Chapter 15 - Patah Hati

\= Dalam salah satu penerbangan internasional menuju kota NY, Amerika \=

"Minum, sir?"

Pria tampan yang duduk di kelas bisnis itu mengangguk kaku. Otot-otot di wajahnya tampak mengetat.

"Whiskey."

Mata cantik pramugari itu sedikit mengedip cepat. Bibirnya yang merah tersenyum.

"Tapi Anda belum makan siang, sir. Mungkin Anda bisa-"

"Aku bilang whiskey! Lakukan saja pekerjaanmu dan jangan cerewet lagi!"

Bentakan itu membuat sang pramugari terkejut. Tampak tangan wanita itu bergetar sedikit.

"Baik, Tuan Conrad. Maafkan saya."

Segera setelah mengatakannya, Conrad menggeleng menyesal. Ia mengurut pelipisnya frustasi.

"Maaf. Tapi aku sedang tidak bisa basa-basi. Aku akan memesan makanan saat membutuhkannya nanti."

Meletakkan gelas whiskey yang telah terisi kembali, wanita itu mengangguk sopan. Ia sudah cukup terbiasa dengan bentakan tadi, dan sebenarnya lebih kaget saat pria ini meminta maaf.

Tanpa diketahui Conrad, lelaki ini mendapatkan respek yang cukup positif dari salah satu kru pesawat.

"Tidak masalah, Tuan Conrad. Silahkan Anda menghubungi kami bila perlu. Selamat menikmati."

Tidak menjawab, pandangan pria itu terarah ke jendela di sampingnya. Perlahan, bola matanya yang hijau tampak mulai digenangi air di pelupuknya.

Ia tidak menatap apapun di luar. Apa yang ada di kepalanya saat ini adalah penolakan yang baru dialaminya tadi, yang pada akhirnya membuat lelaki itu benar-benar patah hati.

Sangat patah hati, sampai Conrad berharap tidak akan pernah bertemu wanita itu lagi.

***

\= Flashback kejadian sekitar 2,5 jam lalu \=

"Katakan, sir! Apa yang sudah Anda lakukan pada suami saya!?"

Tuntutan itu membuat wajah Conrad berubah bengis. Lelaki itu membuang mukanya.

Belum mendengar jawaban dari atasannya, Mei menggertakan giginya. Kedua tangannya mengepal kuat penuh kemarahan. Ini kali terakhirnya ia mentolerir tindakan pria itu yang menurutnya sudah melampaui batas toleransinya. Ia tidak terima melihat raut suaminya yang seperti terhina tadi.

Mei sangat tahu pasti, ada sesuatu yang telah dilakukan Conrad telah menyentil harga diri Aslan.

"Saya akan mengajukan resign segera setelah saya menyelesaikan project ini, Tuan Conrad. Terima kasih atas kerja sama dan kemurahan hati Anda selama ini."

Baru saja Mei berbalik, terdengar pria di belakangnya bertanya dengan nada rendah tapi penuh penekanan.

"Apa yang sebenarnya kau lihat dari dia, Meilany?"

Pertanyaan itu membuatnya kembali menoleh pada Conrad. Kedua alisnya berkerut.

"Apa maksud pertanyaan Anda, sir?"

"Tidak ada maksud lain selain apa yang aku tanyakan barusan. Apa yang kau lihat dari dia? Fisiknya? Aku ini lebih tampan dari dia. Atau uangnya? Kau sudah tahu, asetku tersebar di seluruh negara. Aku mungkin bukan pria terkaya di dunia, tapi aku yakin jauh lebih kaya dari dirinya. Aku penasaran, kualitas apa yang kau lihat dari suamimu, sampai kau mencintainya segila ini?"

Bola mata Mei memandangi Conrad lebih intens. Pandangan yang tadinya diselimuti kemarahan, perlahan mulai berubah menjadi keheranan.

"Apa Anda pernah jatuh cinta, sir?"

