Bab 8. Laki-laki menyebalkan

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tidak terasa tiga bulan sudah Aira hidup sendiri.

"Tidak ada penyesalan sedikitpun setelah aku memutuskan menyudahi semua nya, aku tetap menjadi wanita yang kuat, perlakuan mereka tidak membuat ku tumbang, aku sudah melupakan semua nya."

Ternyata semua nya harua di paksakan dulu, di paksa siap walau pun tidak siap.

Dipaksa ikhlas walau hati menolak.

"Aku sudah melupakan semua nya, kamu, kenangan kita. Aku sudah melupakan nya," Ucap Aira tersenyum.

Disore hari yang cerah, seorang wanita sedang duduk tersenyum manis melihat taman bunga yang sangat indah.

"Brukk."

"Aduh maaf, maaf saya lagi di kejar-kejar orang jahat," Ucap seseorang panik.

"Kamu, dimana-mana selalu ada kamu, kamu ngikutin aku ya sampe kesini," Ucap Aira kaget melihat laki-laki yang sering ia temui di tempat nya dulu.

"Sekarang saya tidak ada waktu meladeni wanita cerewet seperti kamu," Ucap laki-laki itu.

"Aku ga cerewet ya, setiap ketemu kamu, selalu saja menyebalkan," Ujar Aira.

Namun tidak disangka-sangka, laki-laki itu spontan menc!um Aira di bawah bunga-bunga yang indah itu.

Aira melotot kan mata nya, perasaan nya campur aduk.

"Kamu!" Hardik Aira marah.

"Maaf tapi tidak ada cara lain menghindari mereka, kalo mereka menemukan saya, tamat hidup saya, sekali lagi maaf," Ujar laki-laki misterius itu.

"Aku tidak akan memaafkan kamu sampai kapan pun, kamu sudah menodai aku, hiks." Ucap Aira menangis.

"Hanya berciuman, saya tidak melakukan hal lebih dari itu," Ujar laki-laki itu enteng.

"Plakk." Aira menampar laki-laki yang sudah mencium nya barusan.

"Kamu mungkin sudah biasa mencium wanita murahan sana-sini, tapi aku bukan wanita murahan!" Hardik Aira.

Lalu Aira pergi dengan perasaan kesal, namun laki-laki itu tetap menatap kepergian wanita yang barusan menampar nya. Lalu ia mencari ponsel di saku celana nya, ia menelpon seseorang di sebrang sana.

"Cari tahu wanita yang barusan bersama saya, cari informasi yang lengkap, dalam satu jam harus ada di ruangan saya." Ucap laki-laki itu menelpon seseorang.

"Tapi bos, wanita siapa, mana foto nya?" Tanya seseorang di sebrang telpon sana.

"Cek CCTV di taman bunga x sekarang, itu wanita nya," Jawab laki-laki itu, lalu ia menutup telepon itu sepihak.

"Wanita mana yang bisa menolak seorang laki-laki tampan dan gagah ini, apa dia tidak tau siapa laki-laki yang ia tampar ini," Ucap nya.

....

"Berani sekali dia mencium ku, mana aku tidak kenal dengan nya, huff menyebalkan sekali hari ini, tapi ciuman tadi..." Ucap Aira sambil memegang bibir yang tadi di cium laki-laki yang tidak ia kenal.

"Ahh apa sih aku ini, pokonya aku tidak mau bertemu laki-laki itu lagi."

Disisi lain.

"Mas apa sudah menemukan keberadaan mbak Aira?" Tanya Siska kepada sang suami nya Angga.

"Belum, aku sudah berusaha tapi Aira sangat pandai menyembunyikan jati diri nya," Jawab Angga bingung.

"Mbak Aira kemana ya, aku khawatir sekali," Ujar Siska.

"Sudah tiga bulan, berarti Aira benar-benar pergi," Ucap Angga.

"Aku akan mengikhlaskan Aira pergi, toh aku dengan Aira sudah bercerai, jadi kamu jangan menghawatirkan Aira, dia sudah memutuskan nya jadi aku yakin dia hidup baik-baik aja di luar sana," Ucap Angga.

Berbeda dengan laki-laki misterius itu, ia terus mengorek jati diri Aira.

"Apa alasan dia menyembunyikan identitas asli nya?" Tanya laki-laki itu.

"4Bulan yang lalu wanita itu bercerai dengan suami nya, wanita itu pergi tanpa sepengetahuan siapapun, suami nya menikah lagi dengan mantan kekasih nya dulu, wanita itu sudah menerima nya tapi ia sadar kalo ia tidak bisa menerima semua nya." Ucap seseorang itu lalu menjelaskan hal lain nya.

"Malang sekali nasib nya, mana masih muda," Ujar laki-laki itu.

"Ini bos alamat rumah nya," Ucap nya memberikan sesuatu.

"Kerja bagus," Jawab nya.

"Jadi itu alasan dia selalu menangis setiap kali bertemu saya, pantas saja," Ucap nya dalam hati.

