marah

Dengan tendangan yang sangat keras dia menendang pintu. membuat tangan pelayan itu seketika terlepas . " tu,, tuan ! " kata pelayan itu tergugup.

" Apa yang akan kamu lakukan padanya! " kata Xavier dengan tatapan mematikan. " kenapa diam, apa yang akan kamu lakukan! " kata Xavier dengan tatapan mematikan, disertai langkah yang semakin mendekat.

" Ma,, aa,, af, tu,, tu,, an! " pelayan itu sudah benar-benar gemetar saat ini.

" Kalian masuklah! " perintah Xavier pada penjaganya yang di luar.

" Siap bos,,! " jawab penjaga itu setelah sampai di depan Xavier.

Tampak pelayanan itu langsung pucat seketika. dia tahu apa yang akan terjadi padanya. karena dia sangat paham dengan kelakuan Xavier. juga watak kerasnya.

Semua yang disana nampak tegang kecuali Hira. gadis itu hanya diam. seolah dia hanya di sibukkan dengan isi pikirannya sendiri.

Mata Xavier melirik Hira walau sebentar, dia juga melihat betapa tenangnya dia. " bawa dia, dan berikan peringatan padanya. agar tidak seenaknya dengan mulutnya ! " kata Xavier pada penjaganya. namun matanya masih menatap penuh pada Hira.

" Tolong ampuni saya tuan. aku janji tidak akan mengulangi. aku mohon tuan! " rengek pelayan itu.

Tanpa menggubris rengekan pelayanan genit itu. semua penjaga membawa pelayan itu dengan paksa. dan di bawanya ke sel yang memang tersedia di mansionnya Xavier.

Semua sudah pergi, Xavier mendekat ke arah Hira yang masih duduk di atas ranjang. Xavier hanya berdiri menatap Hira yang masih menunduk dengan memeluk lutut. belum ada niatan dari Hira untuk menatapnya.

" Apa kamu mau melakukan sesuatu? " tanya Xavier memecah keheningan.

" Iya,, aku mau ambil wudhu! " jawab Hira .

" Biar aku yang membawamu! " kata Xavier dengan kedua tangan yang sudah siap menggendong.

" Jangan menyentuh saya tuan! " cegah Hira.

" Aku akan membungkusmu dengan selimut yang tebal.! " kata Xavier.

Hira nampak terdiam. dia memang sedang membutuhkan bantuan Xavier saat ini. dia tidak mau kamu di berikan seorang pelayan untuk melayaninya.

" Baiklah! " jawab Hira.

Kemudian Xavier membawa Hira ke kamar mandi, dengan setia Xavier menunggu Hira di luar kamar mandi.

Bruakk....

Xavier langsung bergegas masuk setelah mendengar benda jatuh . dan mata Xavier langsung terkaget setelah melihat Hira sudah terduduk di lantai.

" Apa kamu terpeleset? " tanya Xavier.

" Iya,, ! " jawab Hira lirih sambil tertunduk , Xavier masih menatapnya dan setelah itu dia kembali meraih selimutnya, " hikss,, hikss! " Hira menangis sambil mengelus-elus kakinya.

" Apa ini sangat sakit? " tanya Xavier lagi dengan wajah panik. " ayo kita ke ranjang.! " kata Xavier sambil menggendong kembali Hira.

Sepanjang menuju ranjang Hira masih saja menangis. Hira sedang merasa sedih saat ini. bagaimana bisa dia bisa sampai ke tempat seperti ini . tempat yang sangat asing juga sangat kejam untuknya.

Setelah Hira sudah berasa di ranjang , dia langsung melakukan kewajibannya. Xavier hanya menatap penuh dengan apa yang di lakukan Hira. dia tahu kalau Hira sedang melakukan apa yang agamanya perintahkan.

Mata Xavier menatap kagum pada Hira. Mata yang terpejam dengan kelopak yang sembab dan basah. Hira nampak begitu khusyuk melakukan ibadahnya.

Setelah itu Hira berdoa pada Tuhan. entah apa yng dia curhatkan sehingga airmata terus saja mengalir.

Selesai itu Hira nampak ingin turun dari ranjang. dia ingin mengambil minuman yang ada di meja yang sedikit jauh dari ranjangnya.

" Kenapa kamu turun! hmm! " kata Xavier sambil berjalan mendekat.

" Saya mau minum tuan! " kata Hira. tanpa bertanya lagi, Xavier langsung mengambil minuman itu. kemudian dia berikan pada Hira. Tak lupa Xavier memalingkan badan untuk tidak melihat Hira yang sedang minum.

Sebenarnya Hira merasa sejuk dengan perlakuan Xavier yang seperti ini. selama ini dia di asuh oleh nenek. padahal dia mempunyai seorang ibu.

Hampir dua jam antara mereka hanya diam, Hira yang duduk dengan terus menunduk. dan Xavier yang masih menatap penuh. hingga akhirnya Mata Xavier melihat pergerakan tubuh Hira yang sepertinya gelisah. tampak kedua tangannya yang saling menggenggam erat.

" Ada apa? " tanya Xavier memecah keheningan.

