KAMI MEMAKSA

ketegangan masih begitu terasa, luna masih diam dengan tatapan datar, sedang yang lain hanya menunggu kelanjutan pembahasan ini.

lama tak ada jawaban.

sang ibu mertua berinisiatif menyadarkan menantu nya yang masih terlihat syok, dia genggam jemari menantu nya yang sedari tadi terlihat meremat ujung hijab nya dg kepala menunduk, dia tersenyum lembut mencoba menyalurkan ketenangan disana,hingga luna mengangkat pandangan nya dan mulai angkat suara.

"luna tidak pernah berfikir memulai hubungan baru lagi bu, ini sudah lebih dari cukup bu, luna sudah punya segalanya disini. " matanya sudah berlinang siap untuk melelehkan butiran-butiran air matanya, mertuanya pun langsung menjawabnya dg menggeleng.

"tidak nak, kamu tetap membutuhkan seorang pemimpin yang harus selalu siap menjagamu dan anak-anak mu, ibu tidak ingin melihat mu bekerja terlalu keras nak, sudah cukup, jangan di perpanjang lagi usahamu itu, "

air mata terlihat mulai membasahi wajah ibu mertua luna.

"tapi luna tak apa bu, tidak keberatan dg semua itu, sudah kewajiban luna bu mengurus peninggalan mas ilyas, sungguh,luna baik baik saja"tanpa luna sadari jika kata kata nya itu sdh menunjukkan sebuah penolakan bagi seseorang yang sedari tadi memperhatikan nya dg lekat.

"tidak nak, biarkan tugas itu ibu limpah kan pada anak ibu yang lain, ini demi kebaikan mu dan si kembar juga"

luna masih menggeleng, tatapan nya memelas, tapi sang mertua seakan mampu membaca apa yang menantunya pikirkan,

"kami bisa pastikan kamu tdk akan bisa menolak kali ini luna, si kembar juga sudah terlihat nyaman bersama abi, tidak akan ada hal baru disini! " sambung maimunah, otak luna masih loading saat ini.

oh Tuhan, kenapa baru saat ini dia menyadari jika ada misi terselubung yang mereka rencanakan di balik kedekatan si kembar dengan kakak ipar nya itu.

"bu, jangan terlalu memaksakan kehendak begini, bukan kah sedari dulu abi juga tidak ada minat untuk berkeluarga lagi,?"

si empu yang merasa dirinya menjadi pemeran utama sontak mengangkat pandangan nya, dia menyorot luna dingin, membuat luna bungkam, tak ada satu katapun yg keluar tapi tatapan nya cukup mengerikan, hingga luna kembali menunduk.

"kami tidak ingin kehilangan menantu sepertimu nak, maaf jika keputusan ini terkesan begitu egois bagimu, kami bukan tak tau perihal orang-orang di luar sana yang terus mengincarmu, bahkan ada yang sampai berani menemui ayah hanya untuk membicarakan masalah ini, kami hanya orang tua yang mengupayakan yang terbaik untuk anak-anak nya,bukan kah abi JA'FAR disini bukan lah orang baru nak?, kamu tidak perlu memulai nya lagi, kamu hanya perlu meneruskan masa depan mu dengan anak kami yang lainnya, sungguh, ini demi keberlangsungan hidupmu dan si kembar, usia mu masih terbilang muda,akan ada kekosongan disana jika kau tetap sendiri seperti ini, atau mungkin kau ingin memulai nya dengan yang lain???? "

akhir dari ucapan sang mertua berhasil memancing atensi nya,dia menggeleng cepat untuk menangkis pertanyaan tak beralasan itu.

"bukan begitu bu, tapi bagaimana mungkin luna bisa??! "

"kamu tidak akan pernah bisa lupain ilyas jika tidak ada yang mengalihkan duniamu lun, karna ilyas sudah segalanya bagimu, maka dari itu kami berinisiatif mengambil langkah ini, abi JA'FAR lelaki yang lemah lembut, kamu pasti nyaman sama dia, "kini sang kakak ipar perempuan nya mulai ikut meyakin kan.

