Bab 15

"Ternyata meeting nya tidak sekali," Keluh Samudra menghela nafas berat, lalu ia mengeluarkan ponsel nya, ia berniat akan mengabari Aira kalo ia tidak jadi datang kerumah nya.

(Maaf saya tidak jadi kesana, cepat tidur)

"Tumben ga ada balasan, biasa nya dia nyerocos aja, mungkin dia lagi banyak kerjaan atau juga sudah tidur, mana mungkin dia menunggu saya," Ucap Samudra.

**

Sementara itu di tempat Aira, ia bingung kedatangan tamu yang sangat ia takuti.

"Sudah berapa lama kalian saling mengenal?" Tanya laki laki paruh baya itu.

"Sa__Saya..." Ucap Aira sangat gugup, ia takut sekali menjawab pertanyaan laki laki paruh baya itu.

"Kalo kamu tidak merasa berbohong, kamu tidak akan gugup menjawab pertanyaan saya," Ucap laki laki itu tersenyum.

"Aduh kenapa sih aku ikut terseret sama masalah Samudra, niat hati pengen tenang pindah sejauh ini ke sini, tapi malah ketemu sama cowo gila," Ucap Aira dalam hati

"Lumayan kakek, dari semenjak saya tinggal di indonesia juga saya sudah mengenal Samudra," Jawab Aira.

"Semenjak kamu berpisah dengan suami mu atau sebelum berpisah dengan suami kamu?" Tanya kakek Prawira sang kakek samudra.

"Duar!"

"Kakek sudah ta___Tau," Ucap Aira kaget sehingga suara nya terbata bata, ia khawatir dengan keselamatan identitas nya.

"Mata saya di mana mana, untuk memata matai kamu itu sangat gampang," Kata Prawira sang kakek samudra.

"Ma__Maaf, saya tidak bermaksud membohongi kakek dan semua keluarga, tapi..." Ujar Aira terpotong.

"Permintaan cucu saya kan," Jawab Prawira sang kakek samudra memotong perkataan Aira.

Aira mengangguk ketakutan.

"Jangan ketakutan, saya tidak akan melukai kamu, saya tahu identitas mu dan juga tau bagaimana pernikahan mu dahulu, tapi yang saya tidak suka dengan kamu, kenapa kamu mau berpura pura dengan cucu saya, di bayar berapa?" Kata Prawira sang kakek samudra.

"Maaf, saya tidak serendah itu. Saya hanya terpaksa karena cucu anda memaksa dan dia mengancam akan membocor kan identitas saya," Jawab Aira tegas, tidak ada rasa takut lagi ketika sudah menyangkut hara diri nya.

"Sifat mu gampang berubah ubah, tadi seperti ketakutan, sekarang seperti tidak ada rasa takut lagi, apa memang benar kamu mengincar warisan dari cucu saya?" Ucap Prawira sang kakek samudra.

"Maaf, jika perkataan saya sedikit lancang dan tidak sopan kepada yang lebih tua, tapi seharus nya kalo anda tahu bagaimana saya, anda bisa menyimpulkan bagaimana saya dan tujuan saya pergi ke sini, bukan kah mata anda di mana mana , lalu kenapa anda tidak mencari tahu tentang saya lebih dalam, asal anda tau. Sedikit pun saya tidak tertarik dengan cucu anda, saya malah lebih bahagia kalo di jauh kan dengan cucu anda. Hidup saya sudah cukup menyakitkan, jadi saya tidak mau membuat hidup saya sekarang hancur, saya sudah berusaha pergi dari kehidupan lalu. Tolong cegah cucu anda agar tidak kesini lagi, saya ingin hidup tenang," Ucap Aira tegas.

"Wanita yang sangat pemberani," Kata Prawira sang kakek samudra tersenyum.

"Jangan pernah berpikir kalo saya ingin harta keluarga kalian, saya sudah hidup berkecukupan dengan uang saya, tidak ada sedikit pun keinginan untuk menguras harta kalian," Ucap Aira.

"Lalu bagaimana kalo saya membocorkan identitas mu yang asli, dan saya memberitahu kepada mantan suami kamu kalo kamu berada di negara ini, pasti akan kaget," Ucap Prawira sang kakek samudra mengancam Aira.

"Tidak akan ada yang bisa membocorkan identitas asli mu, aku akan bersama mu apapun yang terjadi," Ucap Samudra tiba tiba.

"Sam.." Ucap Aira.

"Udah diem," Bisik Samudra.

"Cucu kurang ajar, kamu membela perempuan ini di banding dengan kakek mu sendiri," Ucap sang kakek.