Tidak menduga pertanyaan itu, Conrad hanya bisa terdiam.

Tersenyum sinis, Mei menggelengkan kepalanya. "Sudah saya duga. Anda tidak pernah tahu namanya cinta."

"Aku pernah jatuh cinta-"

"Jika definisi cinta menurut Anda adalah berhubungan int*m, maka Anda hanya mencintai satu dari sekian banyak aspek dari hubungan antar manusia. Tidak akan ada yang bertahan hanya karena hubungan s*ks, sir. Bahkan pernikahan terlama yang saya tahu pun, bukan karena s*ks, melainkan karena hal lain."

Terdengar dengusan keras dari hidung Conrad. "Sok tahu."

Sejenak Mei terdiam. Benaknya menimbang-nimbang, sampai tangannya sedikit mengepal.

"Sebut saya sok tahu, sir. Tapi saya yakin, saya lebih tahu dari Anda. Saya menikah hampir 2 tahun dengan mas Aslan. Selama terpisah, tidak sekali pun saya terfikir berhubungan dengan pria lain. Apa Anda pikir saya tidak pernah memikirkan s*ks? Anda salah kalau berfikir demikian. Saya sering memikirkannya, karena saya wanita normal. Tapi bukan berarti moral saya rendah sehingga melakukannya dengan sembarang pria, selain pasangan saya sendiri. Saya menghargai ikatan sakral pernikahan, sir."

Mulut lelaki di depannya menipis. "Jangan berceramah padaku, Mei. Aku tidak butuh ceramahmu!"

"Saya hanya menjawab pertanyaan Anda. Apa kualitas yang dimiliki mas Aslan sampai saya mencintainya? Saya mencintai mas Aslan karena dia lelaki setia. Dia pria paling baik yang pernah saya temui dalam hidup. Dia sayang ibunya. Dia juga menyayangi saya. Selama menjadi isterinya, saya bahagia bersamanya."

Tampang Conrad mencemooh.

"Kalau bahagia, kenapa berpisah? Dia meninggalkanmu kan, Mei? Akui saja, kau tidak bahagia dengan dia!"

Kata-kata itu tepat menghujam hati Mei. Seperti garam ditabur di atas lukanya yang belum sembuh. Mata sipit wanita itu berkaca-kaca saat memandang Conrad di depannya.

"Saya, yang meninggalkannya, sir... Saya, yang pergi meninggalkan mas Aslan."

Jantung Conrad serasa jatuh ke dasar. "A- Apa?"

"Saya isteri durhaka yang telah bersikap egois pada suami. Saya juga menantu tidak tahu diri yang tidak mau menerima nasihat baik mertua. Nasihat yang mungkin membawa saya ke surga. Anda tahu kenapa, sir?"

Lelaki itu nanar menatap wanita di depannya yang mulai meneteskan air matanya.

"Saya melakukannya karena saya terlalu mencintainya. Saya melepasnya supaya dia lebih bahagia. Itu arti cinta, sir. Anda rela melepas seseorang, bila orang itu jauh lebih bahagia bila tidak bersama Anda. Mungkin itu seharusnya yang Anda lakukan sekarang, sir. Kalau Anda mencintai saya, maka lepaskan saya. Tinggalkan saya. Karena sampai kapan pun, saya tidak akan pernah mencintai Anda."

Selesai mengucapkannya, Mei berbalik dan berjalan cepat meninggalkan Conrad.

Tanpa diketahui Mei, ia meninggalkan pria yang hatinya luluh lantak. Tampak setetes air jatuh ke pipi Conrad yang langsung dihapus kasar. Matanya yang hijau masih menatap sosok wanita itu yang perlahan menghilang dalam kerumunan. Tubuhnya berbalik dan ia berjalan ke arah berlawanan, ke arah gate yang telah terbuka.

Kali ini, Mei berhasil membuatnya menyerah. Pria itu menyerah dan tidak akan pernah mengejarnya lagi.

