Chapter 3 - Ikhlas

Beberapa jam semenjak kepergian mertuanya, Mei masih duduk di sofa itu. Matanya menelusuri ruang tamu yang tidak luas dan sederhana itu.

Rumah ini dibeli Aslan hampir 5 tahun yang lalu, sejak pria itu akhirnya dapat menyisihkan uangnya sedikit demi sedikit untuk mencicilnya. Tempat tinggalnya ini hanya memiliki 2 kamar tidur kecil, 1 kamar mandi, 1 dapur beserta ruangan terbuka, ruang tamu dan juga teras.

Hal yang paling disukai Mei dari rumah ini adalah halamannya. Halaman berumput itu masih sangat luas dan membuatnya bisa menyalurkan hobi bercocok tanamnya. Ia banyak menanam tanaman hias, dan mereka tumbuh sangat subur. Suaminya itu juga memberi keleluasaan baginya untuk mengatur rumah. Tidak pernah satu kali pun Aslan menolak saat ia meminta rumah itu direnovasi kecil sesuai kemauannya.

Selama hampir 2 tahun pernikahan mereka, selama itu pula Mei menganggap rumah ini adalah rumah masa tuanya kelak. Rumah itu sederhana, tapi sangat asri. Ia berhasil membuatnya menjadi rumah impiannya.

Impian yang sekarang perlahan retak di matanya.

Mengambil nafas panjang beberapa kali, wanita itu akhirnya bangkit dan mulai ke dapur. Saat ia membuka kulkas, yang ada di kepalanya hanyalah apa yang akan dimasaknya untuk suaminya nanti malam.

Malamnya, pasangan itu makan dengan tenang seperti biasa.

Meminum air putihnya, mata Mei berkelana ke Aslan yang meletakkan sendok garpunya. Pria itu terlihat puas dan kenyang. Wajah lelaki itu yang biasanya dingin, akan sedikit memerah saat ia senang.

"Enak mas?"

Anggukan antusias yang diberikan suaminya, membuat hati Mei sedikit ringan.

"Enak sekali, Mei. Terima kasih. Kamu memang pinter masak."

Masih tersenyum, Mei mulai membereskan piring-piring makan kotor di atas meja. Saat melihat Aslan akan membantunya, dengan lembut wanita itu menepis tangannya.

"Kata bunda dulu, seorang isteri harus melayani suaminya. Mas cukup duduk saja."

Mata pria itu mengerjap, tapi ia akhirnya kembali duduk. Tatapannya tidak lepas ke arah isterinya yang sibuk membereskan peralatan kotor dan mencucinya di wastafel.

Sedikit berdehem, Aslan bertanya pelan, "Seharian ini kamu mengerjakan apa saja, Mei?"

Tangan-tangan wanita itu masih sibuk mencuci. Pandangannya fokus ke pekerjaannya.

"Bunda tadi mampir ke sini."

Penjelasan singkat itu membuat kepala Aslan langsung tertunduk. Pria itu tiba-tiba saja diam.

Melirik ke arah suaminya, Mei dengan tenang melanjutkan, "Tadi siang bunda sudah menjelaskan, kenapa mas Aslan sampai harus melakukannya. Bunda juga sampai minta maaf ke aku, mas."

Kening pria itu berkerut. Pandangannya terarah pada satu tangannya yang saat ini tampak mulai terkepal.

Melihat suaminya masih terdiam, Mei mengamati pria itu. Ia masih tidak paham arti ekspresi lelaki itu, meski mereka sudah 2 tahun bersama. Ia baru sadar, ia ternyata belum terlalu mengenal suaminya.

Hatinya bertanya-tanya. Apakah ia yang kurang berusaha, atau ia memang tidak peka?

"Aku mengerti mas. Aku akan menerima keputusan mas Aslan. Apapun itu."

Perkataan itu masih tidak ditanggapi Aslan. Pria itu berdiri dan matanya masih tertunduk.

"Aku akan mandi."

Tanpa mengatakan apapun lagi, suaminya masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya pelan.

Reaksi pria itu membuat Mei menundukkan kepalanya dalam. Apakah ia telah berbuat kesalahan?

Saat wanita itu ke kamar tidur, tampak suaminya telah berbaring dalam selimut. Pria itu membelakanginya.

Menghela nafas dalam, Mei pun akhirnya mengikuti dan terbaring diam beberapa saat.

"Mei?"

Suara berat pria itu yang tiba-tiba terdengar, membuat Mei sedikit kaget dan langsung menoleh.

"Mas? Belum tidur?"

Sejenak, pria itu kembali diam sebelum bertanya ragu-ragu, "Mei? Aku boleh... Malam ini...?"