"Kakek, dia itu calon istri Samudra, iya memang awal nya aku dengan Aira memang pura pura pacaran, karena aku takut dijodoh kan dengan perempuan pilihan kakek dan juga mommy. Tapi makin kesini aku kagum dengan Aira dan rasa kagum itu berubah menjadi cinta, aku sangat mencintai Aira, sekarang tidak ada kebohongan lagi," Jawab Samudra tegas menjelaskan.

"Kakek tidak percaya, ayolah Sam, kamu tidak takut kalo perempuan pilihan mu cuman mengharap kan harta mu," Ucap sang kakek.

"Aira bukan wanita seperti itu kakek, dia wanita baik, dia bisa merelakan suami yang sangat ia cintai kepada wanita lain, dan setelah Aira pergi, dia tidak membawa harta suami nya sedikit pun, apa itu tidak cukup membuat kakek faham?" Jawab Samudra membela Aira di depan kakek nya.

"Sam..." Ucap Aira ingin menghentikan ucapan Samudra.

"Kamu diem di belakang aku, aku calon suami mu, sudah seharus nya aku membela harga diri kamu," Jawab Samudra

"Percaya sama Samudra kakek, Aira wanita baik baik, dia tidak sama dengan wanita di luar sana yang menginginkan harta dan kekuasaan." Jawab Samudra lagi membela Aira.

"Kenapa kamu begitu yakin dengan perempuan itu?" Tanya sang kakek.

"Aku mencintai Aira kakek," Jawab Samudra tegas.

"Baik, kalian akan menikah seminggu lagi," Ucap sang kakek tegas.

"Baik, kami akan menikah kalo itu mau kakek," Ujar Samudra.

Setelah itu, Prawira sang kakek samudra pergi melangkah kan kaki nya keluar dari rumah Aira.

"Sam, apa apaan ini, kenapa jadi begini?" Tanya Aira bingung.

"Saya juga tidak tahu akan seperti ini, pantas feeling saya tidak enak, ternyata kakek mendatangi kamu," Ucap Samudra.

"Sam bagaimana ini, kenapa kita harus menikah," Ucap Aira bingung.

"Ucapan kakek tidak pernah main main, kakek pasti akan menyiapkan pernikahan kita," Jawab Samudra.

"Sam, aku tidak nau menikah dengan kamu dan dengan siapapun itu, aku tidak mau," Jawab Aira ketakutan.

"Bagaimana kalo kita membuat surat kontrak perjanjian pernikahan," Ucap Samudra.

"Plakk," Suara tamparan berhasil mendarat di pipi Samudra.

"Jangan gila kamu, aku tidak mau mempermainkan ikatan suci pernikahan, aku sudah gagal menikah dan aku tidak mau mempermainkan pernikahan lagi," Jawab Aira tegas.

Samudra menatap Aira dengan tatapan yang sulit di jelaskan, ia melangkah maju menghampiri Aira, lalu ia berkata,"Terus mau kamu apa? Kamu mau identitas mu di ketahui orang orang gitu?"Ucap Samudra setengah emosi.

"Lebih baik mereka tahu aku dari pada aku harus menikah hanya pura pura dengan mu, aku tidak mau mempermainkan pernikahan," Jawab Aira tegas.

"Kamu yakin dengan keputusan kamu? Apakah kamu sudah siap dengan pertanyaan mantan suami kamu dan apakah kamu siap di benci oleh keluarga mu yang lain?" Ucap Samudra.

"Aku sudah di benci oleh ibu ku, jadi itu tidak akan berubah apapun dalam hidup ku, bilang sama kakek dan keluarga mu, aku tidak mau menikah dengan kamu," Jawab Aira tegas.

Setelah mengatakan itu, kedua nya hening, lalu Samudra memutus kan pergi dari rumah Aira tanpa sepatah kata pun yang ia lontarkan.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

bingung kan Samudra??
(Thor, apa kakek sdh tau Aira itu siapa?)

