Chapter 13 - Suamiku

"Jadi, kau ini lelaki yang membuatnya tidak pernah mau menerimaku?"

"Maaf?"

Rahang Conrad mengencang. Mata hijaunya menatap tajam dan menelusuri lelaki yang berdiri di depannya. Tatapannya terhenti pada tangan kanan Aslan, dan fokus ke cincin yang tersemat di jari manis pria itu.

Pandangannya naik dan kini, ia tidak bisa lagi menyembunyikan kebenciannya pada pria itu.

"Kau suami Mei?"

Jakun Aslan naik-turun. Ia tahu tidak boleh sembarangan bicara. Pria di depannya ini adalah bos besar Mei dan apapun yang keluar dari mulutnya, bisa jadi membahayakan posisi isterinya nanti.

"Maaf, Tuan Conrad. Saya masih tidak paham-"

"Jangan berlagak seperti id*ot kau, Ash! Kalian mengenakan cincin kawin yang mirip! Mungkin tidak banyak yang memperhatikan, tapi dari awal aku sudah tahu kau ini pria br*ngsek! Kau kira aku tidak bisa melihat tatapan laparmu pada Mei? Kau menginginkan wanita itu, tapi kau tidak mau mengakuinya sebagai isterimu? Apa kau tidak mau mengakui darah dagingmu juga? Benar-benar lelaki b*jingan kau, Aslan!"

Hinaan itu hanya bisa ditelan Aslan pahit-pahit. Ia tidak mungkin membalas. Ia tidak bisa membalas, kecuali ia membeberkan semuanya pada pria di depannya. Tapi apapun yang ia katakan, hanya akan jadi aib.

Aib bagi dirinya dan juga untuk isterinya sendiri.

"Tuan Conrad. Saya yakin Anda salah paham. Saya dan Meilany tidak ada hubungan-"

"Kau bersumpah?"

Pertanyaan itu membungkam apapun yang sudah ada di ujung lidah Aslan. Pria itu terdiam.

"Apa kau bersumpah tidak punya hubungan apapun dengan Mei? Bersumpahlah sekarang, Ash!"

Diamnya Aslan dilihat Conrad sebagai kekalahan. Pria bermata hijau itu menatap penuh cemoohan.

"Ternyata kau memang lelaki pengecut. Kau sama sekali tidak punya keberanian mengakui semuanya. Apa sebenarnya yang Mei lihat dari dirimu ini? Kau tidak lebih tampan dariku dan aku yakin, kau ini jauh lebih miskin dari aku! Mungkin juga pendapatanmu tidak melebihi apa yang didapat Meilany sekarang. Kau ini tipikal lelaki 'mokondo' dan penganut patriaki sejati. Yang mengandalkan agama dan juga ketakutan para wanita untuk mendominasi mereka. Tipikal lelaki banyak mau, tapi tong kosong! Tidak ada isinya!"

Kedua tangan Aslan mengepal. Suara beratnya mulai gemetar menahan amarah.

"Tuan Conrad. Anda sudah menghina saya. Saya-"

Jari telunjuk Conrad menusuk kencang d*da Aslan. Ekspresinya mengancam.

"Jauhi Meilany! Ceraikan dia! Meilany pantas mendapat pria yang jauh lebih baik dari dirimu ini! Kau telah meninggalkannya sekali, tidak masalah untuk meninggalkan dia selamanya, kan? Tinggalkan Mei!"

Makna yang terkandung dalam kata-kata pria di depannya membuat wajah Aslan memucat. Ia baru tersadar, bahwa selama pernikahannya, ia tidak pernah 'ada' untuk isterinya.

Ia telah 'meninggalkannya' dulu. Ia tidak mendampinginya sama sekali ketika Mei harus berhadapan dengan bundanya dulu. Ia mempercayakan semuanya pada ibunya dulu untuk mendidik wanita itu menjadi seorang isteri yang baik. Isteri sholehah versi ibunya dan bukan versi mereka sendiri.