" kali ini KAMI MEMAKSA luna, kami tidak menerima penolakan, cobalah ambil segi positif dari keputusan kami ini, akad nikah akan kami langsungkan besok setelah sholat jum'a, keputusan ini final dan tidak dapat di ganggu gugat. " skakmat, tak ada yang bisa dibantah dari keputusan ayah mertuanya, yang setelah itu langsung beranjak pergi dari tempat itu setelah memberi keputusan mutlak nya, yang kemudiandisusul JA'FAR dengan keterdiaman nya.

tatapan luna beralih pada sang ibu mertua disisih nya, sang ibu masih setia menyunggingkan senyuman dg ketenangan nya.

" sekali lagi percayalah padi kami nak, menurut lah jika kau memang menganggap kami orang tuamu sendiri"

kali ini hatinya bagai tersambar petir,ucapan ibunya benar-benar menuntut ketaatan nya kali ini, luna pun memejamkan matanya seraya mengangguk, air mata itu terus saja mengalir hingga luna sendiri pun tak tahu bagaimana cara menghentikan nya, tubuhnya terasa direngkuh,tangis nya semakin jadi di pelukan sang mertua,entah seperti apa kelanjutan hidupnya setelah ini, yang dia tau dia hanya ingin menunjukan baktinya pada orang tua yang telah menganggap nya seperti anak sendiri, meski tak tau kemana harus melangkah, setidak nya dia memilih melangkah di jalan yang benar.

tinggal lah tiga perempuan beda usia di ruangan itu, mereka masih setia menemani luna, hingga dirasa luna mulai tenang sang ibu kembali menyentuh telapak tangan menantunya itu.

"apa yang menjadi beban pikiran mu saat ini nak?

tanya sang ibu lembut,luna masih diam terlihat mengatur nafas, tatapan nya terlihat kosong kedepan.

" entah lah bu, luna merasa tdk yakin dengan semua ini, luna masih tidak menginginkan semua ini bu ? " ucap luna sambil kembali menunduk kan kepala.

"itu saja yang menjadi keluhan mu,???? "

jawaban sang ibu berhasil menarik perhatian luna.

"apa yang ibu katakan??? itu saja??? " batin nya seolah tak Terima dg ucapan sang mertua yang seakan akan meremehkan keadaan ini, tapi nyatanya,kata kata itu tk mampu luna keluarkan,

" jika kamu merasa tidak yakin akan suatu perkara, atau kamu memerlukan petunjuk baik dari yang kuasa, maka sholat lah nak, minta lah petunjuk pada nya apa yang kau inginkan melalui sholat istikhoroh, jika kamu sudah memasrahkan suatu perkara pada yang kuasa, jika memang itu tidaklah baik untuk mu, tanpa kau pinta pun ALLAH akan memiliki 1000 cara untuk menghentikan nya, begitu pun sebalik nya."

"Percayalah nak setelah kamu melibatkan ALLAH dalam suatu perkara,maka semua akan berjalan sesuai ketentuan nya"

luna merasakan kedamaian dari setiap kata yang mertuanya ucapkan, sungguh, inilah salah satu anugrah terbesar yang luna miliki, dia lah perempuan dengan usia yang sdh tdk muda lagi itu. dan itu membuat luna mampu menyunggingkan senyuman penuh kedamaian.

"terimakasih bu, ibu adalah hadiah terbaik yang luna miliki, luna akan lakukan apa pun yang ibu pinta, bukan kah tidak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anak-anak nya pada jurang kenestapaan???? " sang mertua menjawab dg sebuah anggukan lega,

"sekarang kembalilah ke kamar mu, kamu pasti lelah dg semua aktivitas hari ini," luna hanya mengangguk tanpa berkata kata.

" mai....tolong antar luna ke kamar nya ya!? "seru sang ibu mertua pada putri semata wayang nya itu.

