cantik

Xavier langsung menghajar Hira seperti kesetanan. Hira benar-benar pasrah dengan hidupnya kali ini. namun setelah Xavier sadar apa fungsi Hira di sini, dirinya langsung menghentikan aksi brutalnya.

Hira masih diam mencoba kuat, tapi yang Xavier lihat , Hira hanya sibuk untuk menutupi sebagian wajahnya. bukannya menangkis serangannya, padahal Xavier tahu kalau tubuh Hira saat ini pasti sedang kesakitan.

" Kamu keluarlah! " perintah Xavier pada pelayan itu.

" Tapi dia harus di beri pelajaran ! karena sudah berani membangkang tuan.! " pelayan itu masih mencoba mengadu Xavier.

Namun Xavier yang mendengar langsung menatap tajam pada pelayan. pelayan genit itupun langsung keluar dengan rasa marah.

Kini tinggal Xavier dan Hira di dalam ruangan besar itu. Hira nampak sibuk memijat pergelangan kakinya , dengan satu tangan yang masih menutupi wajahnya.

Melihat Hira yang kekeh menutup wajahnya Xavier berjalan ke mejanya untuk mengambil cadar yang ada di samping laptopnya. kemudian memberikannya pada Hira. " ini pakailah! " kata Xavier sambil memberikannya pada Hira .

Hira sempat mendongak sebentar kemudian tangannya terulur untuk mengambil cadarnya. setelah itu dia tampak kesusahan mengaitkan cadarnya , Xavier melihat luka di jari telunjuk Hira , sehingga gadis itu nampak begitu kesusahan.

Tangan Xavier terulur untuk membantu Hira, namun karena kaget karena jari mereka yang bersentuhan , reflek Hira menghentakkan tangannya.

Tampak Hira meringis seperti begitu kesakitan. karena ketika Hira kaget , tanpa sengaja dia malah menekan jarinya pada tangan Xavier.

" Ahhhh,,, astaghfirullah! " lirih Hira, dimana Hira terlihat begitu kesakitan sambil menyembunyikan tangannya.

" Sudah berdirilah.! " kata Xavier setelah berhasil memasang cadar Hira.

Hira yang begitu kesusahan untuk berdiri mencoba mencari pegangan untuk menopang tubuhnya sementara.

Namun Xavier yang tidak sabar langsung memegang lengan atas Hira dan langsung mendirikannya .

Hira terpaksa mengelak walau cekalan tangan Xavier begitu kuat. " akhhh! " Hira kembali terjatuh setelah Xavier melepaskan tangannya.

" Kakiku sakittt! " ucap Hira kembali sambil memegangi kakinya . " hikss,, hikss,,, " kali ini Hira benar-benar menangis, dia benar-benar terisak dan tersedu kali ini. entah apa yang menjadi alasan Hira menangis sampai seperti itu .

Xavier membiarkan Hira menangis , Xavier merasa ada makna di tangisan Hira, dia berdiri menjulang di atas Hira. dia menatap setiap isikan yang di lakukan Hira. ada rasa sedikit iba di hati kecilnya,

Mendengar suara Hira yang sedang menangis, Xavier baru menyadari kalau Hira memang masih remaja yang belia. sorot mata tajam layaknya mafia sirna setelah melihat Hira seperti itu. untuk pendengaran Xavier, tangis Hira terdengar begitu pilu .

Baru kali ini seorang Xavier merasakan ada rasa lain di hatinya. baru kali ini juga dia merasakan rasa sedih , hingga tanpa Xavier tahu kini matanya sudah berembun menahan air mata.

Setelah lelah menangis Hira terdiam, dia benar-benar menunduk untuk menuntaskan rasa sesaknya , " maaf! " ucap Hira tiba-tiba.

Tanpa menunggu dan persetujuan Hira ,Xavier langsung membopongnya untuk di bawanya ke kliniknya. entah kenapa kali ini Hira tidak menolak ,mungkin karena dia sudah merasa mati menjalani hidupnya .

Dalam gendongan Xavier dengan langkah gagahnya. Hira tetap menunduk, tidak berniat berpegangan atau menatap Xavier yang membawanya .

Namun mata Xavier melihat cadar Hira yang basah, juga tampak mata yang sembab dan basah penuh air mata , Xavier juga melihat mata Hira yang menyipit yang menandakan dia masih ingin menangis.