Berbeda dengan Aira yang sedang siap-siap akan melakukan pekerjaan nya.

"Huf kalo mengingat hal kemarin, pasti emosi," Ucap Aira menatap diri nya di cermin.

"Tok...Tok...Tok..

Suara ketukan pintu terdengar, Aira heran siapa yang bertamu, kalo Aisyah atau Hendra pasti mereka ngabarin dulu.

" Sebentar,"Teriak Aira.

Lalu Aira membuka pintu, betapa kaget nya laki-laki yang mengetuk pintu itu adalah laki-laki yang menurut nya sangat menyebalkan.

"Kamu...Tau dari mana alamat rumah ku?" Tanya Aira heran.

"Hanya alamat rumah, itu urusan kecil," Jawab laki-laki itu.

"Apa mau kamu?" Tanya Aira

"Tidak ada," Jawab nya.

"Yasudah keluar sana, mengganggu kerjaan ku saja," Ujar Aira.

"Perkenalkan aku Samudra Mahendra Alexander," Ucap nya mengenalkan.

"Aku tidak ingin berkenalan dengan laki-laki menyebalkan seperti kamu, sana pergi," Ujar Aira mengusir laki laki yang bernama Samudra itu.

"Kamu tidak kenal sama saya?" Tanya Samudra heran.

"Tidak tau dan tidak mau tau siapa kamu, siapa nama kamu, aku tidak tertarik dengan kehidupan laki-laki menyebalkan seperti kamu!" Ucap Aira kehabisan kesabaran.

"Dasar wanita cerewet," Ujar Samudra.

"Aku memang cerewet, kenapa ga suka ya bodo amat, sana pergi," Ucap Aira mengusir Samudra.

"Kalo saya tidak mau pergi bagaimana?" Tanya Samudra sambil menatap Aira begitu dekat.

"K__Kamuu jangan kurang ajar ya," Ujar Aira.

"Pipi kamu merah merona, kamu gugup?" Ucap Samudra menggoda Aira.

Lalu Aira memegang pipi nya, lalu ia berkata,"Tidak,"Ucap nya gugup.

Samudra melepaskan pelukan nya dari Aira, ia tiba-tiba masuk ke dalam rumah, lalu ia duduk di kursi itu.

"Sudah menyebalkan, ditambah lagi tidak sopan," Ujar Aira.

"Kamu yang tidak sopan, ada tamu bukan nya di suruh masuk atau di kasih minum, malahan di usir," Jawab Samudra

"Tamu tidak di undang," Ujar Aira kesal.

"Sebenarnya kalo kamu tidak cerewet pasti cantik," Ucap Samudra menggoda Aira.

"Tidak minat," Jawab Aira ketus.

"Jadi penasaran, apa alasan kamu menyembunyikan identitas mu yang asli, apakah kamu seorang penj@hat," Ujar Samudra tiba tiba membuat Aira kaget.

"Maksud kamu?" Jawab Aira kaget, namun ia tetap tenang.

"Aira Putri Niranjana."

"Bukan kah itu identitas mu yang asli?" Ucap Samudra tersenyum.

"Kamu jangan ikut campur dengan kehidupan aku, aku tidak mengganggu kamu atau pun keluarga mu," Jawab Aira malas.

"Tapi saya suka mengusik kehidupan orang lain," Ujar Samudra tersenyum.

"Dasar laki-laki menyebalkan, sana pergi," Ucap Aira mengusir nya.

"Atau saya kasih tau mantan suami kamu alamat mu?" Ucap Samudra.

Aira bangkit dari duduk nya, lalu ia menghampiri Samudra.

"Jangan pernah ikut campur dengan kehidupan orang lain, kamu tidak pernah tau bagaimana kehidupan orang lain!" Ujar Aira yang sudah tidak bisa menahan amarah nya lagi.

"Tapi saya tau kehidupan kamu, tentang kamu yang bercerai, tentang alasan kamu pergi kesini, saya tau Aira Putri Niranjana," Jawab Samudra menatap Aira dengan senyuman khas nya.

"Apa mau kamu?" Tanya Aira bingung dengan laki-laki yang berada di depan nya sekarang.

"Saling menguntungkan, saya butuh kamu, dan rahasia kamu aman berada di saya," Jawab nya.

"Dalam hal apa? aku tidak mengenal mu," Ucap Aira bingung.

Terpopuler

Comments

Deliza Yuseva

Deliza Yuseva

Kasihan Hendra mengharapkan cintanyaAira ada cowok lain yg menyukainya Aira.

