tidak tahan

Setelah sampai mansion, langkah langsung membawanya ke kamar hira. entah kenapa dia harus menuju menuju ke kamar gadis itu.

Sedang hira yang masih di atas ranjang langsung menatap Xavier yang baru saja masuk " ada apa? " ucap Xavier yang melihat dirinya di tatap hira.

Hira masih saja diam, dia ragu untuk memberi tahu kan apa yang di rasakannya pada Xavier. "ada apa ? hmm! " tanya Xavier sambil berjalan mendekat.

" Tuan,, aku mau ke kamar mandi! " ucapnya lirih dan tidak berani menatap Xavier. Xavier yang mendengar langsung menggendong hira tanpa bertanya apa keperluannya.

Di perlakukan seperti ini membuat hira mulai goyang dengan keimanan yang di pegangnya. dia benar-benar nyaman di perlakukan seperti ini oleh seorang pria. walau pria itu jauh lebih tua darinya.

" Kamu mau ke toilet atau kamar mandi? " tanya Xavier setelah di dalam kamar mandi.

" Saya mau ke toilet.! " jawab hira. langkah Xavier langsung menuju pintu lain di dalam kamar mandinya.

Setelah itu dia menurunkan hira dengan sangat pelan. setelah itu diapun keluar. hira menatap kepergian Xavier. hira masih melihat sosok Xavier yang sangat tampan. seorang tenang tanpa beban.

Di dalam hira sempat merenung, dia merasa berdosa dengan agamanya. karena dia merasa tertarik pada lawan jenis yang bukan muhrim atau pasangan khalalnya. dan inilah pertama kalinya dia jatuh cinta.

" Aku berdosa ya allah,,! aku sudah melenceng dari aturanmu! namun sungguh aku tidak bisa memungkiri perasaan ini! semoga engkaulah yang membawa rasa indah ini di hatiku. dan bukanlah dari setan atau iblis yang hanya menghasutku , untuk bersamanya ke nerakamu! " batin hira.

" Apa sudah selesai? " kata Xavier dari luar.

" Iya! " ...

Ceklek...

Setelah pintu terbuka Xavier langsubg menghampiri hira. tanpa persetujuan lagi, kembali dia menggendong hira untuk menuju ranjangnya.

Namun sepanjang menuju ranjang hira benar-benar menatap Xavier. dia menatap lekat wahh tampan itu dengan penuh rasa kagum.

" Apa saya begitu tampan ! " kata Xavier tanpa melihat pada hira.

Mendengar pertanyaan Xavier, hira langsung menurunkan kelopak matanya. namun tidak menundukkan kepala. ekspresinya langsung berubah sedih.

" Tuhan ternyata benar-benar ingin mengujiku , aku di berikan kelebihan rasa ini untukmu! , padahal aku tahu,! bahwa kematianku sudah sangat terlihat karenamu. aku telah mencintai seorang pria untuk yang pertama kalinya. ! " batin hira karena memastikan rasa di hatinya.

Mata hira kembali terbuka untuk menatap Xavier kembali. " aku benar-benar menyukai seseorang yang akan membawa kematian untukku! semoga Tuhan selalu meridhoiku! " . lanjut hira.

Setelah itu dengan sangat pelan Xavier mendudukkan hira kembali ke ranjang. dan setelah memastikan kenyamanan hira Xavier langsung membalas tatapan hira. mata mereka saling tatap. Xavier tersenyum tampan pada hira. membuat hira semakin deg-degan dan kalang kabur menata jantungnya.

" Kenapa kamu terus menatapku? " tanya Xavier lembut dengan bibir tersenyum.

" Aku hanya menatap pria yang akan memberikan kematian padaku! " jawab hira sekenanya.

Mendengar jawaban hira senyum di bibir Xavier langsung hilang seketika. dia merasa tidak ada yang salah dengan ucapan hira.

" Tidurlah! " kata Xavier setelah menegakkan badannya.

" Tuan! " panggil hira pada Xavier yang akan pergi.

" Ada apa? " tanya Xavier dengan menghentikan langkahnya.

" Bisakah aku pergi menjenguk nenekku sekarang?"

Xavier langsung membalik badannya dan langsung menatap hira. " tunggu sampai kamu sembuh! " jawab Xavier.

" Tapi aku __! "

" Tunggu sembuh atau tidak sama sekali! " jawab Xavier tegas.

Hira hanya menunduk sambil menangis. dia tidak bisa memaksakan pada Xavier. namun entah mengapa hatinya merasakan rasa yang sedih. Tiba-tiba dia merasakan rindu yang luar biasa. dan ingin sekali bertemu dengan neneknya.

Namun tanpa hira tahu, setelah sampai di kamarnya Xavier langsung menghubungi seseorang untuk meninjau keadaan neneknya hira.

Setelah itu Xavier mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket. setelah selesai dia langsung membaringkan tubuhnya . dia masih terjaga sampai malam semakin larut.