Setelah sampai, Hira di dudukkan di ranjang kliniknya. tidak lama setelah itu seorang dokter wanita datang, dia memeriksa Hira dengan baik.

Setelah memeriksa dokter itu menjelaskan kalau ada bagian tulang Hira yang patah yaitu di bagian jari telunjuknya , mungkin yang di lihat Xavier tadi, juga hampir di seluruh tubuh Hira mengalami lebam yang parah.

" Nenek,, hikss,, nenek,, ! " terdengar tangis dengan suara lirih. " dokter! " panggil Hira di balik tirai.

" Ya,,,! " jawab dokter itu. dokter tersebut melihat ke arah Xavier sebentar seperti meminta persetujuan atas panggilan Hira. dan setelah Xavier mengangguk seakan mempersilahkan, barulah dokter itu mendekat ke arah Hira.

" Ada apa? "

" Apa anda bisa membantuku untuk ke kamar mandi! " tanya Hira.

" Bisa! " jawab dokter itu.

Hira ingin ke kamar mandi, dia ingin mengambil wudhu untuk shalat dhuhur. karena sudah waktunya dia harus menunaikan kewajibannya.

Sorenya, ketika Hira memasuki kamarnya dia terkaget karena di sana sudah ada lemari yang penuh dengan pakaian mahal, dengan model yang begitu indah lengkap dengan cadarnya.

Hira menatap lekat pakaian-pakaian itu. dia sama sekali tidak berselera ataupun antusias melihat pakaian yang begitu indah itu . karena dia berpikir kalau sudah tidak ada gunanya semua itu. karena fokusnya saat ini adalah ketaatannya pada Tuhan, karena memang hidupnya yang sudah menjadi jaminan .

Malam yang begitu larut setelah melaksanakan shalat malam dan muraja'ah , entah mengapa dirinya ingin sekali keluar mansion, mungkin karena suasana hatinya yang sedang tidak baik, dia ingin melihat langit malam ini.

Dia berdiri di tengah-tengah taman dan dia benar-benar mendongak menatap langit , seakan dia melihat tuhannya secara dekat, dia ingin mengadu apa yang di rasanya saat ini.

Setelah lelah berdiri dan merasakan tubuhnya mulai dingin barulah Hira kembali masuk ke kamarnya.

Pagi ini ketika Xavier hendak sarapan, dia sempat melihat Hira yang sedang memberi makan ikan. Hira tampak begitu anggun dengan pakaian yang di pakainya , walau tidak ada yang dapat dilihat dari tubuhnya. namun keindahan Hira mampu membuat Xavier menghentikan langkahnya. hanya untuk melihat Hira.

Namun hal yang tidak terduga terjadi. seorang penjaga mencoba mendekati Hira, Xavier yang awalnya hendak melangkahkan kakinya . langsung berhenti kembali, setelah melihat pemandangan itu.

Yang Xavier lihat adalah , penjaganya yang mencoba mendekati dan menyentuh Hira. namun Hira yang mencoba menghindar, dan menolak kedatangan penjaga itupun tak luput dari pengamatan Xavier.

" Maaf,,! " anda mau apa tuan,,? " tanya Hira pada penjaga itu.

" Aku hanya ingin berkenalan saja! aku mau melihat wajahmu, sepertinya cantik! " kata penjaga mesum itu..

" Maaf,, pergilah! " usir Hira yang mulai ketakutan.

Namun penjaga itu tetap memaksa dengan menarik pergelangan tangan Hira. " lepaskan tuan aku mohon, jangan sentuh aku! " Hira mencoba memberontak.

Mata Xavier yang melihat Hira di perlakukan seperti itu langsung mengayunkan langkah lebarnya.

" Tolong,, jangan seperti ini tuan,, jangan sentuh aku! aku mohon! " Hira benar-benar ketakutan, badannya sampai gemetar karena saking takutnya. dia tidak pernah di lecehkan seperti ini sebelumnya. karena penjaga itu sudah mulai memeluknya dengan erat.

Tubuh Hira yang masih merasakan nyeri hampir di semua tubuhnya. seprti tidak bisa berbuat banyak. " aku mohon lepaskan tuan! SIAPAPUN TOLONGGG! " Hira mulai menjerit di balik cadarnya.

Hingga akhirnya,,..

Dorr,, dorrr,, dorrr...

