Bab 4

___Setelah banyak kebohongan, kebenaran menjadi sangat mencurigakan_______

Hari berganti hari, setelah pernikahan itu tak terasa seminggu sudah.

Tok..

Tok...

Suara ketukan pintu terdengar nyaring. Aira membuka pintu.

Aira tersenyum kearah nya sambil tersenyum lalu berkata,"Kalian sudah pulang, silahkan masuk, aku sudah masak."

"Makasih mbak, aku memang lapar, mungkin bawaan bayi, jadi lapar terus," Ucap Siska sambil mengelus perut nya yang masih rata

Aira tersenyum memandang kearah nya,"Makan lah, tadi aku sudah makan, aku masuk kamar dulu."

Aira terburu-buru melangkah kan kaki nya, memasuki kamar yang selama ini menjadi saksi cinta dengan suami nya.

"Ternyata aku belum bisa melihat mereka bermesraan di depan ku langsung, hati ku masih menolak." Lirih nya sembari mengusap air mata yang bercucuran.

"Padahal aku sudah memutuskan untuk menerima mereka, aku yang memutuskan mereka harus tinggal bersama disini. Sampai kapan aku menolak semua nya yang jelas jelas sudah terjadi dan tidak akan ada yang berubah,"

Ternyata hanya melihat mu tersenyum karena melihat wanita lain itu sangat menyakitkan, aku masih bertanya tanya bagaimana dengan aku?

Lalu bagaimana nanti setelah mereka memiliki buah cinta nya, apa aku sanggup berada di tengah-tengah kebahagiaan mereka?.

Tok...

Suara ketukan pintu kamar terdengar.

"Mbak boleh ga aku masuk?" Tanya Siska dari luar

Aira buru-buru menghapus air mata nya lalu ia menjawab,"Masuk aja, pintu nya tidak di kunci ko."

Siska membuka pintu, ia melihat Aira sedang memainkan laptop nya.

"Mbak aku ganggu ga?" Tanya Siska

"Ada apa?" Tanya balik Aira

"Mbak tidak apa-apa aku tinggal disini?" Tanya lagi Siska

Aira menoleh, menatap Siska dengan tatapan yang sulit diartikan, Aira menghela nafas,"Aku tidak apa-apa, aku sudah memutuskan nya jadi aku sudah siap dengan konsekuensi nya,"

Wanita yang memiliki hati sangat baik tersenyum menjawab pertanyaan istri kedua suami nya.

"Jangan memikirkan hal yang tidak akan terjadi, aku tidak akan menjahati kamu."

Siska tersenyum memeluk kaka madu nya itu,"Terima kasih sudah menerima ku dengan baik mbak,"

Aira membalas pelukan Siska,"Iya, tidur sana. Wanita yang sedang hamil tidak boleh tidur terlalu malam,"Jawab Aira

"Iya mbak, aku tidur duluan." Pamit Siska

Sesaat wanita itu pergi. Aira membatin,"Aku hanya menerima takdir, bukan menerima mu. Tidak ada satu pun wanita di dunia ini yang siap berbagi suami dengan perempuan lain."

***

Suasana pagi sudah datang, Aira bagun dari tidur nyenyak nya.

"Ternyata sudah pagi."

Aira membuka pintu kamar berniat ingin mengisi botol yang sudah habis air nya. Namun ia melihat hal yang tidak ingin ia lihat.

Pengantin baru yang sedang mengeringkan rambut nya sangat terlihat bahagia.

"Mbak Aira, maaf." satu kata keluar dari mulut Siska

"Tidak apa-apa, aku hanya ingin minum. Lanjutkan saja aktivitas kalian," Ujar nya tersenyum

Aira mengisi air kedalan botol, lalu ia buru-buru menjuh dari dua orng yang sedang bahagia itu.

"Sangat menyakitkan, semoga aku bisa terbiasa dengan aktivitas mereka sehari-hari, aku harus bisa," Lirih nya dengan suara yang hampir tercekat

"Mengapa seperti aku menjadi yang kedua? 

***

Aira baru ingat, ia meminjam saputangan seorang laki-laki yang tidak ia kenal, Aira bingung bagaimana bisa ia mengembalikan nya.

Terpikirkan oleh Aira datang lagi ketempat kemarin.

Aira menuruni anak tangga, keluar dari kamar.

" Mas aku pamit mau keluar sebentar, ada yang harus aku beli,"Pamit Aira

"Mau aku antar?" Tanya balik Angga

"Tidak usah, kasihan Siska dirumah sendiri, aku bisa pergi sendiri," Ujar Aira tersenyum

"Yasudah mas izinkan, hati-hati di jalan," Jawab Angga memberikan izin.

"Iya mas." Ucap Aira sembari mencium tangan suami nya.