Sesuatu di benak Aslan serasa pecah berkeping-keping di dalam, saat kesadaran perlahan menghantamnya.

'Maaf, Mei... Tapi ini bunda yang minta...'

'Kan bunda yang pengen aku berhenti dulu. Bukannya mas pengen supaya aku fokus untuk program anak?'

'Kata bunda dulu, seorang isteri harus melayani suaminya. Mas cukup duduk saja.'

'Aku mengerti mas. Aku akan menerima keputusan mas Aslan. Apapun itu.'

'Engga usah repot mas. Beneran kok, aku ga butuh apa-apa. Aku juga ga pengen apa-apa.'

Otaknya mulai dibanjiri kata-kata isterinya dulu. Kata-kata yang dulu tidak pernah ia tanggapi serius, tapi ternyata membuat masalah dalam rumah tangganya meruncing tanpa ia sadari.

Dalam hatinya ia tahu ia telah bersalah pada isterinya, tapi saat itu, ia sendiri tidak punya keberanian untuk mengambil keputusan. Ia hanya menuruti keinginan ibunya yang meski hal itu memiliki niat baik, tapi lama kelamaan justru mengikis hubungan mereka sebagai suami-isteri.

'Mei tahu, mas akan tetap mengabulkan keinginan bunda kan? Maaf mas, kalau begitu, Mei ga akan pernah bisa kembali lagi. Mei ternyata bukan isteri sholehah seperti yang diinginkan bunda... Mei bukan wanita kuat yang sanggup didua. Mei hanya wanita biasa yang bisa sakit hati dan cemburu... Lebih baik Mei melepaskan mas Aslan, kalau memang mas mau dengan wanita lain.'

Aslan merasakan tubuhnya mulai gemetar. Nafasnya terasa sesak. Tanpa sadar, kakinya perlahan mundur. Ia akhirnya tahu apa yang membuat isterinya pergi dulu.

Semua adalah kesalahannya. Ia tidak bisa jadi sosok suami yang baik. Ia telah gagal menjadi Imam isterinya.

"Aslan?"

Kedua alis Conrad mengerut dalam. Ia tidak menyangka lelaki di hadapannya akan terlihat shock karena kata-katanya barusan. Ia mulai merasa tidak enak. Tangannya terulur ke arah Aslan.

"Hei, As-"

"Anda benar, Tuan Conrad. Saya memang lelaki pengecut. Saya tidak pantas jadi suami Mei."

Conrad membeku melihat wajah Aslan yang seputih kapas. Mata pria itu nanar, dan tampak memerah.

Tidak ada maksud Conrad untuk membuat lelaki saingannya seperti ini. Ia hanya ingin sedikit menyakitinya, tapi bukan berarti menyerang sisi emosionalnya sejauh ini. Apa yang dilakukannya saat ini sama saja seperti berbuat kecurangan. Ia tidak memberi kesempatan pada Aslan untuk bersaing jujur dengannya.

"Aslan. Maafkan aku. Tadi aku-"

"Tuan Conrad! Kopi Anda."

Sapaan gembira itu menginterupsi apapun yang ingin dikatakan Conrad tadi. Tampak pria itu tersenyum ceria dan menerima uluran kopi dari Mei.

"Terima kasih, Mei."

"Sama-sama, sir."

Kening Mei berkerut saat menatap raut suaminya yang tidak baik. "Pak Aslan? Bapak-"

Tidak menjawab, Aslan melewati Mei dan bergegas pergi dari sana. Kepalanya tertunduk.

"Pak Aslan!"

Wanita itu hampir menyusul Aslan saat tangannya ditahan kuat.

"Jangan pergi, Mei!"

"Sir?"

Wajah Conrad memerah dan mata pria itu berkaca-kaca. Ia masih mencengkeram tangan Mei.

"Please. Jangan pernah menyusulnya, Meilany. Aku mohon padamu."

