Bab 7. Memulai kehidupan baru

 "Brukk,"

"Maaf, tadi aku buru-buru," Ucap Aira.

Lalu kedua nya saling menatap, seolah-olah sedang meningat sesuatu.

"Aira, kamu...." Ucap seseorang itu.

"Hendra kan?" Tanya Aira menebak.

"Iyaa ini aku Hendra, kamu ngapain disini?" Tanya laki-laki yang bernama Hendra itu.

 "Panjang cerita nya," Jawab Aira.

"Yaudah kita nyari tempat enak buat ngobrol," Ajak Hendra.

 Lalu mereka mencari tempat yang nyaman untuk ngobrol.

 "Coba ceritakan bagaimana kamu bisa sampai pergi kesini? Kamu sama suami kamu disini?" Tanya Hendra

"Aku pergi kesini sendirian, aku dengan suamiku sudah bercerai," Jawab Aira membuat Hendra kaget.

"Sejak kapan?" Tanya Hendra.

"Belum lama," Jawab Aira.

 "Maaf kalo aku lancang menanyakan hal ini, kalian bercerai karena apa, soalnya ku lihat-lihat kalian bahagia, ga pernah kedengeran aneh-aneh juga," Tanya Hendra memastikan.

 "Mas angga sudah menikah lagi, sebetulnya menikah nya sudah lumayan lama, sudah mau setahun, tapi aku baru bercerai belum lama, soalnya aku pikir aku bakalan kuat dan juga ikhlas di poligami, tapi kenyataan nya aku tidak sekuat itu Hen," Jawab Aira.

 "Dengan alasan apa mantan suamimu menikah lagi?" Tanya Hendra

"Anak," Jawab Aira menunduk.

 "Hanya itu?" Tanya Hendra, lalu Aira mengangguk.

"Yaudah tidak apa-apa, kamu yang kuat ya, aku tau kamu bisa," Ucap Hendra.

"Aku pasti bisa Hen, aku sudah memutuskan semua nya,"Jawab Aira tersenyum.

" Kamu tidak pernah berubah, selalu menjadi wanita kuat,"Ucap Hendra.

"Kamu bisa aja Hen," Jawab Aira tersenyum

"Lalu kamu disini mau kerjaa apa?" Tanya Hendra

"Masih bingung, tapi aku sudah melamar kerja ke beberapa perusahaan, untuk sekarang aku masih mau senang-senang dulu disini," Ucap Aira tersenyum.

"Aku temenin boleh kan?" Tanya Hendra.

"Boleh banget, aku tidak punya teman juga disini," Jawab Aira.

Sekilas kisah Aira dan juga Hendra dahulu. Aira dengan Hendra teman sejak masih kecil, lalu mereka berpisah setelah Aira menikah, dan Hendra melanjutkan S2 pendidikan nya, setelah itu akhirnya Aira tidak tau lagi dengan kehidupan teman-teman nya.

 "Hen, setelah aku menikah dulu, kamu kenapa menghilang begitu saja? Aku tanya sama orangtua mu, katanya kamu melanjutkan S2 keluar negeri, waktu itu aku sedih tau kamu ga pamit dulu sama aku," Ucap Aira.

"Aku berpikir dulu takutnya bikin suami kamu salah faham, makanya aku pergi tanpa ngasih tau kamu, toh kamu juga sudah bahagia," Jawab Hendra.

"Tapikan kamu sahabat ku dari kecil, aku kamu sama Aisyah kan sudah sejak kecil bersama-sama," Ucap Aira.

 Hendra tersenyum kecut mendengar kata "Sahabat"

"Tapi sekarang kita sudah ketemu kan, dan kabar bahagia nya Aisyah juga disini, dia sudah menikah," Ucap Hendra.

"Kapan? ko aku ga tau yaa, sesibuk itukah aku setelah menikah, sampai-sampai sahabat ku menikah aku tidak tau," Ucap Aira.

"Kamu memang sesibuk itu, apalgi setelah kamu pindah keluar kota sama suami kamu, bener-bener ga pernah komunikasi, aku juga heran, kamu seperti menutup diri kamu," Jawab Hendra.

"Aisyah pasti benci sama aku kan Hen," Ucap Aira.

"Aku tidak membenci kamu Aira, justu aku selalu menanyakan kabar dirimu tapi tidak ada satu orang pun yang tau tentang kamu," Ucap seseorang tiba-tiba.

"Aisyah, kamu tau dari mana aku disini?" Tanya Aira kaget.

"Hendra, tadi mengirim pesan singkat sama aku," Jawab Aisyah memeluk Aira.

"Aisyah aku kangen sekali sama kamu, aku benar-benar minta maaf tidak hadir di pernikahan mu," Ucap Aira sembari membalas pelukan Aisyah.

