siang ini begitu terik, cerah dan penuh semangat, setidak nya itu yang dirasakan kedua pasangan baru ini, luna terlihat banyak meramaikan suasana, dia banyak bercerita lucu pengalaman nya dulu, ja'far cukup menjadi pendengar setianya.
"reyhan benar, luna gadis yang begitu ceria, hanya saja kmrn dia terlalu ter tekan oleh ke posesif an adik ku itu, " batin ja'far.
senyum nya terlihat tak pernah pudar sedari dia keluar rumah, ya , ja'far pikir dia hanya harus sedikit sabar, wanita sebaik luna tdk mungkin semudah itu menerima orang baru dlm hidup nya dan berpaling pada yang lain.
" luna jadi malu sama abi, dari tadi luna nyerocos mulu, asyik sendiri, " ja'far menoleh kearah wanitanya setelah sempurna memarkirkan kan mobil nya di depan ruko 4 lantai yang akan menjadi tempat kerjanya itu.
"ya,sangat mengganggu telinga saya " ucap nya sambil menatap wanita di depan nya ini, luna tampak tergugu, dia kepalang malu, dia tak berani menatap kearah suami nya, itulah kebiasaan buruk nya jika sdh merasa nyaman bersama orang tertentu,dia akan begitu terbuka dan ceria dengan sendirinya..
"apalagi jika di dengar orang umum, bisa-bisa saya dikira ayah kamu nantinya, secara usia kita juga terpaut cukup jauh" sontak luna menoleh mendengar apa yang ja'far katakan.
"maksud abi apa ??? "ja'far kembali menghembuskan nafas nya berat.
" kamu itu tak ubah nya icha putriku yang juga memanggil abi,! " luna tersenyum setelah tau kemana arah pembicaraan itu, ah, ternyata lelakinya ini merajuk karna dia tak merubah panggilan nya, luna menikmati wajah yang terlihat di tekuk itu dg senyam senyum sendiri,
"apa ada yang lucu aluna??? "
tapi aluna tetap saja dg mode nya,
lelakinya tampak mulai kesal,
" abi lucu kalau lagi kesal, ups....
dengan cepat luna menbekap bibirnya sendiri,
" maap, suami nya luna ini mau nya di panggil apa ya? "
" terserah!!!"
luna tak tahan akhir nya dia dengan berani mencubit kedua pipi sang suami,
" mas abi tuh gk pantes merajuk begini,"
aduh salah lagi, pikir luna,
" mas pingin nya luna panggil apa??? "
ja'far mulai tersenyum,
" itu saja udah adem gitu dengernya aluna, tapi awas aja panggil abi lagi,!"
" is oke, luna usahain ya mas, klo salah ya di ma'fuu lah, kan belum terbiasa,! "
" no, gk ada kata salah, klo sampai salah lagi, aku kecup bibir kamu... DIMANAPUN!!!! " tekan ja'far sambil membuka pintu hendak keluar.
" eh, mana ada yang begitu, enak nya di abi donk"
seru luna tak Terima, ja'far sdh membuka pintu luna agar perempuan nya keluar, tapi tanpa diduga, dia lgsg mendekati luna dan benar2 mengecup bibir nya,seketika luna mematung ditempat.
" peraturan di mulai aluna, maka berhati2 lah"
yah, luna baru sadar jika tadi dia kembali memanggil nya dengan sebutan abi.
" ih... mas abi gak seru deh, kalau lagi di depan umum gimana donk!!??" protes luna sambil keluar dr mobil itu.
" itu resiko buat kamu aluna sayang, maka dari itu, biasakan dari sekarang"
lanjut ja'far sambil melangkah dg senyum smirk nya.
aluna mengikuti langkah suami nya menuju kantor meski masih sedikit jengkel, ja'far membukakan pintu.
"assalamu'alaikum, selamat pagi semuanya! "
sapa luna ketika baru masuk dan menjumpai beberapa karyawan yang sdh stay dg bidang nya masing-masing, suara jawaban bersahutan, pandangan mereka sedikit terlihat aneh mungkin melihat penampilan luna yang tak ayal ibu2 hendak pengajian itu.
" rin, kamu udah pegang schedule untuk beberapa hari ini??? " tanya luna pada sang sekertaris.
" iya bu, ini sudah rina siap kan!!! "
gadis itu mulai mendekat, dan memberikan sebuah map yg berisikan permintaan luna.
" honey, dimana ruang kerjanya??? "
sumpah Demi apapun, rasanya luna tersambar petir mega dahsyat yang langsung meluluh lantak kan jiwa raganya akibat panggilan yang suami nya semat kan itu, seluruh karyawan yang masih di lantai 1 di buat kaget dan penasaran dg panggilan yang di sematkan oleh lelaki gagah dan matang yang tengah berdiri di belakang si boss, luna tk tau hrs bagaimana menimpali nya, semua mata seakan menuntut penjelasan, luna tersenyum canggung, tak terkecuali rina yang entah sdh brp lama tak berkedip menatap sosok rupawan di belakang bos nya itu.
" masss" luna ingin protes, sambil menurunkan telapak tangan ja'far di pundak nya.