"baik bu, "maimunah pun langsung berdiri dan menarik tubuh sang adik ipar, luna masih menoleh kearah sang mertua.

" luna istirahat dulu ya bu, "setelah mendapat anggukan dari mertua nya itu luna pun mengikuti langkah kakak ipar nya yang telah mengapit lengan nya, sesampai nya di depan kamar luna maimunah mulai melepaskan tangan luna.

" sekarang kamu istirahat dulu gih, gk usah banyak pikiran, yang tenang, cukup jadi anak yang baik dan penurut,ok??? "maimunah langsung memutar gagang pintu untuk membukakan nya setelah itu ia sedikit mendorong tubuh luna yg terlihat masih enggan untuk masuk, ketika maimunah hendak meninggalkan tempat itu suara luna yang memanggil namanya membuat nya kembali berhenti melangkah, maimunah pun kembali menoleh.

" ABI???! " suaranya lirih tertahan seakan menuntut jawab, maimunah tersenyum sejenak, dia tentu tau apa yang di inginkan sang adik ipar,

" abi JA'FAR itu saudara kaka yang paling bisa di pegang ucapan nya lun, dia pria yang lembut, sekali dia memegang sebuah komitmen maka dia akan bertanggung jawab dengan totalitas, "

"luna hanya tidak ingin ada keterpaksaan disini kak ! "

luna masih saja memikirkan orang lain meski saat ini dirinyalah yang menjadi taruhannya.

" jika memang ada yang di paksa disini, itu hanya kamu sayang! " jawab maimunah gemas dg sedikit mencubit pipinya yang chubby,

luna hanya diam dengan menggigit bibir bawah nya.

"udah! sana masuk, istirahat yang tenang!"

maimunah langsung saja mendorong tubuh luna agar masuk dan menutup pintunya kemudian dia cepat- cepat meninggal kan tempat itu,

Tubuh luna kembali membeku didalam ruangan p itu, ya..., ruangan pribadi nya bersama mendiang sang suami ilyas, seperti memutar kembali memory yang pernah terjadi disana, meski tidak banyak kenangan indah yang tercipta, tapi dia tau seberapa penting peran ilyas dalam hidup nya,

rasa bersalah itu mulai menyeruak, menekan sesuatu di pusat dadanya, tubuh yang tadi nya bersandar di pintu kini sudah merosot di lantai,

tangis nya kembali pecah, ingin dia berteriak untuk menyalurkan sakit nya, tapi entah kenapa suaranya seakan tercekat,bahkan rahang nya kini terasa mengeras.

ilyas adalah segalanya bagi luna, ilyas adalah lelaki tulus yang mengangkat derajat nya dari seorang gadis sebatang kara , hingga kini menjadi ratu di istana yang ilyas persembahkan untuk nya, hidup nya benar2 bergantung pada ilyas sejak saat itu, hari dimana ilyas mengucap kan ijab qobul didepan guru luna,yang sekaligus menjadi walinya.

tapi kini apa yang terjadi?

haruskah luna mengkhianati cinta tulus ilyas ,

"apa yang harus luna perbuat mas ilyas??? luna gak mungkin bisa, "

gumamnya lirih ditengah tangis nya, sungguh luna tak pernah menangkap rencana keluarga suaminya itu, langkah mereka begitu rapi dengan target utama memenangkan hati si kembar,

saat itulah pikiran luna kembali mengingat wejangan sang mertua, seketika luna beranjak dan menuju kamar mandi untuk berwudlu'...

disinilah luna saat ini, diatas hamparan sajadah nya, mencoba mencari solusi lewat jalur langit yang ia yakini mampu memberi jalan keluar terbaik sungguh dia hanya berharap yang terbaik saat ini,

cukup lama dia mencurahkan segala nya pada sang pencipta, bersimpuh dengan segala kerendahan jiwa, meringkuk diatas sajadah nya tanpa keinginan beranjak dari sana,hingga tanpa terasa diapun mulai terlelap disana.

tepukan kecil di bahunya mulai mengembalikan kesadaran luna, dia kembali duduk dan mendapati sang putra lah yang membangun kan nya, luna tersenyum mendapati sang putra begitu tampan mengenakan setelan sarkoci nya.

