Bab 14

 "Bagaimana kalian sudah mencari tahu siapa perempuan yang saya katakan?" Tanya lelaki paruh baya itu.

"Sudah tuan, kami mengirim kan ke email tuan," Jawab sang anak buah.

"Baik, bagaimana perkembangan tentang pencarian seseorang yang saya katakan itu," Tanya sang laki laki paruh baya itu.

"Maaf tuan kami belum juga menemukan nya," Jawab sang anak buah sembari menundukan kepala nya.

"Baiklah, kalian cari sampai menemukan mereka," Ucap laki laki paruh baya itu menghela nafas berat.

Sementara disisi lain. Ketiga wanita itu masih berada di halaman belakang taman Aira.

"Sam, kenapa melamun?" Tanya Aira.

"Lagi mikirin kerjaan," Jawab Samudra.

"Oh, yaudah nih makan bolu bikinan aku," Ucap Aira memberikan sepotong bolu.

"Oke makasih, semoga aja ini bolu nya enak," Ujar Samudra meledek.

"Enak lah, aku pintar bikin bolu. Emang nya kamu cuman bisa bikin aku emosi," Ucap Aira kesal.

"Perasaan setiap bicara dengan ku, pasti kamu emosi," Ucap Samudra heran.

"Kamu nya nyebelin," Jawab Aira.

"Buset tu cewe cerewet amat," Ucap Samudra.

 "Aira, kami pamit pulang dulu ya," Ucap bu Meilani berpamitan.

"Kenapa harus pulang sekarang, kan aku belum masak buat kita makan makan," Ucap Aira sedih.

"Lain kali kita kesini lagi ya, tante ada janji sama temen temen tante," Ujar bu Meilani mengusap pundak Aira.

"Yaudah tidak apa-apa, lain kali kita masak masak ya tan, nek dan juga Fera," Ucap Aira.

"Maaf ya kami buru buru, terima kasih atas jamuan nya sayang," Ucap Nenek sinta.

"Iya nek sama sama," Jawab Aira.

"Kami pamit dulu ya, ka Aira," Ucap Fera.

 Aira tersenyum melihat kepergian mereka, rasa nya hangat sekali kalo punya keluarga.

 "Aku sudah lama juga ga ketemu sama Aisyah," Ucap Aira dalam hati, lalu ia membuka ponsel nya

 (Hai Aisyah, ada waktu ga hari ini? udah lama kita ga ketemu, ajak Hendra sekalian) ucap Aira di telpon.

(Oke, mau sekarang aja ni mungpung aku lagi santai banget) Jawab Aisyah di sebrang telfon.

(Boleh, aku otw ke tempat biasa ya) Ucap Aira, lalu ia menutup telfon nya.

...

Sementara disisi lain.

"Bagaimana ya nanti kalo mereka tau kalo aku sama Aira cuman pura-pura," Ucap Samudra dalam hati.

"Kenapa kaka melamun? Baru juga ketemu sama ka Aira, masa udah kangen lagi sih ka," Ucap Fera.

"Iyalah kangen sama pacar sendiri," Jawab Samudra.

"Aku juga pengen punya pacar," Ucap Fera keceplosan, Samudra melototkan mata nya melihat ke arah sang adik.

"Kalo kamu ketahuan pacaran, akan kaka hajar tuh cowo," Ucap Samudra.

"Apa sih ka,punya juga engga, ini kan cuman kalo aku punya pacar gitu," Jawab Fera merasa takut dengan sang kaka.

"Kamu masih kecil, jangan pacaran pacaran." Ucap bu Meilani menasehati sang anak perempuan nya.

"Iya mom," Jawab Fera.

"Ibu kenapa kaya ada yang ibu pikirin?" Tanya bu Meilani.

"Ibu cuman kepikiran Aira, dia seperti mirip dengan siapa ya," Ucap nenek Sinta yang sedang mengingat ngingat Aira.

"Mungkin cuman kebetulan aja bu, ibu kan memang dari dulu sudah sering ketemu orang," Ucap bu Meilani.

 "Iya mungkin," Jawab nenek Sinta.

**

"Hai Aisyah," Salam Aira.

"Hai, ayo duduk," Ucap Aisyah.

"Maaf ya baru dateng, soalnya tadi beresin pekerjaan dulu," Ucap Aira.

"Iya gapapa, pesan minum dulu," Ucap Aisyah menawarkan.

**

Sementara itu Samudra sedang sibuk dengan pekerjaan nya yang sudah ia tinggali beberapa hari kebelakang, ia hanya mempercayakan pekerjaan nya kepada sang asisten.

"Maaf bos, satu jam lagi kita akan meeting," Ucap sang asisten memberi tahu.