Bahu Mei naik-turun dan dengan kasar, ia menepis lengannya. Rautnya mengeras memandang atasannya.

"Apa yang sudah Anda katakan padanya, sir?"

"Mei..."

"Katakan, sir! Apa yang sudah Anda lakukan pada suami saya!?"

Terpopuler

Comments

cinta semu

cinta semu

percuma ..Mei terlalu bucin ...biarkan Mei nyusul Aslan ...biar Mei lihat kenyataan ,,apa benar Aslan nikah lagi ..secara Aslan kn calon imam favorit...😂🤣

2024-11-22

0

Iriana Sudesy

Iriana Sudesy

Conrad kapan log in? aku mau yg kaya kamu

2025-02-13

0

♡Ñùř♡

♡Ñùř♡

lupakan lh mei,conrad
semoga nnti kmu akn mndptkn yg cocok untuk mu

2024-10-12

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Sakit
2 Chapter 2 - Bunda
3 Chapter 3 - Ikhlas
4 Chapter 4 - Hilang
5 Chapter 5 - Pergi
6 Chapter 6 - Bertemu
7 Chapter 7 - Ancaman
8 Chapter 8 - Cinta
9 Chapter 9 - Aslan
10 Chapter 10 - Cemburu
11 Chapter 11 - Kenapa?
12 Chapter 12 - Rival
13 Chapter 13 - Suamiku
14 Chapter 14 - Rindu
15 Chapter 15 - Patah Hati
16 Chapter 16 - Memori
17 Chapter 17 - Putus
18 Chapter 18 - Kebenaran (1)
19 Chapter 19 - Kebenaran (2)
20 Chapter 20 - Cerai
21 Chapter 21 - Hancur
22 Chapter 22 - Gila
23 Chapter 23 - Dasi
24 Chapter 24 - Pertengkaran (1)
25 Chapter 25 - Pertengkaran (2)
26 Chapter 26 - Penolakan
27 Chapter 27 - Usaha
28 Chapter 28 - Mengulang
29 Chapter 29 - Sederhana
30 Chapter 30 - Bahagia
31 Chapter 31 - Mengabulkan
32 Chapter 32 - Momen
33 Chapter 33 - Int*m
34 Chapter 34 - Mundur
35 Chapter 35 - Gagal (1)
36 Chapter 36 - Gagal (2)
37 Chapter 37 - Kepercayaan
38 Chapter 38 - Perlawanan
39 Chapter 39 - Melindungi
40 Chapter 40 - Honeymoon (1)
41 Chapter 41 - Honeymoon (2)
42 Chapter 42 - Rendezvous (1)
43 Chapter 43 - Rendezvous (2)
44 Chapter 44 - Rendezvous (3)
45 Chapter 45 - Kesempatan
46 Chapter 46 - Diusir
47 Chapter 47 - Kesetiaan
48 Chapter 48 - Kabar
49 Chapter 49 - Welcoming
50 Chapter 50 - Memilih
51 Chapter 51 - Kecewa
52 Chapter 52 - Ketahuan
53 Chapter 53 - Berdebat
54 Chapter 54 - Keraguan
55 Chapter 55 - Kesadaran
56 Chapter 56 - Jatuh Cinta
57 Chapter 57 - Mencari Tahu (1)
58 Chapter 58 - Mencari Tahu (2)
59 Chapter 59 - Hagen
60 Chapter 60 - Keputusan
61 Chapter 61 - Pengakuan
62 Chapter 62 - Penyelesaian
63 Chapter 63 - 'Menembak'
64 Chapter 64 - Interogasi
65 Chapter 65 - Kencan (1)
66 Chapter 66 - Kencan (2)
67 Chapter 67 - Kembali
68 Chapter 68 - Bersatu
69 Chapter 69 - First Time
70 Chapter 70 - Memori Indah
71 Chapter 71 - Di Balik Kesedihan, Akan Ada Kegembiraan
72 EPILOG - Awal Mula
