Bab 5

Aira berlari sekuat tenaga, menghindari deras nya hujan yang membasahi tubuh nya.

"Hujan ini tidak seberapa dengan tangisan ku ketika aku tau suamiku menikah lagi dengan mantan kekasih nya dulu," Lirih Aira menyusut kucuran air hujan.

"Jangan main hujan, nanti kamu sakit," Ucap seseorang yang tiba-tiba membawa payung.

"Kamu lagi, dimana mana ketemu kamu lagi, kamu ngikutin aku?" Ucap Aira.

"Hanya kebetulan, jangan salah sangka. Saya lebih heran sama kamu, disini nangis, disana nangis. Sudah ku kasih tau lepaskan apapun yang membuat kamu sakit," Jawab nya.

"Kamu tau apa tentang hidup orang laiin, kamu mana tau rasa nya dipaksakan menerima takdir yang menyakitkan," Jawab Aira.

"Kamu yang plin plan, kamu yang berkah atas dirimu, putuskan sekarang atau kamu akan menderita selama hidup kamu," Jawab nya lagi.

"Bawa payung ini, jangan hujan hujanan nanti kamu sakit, kalo sudah sakit hati jangan sampai sakit badan,"

Lalu laki-laki melangkah kan kaki nya menjauhi Aira yang sedang menangis pilu.

...

Disisi lain Siska sedang mencemaskan Aira yang tidak kunjung pulang, melihat jam yang sudah malam, Siska menjadi cemas.

"Mas Angga," Teriak Siska memanggil suami nya.

"Ada apa sayang?" Tanya Angga.

"Mbak Aira belum pulang, ini sudah larut malam, aku khawatir," Jawab Siska.

"Aku kira Aira sudah pulang, yasudah aku cari Aira dulu ya, kamu dirumah dulu," Ucap Angga.

Siska menganggukan kepala nya.

Angga bergegas keluar rumah, niat hati ingin mencari sang istri, namun ketika ia membuka kan pintu. Ia melihat Aira pulang dengan basah kuyup.

"Sayang, kamu habis darimana? Baju bu basah," Tanya Angga.

"Tadi aku ada kerjaan sebentar, tapi dijalan kehujanan, mobilku mogok mas, ada di bengkel," Jawab Aira.

"Yaudah ayo masuk, cepat ganti baju, takut nya masuk angin," Ucap Angga merangkul Aira membawa nya masuk kedalam rumah.

"Mbak Aira, kenapa basah begini, ayo mbak ku antar ke kamar," Ucap Siska tiba-tiba.

"Kamu masuk kamar aja, aku yang akan membawa Aira ganti baju," Ucap Angga.

"Baik mas, kalo butuh apa-apa kabarin aku mas," Ucap Siska.

"Makasih Siska," Ucap Aira lirih.

"Iya mbak," Jawab Siska.

Aira dan Angga memasuki kamar.

"Tolong mas ambilkan baju ku dilemari," Titah Aira.

Setelah beberapa saat, akhirnya Aira sudah mengganti baju nya.

"Mas," Lirih Aira.

"Mas bahagia dengan pernikahan mu yang kedua?" Tanya Aira.

"Kenapa kamu menanyakan hal seperti itu di kamar kita?" Ucap Angga.

"Jawab mas," Ucap Aira tegas.

"Mas___Bahagia___" ucap nya terbata-bata.

"Pernikahan dengan ku bahagia tidak mas?" Tanya balik Aira.

"Bahagia sayang," Jawab Angga tersenyum.

"Meski tanpa anak?" Ucap nya lagi Aira.

"Sayang jangan bicara seperti itu," Ucap angga.

"Alasan mu menikah dengan Siska kan kamu pengen punya keturunann, mas."

"Sudah malam sayang, ayo tidur," Jawab Angga mengalihkan pembicaraan.

"Mas, kalo sudah waktu nya aku akan menyerah, aku harap kamu juga tidak egois."

"Kita akan selalu sama-sama sayang," Ucap Angga tersenyum.

***

6Bulan kemudian. 

 Tak terasa kehamilan Siska sudah masuk 7bulan, hari ini acara syukuran 7bulanan Siska.

"Mbak Aira wanita hebat ya, kalo saya sih gabisa kaya mba Aira," Ucap para tetangga yang menghadiri acara syukuran kehamilan Siska.

"Tapi dia ga bisa punya anak, makanya si Angga nikah lagi," Ujar tetangga yang julid.

"Wis kamu jangan bicara seperti itu, kita gatau apa penyebab nya,."

Banyak sekali omongan tetangga yang kedengeran, ada yang suka dan ada juga yang tidak suka.

Aira tersenyum simpul memandang kearah suami dan juga adik madu nya itu.

"Kelihatan nya kamu sangat bahagia mas, bukan hanya kamu, tetapi keluarga mu juga seperti nya bahagia sekali dengan kehamilan Siska," Aira membatin.

Suatu hari nanti kamu akan menggendong anak mu bersama wanita lain. 

Kamu akan menjadi ayah, tetapi bukan lahir dari rahim ku mas.