Sampai akhirnya ponselnya kembali bergetar, menandakan ada panggilan. " ya..! " jawab Xavier setelah menerima panggilan.

" Boss.. neneknya sudah tidak ada di rumah sakit . kata petugas rumah sakit. neneknya di cabut paksa oleh keluarga , namun kamu sudah bergerak ke rumah mereka saat ini. ! " lapor yang di seberang panggilan.

Tanpa menunggu jawaban Xavier langsung menutup panggilan sepihak. setelah itu dia turun dari ranjang dan menuju ke balkon. dia menatap langit malam ini.

Lama menatap langit gelap dengan beribu masalah yang sedang di pikirkan, Tiba-tiba Xavier mengingat hira. dia kembali mengingat wajah cantik hira. wajah yang benar-benar istimewa untuk mata seorang pria.

Lama memikirkan itu tiba-tiba hasrat untuk bercinta timbul di dirinya , tubuhnya tiba-tiba panas hanya dengan mengingat wajah ayu gadis tertutup itu.

" Ahh,,, sial! " umpat Xavier karena merasa tidak tahan.

Seorang Casanova sepertinya yang setiap hari bermain perempuan. tentunya sangat sulit untuk menghentikan kebiasaan buruknya. namun Xavier masih mencoba untuk menahannya. dia merasa malu jika mengingat bagaimana terhormatnya seorang hira. seorang yang masih tersegel semua bahkan merasa dirinya hina hanya karena kulitnya yang tersentuh lawan jenisnya. bahkan hanya wajahnya di lihat oleh seorang pria.

Lama Xavier berusaha menahannya. namun pada akhirnya tetap tidak bisa. dia meraih ponselnya. " bawakan aku dua wanita sekarang.! " ...

Sedang di kamarnya hira berusaha untuk turun dari ranjangnya , setelah dia mendengar percakapan dari penjaga yang ada di luar pintu kamarnya, waktu Xavier pergi.

Kalau akan ada penjaga yang akan menculik hira untuk di jadikan pemuas nafsunya. dengan usaha yang sangat keras akhirnya dia bisa menggapai pintu dengan menyeret kakinya.

Ceklek...

Pintu perlahan terbuka. dengan sedikit membuka pintu hira mencoba mengintip keadaan luar. setelah di rasa aman. barulah hira keluar. masih dengan menyeret tubuhnya. Dengan cepat dia masuk ke kamar sebelah. dia tahu kalau kamar sebelahnya itu kosong. dan hira berharap kalau dia akan aman di kamar tersebut.

Dia mencoba menuju ke lemari pakaian yang ada di dalam kamar tersebut . setelah itu dia bersembunyi di dalam kamar itu.

Namun apa yang akan terjadi benar-benar dia luar kendali hira . Xavier masuk ke kamar itu dengan kedua wanitanya. Xavier memilih kamar itu karena merasa dekat dengan hira. karena kamarnya yang bersebelahan.

Namun yang tidak di ketahui keduanya adalah. mereka ternyata berada di tempat yang sama. Xavier tidak tahu kalau hira berada di dalam lemari yang ada di kamar itu. sedangkan hira mengira bahwa orang yang baru saja masuk adalah orang yang mencarinya. sehingga hira semakin panas dingin di dalam lemari gelap itu.

" Ahhh,, aahhh,,, terus,, ahhhh,,, aku mau gila sekarang..! " ...

Hira yang tidak sengaja mengendurkan tangan yang menutup kedua telinganya , langsung di suguhi suara desahan seorang wanita. awalnya hira hanya merasa capek karena terlalu lama dia mengangkat tangan untuk menutup kedua telinganya. dan dia ingin mencoba mendengar keadaan sekitar tentang apakah dirinya sudah aman.

Namun suara yang di anggap aneh itu malah langsung menjejal di telinga. " apa ada yang menempati tempat ini? " batin hira.

Hira benar-benar tidak paham dengan suara erangan nikmat seperti itu. karena dirinya yang begitu awam soal itu .

karena mendengar suara yang saling bersahutan membuat rasa penasarannya menjadi tidak terbendung. perlahan tangan membawanya ke daun pintu lemari yang menutupinya. tapi baru saja memegang tiba-tiba dia mendengar suara Xavier.

'cepatlah sedikit! ' begitulah suara Xavier. membuat pergerakan tangannya langsung berhenti. awalnya hira meragukan kalau itu suara Xavier. karena hira menganggap kalau tidak mungkin seorang Xavier berada di kamar pelayan.

Sehingga tangannya dia tarik kembali. namun semakin lama dan semakin banyaknya suara yang di dengar hira, membuatnya bisa memastikan kalau suara pria yang di dengarnya benar suara Xavier.

Dan tanpa rasa bersalah akhirnya hira membuka pintu itu. juga tanpa rasa ragu akhirnya hira benar-benar membuka pintu itu.