Mata sipit Mei mengerjap pelan. Entah kenapa, permintaan itu membuatnya mendadak sedih.

"Boleh saja mas. Aku lagi tidak datang bulan kok."

Perlahan, pria itu berbalik ke arah isterinya. Keduanya bertatapan sebentar, dan tangan kanan Aslan terulur untuk menyentuh pipi Mei lembut. Mata cokelat itu bergerak-gerak pelan.

"Maafkan aku, Meichan..."

Senyuman singkat diberikan Mei dan ia memegang tangan pria itu di pipinya.

"Aku mengerti mas. Jangan minta maaf."

Kedua alis pria itu berkerut dalam, dan kepalanya menggeleng pelan.

"Tidak. Aku benar-benar bersalah padamu, sayang..."

Bola mata Mei sedikit membesar saat ia melihat mata pria itu berkaca-kaca. Tapi sebelum ia dapat berkata apapun, lelaki itu langsung menciumnya.

Ciuman itu sedikit berbeda dari yang sudah-sudah. Ciuman pria itu lebih agresif dan juga menuntut. Tangan-tangan yang juga biasanya mengelus lembut, kini terasa cukup kasar saat mer*mas tubuhnya.

Entah apa yang merasuki Aslan, tapi lelaki itu memberikan percintaan yang jauh berbeda dari yang pernah dialami Mei sepanjang pernikahannya. Malam ini, pria itu berhasil membuatnya melayang ke awang-awang. Kegiatan yang awalnya hanya ia lakukan sebagai kewajiban, kini wanita itu lakukan demi kepuasan.

Jika sebelumnya kegiatan tempat tidur itu hanya mereka lakukan seminggu sekali, kini Aslan menuntutnya hampir tiap malam. Entah dari mana energi lelaki itu, tapi ia seolah tidak pernah puas.

Lagi dan lagi, suaminya memuaskannya dan membuatnya bahagia. Kebahagiaan itu tidak berakhir, sampai Mei duduk di atas kloset dan mematung memandangi benda kecil di tangannya.

Tangannya gemetar tidak terkontrol dan ia menutup mulutnya sendiri.

Perasaannya sangat campur aduk saat ini.

Ia hamil.

Terpopuler

Comments

Ira

Ira

Keluarga sesat.. Keluarga dulu byk non muslim skrg muslim krn lihat islam memuliakan wanita bkn zholim