"key,kamu sudah bangun???!!! " tanya luna, keyano pun mengangguk,

"bahkan keyano sudah sholat ma, sama abi, oma dan yang lain nya" luna masih terperangah,

"keyano di suruh oma buat liat mama, soal nya gk keluar-keluar dari tadi, " sang mama tampak tersenyum mendengar celotehan putranya itu,

" terimakasih sudah membangun kan mama nak, mama mau sholat dulu ya, sampaikan pada oma sebentar lagi mama pasti keluar"

"siap mama" jawab keyano dengan mem pragakan gerakan hormat, tak lupa dia mencuri satu kecupan di pipi sang mama sebelum melesat lari keluar.

dan luna masih memandangi kemana putranya menghilang.

tak berselang lama luna sudah keluar,langkah nya langsung menuruni tangga, terlihat beberapa anggota keluarga di ruang tengah, dan salah satunya abi JA'FAR pun juga di sana, tanpa sengaja tatapan mereka saling bertemu,dan luna lah yang segera memutus nya dengan mempercepat langkahnya agar tatapan mereka segera terputus.

tapi tidak dengan JA'FAR, dia masih mengikuti kemana arah wanita nya itu melangkah.

" dia setahun lebih muda dari reyhan abi, "

sontak pandangan JA'FAR beralih pada si bungsu yang tiba2 sdh berada disamping nya,

"dia dulunya gadis yang humble dan ceria, tapi bersama kak ilyas, terlalu banyak tekanan dan peraturan hingga menjadi kan nya pribadi yang tertutup, " reyhan tertawa sumbang,

"sepertinya kamu banyak tau tentang nya??? "

telisik JA'FAR,tapi reyhan hanya tersenyum dengan tatapan lurus kedepan.