Sepeninggalan Aira, Siska keluar dari kamar. Ia duduk di samping Angga

"Mas aaku merasa jahat sekali dengan mbak Aira, beliau sangat baik." Ucap Siska tiba tiba

"Aira memang baik, kamu jangan merasa begitu ya, toh Aira juga yang mengizinkan kamu tinggal disini," Jawab Angga menenangkan

"Lagian Aira akan senang kalo kamu tinggal disini, jadi dia ada teman nya, apalgi klo anak kita sudah lahir, Aira pasti akan ikut bahagia." Ucap nya lagi

"Hubungan kita memang sudah salah mas, kita berhubungan disaat kita belum menikah, kamu menghianati mbak Aira..."

"Tapi pada akhirnya Aira menrima hubungan kita kan,"Jawab nya.

Disisi lain, Aira sedang menunggu laki-laki yang kemarin memberi saputangan nya.

" Aduh kemana laki-laki itu, bagaiamana aku bisa mengembalikan nya kalo ia tidak ada disini,"Lirih nya mencari cari orang yang ia maksud

"Dari pada aku menunggu nya yang jelas jelas aku tidak tau apa dia akan datang atau tidak, hufff. Mending aku menulis sajaa " Ucap nya lagi

Di kehidupan yang sekali ini, kenapa tidak kau biarkan aku bahagia sekali saja?....

Raga ku terlihat utuh namun hati ku sakit.

Aku selalu menanyakan prihal cinta yang sesungguhnya, ku bertanya pada diri ku tentang takdir, cinta, keluarga dan kehidupan.

Apakah aku masih ada di dalam hati mu setelah kamu bertemu lagi dengan wanita di masa lalu mu?

Ku coba berlari, menatap arah berlawanan, menunggu dirimu datang. Namun dirimu tidak kunjung menemukan ku.

Mengapa harus ada masa dimana aku melihat dirimu membawa wanita itu mengucap kan janji suci.

Seorang laki-laki melangkah kan kaki nya berjalan menuju arah wanita yang sedang mencurahkan rasa sesak nya dengan tulisan nya.

"Sedih lagi? Mungkin daun daun dan bunga disini akan bosan melihat mu selalu saja menangis," Ucap nya menatap ke arah Aira

"Tidak, aku tidak menangis." Jawab nya singkat sambil menutup buku

"Wanita yang tidak bisa berbohong," Lirih nya dengan tatapan aneh

"Sekali saja jangan mengejek ku," Ucap Aira

"Tidak mengejek, saya hanya penasaran dengan mu, apa air mata mu tidak habis?" Ucap laki-laki itu heran

"Dasar laki-laki menyebalkan." Ucap Aira kesal

Laki-laki itu menghela nafas,"Lepaskan apapun yang membuat dirimu kesakitan, jangan memendam seolah-olah dirimu bisa menjalani nya, hidup tidak akan berubah kalo kita tidak memutuskan suatu hal di dalam hidup kita,"

"Aku harus bagaimana? Haruskah aku marah dengan takdir ku?" Jawab Aira.

"Kalo perlu lakukan, hidup cuman satu kali, kalo tidak bahagia sekarang, lalu mau kapan?" Ucap laki-laki itu.

Aira menghela nafas lalu ia berkata,"Suamiku menikah lagi dengan mantan kekasih nya dulu, aku harus bagaimana?.

"Aku sudah mencoba menerima pernikahan kedua suamiku, tapi nyata nya hati ku menolak. Aku masih merasakan sakit ketika melihat mereka bermesraan didepan ku." Ujar nya

Laki-laki itu mendengar dengan seksama.

"Kamu mau hidup selama nya dengan orang yang membuat dirimu menderita?.

Terpopuler

Comments

Rusiani Ijaq

Rusiani Ijaq

aira naif, jd menjurus ke stu. p. hidup itu bahagia kita yg tentukan jangan terbelenggu Krn cinta yg akhirnya menderita. lepas dong dan melangkah maju lawan ketidak adilan

2025-03-09

0

Kamiem sag

Kamiem sag

bergaya menerima takdir kau Ra padahal kau merasa sengsara
aku tak suka
tdk menyukai prinsip gaya cara sepertimu Ra

