Bab 13

 "Kaya nya kakek kamu ga suka sama aku deh, keliatan sih dari cara beliau menatap aku," Ujar Aira.

"Kakek memang seperti itu orang nya, apalagi sama orang yang baru ia kenal," Jawab Samudra.

"Apa ga bakal kebongkar semua ini?" Ucap Aira.

"Semoga aja engga, soal nya kakek tuh mata nya di mana mana," Jawab Samudra yang merasakan khawatir.

"Sebenar nya ga masalah sih, cuman itu kamu bisa menjamin tentang keselamatan aku?" Ucap Aira yang mulai khawtir.

"Aman, kamu akan baik-baik saja," Jawab Samudra.

 "Aku jadi teringat tadi kata mu, calon istri dan mau menikah, kita kan perjanjian nya cuman pacaran pura-pura," Ucap Aira kesal.

"Saya eh aku kan belum bilang sepenuh nya, kalo kita nanti bakalan ada nikah," Jawab Samudra menjelaskan.

"APA!! Jangan gila kamu," Hardik Aira marah.

"Biasa aja dong, jangan teriak teriak begitu, telinga saya sakit," Ucap Samudra.

"Aku ga mau ya kita nikah, kamu udah tau kalo aku sudah pernah menikah dan tidak ada kepikiran buat nikah lagi," Kata Aira kesal.

"Kan nikah pura-pura, kita tidak akan menjadi suami istri yang sebenar nya," Jawab Samudra.

"GA!!! Aku tidak mau mempermainkan pernikahan. Pernikahan itu sakral, kamu jangan main-main dengan pernikahan," Ucap Aira kesal.

"Pokonya kita akan menikah, kamu tidak berhak menolak," Ujar Samudra.

"Aku lebih berhak dengan diri ku sendiri," Jawab Aira kesal, ia pergi berjalan sendiri dengan rasa kesal nya.

"Saya pastikan, bila waktu nya tiba. Kamu tidak akan menolak menikah dengan saya Samudra Mahendra Alexander, sang pewaria yang tampan," Ucap Samudra dengan senyum khas nya.

 Sementara Aira begitu kesal dengan pemaksaan yang dilakukan oleh Samudra.

"Dia pikir dia siapa bisa maksa gitu, pokonya apapun yang terjadi, aku tidak boleh menikah dengan nya atau dengan siapapun," Ucap Aira dalam hati.

 Sementara disisi lain. Seorang lelaki paruh baya sedang memikirkan hal yang akan ia lakukan kedepan nya.

"Tolong cari tahu siapa wanita yang dibawa oleh cucu ku, mereka mengatakn kalo mereka pacaran, tapi saya tidak percaya, itu mungkin akal-akalan cucu ku agar tidak di jodoh kan dengan wanita pilihan ibu nya," Ucap laki-laki paruh baya sembari memberikan foto seorang wanita.

"Baik tuan, saya akan mencari tau siapa wanita yang tuan katakan," Jawab sang lelaki yang berotot itu.

"Segera cari tahu," Ujar laki-laki paruh baya itu.

 "Dan tolong kalian cari tahu lagi teman saya yang ada di indonesia, cari anak nya. Sudah dua tahun kalian mencari anak nya teman saya, tapi belum ada hasil nya," Sambung nya lagi.

"Baik tuan, kami permisi dulu," Ucap nya, lalu sang lelaki paruh baya itu mengangguk.

"Aku harus mencari kemana lagi, aku sudah berusaha mencari anak mu, tapi sampai sekarang aku belum menemukan nya, maafkan aku ren," Ucap sang laki-laki paruh baya itu sembari memegang foto seseorang.

***

Dimansion ketiga wanita sedang menunggu Samudra pulang.

"Mom, mana sih kaka, ko belum pulang juga," Tanya Fera kesal.

"Sebentar lagi, mommy juga tidak sabar menunggu kaka mu pulang," Jawab bu Meilani sang ibu

"Nah yang ditunggu tunggu sudah sampai," Ucap sang nenek.

"Ada apa nih, ko kaya lagi nungguin sesuatu," Tanya Samudra bingung.

"Lagi nungguin kaka," Jawab Fera.

"Tumben, ada apa?" Tanya Samudra kebingungan.

"Mau minta alamat calon mantu mommy lah," Ucap bu Meilanii.

"Ga akan aku kasih, nanti kalian bikin onar," Jawab Samudra.

"Cucu kurang ajar! cepat kasih tau kami dimana alamat rumah calon menantu kami," Ucap sang nenek memukul Samudra dengan tongkat nya.