"Udah lupain, aku mau dengerin cerita kamu dulu, gimana bisa cerai, gimana bisa kamu ada di sini," Tanya Aisyah penasaran.

Aira menceritakan kisah pernikahan nya dan kepergian nya tanpa sepengetahuan siapapun.

"Selama setahun kamu serumah dengan madu mu, kalo aku sudah ku jambak-jambak tuh pelakor," Ujar Aisyah geram.

"Hussttt, sebenarnya dia baik, selama serumah sama aku, dia banyak cerita ini itu, banyak membantu, dia juga suka rela membagi anak nya sama aku,"Jawab Aira.

" Membagi anak itu hal biasa, masih dibilang wajar, kalo berbagi suami itu nama nya kurang ajar, kenapa kamu bisa menerima semua nya Aira, hati mu terlalu baik."Ujar Aisyah.

"Pas awal-awal mas Angga kenalin dia sama aku, aku ga nerima dia sama sekali, aku kaget. Tapi mertua dan juga kedua orangtua ku sudah tahu duluan, hanya aku yang belum mengetahui nya, mereka memberitahu aku pas seminggu lagi mau menikah, dan pada saat itu wanita itu sudah hamil, aku tidak tau harus apa. Aku bisa aja menghancurkan mereka, tapi di antara mereka ada anak yang tidak bersalah, lagi pula aku belum bisa ngasih keturunan, sudah lima tahun kami menikah tapi belum juga memiliki keturunan," Jawab Aira.

"Kamu memang wanita hebat, aku bangga dengan kamu," Ucap Aisyah memeluk Aira.

"Udah ah jangan sedih-sedih, aku juga udah happy kan, jadi ceritain bagaimana bisa kamu menikah?" Tanya Aira penasaran.

"Cuman deket sebentar sih, terus dia ngajak aku nikah, terus kita nikah deh, dan sekarang aku lagi hamil," Jawab Aisyah sembari mengelus perut nya yang masih rata.

"Serius? Aaaaa aku senang banget," Ucap Aira mengelus perut sahabat nya itu.

"Kamu bebas nanti main sama anak aku, pokonya aku bebasin kamu buat jagain anak aku," Ucap Aisyah.

"Ga sabar deh nungguin lahir nya, semoga kalian sehat selalu yaa," Ucap Aira penuh harap.

Aisyah tersenyum melihat sang sahabat keliatan nya sudah bahagia.

"Aira, maaf ya aku harus pulang duluan, nanti kapan-kapan aku main ke rumah kamu ya sama Hendra," Ucap Aisyah.

"Iya tidak apa-apa, kamu hati-hati di jalan ya," Jawab Aira.

"Iya, sampai jumpa di lain waktu," Pamit Aisyah.

Aira tersenyum melihat kepergian sahabat nya.

"Yaudah Hen, aku pulang dulu ya," Pamit Aira.

"Aku antar, biar sekalian tau arah jalan ke rumah kamu," Ajak Hendra.

"Ga ngerepotin nih?" Tanya Aira.

"Engga dong, aku gas," Ajak Hendra menaiki mobil.

"Kamu tidak pernah berubah dari dulu Hen, emng kamu ga malu punya teman cewe semua nya," Tanya Aira penasaran.

"Ga dong, malahan aku happy, apalagi sama kamu," Jawab Hendra spontan.

"Aku? Maksud nya aku bagaimana sih Hen?" Tanya Aira bingung.

"Maksud nya sama kamu sama Aisyah gitu, kalo sama temen-temen cowo lain mah pada munaf!k."Jawab Hendra.

" Kamu ada-ada sajaa, jadi kapan kamu menikah?"Tanya Aira iseng.

"Nunggu kamu siap menikah lagu," Jawab Hendra.

"Kamu ini suka banget bercanda," Ucap Aira sembari tersenyum.

"Aku tidak bercanda Aira, aku serius jatuh cinta sama kamu sejak kecil," Ucap Hendra dalam hati.

Kedua nya tertawa, menertawakan lawakan Hendra.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

seneng baca kau bisa senyum tertawa dan happy Ra, moga itu semua bukan hanya pura-pura secara kan kau pintar berpura-pura bahagia selama ini

2024-12-15

1

G** Bp

G** Bp

senang melihatmu bisa tertawa lagi dan terlepas dari semuanya kamu juga berhak bahagia Aira...