Terpopuler

Comments

Abi Nawa

Abi Nawa

ga lama si contad di bkin si othor masuk Islam tu wkwkkwwkwk dg penjelasan anyonying....menyetujui agama it penuh dg patriarki dan agak giman gt dg peran wanita tp stlh nya seakan2 it tidak benar dg alasan2 yg anyonying lagi wkwkwkkwk ....

2024-12-06

0

cinta semu

cinta semu

kalo cinta knp u belum siap terluka ...katany rela melepas asal dia bahagia ...tp kenyataan ny u pergi Krn g sanggup melihat dia dgn wanita lain 😂🤔 cinta macam apa ...selama 7 thn ugal2an pertahankan cinta tp knp harus kabur . .

2024-11-22

0

♡Ñùř♡

♡Ñùř♡

kasian conrad,tp bagaimana pun cinta tdk bisa di pksakn

2024-10-12

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Sakit
2 Chapter 2 - Bunda
3 Chapter 3 - Ikhlas
4 Chapter 4 - Hilang
5 Chapter 5 - Pergi
6 Chapter 6 - Bertemu
7 Chapter 7 - Ancaman
8 Chapter 8 - Cinta
9 Chapter 9 - Aslan
10 Chapter 10 - Cemburu
11 Chapter 11 - Kenapa?
12 Chapter 12 - Rival
13 Chapter 13 - Suamiku
14 Chapter 14 - Rindu
15 Chapter 15 - Patah Hati
16 Chapter 16 - Memori
17 Chapter 17 - Putus
18 Chapter 18 - Kebenaran (1)
19 Chapter 19 - Kebenaran (2)
20 Chapter 20 - Cerai
21 Chapter 21 - Hancur
22 Chapter 22 - Gila
23 Chapter 23 - Dasi
24 Chapter 24 - Pertengkaran (1)
25 Chapter 25 - Pertengkaran (2)
26 Chapter 26 - Penolakan
27 Chapter 27 - Usaha
28 Chapter 28 - Mengulang
29 Chapter 29 - Sederhana
30 Chapter 30 - Bahagia
31 Chapter 31 - Mengabulkan
32 Chapter 32 - Momen
33 Chapter 33 - Int*m
34 Chapter 34 - Mundur
35 Chapter 35 - Gagal (1)
36 Chapter 36 - Gagal (2)
37 Chapter 37 - Kepercayaan
38 Chapter 38 - Perlawanan
39 Chapter 39 - Melindungi
40 Chapter 40 - Honeymoon (1)
41 Chapter 41 - Honeymoon (2)
42 Chapter 42 - Rendezvous (1)
43 Chapter 43 - Rendezvous (2)
44 Chapter 44 - Rendezvous (3)
45 Chapter 45 - Kesempatan
46 Chapter 46 - Diusir
47 Chapter 47 - Kesetiaan
48 Chapter 48 - Kabar
49 Chapter 49 - Welcoming
50 Chapter 50 - Memilih
51 Chapter 51 - Kecewa
52 Chapter 52 - Ketahuan
53 Chapter 53 - Berdebat
54 Chapter 54 - Keraguan
55 Chapter 55 - Kesadaran
56 Chapter 56 - Jatuh Cinta
57 Chapter 57 - Mencari Tahu (1)
58 Chapter 58 - Mencari Tahu (2)
59 Chapter 59 - Hagen
60 Chapter 60 - Keputusan
61 Chapter 61 - Pengakuan
62 Chapter 62 - Penyelesaian
63 Chapter 63 - 'Menembak'
64 Chapter 64 - Interogasi
65 Chapter 65 - Kencan (1)
66 Chapter 66 - Kencan (2)
67 Chapter 67 - Kembali
68 Chapter 68 - Bersatu
69 Chapter 69 - First Time
70 Chapter 70 - Memori Indah
71 Chapter 71 - Di Balik Kesedihan, Akan Ada Kegembiraan
72 EPILOG - Awal Mula