2024-12-15

1

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

masih ngajedog dirumah suaminya?!kirain dah minggat

2024-12-13

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6 Akhir dari semuanya.
7 Bab 7. Memulai kehidupan baru
8 Bab 8. Laki-laki menyebalkan
9 Bab 9. Menjalani drama
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Paksaan Menikah
17 Sekilas kisah masa lalu
18 Pernikahan dan kejutan
19 Malam pertama
20 Bingung
21 Malam pengantin yang tertunda
22 Rencana bulan madu
23 Shopping bersama mertua
24 Taman mawar
25 Siapa sebenar nya?
26 Terbongkar nya asal Aira
27 Sisi lain Aira
28 Kabar bahagia
29 Fera dan kehidupan nya
30 Ngidam aneh
31 Lahiran Aisyah
32 Nasihat untuk Aira
33 Tingkah diluar nalar Fera
34 Bertemu tidak sengaja
35 Kejadian tak terduga
36 Bayi kembar
37 Laki laki misterius
38 Kepulangan
39 Perhatian sang mertua
40 Kisah Hendra dan Fera
41 Menara Eiffel with kamu
42 Dua agresif
43 Kisah dua pasangan
44 Akhirnya ketahuan
45 Terbongkar
46 Aira pergi
47 Perkelahian antara adik dan kakak.
48 Baikan
49 Restu
50 Pulang
51 Kejutan
52 Bertemu calon mertua
53 Rencana tunangan yang mendadak
54 Bertemu mantan mertua julid
55 Bertemu mantan madu
56 Rencana Pulang
57 Tentang Siska Dan Angga
58 Rencana Licik Luck
59 Salah Faham
60 Bab 60
61 Kedatangan Hendra
62 Terbongkar
63 Penyesalan Angga
64 Dalang Penculikan
65 Kejadian Yang Begitu Cepat
66 Kabar Bahagia
67 Suami vs mertua posesif
68 Salah Faham
69 Bumil Mengidam
70 Bab 70
71 Fera sakit
72 Tentang Fera Dan Hendra
73 Kedatangan Bunda Rista
74 Kabar Duka
75 Kembali Bertemu dengan Siska
76 Meminta Izin
77 Melamar Nina
78 Kado Pernikahan
79 Melahirkan, tapi...
80 Cerita Luck
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Luck Galau
84 Bocah Nakal
85 Pernikahan Fera Dan Hendra
86 Kepergian Luck
87 Kepindahan Fera
88 Langkah Samudra
89 Bab 89
90 Kembali Di Pertemukan Dengan Masalalu
91 Percaya Dengan Bocah
92 POV Angga
93 Kehamilan Fera
94 Selesai.
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6 Akhir dari semuanya.
7
Bab 7. Memulai kehidupan baru
8
Bab 8. Laki-laki menyebalkan
9
Bab 9. Menjalani drama
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Paksaan Menikah
17
Sekilas kisah masa lalu
18
Pernikahan dan kejutan
19
Malam pertama
20
Bingung
21
Malam pengantin yang tertunda
22
Rencana bulan madu
23
Shopping bersama mertua
24
Taman mawar
25
Siapa sebenar nya?
26
Terbongkar nya asal Aira
27
Sisi lain Aira
28
Kabar bahagia
29
Fera dan kehidupan nya
30
Ngidam aneh
31
Lahiran Aisyah
32
Nasihat untuk Aira
33
Tingkah diluar nalar Fera
34
Bertemu tidak sengaja
35
Kejadian tak terduga
36
Bayi kembar
37
Laki laki misterius
38
Kepulangan
39
Perhatian sang mertua
40
Kisah Hendra dan Fera
41
Menara Eiffel with kamu
42
Dua agresif
43
Kisah dua pasangan
44
Akhirnya ketahuan
45
Terbongkar
46
Aira pergi
47
Perkelahian antara adik dan kakak.
48
Baikan
49
Restu
50
Pulang
51
Kejutan
52
Bertemu calon mertua
53
Rencana tunangan yang mendadak
54
Bertemu mantan mertua julid
55
Bertemu mantan madu
56
Rencana Pulang
57
Tentang Siska Dan Angga
58
Rencana Licik Luck
59
Salah Faham
60
Bab 60
61
Kedatangan Hendra
62
Terbongkar
63
Penyesalan Angga
64
Dalang Penculikan
65
Kejadian Yang Begitu Cepat
66
Kabar Bahagia
67
Suami vs mertua posesif
68
Salah Faham
69
Bumil Mengidam
70
Bab 70
71
Fera sakit
72
Tentang Fera Dan Hendra
73
Kedatangan Bunda Rista
74
Kabar Duka
75
Kembali Bertemu dengan Siska
76
Meminta Izin
77
Melamar Nina
78
Kado Pernikahan
79
Melahirkan, tapi...
80
Cerita Luck
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Luck Galau
84
Bocah Nakal
85
Pernikahan Fera Dan Hendra
86
Kepergian Luck
87
Kepindahan Fera
88
Langkah Samudra
89
Bab 89
90
Kembali Di Pertemukan Dengan Masalalu
91
Percaya Dengan Bocah
92
POV Angga
93
Kehamilan Fera
94
Selesai.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!