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

tekanan apa yg di maksud rayhan,sehingga luna jd tertutup pribadiy

2025-02-09

1

Isolde

Isolde

Gemes banget 😍

2024-09-12

1

lihat semua
Episodes
1 setelah kepergian nya
2 kedatangan seseorang
3 Menyambut kedatangan nya
4 MENGUTARAKAN NIAT BAIK
5 KAMI MEMAKSA
6 DETIK DETIK MENUJU HALAL
7 ALHAMDULILLAH, SAH
8 HUTANG TERIMAKASIH
9 MALAM PERTAMA YANG HANGAT
10 MALAM PERTAMA YANG HANGAT 2
11 MAUKAH KAMU JADI PACARKU
12 PANGGILAN YANG MENGGANGGU
13 KENCAN PERTAMA
14 DI SAKSIKAN SUNSET
15 JANGAN LUKAI HARGA DIRIKU
16 SEBUAH TANGGUNGJAWAB
17 Anugrah terindah
18 SEBUAH HARAPAN
19 OTAK MESUM LUNA
20 KEGIATAN DI APARTEMEN
21 PENGGANGGU LAKNAT
22 KEMBALI KERUMAH
23 SI MULUT TAK BERAKHLAQ
24 SINDIRAN KERAS
25 CINTA SURINDER SAHNI (suri)
26 MENANTU PILIHAN
27 IBU MENGANDALKAN NYA,
28 SAKIT
29 PENGOBAT LUKAMU
30 RASANYA JATUH CINTA
31 TAK KENAL TEMPAT
32 POV REYHAN
33 RASA YANG MASIH UTUH
34 PERIHAL RENDANG
35 APA KATA DUNIA
36 KEISTIMEWAAN LUNA
37 MODE GESREK ON
38 JANDA LIMITED EDITION
39 SIAPA UWAIS ALQORNI?
40 RIVAL YANG MERESAHKAN
41 TITISAN MARYAM
42 TAK PULANG
43 BERKUNJUNG KERUMAH
44 TAMPARAN KERAS
45 DUKA ALUNA
46 POV ABI JA'FAR SHODIQ
47 ISTANA KITA
48 KAU MERAGUKAN KESETIAAN KU
49 MENGARUNGI PAGI PERTAMA
50 SIANG YANG PANJANG
51 MOTIVASI
52 TENTANG PESANTREN
53 KEDATANGAN SI KEMBAR
54 SI KEPO KEYANO
55 SEBUAH KEBERSAMAAN
56 FAMILY TIME
57 KEMARAHAN YANG MANIS
58 STATUS LUNA
59 LET'S GO
60 CITA2 SEDERHANA
61 TIM YANG SEPADAN
62 TIM YANG SEPADAN 2
63 PENGAKUAN KECIL
64 HARUS KEMBALI
65 MAAF
66 KEJUJURAN
67 KETAKUTAN JA'FAR
68 SALING MENGUNGKAPKAN RASA
69 LINGERIE MERAH
70 BERTANGGUNG JAWAB
71 NO MISSED COMUNIKASI
72 PERTEMUAN KELUARGA
73 KEBERSAMAAN YANG HANGAT
74 REMEMBER
75 BERTAMU 1
76 BERTAMU 2
77 SALING BICARA
78 MENU SEDERHANA
79 KALA HUJAN TURUN
80 KEPO MODE ON
81 POV: ABI JA'FAR vs SYEIKH ABD KARIM
82 ILMU
83 KEGIATAN DI PESANTREN
84 MALAM YANG SYAHDU
85 MENGHENTIKAN KESALAH PAHAMAN
86 ACARA KELUARGA
87 GUS ALAN DAN NADIA
88 PAMIT
89 LOVE IS GIVE
90 PERTIKAIAN
91 SALING MENGUATKAN
92 PENYAKIT LANGKA
93 OBAT RINDU
94 KEMARAHAN REYHAN
95 MEMBICARAKAN HAL PENTING
96 MENJELASKAN SEGALANYA
97 LANGKAH UTAMA LUNA
98 HAL YANG DI KHAWATIRKAN
99 MENYAMBUT TAMU BESAR
100 MAKAN MALAM
101 KEMARAHAN JA'FAR
102 MENYELESAIKAN MASALAH
103 MAAF
104 PERGI
105 FLASHBACK:(MENEMUINYA)
106 PINGSAN
107 HAL TAK TERDUGA
108 BOHONG
109 SESAKIT ITU
110 MELEPASKAN
111 PENYESALAN
112 MENEMUI SYEIKH ABD KARIM
113 TEMPAT BARU
114 KEADAAN YANG TAK LAGI SAMA
115 HANYA ADA KITA
116 MENATA HIDUP BARU
117 MENATA HIDUP BARU 2
118 MENCARI AKTIVITAS
119 PERKENALAN
120 MENJEMPUTNYA
121 DATANG
122 BISMA YANG AGUNG
123 ORANG BARU
124 KETULUSAN
125 RUTINITAS DI RUMAH
126 KEMBALI BERTEMU
127 PRANK
128 MAKSUD REYHAN
Episodes