"Nanti Samudra kasih tau, lagian masa sih malam-malam seperti ini mau bertamu ke rumah orang lain," Ujar Samudra

"Ga sekarang juga, mungkin besok, cepat kasih tau kami dimana alamat rumah nya," Ucap Meilani sang ibu memaksa.

"Besok pagi aku antar kerumah nya," Jawab Samudra.

***

"Kenapa sih aku tidak bisa tidur," Ucap Aira kesal.

 Kringg kringg... Suara ponsel berbunyi.

"Ada apa jam segini gangguin orang tidur," Ucap Aira menjawab telfon.

"Cuman mau mastiin aja kalo kamu sudah sampai ke rumah," Jawab Samudra di sebrang telpon sana.

"Gangguin orang aja," Ucap Aira kesal.

"Ingat ya, mau tidak mau. Kita akan menikah," Ucap Samudra lalu menutup telpon nya.

 "Dih nih orang gila apa gimana sih, awas aja kalo sekali lagi dia maksa buat menikah," Ucap Aira kesal

 ***

Pagi nya Aira sengaja bikin bolu untuk ia sarapan, menikmati pagi di taman belakang dengan secangkir kopi dan jugaa bolu yang ia buat sendiri.

 Tok...Tok...Suara pintu terdengar.

 "Huuh baru juga mau santai, pasti dia datang kesini pagi-pagi begini," Ucap Aira dalam hati kesal.

 "Sebentar," Teriak Aira, ia pikir yang datang kerumah nya hanya Samudra, jadi sudah biasa ia berteriak.

"Ada apa sih masih pagi sudah gangguin orang," Ucap Aira sembari membuka kan pintu nya, ia kaget ternyata Samudra datang tidak sendiri.

"Tante, nenek, Maaf aku kira tadi hanya Samudra kesini, soal nya biasa nya Samudra suka kesini pagi-pagi," Ucap Aira malu.

"Tidak apa-apa sayang, kami mengerti ko," Jawab Bu Meilani.

"Hufff tidak di persilahkan masuk ni," Ujar Fera tiba tiba.

"Kamu kesini juga Fer," Ucap Aira tersenyum.

"Ia dong ka, masa mommy sama nenek kesini aku tidak ikut," Jawab Fera.

"Yaudah ayo masuk tante, nenek dan juga fera, maaf ya rumah nya berantakan," Ujar Aira mempersilahkan masuk.

"Saya ga di suruh masuk gitu," Ucap Samudra.

"Kamu mah ga di suruh masuk juga masuk sendiri," Ujar Aira dengan nada malas.

"Ternyata kalian lagi berantem, pantes aja semalam ka Samudra melamun," Ujar Fera lalu ia berlari ke arah sang mommy.

"Anak kecil sotau," Ucap Samudra, ada rasa ingin memukul sang adik.

"Pantesan semalam kamu telpon aku, ternyata kangen toh sama aku. Ingat yaa! jangan jatuh cinta beneran," Ucap Aira berbisik.

"Kamu jangan percaya dengan omongan Fera, tidak ada sejarah dalam hidup saya memikirkan wanita, ada juga para wanita memkirkan saya," Jawab Samudra angkuh.

"Tapi tengah malam nelpon," Ucap Aiira.

 "Ada sih bisik-bisik, nanti aja pacaran nya," Ucap Fera.

 Lalu Aira mengajak ketiga perempuan itu ke taman yang Aira buat.

"Kamu suka bunga juga," Ucap sang nenek.

"Iya nek, suka banget," Jawab Aira.

"Berarti kita sama sayang, tante juga suka banget merawat bunga, ada juga loh taman bunga di mansion," Ucap bu Meilani.

  Aira tersenyum mendengar perkataan ketiga wanita itu.