"Baik, saya bereskan dulu kerjaan yang sudah saya tinggalkan ini," Jawab Samudra menghela nafas.

"Baik kalo begitu saya permisi dulu," Ucap asisten berpamitan.

 Tak...Tak... Takk.... Suara langkah kaki terdengar nyaring masuk ke ruangan Samudra.

"Iya nanti meeting satu jam lagi," Ucap Samudra tidak melihat siapa yang datang.

"Kamu pikir kakek asisten kamu," Ujar sang kakek yang datang.

"Yaampun ke, aku kira tadi asisten ku yang masuk," Ucap Samudra berdiri dari duduk nya.

"Kakek kesini hanya ingin memastikan kalo hubungan mu dengan wanita itu tidak pura-pura," Ucap sang kakek.

"Kakek ini bicara apa sih, aku sama Aira sebentar lagi akan menikah, jadi mana mungkin kami pura-pura," Jawab Samudra meyakinkan kakek nya.

"Kakek harap kamu tidak mempermainkan pernikahan," Ucap sang kakek tegas.

"Tidak akan kakek," Jawab Samudra.

"Ingat, mata kakek dimana mana," Ucap sang kakek tegas.

"Kami akan menikah bulan depan," Tegas Samudra memberitahu sang kakek.

  Lalu sang kakek keluar dari ruangan Samudra dengan tersenyum.

***

 Disisi lain Aira sedang melakukan pekerjaan nya. Ia di sadar kan dengan ponsel yang berdering.

 (Nanti malam, saya ke rumah mu, ada yang harus kita bicarakan, ini sangat penting) ucap nya di sebrang telpon sana.

(Sepenting apa? saya sibuk.) Jawab Aira malas.

( Nanti kita bicara, jam 07:00 saya kesana) ucap nya di telpon.

Tuutt...

"Nih orang ga punya sopan banget dah, dia yang butuh tapi kaya yang ga butuh gitu," Ucap Aira malas dengan tingkah laku Samudra.

 Sedang kan Samudra yang sedang cemas dengan perkataan nya tadi kepada sang kakek yang akan menikah bulan depan.

"Bagaimana ini, kenapa ceroboh sekali sih, lagian Aira tidak akan mau menikah dengan saya. Bagaimana cara nya agar dia mau menikah bulan depan." Ucap Samudra dalam hati.

 Tokk..Tok..

"Masuk," Jawab Samudra.

"Tuan, meeting akan di lakukan lima menit lagi," Ucap sang asisten mengingat kan bos nya.

"Baik, saya akan segera keruangan meeting sekarang," Ucap Samudra bergegas.

 Bisik bisik semua karyawan terdngar, hal yang sangat Samudra tidak ia sukai.

 "Kerja, jangan bergosip," Ucap Samudra kepada semua karyawan nya.

"Ganteng tapi galak."

"Ganteng tapi masih jomblo," Itulah bisik bisik semua karyawan nya.

 "Saya mendengar kalian berbicara apa, kerja sekarang atau gaji kalian akan saya potong," Ucap Samudra tegas.

"Baik pak," Jawab serentak.

***

Tak terasa hari sudah berganti malam.

"Jadi ga sih kesini, kalo ga jadi, aku mau tidur," Ucap Aira dalam hati menunggu Samudra.

  Jam sudah menunjukan pukul delapan malam, namun Samudra tidak kunjung datang, Aira bingung menunggu Samudra.

  Sebenar nya aku sangat bingung, apa rencana tuhan di balik bertemu nya aku dengan laki-laki yang bernama Samudra itu, apakah ini akan menjadi takdir masa depan ku atau ini semua hanya takdir yang singkat.

 Namun di balik kebingungan ku, aku harap aku tidak pernah mencinta Samudra atau laki laki mana pun.

 Tidak sadar karena Aira melanun, ia ga sadar sedari tadi bel rumah berbunyi dan beberapa kali ketukan pintu terdengar.

 Tok...Tokk...Suara ketukan pintu terdengar.

"Itu pasti laki laki menyebalkan," Ucap Aira dalam hati, ia berjalan kearah pintu untuk membuka nya.

 "Sam...." Ucap Aira terpotong karena kaget.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

siapa yg datang

2024-12-15

0

awesome moment

awesome moment

siapa n?