Updated 128 Episodes

1
setelah kepergian nya
2
kedatangan seseorang
3
Menyambut kedatangan nya
4
MENGUTARAKAN NIAT BAIK
5
KAMI MEMAKSA
6
DETIK DETIK MENUJU HALAL
7
ALHAMDULILLAH, SAH
8
HUTANG TERIMAKASIH
9
MALAM PERTAMA YANG HANGAT
10
MALAM PERTAMA YANG HANGAT 2
11
MAUKAH KAMU JADI PACARKU
12
PANGGILAN YANG MENGGANGGU
13
KENCAN PERTAMA
14
DI SAKSIKAN SUNSET
15
JANGAN LUKAI HARGA DIRIKU
16
SEBUAH TANGGUNGJAWAB
17
Anugrah terindah
18
SEBUAH HARAPAN
19
OTAK MESUM LUNA
20
KEGIATAN DI APARTEMEN
21
PENGGANGGU LAKNAT
22
KEMBALI KERUMAH
23
SI MULUT TAK BERAKHLAQ
24
SINDIRAN KERAS
25
CINTA SURINDER SAHNI (suri)
26
MENANTU PILIHAN
27
IBU MENGANDALKAN NYA,
28
SAKIT
29
PENGOBAT LUKAMU
30
RASANYA JATUH CINTA
31
TAK KENAL TEMPAT
32
POV REYHAN
33
RASA YANG MASIH UTUH
34
PERIHAL RENDANG
35
APA KATA DUNIA
36
KEISTIMEWAAN LUNA
37
MODE GESREK ON
38
JANDA LIMITED EDITION
39
SIAPA UWAIS ALQORNI?
40
RIVAL YANG MERESAHKAN
41
TITISAN MARYAM
42
TAK PULANG
43
BERKUNJUNG KERUMAH
44
TAMPARAN KERAS
45
DUKA ALUNA
46
POV ABI JA'FAR SHODIQ
47
ISTANA KITA
48
KAU MERAGUKAN KESETIAAN KU
49
MENGARUNGI PAGI PERTAMA
50
SIANG YANG PANJANG
51
MOTIVASI
52
TENTANG PESANTREN
53
KEDATANGAN SI KEMBAR
54
SI KEPO KEYANO
55
SEBUAH KEBERSAMAAN
56
FAMILY TIME
57
KEMARAHAN YANG MANIS
58
STATUS LUNA
59
LET'S GO
60
CITA2 SEDERHANA
61
TIM YANG SEPADAN
62
TIM YANG SEPADAN 2
63
PENGAKUAN KECIL
64
HARUS KEMBALI
65
MAAF
66
KEJUJURAN
67
KETAKUTAN JA'FAR
68
SALING MENGUNGKAPKAN RASA
69
LINGERIE MERAH
70
BERTANGGUNG JAWAB
71
NO MISSED COMUNIKASI
72
PERTEMUAN KELUARGA
73
KEBERSAMAAN YANG HANGAT
74
REMEMBER
75
BERTAMU 1
76
BERTAMU 2
77
SALING BICARA
78
MENU SEDERHANA
79
KALA HUJAN TURUN
80
KEPO MODE ON
81
POV: ABI JA'FAR vs SYEIKH ABD KARIM
82
ILMU
83
KEGIATAN DI PESANTREN
84
MALAM YANG SYAHDU
85
MENGHENTIKAN KESALAH PAHAMAN
86
ACARA KELUARGA
87
GUS ALAN DAN NADIA
88
PAMIT
89
LOVE IS GIVE
90
PERTIKAIAN
91
SALING MENGUATKAN
92
PENYAKIT LANGKA
93
OBAT RINDU
94
KEMARAHAN REYHAN
95
MEMBICARAKAN HAL PENTING
96
MENJELASKAN SEGALANYA
97
LANGKAH UTAMA LUNA
98
HAL YANG DI KHAWATIRKAN
99
MENYAMBUT TAMU BESAR
100
MAKAN MALAM
101
KEMARAHAN JA'FAR
102
MENYELESAIKAN MASALAH
103
MAAF
104
PERGI
105
FLASHBACK:(MENEMUINYA)
106
PINGSAN
107
HAL TAK TERDUGA
108
BOHONG
109
SESAKIT ITU
110
MELEPASKAN
111
PENYESALAN
112
MENEMUI SYEIKH ABD KARIM
113
TEMPAT BARU
114
KEADAAN YANG TAK LAGI SAMA
115
HANYA ADA KITA
116
MENATA HIDUP BARU
117
MENATA HIDUP BARU 2
118
MENCARI AKTIVITAS
119
PERKENALAN
120
MENJEMPUTNYA
121
DATANG
122
BISMA YANG AGUNG
123
ORANG BARU
124
KETULUSAN
125
RUTINITAS DI RUMAH
126
KEMBALI BERTEMU
127
PRANK
128
MAKSUD REYHAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!