Terpopuler

Comments

Radiah Hassan

Radiah Hassan

Apa Xavier yg dtg menolong Fahira... Apa kh nasib pria yg cba mnganggu Hira

2024-11-06

1

lihat semua
Episodes
1 fahira zain
2 awalan
3 mulai
4 pertemuan
5 pasrah
6 cantik
7 kaget
8 kamu menyentuhku
9 sebuah cerita
10 siapapun anda
11 aku yang menikahimu
12 pergilah
13 marah
14 khawatir
15 sembuhlah
16 ada apa dengan hatiku
17 tidak tahan
18 bunuhlah aku
19 ternyata sama
20 pingsan
21 humaira
22 status baru
23 menggoda
24 baik
25 terbiasa
26 tahu
27 pertarungan
28 terpesona
29 menerima
30 teringat
31 melihat
32 kamu miliknya
33 bermain
34 ciuman pertama dari Hira
35 menunggu
36 tidak nafsu
37 tidak tahan
38 malam pertama
39 terbiasa
40 andai
41 sangat rindu
42 sunat
43 sudah sadar
44 hamil
45 tidak mau egois
46 harus pergi
47 kembali manja
48 emosi ibu hamil
49 mama
50 sakit
51 berat melepaskan
52 kembali menangis
53 rencana
54 harus pergi
55 di tempat baru
56 jangan pergi
57 cemburu buta
58 menikmati saat ini
59 orang baru
60 mendekati
61 mengintai
62 bunuh diri
63 trauma
64 pandangan yang dalam
65 terpesona
66 artis
67 masa lalu erika
68 bertemu kembali
69 bertemu erika
70 tembus pandang
71 kemarahan Erika
72 berkenalan
73 kembali cemburu
74 ternyata cemburu
75 cemburu buta
76 manjanya hira
77 terharu
78 ternyata mafia
79 benar-benar kalut
80 kejujuran erika
81 ternyata tahu.
82 pergerakan pertama
83 kedatangan vior
84 berhadapan
85 tidak berani memberitahu
86 bahagia
87 karena kamu mafia
88 marahnya hira
89 terlanjur salah
90 kecewanya Hira
91 ikut meeting
92 manja dan kemarahan
93 curi pandang
94 tingkah hira
95 perubahan emosi
96 kamu mencintai istriku
97 bukan cemburu buta
98 nasihat
99 rencana
100 selesai
Episodes

Updated 100 Episodes

1
fahira zain
2
awalan
3
mulai
4
pertemuan
5
pasrah
6
cantik
7
kaget
8
kamu menyentuhku
9
sebuah cerita
10
siapapun anda
11
aku yang menikahimu
12
pergilah
13
marah
14
khawatir
15
sembuhlah
16
ada apa dengan hatiku
17
tidak tahan
18
bunuhlah aku
19
ternyata sama
20
pingsan
21
humaira
22
status baru
23
menggoda
24
baik
25
terbiasa
26
tahu
27
pertarungan
28
terpesona
29
menerima
30
teringat
31
melihat
32
kamu miliknya
33
bermain
34
ciuman pertama dari Hira
35
menunggu
36
tidak nafsu
37
tidak tahan
38
malam pertama
39
terbiasa
40
andai
41
sangat rindu
42
sunat
43
sudah sadar
44
hamil
45
tidak mau egois
46
harus pergi
47
kembali manja
48
emosi ibu hamil
49
mama
50
sakit
51
berat melepaskan
52
kembali menangis
53
rencana
54
harus pergi
55
di tempat baru
56
jangan pergi
57
cemburu buta
58
menikmati saat ini
59
orang baru
60
mendekati
61
mengintai
62
bunuh diri
63
trauma
64
pandangan yang dalam
65
terpesona
66
artis
67
masa lalu erika
68
bertemu kembali
69
bertemu erika
70
tembus pandang
71
kemarahan Erika
72
berkenalan
73
kembali cemburu
74
ternyata cemburu
75
cemburu buta
76
manjanya hira
77
terharu
78
ternyata mafia
79
benar-benar kalut
80
kejujuran erika
81
ternyata tahu.
82
pergerakan pertama
83
kedatangan vior
84
berhadapan
85
tidak berani memberitahu
86
bahagia
87
karena kamu mafia
88
marahnya hira
89
terlanjur salah
90
kecewanya Hira
91
ikut meeting
92
manja dan kemarahan
93
curi pandang
94
tingkah hira
95
perubahan emosi
96
kamu mencintai istriku
97
bukan cemburu buta
98
nasihat
99
rencana
100
selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!