2024-11-24

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6 Akhir dari semuanya.
7 Bab 7. Memulai kehidupan baru
8 Bab 8. Laki-laki menyebalkan
9 Bab 9. Menjalani drama
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Paksaan Menikah
17 Sekilas kisah masa lalu
18 Pernikahan dan kejutan
19 Malam pertama
20 Bingung
21 Malam pengantin yang tertunda
22 Rencana bulan madu
23 Shopping bersama mertua
24 Taman mawar
25 Siapa sebenar nya?
26 Terbongkar nya asal Aira
27 Sisi lain Aira
28 Kabar bahagia
29 Fera dan kehidupan nya
30 Ngidam aneh
31 Lahiran Aisyah
32 Nasihat untuk Aira
33 Tingkah diluar nalar Fera
34 Bertemu tidak sengaja
35 Kejadian tak terduga
36 Bayi kembar
37 Laki laki misterius
38 Kepulangan
39 Perhatian sang mertua
40 Kisah Hendra dan Fera
41 Menara Eiffel with kamu
42 Dua agresif
43 Kisah dua pasangan
44 Akhirnya ketahuan
45 Terbongkar
46 Aira pergi
47 Perkelahian antara adik dan kakak.
48 Baikan
49 Restu
50 Pulang
51 Kejutan
52 Bertemu calon mertua
53 Rencana tunangan yang mendadak
54 Bertemu mantan mertua julid
55 Bertemu mantan madu
56 Rencana Pulang
57 Tentang Siska Dan Angga
58 Rencana Licik Luck
59 Salah Faham
60 Bab 60
61 Kedatangan Hendra
62 Terbongkar
63 Penyesalan Angga
64 Dalang Penculikan
65 Kejadian Yang Begitu Cepat
66 Kabar Bahagia
67 Suami vs mertua posesif
68 Salah Faham
69 Bumil Mengidam
70 Bab 70
71 Fera sakit
72 Tentang Fera Dan Hendra
73 Kedatangan Bunda Rista
74 Kabar Duka
75 Kembali Bertemu dengan Siska
76 Meminta Izin
77 Melamar Nina
78 Kado Pernikahan
79 Melahirkan, tapi...
80 Cerita Luck
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Luck Galau
84 Bocah Nakal
85 Pernikahan Fera Dan Hendra
86 Kepergian Luck
87 Kepindahan Fera
88 Langkah Samudra
89 Bab 89
90 Kembali Di Pertemukan Dengan Masalalu
91 Percaya Dengan Bocah
92 POV Angga
93 Kehamilan Fera
94 Selesai.
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6 Akhir dari semuanya.
7
Bab 7. Memulai kehidupan baru
8
Bab 8. Laki-laki menyebalkan
9
Bab 9. Menjalani drama
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Paksaan Menikah
17
Sekilas kisah masa lalu
18
Pernikahan dan kejutan
19
Malam pertama
20
Bingung
21
Malam pengantin yang tertunda
22
Rencana bulan madu
23
Shopping bersama mertua
24
Taman mawar
25
Siapa sebenar nya?
26
Terbongkar nya asal Aira
27
Sisi lain Aira
28
Kabar bahagia
29
Fera dan kehidupan nya
30
Ngidam aneh
31
Lahiran Aisyah
32
Nasihat untuk Aira
33
Tingkah diluar nalar Fera
34
Bertemu tidak sengaja
35
Kejadian tak terduga
36
Bayi kembar
37
Laki laki misterius
38
Kepulangan
39
Perhatian sang mertua
40
Kisah Hendra dan Fera
41
Menara Eiffel with kamu
42
Dua agresif
43
Kisah dua pasangan
44
Akhirnya ketahuan
45
Terbongkar
46
Aira pergi
47
Perkelahian antara adik dan kakak.
48
Baikan
49
Restu
50
Pulang
51
Kejutan
52
Bertemu calon mertua
53
Rencana tunangan yang mendadak
54
Bertemu mantan mertua julid
55
Bertemu mantan madu
56
Rencana Pulang
57
Tentang Siska Dan Angga
58
Rencana Licik Luck
59
Salah Faham
60
Bab 60
61
Kedatangan Hendra
62
Terbongkar
63
Penyesalan Angga
64
Dalang Penculikan
65
Kejadian Yang Begitu Cepat
66
Kabar Bahagia
67
Suami vs mertua posesif
68
Salah Faham
69
Bumil Mengidam
70
Bab 70
71
Fera sakit
72
Tentang Fera Dan Hendra
73
Kedatangan Bunda Rista
74
Kabar Duka
75
Kembali Bertemu dengan Siska
76
Meminta Izin
77
Melamar Nina
78
Kado Pernikahan
79
Melahirkan, tapi...
80
Cerita Luck
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Luck Galau
84
Bocah Nakal
85
Pernikahan Fera Dan Hendra
86
Kepergian Luck
87
Kepindahan Fera
88
Langkah Samudra
89
Bab 89
90
Kembali Di Pertemukan Dengan Masalalu
91
Percaya Dengan Bocah
92
POV Angga
93
Kehamilan Fera
94
Selesai.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!