" mohon waktunya sebentar, untuk semua yang ada disini, perkenalkan, nama saya ja'far shodiq, mulai besok saya yang akan menggantikan boss kalian bekerja disini, jadi mohon kerja sama yg baik, dan saya adalah suami dari bos kalian"
luna spontan menunduk, entah lah, dia masih merasa malu jika hrs di ketahui banyak orang jika dia sudah menikah lagi secepat ini, sungguh semua yg di ruangan itu seperti masih tak menyangka dan mungkin tak percaya tentang fakta luna yang sdh menikah, padahal jika dilihat dari sifat nya mungkin dia tdk akn pernah berkeluarga lagi,
" honey" suara lembut itu kembali terdengar, tapi kini jemarinya yang dia gerakkan untuk menggenggam jemari istri nya,
"mass.... " protes luna tentang tangan nya,
" No honey, sebelum timbul fitnah kita harus segera mempublikasikan nya"
jawaban ja'far tak terbantahkan,
dengan tatapan dalam yang meyakinkan, akhir nya luna pun mengangguk ia setuju dg STATMENT susminya.
" ya mas, mas betul, "
" ah ibu, so sweet banget,.... jadi ini alasan kemarin ibu gak ke kantor, selamat ya bu, atas pernikahan nya,pak boss nya keren! " celetuk rina yang masih menatap kagum mereka berdua,
" Terima kasih rina, kalau begitu saya mau keruangan saya dulu ya,...!"
" siap bu, "ucap gadis itu mempersilahkan,
luna pun berjalan sambil menarik tangan nya yang masih saling bertaut dg jemari suaminya itu, mereka naik ke lantai atas, dan menuju ruang kerja khusus yang luna gunakan untuk dirinya di sana,
" selamat datang ditempat ini mas abi,! " sambut luna setelah berhasil masuk keruangan itu, tanpa di duga abi sudah menempelkan tubuhnya di belakang luna dan merengkuh nya dari belakang,
luna hanya diam mencoba membiasakan diri.
" kamu mulai nakal ya, atau kamu suka dg hukuman yang saya berikan???! " tubuh nya mulai tdk nyaman, tapi dia coba menenangkan nya sambil menutup mata,
" luna hanya blm terbiasa mas," jawab nya.
" ya honey, mas tau itu, dan maaf jika mas terus memaksa, "
ja'far menaruh dagunya di pundak luna.
" tolong biarkan begini, sebentar saja, " seindah inikah dicintai, dicintai lelaki dg sebegitu lembut nya, luna mulai mencoba menerimanya, dia mulai merasa nyaman, hingga menyandarkan tubuhnya pada tubuh kokoh di belakang nya itu,
Siang menjelang, dua orang itu terlihat masih sibuk di ruangan kantor nya, ja'far mengamati jari-jari istri nya yang begitu lincah mengotak atik keyboard laptop di depan nya, dia berdiri sambil meneliti semua laporan akhir yang harus luna selesaikan sebelum menyerah kan semua tugas itu pada suami nya.
" tap"... ketukan terakhir pertanda luna sudah meng save semuanya, tubuh nya luruh diatas kursi putar yang ia duduki, ja'far berinisiatif memutar kursi itu agar menghadap nya.
" capek????!!! " tanya ja'far, wanitanya itu terlihat mengangguk,
" kita pulang??? atau mau makan siang dulu diluar? "
" kalau kita makan di luar, Anak-anak bagaimana??? "
" ah iya, mas lupa menyampaikan, kalau anak-anak di bawa ibu ke tempat reyhan, ibu bilang mereka mau ke tempat rekan ayah yg besok pagi akan mengadakan pengajian, yang pasti nya mereka juga akan bermalam disana! "
" luna ngikut maunya abi saja! "
" cup" ja'far bergerak cepat yg mungkin tk sempat terbaca oleh luna,
" isshhh.... mas abi selalu ambil kesempatan"
" bukan kesempatan honey, ini yang namanya menerapkan kedisiplinan, yuuuk.... "
ja'far mengulurkan tangan nya, yg disambut dengan cepat oleh luna,
kini ja'far merasa kan rasa yg mungkin blm pernah dia rasakan bersama mendiang sang istri, rasa berbunga2, rasa ingin selalu bersama, juga debaran debaran aneh yg ia sendiri tk mengerti sumber nya dari mana.
sungguh berbanding terbalik dg hubungan nya dulu bersama istri pertama nya, hubungan mereka terlalu sempurna, mereka dulu sama-sama menggenggam karier di atas segalanya,
hana istrinya dulu begitu mendominasi, hingga rasanya dia tk punya ruang untuk sekedar mengutarakan rasa nya.
tapi hebat nya mereka tak ada yang saling menyakiti, mereka tetap bertahan dg hubungan yang tak tersentuh orang ketiga, mereka juga saling menghormati, hanya saja mungkin jalan nya yg terlalu monoton,
tapi bersama luna, semuanya terasa berbeda, sejak pertama dia menatap nya, rasa ingin memiliki itu ia tekad kan, berbekal dg keinginan orang tua, juga disertai restu para Masyayikh,
ia yakin kan membawa wanita ini dlm genggaman nya,
dia mengesampingkan kebutuhan biologis nya sebagai seorang lelaki dewasa, dia tak ingin terlalu memaksa, dia akan menyusup secara perlahan kehati luna yang lembut, dia akan lebih lembut lagi hingga luna tak kan menyadari jika hatinya sudah dlm genggaman nya suatu saat nanti.
Rumit sekali bukan, tapi itu bukanlah tidak mungkin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
🌷💚SITI.R💚🌷
alon alon asal klakon ya mas jafar..smg luna cpt luluh
2025-02-09
1