73 EPILOG - Hubungan Transaksional
74 EPILOG - Kemarahan Terpendam
75 EPILOG - Rencana Perjodohan
76 EPILOG - Pertemuan Pertama
77 EPILOG - Nurani vs Kebutuhan
78 EPILOG - Hati yang Ragu
79 EPILOG - Keputusan Meilany
80 EPILOG - Kebahagiaan & Cobaan
81 Pengumuman karya baru - Maret 2025
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Chapter 1 - Sakit
2
Chapter 2 - Bunda
3
Chapter 3 - Ikhlas
4
Chapter 4 - Hilang
5
Chapter 5 - Pergi
6
Chapter 6 - Bertemu
7
Chapter 7 - Ancaman
8
Chapter 8 - Cinta
9
Chapter 9 - Aslan
10
Chapter 10 - Cemburu
11
Chapter 11 - Kenapa?
12
Chapter 12 - Rival
13
Chapter 13 - Suamiku
14
Chapter 14 - Rindu
15
Chapter 15 - Patah Hati
16
Chapter 16 - Memori
17
Chapter 17 - Putus
18
Chapter 18 - Kebenaran (1)
19
Chapter 19 - Kebenaran (2)
20
Chapter 20 - Cerai
21
Chapter 21 - Hancur
22
Chapter 22 - Gila
23
Chapter 23 - Dasi
24
Chapter 24 - Pertengkaran (1)
25
Chapter 25 - Pertengkaran (2)
26
Chapter 26 - Penolakan
27
Chapter 27 - Usaha
28
Chapter 28 - Mengulang
29
Chapter 29 - Sederhana
30
Chapter 30 - Bahagia
31
Chapter 31 - Mengabulkan
32
Chapter 32 - Momen
33
Chapter 33 - Int*m
34
Chapter 34 - Mundur
35
Chapter 35 - Gagal (1)
36
Chapter 36 - Gagal (2)
37
Chapter 37 - Kepercayaan
38
Chapter 38 - Perlawanan
39
Chapter 39 - Melindungi
40
Chapter 40 - Honeymoon (1)
41
Chapter 41 - Honeymoon (2)
42
Chapter 42 - Rendezvous (1)
43
Chapter 43 - Rendezvous (2)
44
Chapter 44 - Rendezvous (3)
45
Chapter 45 - Kesempatan
46
Chapter 46 - Diusir
47
Chapter 47 - Kesetiaan
48
Chapter 48 - Kabar
49
Chapter 49 - Welcoming
50
Chapter 50 - Memilih
51
Chapter 51 - Kecewa
52
Chapter 52 - Ketahuan
53
Chapter 53 - Berdebat
54
Chapter 54 - Keraguan
55
Chapter 55 - Kesadaran
56
Chapter 56 - Jatuh Cinta
57
Chapter 57 - Mencari Tahu (1)
58
Chapter 58 - Mencari Tahu (2)
59
Chapter 59 - Hagen
60
Chapter 60 - Keputusan
61
Chapter 61 - Pengakuan
62
Chapter 62 - Penyelesaian
63
Chapter 63 - 'Menembak'
64
Chapter 64 - Interogasi
65
Chapter 65 - Kencan (1)
66
Chapter 66 - Kencan (2)
67
Chapter 67 - Kembali
68
Chapter 68 - Bersatu
69
Chapter 69 - First Time
70
Chapter 70 - Memori Indah
71
Chapter 71 - Di Balik Kesedihan, Akan Ada Kegembiraan
72
EPILOG - Awal Mula
73
EPILOG - Hubungan Transaksional
74
EPILOG - Kemarahan Terpendam
75
EPILOG - Rencana Perjodohan
76
EPILOG - Pertemuan Pertama
77
EPILOG - Nurani vs Kebutuhan
78
EPILOG - Hati yang Ragu
79
EPILOG - Keputusan Meilany
80
EPILOG - Kebahagiaan & Cobaan
81
Pengumuman karya baru - Maret 2025

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!