2024-12-31

0

Kamiem sag

Kamiem sag

wah... Hendra kena salip si Samudra

2024-12-15

1

mine😅

mine😅

bakL jodohnya aira ni kayaknya

2025-02-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6 Akhir dari semuanya.
7 Bab 7. Memulai kehidupan baru
8 Bab 8. Laki-laki menyebalkan
9 Bab 9. Menjalani drama
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Paksaan Menikah
17 Sekilas kisah masa lalu
18 Pernikahan dan kejutan
19 Malam pertama
20 Bingung
21 Malam pengantin yang tertunda
22 Rencana bulan madu
23 Shopping bersama mertua
24 Taman mawar
25 Siapa sebenar nya?
26 Terbongkar nya asal Aira
27 Sisi lain Aira
28 Kabar bahagia
29 Fera dan kehidupan nya
30 Ngidam aneh
31 Lahiran Aisyah
32 Nasihat untuk Aira
33 Tingkah diluar nalar Fera
34 Bertemu tidak sengaja
35 Kejadian tak terduga
36 Bayi kembar
37 Laki laki misterius
38 Kepulangan
39 Perhatian sang mertua
40 Kisah Hendra dan Fera
41 Menara Eiffel with kamu
42 Dua agresif
43 Kisah dua pasangan
44 Akhirnya ketahuan
45 Terbongkar
46 Aira pergi
47 Perkelahian antara adik dan kakak.
48 Baikan
49 Restu
50 Pulang
51 Kejutan
52 Bertemu calon mertua
53 Rencana tunangan yang mendadak
54 Bertemu mantan mertua julid
55 Bertemu mantan madu
56 Rencana Pulang
57 Tentang Siska Dan Angga
58 Rencana Licik Luck
59 Salah Faham
60 Bab 60
61 Kedatangan Hendra
62 Terbongkar
63 Penyesalan Angga
64 Dalang Penculikan
65 Kejadian Yang Begitu Cepat
66 Kabar Bahagia
67 Suami vs mertua posesif
68 Salah Faham
69 Bumil Mengidam
70 Bab 70
71 Fera sakit
72 Tentang Fera Dan Hendra
73 Kedatangan Bunda Rista
74 Kabar Duka
75 Kembali Bertemu dengan Siska
76 Meminta Izin
77 Melamar Nina
78 Kado Pernikahan
79 Melahirkan, tapi...
80 Cerita Luck
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Luck Galau
84 Bocah Nakal
85 Pernikahan Fera Dan Hendra
86 Kepergian Luck
87 Kepindahan Fera
88 Langkah Samudra
89 Bab 89
90 Kembali Di Pertemukan Dengan Masalalu
91 Percaya Dengan Bocah
92 POV Angga
93 Kehamilan Fera
94 Selesai.
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6 Akhir dari semuanya.
7
Bab 7. Memulai kehidupan baru
8
Bab 8. Laki-laki menyebalkan
9
Bab 9. Menjalani drama
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Paksaan Menikah
17
Sekilas kisah masa lalu
18
Pernikahan dan kejutan
19
Malam pertama
20
Bingung
21
Malam pengantin yang tertunda
22
Rencana bulan madu
23
Shopping bersama mertua
24
Taman mawar
25
Siapa sebenar nya?
26
Terbongkar nya asal Aira
27
Sisi lain Aira
28
Kabar bahagia
29
Fera dan kehidupan nya
30
Ngidam aneh
31
Lahiran Aisyah
32
Nasihat untuk Aira
33
Tingkah diluar nalar Fera
34
Bertemu tidak sengaja
35
Kejadian tak terduga
36
Bayi kembar
37
Laki laki misterius
38
Kepulangan
39
Perhatian sang mertua
40
Kisah Hendra dan Fera
41
Menara Eiffel with kamu
42
Dua agresif
43
Kisah dua pasangan
44
Akhirnya ketahuan
45
Terbongkar
46
Aira pergi
47
Perkelahian antara adik dan kakak.
48
Baikan
49
Restu
50
Pulang
51
Kejutan
52
Bertemu calon mertua
53
Rencana tunangan yang mendadak
54
Bertemu mantan mertua julid
55
Bertemu mantan madu
56
Rencana Pulang
57
Tentang Siska Dan Angga
58
Rencana Licik Luck
59
Salah Faham
60
Bab 60
61
Kedatangan Hendra
62
Terbongkar
63
Penyesalan Angga
64
Dalang Penculikan
65
Kejadian Yang Begitu Cepat
66
Kabar Bahagia
67
Suami vs mertua posesif
68
Salah Faham
69
Bumil Mengidam
70
Bab 70
71
Fera sakit
72
Tentang Fera Dan Hendra
73
Kedatangan Bunda Rista
74
Kabar Duka
75
Kembali Bertemu dengan Siska
76
Meminta Izin
77
Melamar Nina
78
Kado Pernikahan
79
Melahirkan, tapi...
80
Cerita Luck
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Luck Galau
84
Bocah Nakal
85
Pernikahan Fera Dan Hendra
86
Kepergian Luck
87
Kepindahan Fera
88
Langkah Samudra
89
Bab 89
90
Kembali Di Pertemukan Dengan Masalalu
91
Percaya Dengan Bocah
92
POV Angga
93
Kehamilan Fera
94
Selesai.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!