yang berhak memiliki nya, yang bisa memberikan apa yang tidak bisa ku berikan.

Nahas nya, rumah itu sudah ku tata rapih, karena aku berpikir akan selamanya berada di rumah yang sudah ku tata rapih mat!-mat!an, aku membuat rumah itu kokoh, namun tanpa ia sadari. Pemilik rumah itu menghancurkan bangunan kokoh yang aku jaga dan aku rawat, supaya tidak terlihat usang oleh orang lain.

...

"Asallamualaikum," Salam nya.

"Mas, ko dirumah tidak ada siapa-siapa, kemana mbak Aira?" Tanya Siska menanyakan keberadaan Aira.

"Mungkin sedang tidur,"Jawab Angga tersenyum menebak.

" Iya mungkin mas,"Jawab Siska.

"Yaudah sayang, mas mau ngasih tau Aira dulu kalo kita sudah pulang, dia pasti senang," Ucap Angga.

"Yaudah mas, biar jadi kejutan buat mbak Aira," Ucap Siska tersenyum simpul

Angga keluar dari kamar Siska, ia menaiki tangga, memasuki kamar yang selama ini angga tempati bersama Aira.

"Sayang," Panggil Angga sembari membuka pintu kamar.

Angga membuka pintu kamar, angga heran kemana Aira? Tempat tidur masih rapi, berarti Aira tidak ada di kamar nya. Lalu dimana Aira?.

Angga memasuki kamar yang sepi itu, angga melihat lihat kamar yang sudah lama ia tempati berasama Aira.

"Kamu kemana sayang? Kenapa seperti nya kamu sudah lama tidak memasuki kamar kita?" Ucap Angga membatin

Lalu Angga melihat setumpuk kertas di sisi kasur nya, ia melihat ada amplop berwarna coklat dan surat selembar.

Isi surat.

Mas, kalo kamu membaca ini, berarti aku sudah pergi jauh dari pandangan mu, jangan mencari ku mas, kamu harus bahagia bersama istri dan juga anak-anak kamu.

Tolong jangan hawatirkan aku mas, aku baik-baik saja, namun sejujurnya hati ku sangat sakit melihat mu dengan wanita lain.

Mas, meskipun kamu sudah menyakiti ku, tapi terima kasih atas kebahagiaan lima tahun itu, bagi ku waktu lima tahun cukup membuat diri ku bahagia, terima kasih sudah menjadi belahan jiwaku mas.

Aku sangat berharap kamu bahagia bersama istri baru kamu, namun sejujurnya aku menangis menuli surat ini.

Sudah cukup aku menahan rasa sesak selama beberapa bulan ini, aku selalu memperlihatkan kebahagiaan ku di depan mu mas, tapi kamu tidak tau aku di belakangan mu bagaimana, aku sakit, aku menderita selama ini, melihat kamu bahagia dengan wanita lain. aku relakan kamu bersama wanita lain.

Tetapi... Rasa sakit ku tidak penting, karena sekarang aku sudah benar-benar menyerah.

Maaf aku sudah lancang mas mengambil tanda tangan mu waktu kita bicara di taman RS, maaf aku sudah berbohong, kalo aku membutuhkan tanda tangan mu untuk pekerjaan. Dibawa surat ini ada surat cerai kita yang sudah kamu tandatangani, kita sudah sah bercerai.

Maaf aku tidak sempat pamit dengan kamu dan juga Siska, sampaikan maaf aku mas. Kalian harus bahagia agar rasa sakit dan pengorbanan ku tidak sia-sia.

Angga duduk merenung, ia memikirkan perasan Aira selama ini, angga pikir Aira sudah ikhlas dengan semua ini, ternyata Aira hanya pura-pura ikhlas.

"Maafkan aku sayang, aku sudah menyakiti kamu," Ucap Angga histeris.

"Mas kamu kenapa?" Tanya Siska memastikan keadaan suaminya, teriakan nya sampai ke kamar nya.