73 EPILOG - Hubungan Transaksional
74 EPILOG - Kemarahan Terpendam
75 EPILOG - Rencana Perjodohan
76 EPILOG - Pertemuan Pertama
77 EPILOG - Nurani vs Kebutuhan
78 EPILOG - Hati yang Ragu
79 EPILOG - Keputusan Meilany
80 EPILOG - Kebahagiaan & Cobaan
81 Pengumuman karya baru - Maret 2025
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Chapter 1 - Sakit
2
Chapter 2 - Bunda
3
Chapter 3 - Ikhlas
4
Chapter 4 - Hilang
5
Chapter 5 - Pergi
6
Chapter 6 - Bertemu
7
Chapter 7 - Ancaman
8
Chapter 8 - Cinta
9
Chapter 9 - Aslan
10
Chapter 10 - Cemburu
11
Chapter 11 - Kenapa?
12
Chapter 12 - Rival
13
Chapter 13 - Suamiku
14
Chapter 14 - Rindu
15
Chapter 15 - Patah Hati
16
Chapter 16 - Memori
17
Chapter 17 - Putus
18
Chapter 18 - Kebenaran (1)
19
Chapter 19 - Kebenaran (2)
20
Chapter 20 - Cerai
21
Chapter 21 - Hancur
22
Chapter 22 - Gila
23
Chapter 23 - Dasi
24
Chapter 24 - Pertengkaran (1)
25
Chapter 25 - Pertengkaran (2)
26
Chapter 26 - Penolakan
27
Chapter 27 - Usaha
28
Chapter 28 - Mengulang
29
Chapter 29 - Sederhana
30
Chapter 30 - Bahagia
31
Chapter 31 - Mengabulkan
32
Chapter 32 - Momen
33
Chapter 33 - Int*m
34
Chapter 34 - Mundur
35
Chapter 35 - Gagal (1)
36
Chapter 36 - Gagal (2)
37
Chapter 37 - Kepercayaan
38
Chapter 38 - Perlawanan
39
Chapter 39 - Melindungi
40
Chapter 40 - Honeymoon (1)
41
Chapter 41 - Honeymoon (2)
42
Chapter 42 - Rendezvous (1)
43
Chapter 43 - Rendezvous (2)
44
Chapter 44 - Rendezvous (3)
45
Chapter 45 - Kesempatan
46
Chapter 46 - Diusir
47
Chapter 47 - Kesetiaan
48
Chapter 48 - Kabar
49
Chapter 49 - Welcoming
50
Chapter 50 - Memilih
51
Chapter 51 - Kecewa
52
Chapter 52 - Ketahuan
53
Chapter 53 - Berdebat
54
Chapter 54 - Keraguan
55
Chapter 55 - Kesadaran
56
Chapter 56 - Jatuh Cinta
57
Chapter 57 - Mencari Tahu (1)
58
Chapter 58 - Mencari Tahu (2)
59
Chapter 59 - Hagen
60
Chapter 60 - Keputusan
61
Chapter 61 - Pengakuan
62
Chapter 62 - Penyelesaian
63
Chapter 63 - 'Menembak'
64
Chapter 64 - Interogasi
65
Chapter 65 - Kencan (1)
66
Chapter 66 - Kencan (2)
67
Chapter 67 - Kembali
68
Chapter 68 - Bersatu
69
Chapter 69 - First Time
70
Chapter 70 - Memori Indah
71
Chapter 71 - Di Balik Kesedihan, Akan Ada Kegembiraan
72
EPILOG - Awal Mula
73
EPILOG - Hubungan Transaksional
74
EPILOG - Kemarahan Terpendam
75
EPILOG - Rencana Perjodohan
76
EPILOG - Pertemuan Pertama
77
EPILOG - Nurani vs Kebutuhan
78
EPILOG - Hati yang Ragu
79
EPILOG - Keputusan Meilany
80
EPILOG - Kebahagiaan & Cobaan
81
Pengumuman karya baru - Maret 2025

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!