Hira yang mendengar suara tiba-tiba Xavier spontan mengangkat kepala. " apa? " tanya balik Hira merasa tidak paham dengan pertanyaan Xavier.

" Kenapa kamu seperti gelisah! " tanya Xavier lagi masih menatap penuh.

" Aku,,,, aku,,,! " Hira tampak ragu untuk mengungkap. merasa tidak sabar Xavier akhirnya mendekat.

" Katakan saja.! " kata Xavier telak. hira pun langsung memejamkan Mata....

Terpopuler

Comments

cinta🥰

cinta🥰

pokonya semangat

2024-11-26

1

Radiah Hassan

Radiah Hassan

Lanjut thor

2024-11-06

1

lihat semua
Episodes
1 fahira zain
2 awalan
3 mulai
4 pertemuan
5 pasrah
6 cantik
7 kaget
8 kamu menyentuhku
9 sebuah cerita
10 siapapun anda
11 aku yang menikahimu
12 pergilah
13 marah
14 khawatir
15 sembuhlah
16 ada apa dengan hatiku
17 tidak tahan
18 bunuhlah aku
19 ternyata sama
20 pingsan
21 humaira
22 status baru
23 menggoda
24 baik
25 terbiasa
26 tahu
27 pertarungan
28 terpesona
29 menerima
30 teringat
31 melihat
32 kamu miliknya
33 bermain
34 ciuman pertama dari Hira
35 menunggu
36 tidak nafsu
37 tidak tahan
38 malam pertama
39 terbiasa
40 andai
41 sangat rindu
42 sunat
43 sudah sadar
44 hamil
45 tidak mau egois
46 harus pergi
47 kembali manja
48 emosi ibu hamil
49 mama
50 sakit
51 berat melepaskan
52 kembali menangis
53 rencana
54 harus pergi
55 di tempat baru
56 jangan pergi
57 cemburu buta
58 menikmati saat ini
59 orang baru
60 mendekati
61 mengintai
62 bunuh diri
63 trauma
64 pandangan yang dalam
65 terpesona
66 artis
67 masa lalu erika
68 bertemu kembali
69 bertemu erika
70 tembus pandang
71 kemarahan Erika
72 berkenalan
73 kembali cemburu
74 ternyata cemburu
75 cemburu buta
76 manjanya hira
77 terharu
78 ternyata mafia
79 benar-benar kalut
80 kejujuran erika
81 ternyata tahu.
82 pergerakan pertama
83 kedatangan vior
84 berhadapan
85 tidak berani memberitahu
86 bahagia
87 karena kamu mafia
88 marahnya hira
89 terlanjur salah
90 kecewanya Hira
91 ikut meeting
92 manja dan kemarahan
93 curi pandang
94 tingkah hira
95 perubahan emosi
96 kamu mencintai istriku
97 bukan cemburu buta
98 nasihat
99 rencana
100 selesai
Episodes

Updated 100 Episodes

1
fahira zain
2
awalan
3
mulai
4
pertemuan
5
pasrah
6
cantik
7
kaget
8
kamu menyentuhku
9
sebuah cerita
10
siapapun anda
11
aku yang menikahimu
12
pergilah
13
marah
14
khawatir
15
sembuhlah
16
ada apa dengan hatiku
17
tidak tahan
18
bunuhlah aku
19
ternyata sama
20
pingsan
21
humaira
22
status baru
23
menggoda
24
baik
25
terbiasa
26
tahu
27
pertarungan
28
terpesona
29
menerima
30
teringat
31
melihat
32
kamu miliknya
33
bermain
34
ciuman pertama dari Hira
35
menunggu
36
tidak nafsu
37
tidak tahan
38
malam pertama
39
terbiasa
40
andai
41
sangat rindu
42
sunat
43
sudah sadar
44
hamil
45
tidak mau egois
46
harus pergi
47
kembali manja
48
emosi ibu hamil
49
mama
50
sakit
51
berat melepaskan
52
kembali menangis
53
rencana
54
harus pergi
55
di tempat baru
56
jangan pergi
57
cemburu buta
58
menikmati saat ini
59
orang baru
60
mendekati
61
mengintai
62
bunuh diri
63
trauma
64
pandangan yang dalam
65
terpesona
66
artis
67
masa lalu erika
68
bertemu kembali
69
bertemu erika
70
tembus pandang
71
kemarahan Erika
72
berkenalan
73
kembali cemburu
74
ternyata cemburu
75
cemburu buta
76
manjanya hira
77
terharu
78
ternyata mafia
79
benar-benar kalut
80
kejujuran erika
81
ternyata tahu.
82
pergerakan pertama
83
kedatangan vior
84
berhadapan
85
tidak berani memberitahu
86
bahagia
87
karena kamu mafia
88
marahnya hira
89
terlanjur salah
90
kecewanya Hira
91
ikut meeting
92
manja dan kemarahan
93
curi pandang
94
tingkah hira
95
perubahan emosi
96
kamu mencintai istriku
97
bukan cemburu buta
98
nasihat
99
rencana
100
selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!