 Mengapa begitu menyakitkan ketika mengingat semua nya.

 "Mbak ayo gabung sini kita foto keluarga," Ajak Siska.

Aira tersenyum mengikuti langkah Siska,"Meskipun menyakitkan, tetapi aku bahagia bisa melihat orng yang aku cintai bahagia,"

"Makasih atas kebesaran hati mu menerima Siska nak, maaf kan ibu, tapi ibu tidak punya pilihan lain," Ucap wanita paruh baya, sang mertua Aira.

Aira tersenyum menatap sang mertua,"Aku juga ikut bahagia bu,"Jawab Aira mengusap tangan mertua nya.

Sang mertua memeluk Aira dengan ucapan maaf dan terima kasih.

Di dalam pelukan sang mertua nya, ia menangis tanpa disadari siapapun.

...

2Bulan kemudian.

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, dimana Siska akan melahirkan buah cinta nya dengan Angga.

"Mas sakit sekali, aku sudah tidak kuat menahan sakit nya," Ucap Siska mengadu kesakitan.

"Tahan ya sayang, kamu harus kuat, kamu bisa," Jawab Angga menenangkan sang istri kedua nya.

"Mbak Aira doakan aku agar selamat," Ucap Siksa menatap Aira.

Aira tersenyum mengganggukan kepala nya,"Aku doakan kamu selamat dengan bayi mu,"

Meskipun pernikahan mereka sangat menyakiti ku, tapi tolong tuhan selamatkan Siska dengan anak nya, aku memohon kepadamu, tolong jangan jadikan rasa sakit alasan mereka tidak selamat. 

 "Aira," Sahut sang mertua.

"Iya bu ada apa?" Tanya Aira.

"Siska sudah melahirkan, anak nya laki-laki," Jawab bu ira sang mertua.

"Alhamdulilah bu," Jawab Aira lega.

"Ayo kita masuk ke ruangan Siska" Ajak bu Ira.

Aira masuk kedalam ruangan Siska dengan bayi nya.

Baru kali ini aku melihat mu sebahagia itu mas.

Hari yang tak bisa ku hindari akhirnya datang  juga, ketika aku melihat mu menggendong anak yang bukan lahir dari rahim ku.

"Mbak ayo kesini, coba gendong dede nya," Ucap Siska.

"Tapi___" Jawan Aira bingung.

"Ini juga anak mbak, mbak jangan begitu," Jawab Siska tersenyum.

Siska tersenyum, memberikan bayi mungil itu ke pelukan kaka madu nya."dede di gendong dulu sama bunda Aira ya," Lalu Siksa memberikan bayi itu kepada Aira.

Aira menggendong bayi itu dengan tersenyum dan berkata,"Haii sayang, selamat lahir kedunia,"Ucap Aira.

"Pasti bayi kita bahagia bisa mempunya ibu dan juga bunda," Ucap Siska.

"Ibu, bunda." Batin Aira.

Lalu Aira memberikan bayi itu kepada Siska lagi.

"Sis, aku mau bicara dulu sama mas Angga, kamu tidak apa-apa kan sama ibu dulu?" Ucap Aira.

"Silahkan mbak," Jawab Siska tersenyum.

Aira tersenyum,"mas aku mau bicara dulu, kita ke taman RS dulu,"Ajak Aira.

"Ayo," Jawab Angga. Lalu ia berpamitan kepada istri kedua nya.

***

Ditaman RS.

"Aku bahagia melihat mu bahagia, mas."

"Aku tidak pernah melihat kebahagiaan mu seperti tadi pas kamu menggendong anak mu," Ucap Aira tersenyum.

"Kamu bahagia kan bisa memiliki anak sekarang," Ucap Angga.

"Bahagia mas," Jawab Aira tersenyum kearah Angga.

"Lalu apa selanjutnya yang akan kamu lakukan mas," Tanya Aira.

"Aku akan berusaha menjadi ayah yang baik," Jawab Angga.

"Mas, aku sangat mencintaimu, bahkan ketika kamu menyakiti ku, rasa cintaku buat kamu tidak berubah." Ujar Aira.

"Maaf," Jawab Angga. Lalu Angga menghela nafas,"Mas juga sangat mencintaimu."

"Aku berusaha percaya kata cintamu mas, tapi mengapa hati ku menolak."

"Ada atau tidak nya aku, kamu harus bahagia mas, sekarang kamu sudah mempunyai anak, sudah mempunyai amanah, amanah yang harus kamu jaga," Ucap Aira.

"Kita akan selalu bersama-sama, mengurus anak kita." Jawab Angga.

"Tapi aku tidak akan bisa menerima anak itu atau ibu nya, sampai kapan pun tidak bisa mas."