Angga memberikan surat yang Aira tulis kepada Siska.

"Mengapa aku tidak sadar dengan perbuhan mu Aira," Lirih Angga setengah menangis.

"Mas, mba Aira pergi," Ucap Siska tidak percaya dengan semua ini. Lalu Sika melihat surat cerai yang Aira katakan di dalam surat itu.

"Mas kenapa kamu tidak sadar dengan surat cerai ini saat mbak Aira meminta tandatangan mu," Ucap Siska melongo tidak percaya dengan semua nya.

"Aku tidak sadar, Aira menyodorkan lembaran yang masih kosong, katanya itu untuk kebutuhan kerja nya," Jawab Angga lirih.

"Mas, kita sudah menyakiti hati mbak Aira, terutama aku, disini aku yang jelas bersalah," Ucap Siska yang sudah tidak bisa menahan tangisan nya.

"Kemana kita harus mencari Aira?" Tanya Angga pada hati nya.

"Aku tidak akan bisa memaafkan diri ku sendiri sebelum aku ketemu dengan mu mbak," Ucap nya lirih.

Angga terduduk lesu dikamar nya, ia masih tidak percaya dengan keputusan Aira yang tiba-tiba.

"Maafkan aku sayang, mas harus mencari mu kemana?" Tanya Angga kepada dirinya.

Disisi lain.

Disini aku sekarang, dimana tidak ada satu orang pun yang mengenali diriku.

Aku akan berusaha sembuh, aku pasti bisa. Semua nya akan baik-baik saja.

"Hoammmm,"

"Huff sudah pagi, ternyata aku bisa hidup sendiri," Ucap nya tersenyum getir.

"Aku akan memulainya sendirian."

Kini semua nya sudah usai, masa depan ku tidak lagi melibatkan mu, kututup semua tentang mu.

Aku tidak akan lagi mencari bayangan mu di kegelapan.

Aku akan menyimpan kenangan bersama mu di ruangan paling dalam, tidak di ketahui siapapun, hanya aku dan kenangan.

Terpopuler

Comments

Amilawati

Amilawati

kenapa semua novel karangter utamanya itu bodoh dn tolol lebih parahnya lagi seperti pelacur...kenapa TDK ad bisa menulis novel dmna karakter utamanya yg perempuan punya sedikit hrga diri, kenapa semua pelacur,,bahkan yg pake hijab pun dalam cerita ya pasti ujungn2ya murahan

2025-04-03

0

Ani Maryani

Ani Maryani

geregetan perusak rumah tangga Masih banyak berkeliaran oh Aira semoga ada yg lebih sayang menerima apa adanya semoga bahagia aira

2025-01-21

0

Fahyana Dea

Fahyana Dea

Ceritanya bagus, kak
Mampir di ceritaku juga yuk. Judulnya "Masihkah ada cinta?"