Brakkkk....

Semua yang di sana langsung terkaget termasuk Xavier. ketiga pasang mata langsung menatap ke arah hira. hira melawan tatapan ke tiga orang yang ada di sekitar ranjang , bahkan tanpa ada yang mengenakan pakaian. tatapan hira yang tidak kalah kaget membuatnya benar-benar membatu.

Terpopuler

Comments

cinta🥰

cinta🥰

lanjut thor

2024-11-26

2

Radiah Hassan

Radiah Hassan

😱😱😱

2024-11-06

2

lihat semua
Episodes
1 fahira zain
2 awalan
3 mulai
4 pertemuan
5 pasrah
6 cantik
7 kaget
8 kamu menyentuhku
9 sebuah cerita
10 siapapun anda
11 aku yang menikahimu
12 pergilah
13 marah
14 khawatir
15 sembuhlah
16 ada apa dengan hatiku
17 tidak tahan
18 bunuhlah aku
19 ternyata sama
20 pingsan
21 humaira
22 status baru
23 menggoda
24 baik
25 terbiasa
26 tahu
27 pertarungan
28 terpesona
29 menerima
30 teringat
31 melihat
32 kamu miliknya
33 bermain
34 ciuman pertama dari Hira
35 menunggu
36 tidak nafsu
37 tidak tahan
38 malam pertama
39 terbiasa
40 andai
41 sangat rindu
42 sunat
43 sudah sadar
44 hamil
45 tidak mau egois
46 harus pergi
47 kembali manja
48 emosi ibu hamil
49 mama
50 sakit
51 berat melepaskan
52 kembali menangis
53 rencana
54 harus pergi
55 di tempat baru
56 jangan pergi
57 cemburu buta
58 menikmati saat ini
59 orang baru
60 mendekati
61 mengintai
62 bunuh diri
63 trauma
64 pandangan yang dalam
65 terpesona
66 artis
67 masa lalu erika
68 bertemu kembali
69 bertemu erika
70 tembus pandang
71 kemarahan Erika
72 berkenalan
73 kembali cemburu
74 ternyata cemburu
75 cemburu buta
76 manjanya hira
77 terharu
78 ternyata mafia
79 benar-benar kalut
80 kejujuran erika
81 ternyata tahu.
82 pergerakan pertama
83 kedatangan vior
84 berhadapan
85 tidak berani memberitahu
86 bahagia
87 karena kamu mafia
88 marahnya hira
89 terlanjur salah
90 kecewanya Hira
91 ikut meeting
92 manja dan kemarahan
93 curi pandang
94 tingkah hira
95 perubahan emosi
96 kamu mencintai istriku
97 bukan cemburu buta
98 nasihat
99 rencana
100 selesai
Episodes

Updated 100 Episodes

1
fahira zain
2
awalan
3
mulai
4
pertemuan
5
pasrah
6
cantik
7
kaget
8
kamu menyentuhku
9
sebuah cerita
10
siapapun anda
11
aku yang menikahimu
12
pergilah
13
marah
14
khawatir
15
sembuhlah
16
ada apa dengan hatiku
17
tidak tahan
18
bunuhlah aku
19
ternyata sama
20
pingsan
21
humaira
22
status baru
23
menggoda
24
baik
25
terbiasa
26
tahu
27
pertarungan
28
terpesona
29
menerima
30
teringat
31
melihat
32
kamu miliknya
33
bermain
34
ciuman pertama dari Hira
35
menunggu
36
tidak nafsu
37
tidak tahan
38
malam pertama
39
terbiasa
40
andai
41
sangat rindu
42
sunat
43
sudah sadar
44
hamil
45
tidak mau egois
46
harus pergi
47
kembali manja
48
emosi ibu hamil
49
mama
50
sakit
51
berat melepaskan
52
kembali menangis
53
rencana
54
harus pergi
55
di tempat baru
56
jangan pergi
57
cemburu buta
58
menikmati saat ini
59
orang baru
60
mendekati
61
mengintai
62
bunuh diri
63
trauma
64
pandangan yang dalam
65
terpesona
66
artis
67
masa lalu erika
68
bertemu kembali
69
bertemu erika
70
tembus pandang
71
kemarahan Erika
72
berkenalan
73
kembali cemburu
74
ternyata cemburu
75
cemburu buta
76
manjanya hira
77
terharu
78
ternyata mafia
79
benar-benar kalut
80
kejujuran erika
81
ternyata tahu.
82
pergerakan pertama
83
kedatangan vior
84
berhadapan
85
tidak berani memberitahu
86
bahagia
87
karena kamu mafia
88
marahnya hira
89
terlanjur salah
90
kecewanya Hira
91
ikut meeting
92
manja dan kemarahan
93
curi pandang
94
tingkah hira
95
perubahan emosi
96
kamu mencintai istriku
97
bukan cemburu buta
98
nasihat
99
rencana
100
selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!