2024-10-27

0

♡Ñùř♡

♡Ñùř♡

nangis aku bacanya

2024-10-12

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Sakit
2 Chapter 2 - Bunda
3 Chapter 3 - Ikhlas
4 Chapter 4 - Hilang
5 Chapter 5 - Pergi
6 Chapter 6 - Bertemu
7 Chapter 7 - Ancaman
8 Chapter 8 - Cinta
9 Chapter 9 - Aslan
10 Chapter 10 - Cemburu
11 Chapter 11 - Kenapa?
12 Chapter 12 - Rival
13 Chapter 13 - Suamiku
14 Chapter 14 - Rindu
15 Chapter 15 - Patah Hati
16 Chapter 16 - Memori
17 Chapter 17 - Putus
18 Chapter 18 - Kebenaran (1)
19 Chapter 19 - Kebenaran (2)
20 Chapter 20 - Cerai
21 Chapter 21 - Hancur
22 Chapter 22 - Gila
23 Chapter 23 - Dasi
24 Chapter 24 - Pertengkaran (1)
25 Chapter 25 - Pertengkaran (2)
26 Chapter 26 - Penolakan
27 Chapter 27 - Usaha
28 Chapter 28 - Mengulang
29 Chapter 29 - Sederhana
30 Chapter 30 - Bahagia
31 Chapter 31 - Mengabulkan
32 Chapter 32 - Momen
33 Chapter 33 - Int*m
34 Chapter 34 - Mundur
35 Chapter 35 - Gagal (1)
36 Chapter 36 - Gagal (2)
37 Chapter 37 - Kepercayaan
38 Chapter 38 - Perlawanan
39 Chapter 39 - Melindungi
40 Chapter 40 - Honeymoon (1)
41 Chapter 41 - Honeymoon (2)
42 Chapter 42 - Rendezvous (1)
43 Chapter 43 - Rendezvous (2)
44 Chapter 44 - Rendezvous (3)
45 Chapter 45 - Kesempatan
46 Chapter 46 - Diusir
47 Chapter 47 - Kesetiaan
48 Chapter 48 - Kabar
49 Chapter 49 - Welcoming
50 Chapter 50 - Memilih
51 Chapter 51 - Kecewa
52 Chapter 52 - Ketahuan
53 Chapter 53 - Berdebat
54 Chapter 54 - Keraguan
55 Chapter 55 - Kesadaran
56 Chapter 56 - Jatuh Cinta
57 Chapter 57 - Mencari Tahu (1)
58 Chapter 58 - Mencari Tahu (2)
59 Chapter 59 - Hagen
60 Chapter 60 - Keputusan
61 Chapter 61 - Pengakuan
62 Chapter 62 - Penyelesaian
63 Chapter 63 - 'Menembak'
64 Chapter 64 - Interogasi
65 Chapter 65 - Kencan (1)
66 Chapter 66 - Kencan (2)
67 Chapter 67 - Kembali
68 Chapter 68 - Bersatu
69 Chapter 69 - First Time
70 Chapter 70 - Memori Indah
71 Chapter 71 - Di Balik Kesedihan, Akan Ada Kegembiraan
72 EPILOG - Awal Mula
73 EPILOG - Hubungan Transaksional
74 EPILOG - Kemarahan Terpendam
75 EPILOG - Rencana Perjodohan
76 EPILOG - Pertemuan Pertama
77 EPILOG - Nurani vs Kebutuhan
78 EPILOG - Hati yang Ragu
79 EPILOG - Keputusan Meilany
80 EPILOG - Kebahagiaan & Cobaan
81 Pengumuman karya baru - Maret 2025
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Chapter 1 - Sakit
2
Chapter 2 - Bunda
3
Chapter 3 - Ikhlas
4
Chapter 4 - Hilang
5
Chapter 5 - Pergi
6
Chapter 6 - Bertemu
7
Chapter 7 - Ancaman
8
Chapter 8 - Cinta
9
Chapter 9 - Aslan
10
Chapter 10 - Cemburu
11
Chapter 11 - Kenapa?
12
Chapter 12 - Rival
13
Chapter 13 - Suamiku
14
Chapter 14 - Rindu
15
Chapter 15 - Patah Hati
16
Chapter 16 - Memori
17
Chapter 17 - Putus
18
Chapter 18 - Kebenaran (1)
19
Chapter 19 - Kebenaran (2)
20
Chapter 20 - Cerai
21
Chapter 21 - Hancur
22
Chapter 22 - Gila
23
Chapter 23 - Dasi
24
Chapter 24 - Pertengkaran (1)
25
Chapter 25 - Pertengkaran (2)
26
Chapter 26 - Penolakan
27
Chapter 27 - Usaha
28
Chapter 28 - Mengulang
29
Chapter 29 - Sederhana
30
Chapter 30 - Bahagia
31
Chapter 31 - Mengabulkan
32
Chapter 32 - Momen
33
Chapter 33 - Int*m
34
Chapter 34 - Mundur
35
Chapter 35 - Gagal (1)
36
Chapter 36 - Gagal (2)
37
Chapter 37 - Kepercayaan
38
Chapter 38 - Perlawanan
39
Chapter 39 - Melindungi
40
Chapter 40 - Honeymoon (1)
41
Chapter 41 - Honeymoon (2)
42
Chapter 42 - Rendezvous (1)
43
Chapter 43 - Rendezvous (2)
44
Chapter 44 - Rendezvous (3)
45
Chapter 45 - Kesempatan
46
Chapter 46 - Diusir
47
Chapter 47 - Kesetiaan
48
Chapter 48 - Kabar
49
Chapter 49 - Welcoming
50
Chapter 50 - Memilih
51
Chapter 51 - Kecewa
52
Chapter 52 - Ketahuan
53
Chapter 53 - Berdebat
54
Chapter 54 - Keraguan
55
Chapter 55 - Kesadaran
56
Chapter 56 - Jatuh Cinta
57
Chapter 57 - Mencari Tahu (1)
58
Chapter 58 - Mencari Tahu (2)
59
Chapter 59 - Hagen
60
Chapter 60 - Keputusan
61
Chapter 61 - Pengakuan
62
Chapter 62 - Penyelesaian
63
Chapter 63 - 'Menembak'
64
Chapter 64 - Interogasi
65
Chapter 65 - Kencan (1)
66
Chapter 66 - Kencan (2)
67
Chapter 67 - Kembali
68
Chapter 68 - Bersatu
69
Chapter 69 - First Time
70
Chapter 70 - Memori Indah
71
Chapter 71 - Di Balik Kesedihan, Akan Ada Kegembiraan
72
EPILOG - Awal Mula
73
EPILOG - Hubungan Transaksional
74
EPILOG - Kemarahan Terpendam
75
EPILOG - Rencana Perjodohan
76
EPILOG - Pertemuan Pertama
77
EPILOG - Nurani vs Kebutuhan
78
EPILOG - Hati yang Ragu
79
EPILOG - Keputusan Meilany
80
EPILOG - Kebahagiaan & Cobaan
81
Pengumuman karya baru - Maret 2025

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!