2024-12-15

0

Dewi Dama

Dewi Dama

bagus jln cerita nya thooorrrr

2024-11-22

0

Pijor Gultom73

Pijor Gultom73

kok aku bingung ya,identitas asli maksud nya gmana ya🤔🤔🤔

2024-12-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6 Akhir dari semuanya.
7 Bab 7. Memulai kehidupan baru
8 Bab 8. Laki-laki menyebalkan
9 Bab 9. Menjalani drama
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Paksaan Menikah
17 Sekilas kisah masa lalu
18 Pernikahan dan kejutan
19 Malam pertama
20 Bingung
21 Malam pengantin yang tertunda
22 Rencana bulan madu
23 Shopping bersama mertua
24 Taman mawar
25 Siapa sebenar nya?
26 Terbongkar nya asal Aira
27 Sisi lain Aira
28 Kabar bahagia
29 Fera dan kehidupan nya
30 Ngidam aneh
31 Lahiran Aisyah
32 Nasihat untuk Aira
33 Tingkah diluar nalar Fera
34 Bertemu tidak sengaja
35 Kejadian tak terduga
36 Bayi kembar
37 Laki laki misterius
38 Kepulangan
39 Perhatian sang mertua
40 Kisah Hendra dan Fera
41 Menara Eiffel with kamu
42 Dua agresif
43 Kisah dua pasangan
44 Akhirnya ketahuan
45 Terbongkar
46 Aira pergi
47 Perkelahian antara adik dan kakak.
48 Baikan
49 Restu
50 Pulang
51 Kejutan
52 Bertemu calon mertua
53 Rencana tunangan yang mendadak
54 Bertemu mantan mertua julid
55 Bertemu mantan madu
56 Rencana Pulang
57 Tentang Siska Dan Angga
58 Rencana Licik Luck
59 Salah Faham
60 Bab 60
61 Kedatangan Hendra
62 Terbongkar
63 Penyesalan Angga
64 Dalang Penculikan
65 Kejadian Yang Begitu Cepat
66 Kabar Bahagia
67 Suami vs mertua posesif
68 Salah Faham
69 Bumil Mengidam
70 Bab 70
71 Fera sakit
72 Tentang Fera Dan Hendra
73 Kedatangan Bunda Rista
74 Kabar Duka
75 Kembali Bertemu dengan Siska
76 Meminta Izin
77 Melamar Nina
78 Kado Pernikahan
79 Melahirkan, tapi...
80 Cerita Luck
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Luck Galau
84 Bocah Nakal
85 Pernikahan Fera Dan Hendra
86 Kepergian Luck
87 Kepindahan Fera
88 Langkah Samudra
89 Bab 89
90 Kembali Di Pertemukan Dengan Masalalu
91 Percaya Dengan Bocah
92 POV Angga
93 Kehamilan Fera
94 Selesai.
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6 Akhir dari semuanya.
7
Bab 7. Memulai kehidupan baru
8
Bab 8. Laki-laki menyebalkan
9
Bab 9. Menjalani drama
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Paksaan Menikah
17
Sekilas kisah masa lalu
18
Pernikahan dan kejutan
19
Malam pertama
20
Bingung
21
Malam pengantin yang tertunda
22
Rencana bulan madu
23
Shopping bersama mertua
24
Taman mawar
25
Siapa sebenar nya?
26
Terbongkar nya asal Aira
27
Sisi lain Aira
28
Kabar bahagia
29
Fera dan kehidupan nya
30
Ngidam aneh
31
Lahiran Aisyah
32
Nasihat untuk Aira
33
Tingkah diluar nalar Fera
34
Bertemu tidak sengaja
35
Kejadian tak terduga
36
Bayi kembar
37
Laki laki misterius
38
Kepulangan
39
Perhatian sang mertua
40
Kisah Hendra dan Fera
41
Menara Eiffel with kamu
42
Dua agresif
43
Kisah dua pasangan
44
Akhirnya ketahuan
45
Terbongkar
46
Aira pergi
47
Perkelahian antara adik dan kakak.
48
Baikan
49
Restu
50
Pulang
51
Kejutan
52
Bertemu calon mertua
53
Rencana tunangan yang mendadak
54
Bertemu mantan mertua julid
55
Bertemu mantan madu
56
Rencana Pulang
57
Tentang Siska Dan Angga
58
Rencana Licik Luck
59
Salah Faham
60
Bab 60
61
Kedatangan Hendra
62
Terbongkar
63
Penyesalan Angga
64
Dalang Penculikan
65
Kejadian Yang Begitu Cepat
66
Kabar Bahagia
67
Suami vs mertua posesif
68
Salah Faham
69
Bumil Mengidam
70
Bab 70
71
Fera sakit
72
Tentang Fera Dan Hendra
73
Kedatangan Bunda Rista
74
Kabar Duka
75
Kembali Bertemu dengan Siska
76
Meminta Izin
77
Melamar Nina
78
Kado Pernikahan
79
Melahirkan, tapi...
80
Cerita Luck
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Luck Galau
84
Bocah Nakal
85
Pernikahan Fera Dan Hendra
86
Kepergian Luck
87
Kepindahan Fera
88
Langkah Samudra
89
Bab 89
90
Kembali Di Pertemukan Dengan Masalalu
91
Percaya Dengan Bocah
92
POV Angga
93
Kehamilan Fera
94
Selesai.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!