2024-12-14

0

Ari Peny

Ari Peny

cerai aja kok nunggu hancur dulu sama2 sakitnya knp gk dr dulu

2024-12-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6 Akhir dari semuanya.
7 Bab 7. Memulai kehidupan baru
8 Bab 8. Laki-laki menyebalkan
9 Bab 9. Menjalani drama
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Paksaan Menikah
17 Sekilas kisah masa lalu
18 Pernikahan dan kejutan
19 Malam pertama
20 Bingung
21 Malam pengantin yang tertunda
22 Rencana bulan madu
23 Shopping bersama mertua
24 Taman mawar
25 Siapa sebenar nya?
26 Terbongkar nya asal Aira
27 Sisi lain Aira
28 Kabar bahagia
29 Fera dan kehidupan nya
30 Ngidam aneh
31 Lahiran Aisyah
32 Nasihat untuk Aira
33 Tingkah diluar nalar Fera
34 Bertemu tidak sengaja
35 Kejadian tak terduga
36 Bayi kembar
37 Laki laki misterius
38 Kepulangan
39 Perhatian sang mertua
40 Kisah Hendra dan Fera
41 Menara Eiffel with kamu
42 Dua agresif
43 Kisah dua pasangan
44 Akhirnya ketahuan
45 Terbongkar
46 Aira pergi
47 Perkelahian antara adik dan kakak.
48 Baikan
49 Restu
50 Pulang
51 Kejutan
52 Bertemu calon mertua
53 Rencana tunangan yang mendadak
54 Bertemu mantan mertua julid
55 Bertemu mantan madu
56 Rencana Pulang
57 Tentang Siska Dan Angga
58 Rencana Licik Luck
59 Salah Faham
60 Bab 60
61 Kedatangan Hendra
62 Terbongkar
63 Penyesalan Angga
64 Dalang Penculikan
65 Kejadian Yang Begitu Cepat
66 Kabar Bahagia
67 Suami vs mertua posesif
68 Salah Faham
69 Bumil Mengidam
70 Bab 70
71 Fera sakit
72 Tentang Fera Dan Hendra
73 Kedatangan Bunda Rista
74 Kabar Duka
75 Kembali Bertemu dengan Siska
76 Meminta Izin
77 Melamar Nina
78 Kado Pernikahan
79 Melahirkan, tapi...
80 Cerita Luck
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Luck Galau
84 Bocah Nakal
85 Pernikahan Fera Dan Hendra
86 Kepergian Luck
87 Kepindahan Fera
88 Langkah Samudra
89 Bab 89
90 Kembali Di Pertemukan Dengan Masalalu
91 Percaya Dengan Bocah
92 POV Angga
93 Kehamilan Fera
94 Selesai.
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6 Akhir dari semuanya.
7
Bab 7. Memulai kehidupan baru
8
Bab 8. Laki-laki menyebalkan
9
Bab 9. Menjalani drama
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Paksaan Menikah
17
Sekilas kisah masa lalu
18
Pernikahan dan kejutan
19
Malam pertama
20
Bingung
21
Malam pengantin yang tertunda
22
Rencana bulan madu
23
Shopping bersama mertua
24
Taman mawar
25
Siapa sebenar nya?
26
Terbongkar nya asal Aira
27
Sisi lain Aira
28
Kabar bahagia
29
Fera dan kehidupan nya
30
Ngidam aneh
31
Lahiran Aisyah
32
Nasihat untuk Aira
33
Tingkah diluar nalar Fera
34
Bertemu tidak sengaja
35
Kejadian tak terduga
36
Bayi kembar
37
Laki laki misterius
38
Kepulangan
39
Perhatian sang mertua
40
Kisah Hendra dan Fera
41
Menara Eiffel with kamu
42
Dua agresif
43
Kisah dua pasangan
44
Akhirnya ketahuan
45
Terbongkar
46
Aira pergi
47
Perkelahian antara adik dan kakak.
48
Baikan
49
Restu
50
Pulang
51
Kejutan
52
Bertemu calon mertua
53
Rencana tunangan yang mendadak
54
Bertemu mantan mertua julid
55
Bertemu mantan madu
56
Rencana Pulang
57
Tentang Siska Dan Angga
58
Rencana Licik Luck
59
Salah Faham
60
Bab 60
61
Kedatangan Hendra
62
Terbongkar
63
Penyesalan Angga
64
Dalang Penculikan
65
Kejadian Yang Begitu Cepat
66
Kabar Bahagia
67
Suami vs mertua posesif
68
Salah Faham
69
Bumil Mengidam
70
Bab 70
71
Fera sakit
72
Tentang Fera Dan Hendra
73
Kedatangan Bunda Rista
74
Kabar Duka
75
Kembali Bertemu dengan Siska
76
Meminta Izin
77
Melamar Nina
78
Kado Pernikahan
79
Melahirkan, tapi...
80
Cerita Luck
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Luck Galau
84
Bocah Nakal
85
Pernikahan Fera Dan Hendra
86
Kepergian Luck
87
Kepindahan Fera
88
Langkah Samudra
89
Bab 89
90
Kembali Di Pertemukan Dengan Masalalu
91
Percaya Dengan Bocah
92
POV Angga
93
Kehamilan Fera
94
Selesai.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!