Terpopuler

Comments

Ranny

Ranny

Aira itulah anak dari teman mu yg sedang kau cari² pak tua 😊

2025-03-14

0

Ashry Huda Huda

Ashry Huda Huda

kakek hrus jeli doonng lah temen sudah ada di depan mata 😁😁😁

2025-03-09

0

Aries suratman Suratman

Aries suratman Suratman

Aira Kan Anaknya Renjana Sahabatnya Kakek Samudra

2025-01-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6 Akhir dari semuanya.
7 Bab 7. Memulai kehidupan baru
8 Bab 8. Laki-laki menyebalkan
9 Bab 9. Menjalani drama
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Paksaan Menikah
17 Sekilas kisah masa lalu
18 Pernikahan dan kejutan
19 Malam pertama
20 Bingung
21 Malam pengantin yang tertunda
22 Rencana bulan madu
23 Shopping bersama mertua
24 Taman mawar
25 Siapa sebenar nya?
26 Terbongkar nya asal Aira
27 Sisi lain Aira
28 Kabar bahagia
29 Fera dan kehidupan nya
30 Ngidam aneh
31 Lahiran Aisyah
32 Nasihat untuk Aira
33 Tingkah diluar nalar Fera
34 Bertemu tidak sengaja
35 Kejadian tak terduga
36 Bayi kembar
37 Laki laki misterius
38 Kepulangan
39 Perhatian sang mertua
40 Kisah Hendra dan Fera
41 Menara Eiffel with kamu
42 Dua agresif
43 Kisah dua pasangan
44 Akhirnya ketahuan
45 Terbongkar
46 Aira pergi
47 Perkelahian antara adik dan kakak.
48 Baikan
49 Restu
50 Pulang
51 Kejutan
52 Bertemu calon mertua
53 Rencana tunangan yang mendadak
54 Bertemu mantan mertua julid
55 Bertemu mantan madu
56 Rencana Pulang
57 Tentang Siska Dan Angga
58 Rencana Licik Luck
59 Salah Faham
60 Bab 60
61 Kedatangan Hendra
62 Terbongkar
63 Penyesalan Angga
64 Dalang Penculikan
65 Kejadian Yang Begitu Cepat
66 Kabar Bahagia
67 Suami vs mertua posesif
68 Salah Faham
69 Bumil Mengidam
70 Bab 70
71 Fera sakit
72 Tentang Fera Dan Hendra
73 Kedatangan Bunda Rista
74 Kabar Duka
75 Kembali Bertemu dengan Siska
76 Meminta Izin
77 Melamar Nina
78 Kado Pernikahan
79 Melahirkan, tapi...
80 Cerita Luck
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Luck Galau
84 Bocah Nakal
85 Pernikahan Fera Dan Hendra
86 Kepergian Luck
87 Kepindahan Fera
88 Langkah Samudra
89 Bab 89
90 Kembali Di Pertemukan Dengan Masalalu
91 Percaya Dengan Bocah
92 POV Angga
93 Kehamilan Fera
94 Selesai.
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6 Akhir dari semuanya.
7
Bab 7. Memulai kehidupan baru
8
Bab 8. Laki-laki menyebalkan
9
Bab 9. Menjalani drama
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Paksaan Menikah
17
Sekilas kisah masa lalu
18
Pernikahan dan kejutan
19
Malam pertama
20
Bingung
21
Malam pengantin yang tertunda
22
Rencana bulan madu
23
Shopping bersama mertua
24
Taman mawar
25
Siapa sebenar nya?
26
Terbongkar nya asal Aira
27
Sisi lain Aira
28
Kabar bahagia
29
Fera dan kehidupan nya
30
Ngidam aneh
31
Lahiran Aisyah
32
Nasihat untuk Aira
33
Tingkah diluar nalar Fera
34
Bertemu tidak sengaja
35
Kejadian tak terduga
36
Bayi kembar
37
Laki laki misterius
38
Kepulangan
39
Perhatian sang mertua
40
Kisah Hendra dan Fera
41
Menara Eiffel with kamu
42
Dua agresif
43
Kisah dua pasangan
44
Akhirnya ketahuan
45
Terbongkar
46
Aira pergi
47
Perkelahian antara adik dan kakak.
48
Baikan
49
Restu
50
Pulang
51
Kejutan
52
Bertemu calon mertua
53
Rencana tunangan yang mendadak
54
Bertemu mantan mertua julid
55
Bertemu mantan madu
56
Rencana Pulang
57
Tentang Siska Dan Angga
58
Rencana Licik Luck
59
Salah Faham
60
Bab 60
61
Kedatangan Hendra
62
Terbongkar
63
Penyesalan Angga
64
Dalang Penculikan
65
Kejadian Yang Begitu Cepat
66
Kabar Bahagia
67
Suami vs mertua posesif
68
Salah Faham
69
Bumil Mengidam
70
Bab 70
71
Fera sakit
72
Tentang Fera Dan Hendra
73
Kedatangan Bunda Rista
74
Kabar Duka
75
Kembali Bertemu dengan Siska
76
Meminta Izin
77
Melamar Nina
78
Kado Pernikahan
79
Melahirkan, tapi...
80
Cerita Luck
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Luck Galau
84
Bocah Nakal
85
Pernikahan Fera Dan Hendra
86
Kepergian Luck
87
Kepindahan Fera
88
Langkah Samudra
89
Bab 89
90
Kembali Di Pertemukan Dengan Masalalu
91
Percaya Dengan Bocah
92
POV Angga
93
Kehamilan Fera
94
Selesai.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!