 

Terpopuler

Comments

Amelya 92

Amelya 92

simple aja ko aira klo kmu tahan yaa tetap tinggal, klo gk yaa lepaskan

2025-02-22

0

Ari Peny

Ari Peny

knp hrs nunggu lahir klo akhirnya cerai jg bego

2024-12-20

1

Note 2

Note 2

q ngeneki kudu ndamprat sing gae crito jan nyapo mc kok di gae bodoh

2025-01-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6 Akhir dari semuanya.
7 Bab 7. Memulai kehidupan baru
8 Bab 8. Laki-laki menyebalkan
9 Bab 9. Menjalani drama
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Paksaan Menikah
17 Sekilas kisah masa lalu
18 Pernikahan dan kejutan
19 Malam pertama
20 Bingung
21 Malam pengantin yang tertunda
22 Rencana bulan madu
23 Shopping bersama mertua
24 Taman mawar
25 Siapa sebenar nya?
26 Terbongkar nya asal Aira
27 Sisi lain Aira
28 Kabar bahagia
29 Fera dan kehidupan nya
30 Ngidam aneh
31 Lahiran Aisyah
32 Nasihat untuk Aira
33 Tingkah diluar nalar Fera
34 Bertemu tidak sengaja
35 Kejadian tak terduga
36 Bayi kembar
37 Laki laki misterius
38 Kepulangan
39 Perhatian sang mertua
40 Kisah Hendra dan Fera
41 Menara Eiffel with kamu
42 Dua agresif
43 Kisah dua pasangan
44 Akhirnya ketahuan
45 Terbongkar
46 Aira pergi
47 Perkelahian antara adik dan kakak.
48 Baikan
49 Restu
50 Pulang
51 Kejutan
52 Bertemu calon mertua
53 Rencana tunangan yang mendadak
54 Bertemu mantan mertua julid
55 Bertemu mantan madu
56 Rencana Pulang
57 Tentang Siska Dan Angga
58 Rencana Licik Luck
59 Salah Faham
60 Bab 60
61 Kedatangan Hendra
62 Terbongkar
63 Penyesalan Angga
64 Dalang Penculikan
65 Kejadian Yang Begitu Cepat
66 Kabar Bahagia
67 Suami vs mertua posesif
68 Salah Faham
69 Bumil Mengidam
70 Bab 70
71 Fera sakit
72 Tentang Fera Dan Hendra
73 Kedatangan Bunda Rista
74 Kabar Duka
75 Kembali Bertemu dengan Siska
76 Meminta Izin
77 Melamar Nina
78 Kado Pernikahan
79 Melahirkan, tapi...
80 Cerita Luck
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Luck Galau
84 Bocah Nakal
85 Pernikahan Fera Dan Hendra
86 Kepergian Luck
87 Kepindahan Fera
88 Langkah Samudra
89 Bab 89
90 Kembali Di Pertemukan Dengan Masalalu
91 Percaya Dengan Bocah
92 POV Angga
93 Kehamilan Fera
94 Selesai.
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6 Akhir dari semuanya.
7
Bab 7. Memulai kehidupan baru
8
Bab 8. Laki-laki menyebalkan
9
Bab 9. Menjalani drama
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Paksaan Menikah
17
Sekilas kisah masa lalu
18
Pernikahan dan kejutan
19
Malam pertama
20
Bingung
21
Malam pengantin yang tertunda
22
Rencana bulan madu
23
Shopping bersama mertua
24
Taman mawar
25
Siapa sebenar nya?
26
Terbongkar nya asal Aira
27
Sisi lain Aira
28
Kabar bahagia
29
Fera dan kehidupan nya
30
Ngidam aneh
31
Lahiran Aisyah
32
Nasihat untuk Aira
33
Tingkah diluar nalar Fera
34
Bertemu tidak sengaja
35
Kejadian tak terduga
36
Bayi kembar
37
Laki laki misterius
38
Kepulangan
39
Perhatian sang mertua
40
Kisah Hendra dan Fera
41
Menara Eiffel with kamu
42
Dua agresif
43
Kisah dua pasangan
44
Akhirnya ketahuan
45
Terbongkar
46
Aira pergi
47
Perkelahian antara adik dan kakak.
48
Baikan
49
Restu
50
Pulang
51
Kejutan
52
Bertemu calon mertua
53
Rencana tunangan yang mendadak
54
Bertemu mantan mertua julid
55
Bertemu mantan madu
56
Rencana Pulang
57
Tentang Siska Dan Angga
58
Rencana Licik Luck
59
Salah Faham
60
Bab 60
61
Kedatangan Hendra
62
Terbongkar
63
Penyesalan Angga
64
Dalang Penculikan
65
Kejadian Yang Begitu Cepat
66
Kabar Bahagia
67
Suami vs mertua posesif
68
Salah Faham
69
Bumil Mengidam
70
Bab 70
71
Fera sakit
72
Tentang Fera Dan Hendra
73
Kedatangan Bunda Rista
74
Kabar Duka
75
Kembali Bertemu dengan Siska
76
Meminta Izin
77
Melamar Nina
78
Kado Pernikahan
79
Melahirkan, tapi...
80
Cerita Luck
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Luck Galau
84
Bocah Nakal
85
Pernikahan Fera Dan Hendra
86
Kepergian Luck
87
Kepindahan Fera
88
Langkah Samudra
89
Bab 89
90
Kembali Di Pertemukan Dengan Masalalu
91
Percaya Dengan Bocah
92
POV Angga
93
Kehamilan Fera
94
Selesai.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!