2024-12-02

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6 Akhir dari semuanya.
7 Bab 7. Memulai kehidupan baru
8 Bab 8. Laki-laki menyebalkan
9 Bab 9. Menjalani drama
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Paksaan Menikah
17 Sekilas kisah masa lalu
18 Pernikahan dan kejutan
19 Malam pertama
20 Bingung
21 Malam pengantin yang tertunda
22 Rencana bulan madu
23 Shopping bersama mertua
24 Taman mawar
25 Siapa sebenar nya?
26 Terbongkar nya asal Aira
27 Sisi lain Aira
28 Kabar bahagia
29 Fera dan kehidupan nya
30 Ngidam aneh
31 Lahiran Aisyah
32 Nasihat untuk Aira
33 Tingkah diluar nalar Fera
34 Bertemu tidak sengaja
35 Kejadian tak terduga
36 Bayi kembar
37 Laki laki misterius
38 Kepulangan
39 Perhatian sang mertua
40 Kisah Hendra dan Fera
41 Menara Eiffel with kamu
42 Dua agresif
43 Kisah dua pasangan
44 Akhirnya ketahuan
45 Terbongkar
46 Aira pergi
47 Perkelahian antara adik dan kakak.
48 Baikan
49 Restu
50 Pulang
51 Kejutan
52 Bertemu calon mertua
53 Rencana tunangan yang mendadak
54 Bertemu mantan mertua julid
55 Bertemu mantan madu
56 Rencana Pulang
57 Tentang Siska Dan Angga
58 Rencana Licik Luck
59 Salah Faham
60 Bab 60
61 Kedatangan Hendra
62 Terbongkar
63 Penyesalan Angga
64 Dalang Penculikan
65 Kejadian Yang Begitu Cepat
66 Kabar Bahagia
67 Suami vs mertua posesif
68 Salah Faham
69 Bumil Mengidam
70 Bab 70
71 Fera sakit
72 Tentang Fera Dan Hendra
73 Kedatangan Bunda Rista
74 Kabar Duka
75 Kembali Bertemu dengan Siska
76 Meminta Izin
77 Melamar Nina
78 Kado Pernikahan
79 Melahirkan, tapi...
80 Cerita Luck
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Luck Galau
84 Bocah Nakal
85 Pernikahan Fera Dan Hendra
86 Kepergian Luck
87 Kepindahan Fera
88 Langkah Samudra
89 Bab 89
90 Kembali Di Pertemukan Dengan Masalalu
91 Percaya Dengan Bocah
92 POV Angga
93 Kehamilan Fera
94 Selesai.
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6 Akhir dari semuanya.
7
Bab 7. Memulai kehidupan baru
8
Bab 8. Laki-laki menyebalkan
9
Bab 9. Menjalani drama
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Paksaan Menikah
17
Sekilas kisah masa lalu
18
Pernikahan dan kejutan
19
Malam pertama
20
Bingung
21
Malam pengantin yang tertunda
22
Rencana bulan madu
23
Shopping bersama mertua
24
Taman mawar
25
Siapa sebenar nya?
26
Terbongkar nya asal Aira
27
Sisi lain Aira
28
Kabar bahagia
29
Fera dan kehidupan nya
30
Ngidam aneh
31
Lahiran Aisyah
32
Nasihat untuk Aira
33
Tingkah diluar nalar Fera
34
Bertemu tidak sengaja
35
Kejadian tak terduga
36
Bayi kembar
37
Laki laki misterius
38
Kepulangan
39
Perhatian sang mertua
40
Kisah Hendra dan Fera
41
Menara Eiffel with kamu
42
Dua agresif
43
Kisah dua pasangan
44
Akhirnya ketahuan
45
Terbongkar
46
Aira pergi
47
Perkelahian antara adik dan kakak.
48
Baikan
49
Restu
50
Pulang
51
Kejutan
52
Bertemu calon mertua
53
Rencana tunangan yang mendadak
54
Bertemu mantan mertua julid
55
Bertemu mantan madu
56
Rencana Pulang
57
Tentang Siska Dan Angga
58
Rencana Licik Luck
59
Salah Faham
60
Bab 60
61
Kedatangan Hendra
62
Terbongkar
63
Penyesalan Angga
64
Dalang Penculikan
65
Kejadian Yang Begitu Cepat
66
Kabar Bahagia
67
Suami vs mertua posesif
68
Salah Faham
69
Bumil Mengidam
70
Bab 70
71
Fera sakit
72
Tentang Fera Dan Hendra
73
Kedatangan Bunda Rista
74
Kabar Duka
75
Kembali Bertemu dengan Siska
76
Meminta Izin
77
Melamar Nina
78
Kado Pernikahan
79
Melahirkan, tapi...
80
Cerita Luck
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Luck Galau
84
Bocah Nakal
85
Pernikahan Fera Dan Hendra
86
Kepergian Luck
87
Kepindahan Fera
88
Langkah Samudra
89
Bab 89
90
Kembali Di Pertemukan Dengan Masalalu
91
Percaya Dengan Bocah
92
POV Angga
93
Kehamilan Fera
94
Selesai.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!