***
"Jadi, apa kau akan menyelidiki hal ini Hanya Byu? "Tanya Han Sa yang membuat Han Byu terperanjat dari lamunan.
" Aah aku pikir aku perlu bantuan Kak Han Su untuk menyelidiki hal ini. Bagaimanapun juga militer adalah wilayah kekuasaan Kak Han Su. "Tukas Han Byu.
" Han Su, ada apa? kenapa kau diam saja dari tadi? tidak seperti biasanya. "Ujar Han Sa yang dari tadi memperhatikan Han Su yang diam tidak bergeming.
" Kak Han Su, apa kau baik-baik saja? "Sambung Han Shi yang mulai terlihat khawatir.
" Aah.. Aku tidak apa-apa, hanya saja sekarang aku sedikit lelah. itu...Kemarin aku tidak tidur dan tadi siang berlatih keras bersama para tentara.emm...Jadi, jika tidak keberatan apakah aku boleh pulang ke paviliun ku sekarang? Aku benar-benar mengantuk. "Han Su berkata dengan terbata-bata. Senyumnya yang terkesan di paksakan membuat ketiga saudaranya merasa heran.
" Baiklah, pulanglah dan beristirahatlah. Lagipula besok pagi kau harus bangun lebih awal. Jangan terlambat, datanglah ke aula besar sebelum para pejabat hadir. Apa kau mengerti?! "Ujar Han Sa memberi penekanan.
" Ah, baiklah aku akan mengingatnya. Oh ya, masalah tadi biar aku saja yang menyelidikinya. Itu saja. Kalau begitu aku pulang dulu, selamat malam. "Han Su pulang ke paviliun nya terlebih dahulu meninggalkan ketiga saudaranya yang semakin di buat heran.
" Ada apa dengannya? "Gumam Han Sa.
" Sepertinya Kak Han Su benar-benar kelelahan. Tidak biasanya dia murung begitu. "Sambung Han shi. Han Byu hanya diam, wajahnya terlihat serius memikirkan sesuatu.
***
Keesokan paginya, pertemuan di aula besar akan berlangsung. Namun Han Su tidak kunjung datang. Akhirnya Raja Han Zhou mengutus seseorang untuk pergi menjemput Pangeran Han Su di Paviliun Selatan. Para pejabat berbisik sampai suara mereka memenuhi seisi ruangan.
" Kenapa Han Su belum datang juga? Padahal kemarin malam aku sudah memperingatkannya. "Gerutu Han Su sambil menghela nafas.
" Sepertinya Kak Han Su tidak tidur semalam. "Sela Han Byu. Han Sa dan Han Shi yang duduk di sampingnya langsung melihat ke arahnya.
" Apa katamu? bukankah kak Han Su semalam pulang duluan karena lelah? "Bisik Han Shi
" Kak Han Su memang pulang, tapi lampu kamarnya terus menyala sepanjang malam. Sepertinya dia benar-benar serius menyelidiki kejadian kemarin seorang diri. "Jelas Han Byu berasumsi seperti biasanya.
" Hah entahlah, tapi yang jelas sepertinya dia tidak akan hadir dalam pertemuan pagi ini. lihatlah, pengawal yang tadi di utus oleh ayah sudah kembali dengan tangan hampa. "Sahut Han Sa segera merapihkan posisi duduknya.
Pengawal yang tadi di utus oleh Raja Han Zhou tiba dan melapor. Dia berjalan mendekati Raja Han Zhou dan membungkuk sambil berbisik. Terlihat Raja Han Zhou memijit keningnya seperti menahan sakit kepala. Akhirnya pertemuan itu tetap berlangsung tanpa kehadiran Pangeran Han Su. Pertemuan kali ini membahas perihal pengangkatan Pangeran Han Sa menjadi Putra Mahkota. Para pejabat dibawah naungan Perdana Menteri tersenyum sinis sambil melihat ke arah Pangeran Han Sa. Perdana Menteri yang memang punya 'dendam khusus' pun menatap tajam ke arah Pangeran Han Sa seakan ingin menelan pesona calon Raja Muda. Tersirat di bibirnya seakan menandakan senyum penuh makna.
Setelah pertemuan selesai, Raja Han Zhou meninggalkan aula besar tanpa sepatah katapun. Disusul para Pangeran dan Putri Han Shi yang keluar dari pintu yang lain. Para pejabat berhamburan keluar dipimpin oleh Perdana Menteri.
"Perdana Menteri, tolong tunggu sebentar. "Teriak Pejabat Ming yang berlari dari kejauhan.Pejabat Ming adalah orang yang selalu mengekor pada Perdana Menteri, apapun yang dilakukan Perdana Menteri dia selalu mendukungnya.
Perdana Menteri hanya berbalik sebentar lalu melanjutkan perjalanannya lagi.
" Tuan Perdana Menteri, tolong dengarkan dulu perkataanku. "Lanjut pejabat Ming yang nafasnya kini terengah-engah karena berlari.
" Bagaimana ini Tuan? Acara pengangkatan Pangeran Han Sa menjadi Putra Mahkota akan di adakan seminggu lagi. Tidakkah anda berpikir untuk melakukan sesuatu? "sambungnya.
" Kau berpikir terlalu lambat Pejabat Ming. Aku sudah berpikir dan sudah melakukan sesuatu agar pikuran Raja Han Zhou bisa teralihkan dari acara pengangkatan Putra Mahkota. "Jawab Perdana Menteri dengan senyuman dingin seakan meraih kemenangan.
" Benarkah? Apa itu tuan? "Tanya Pejabat Ming penasaran.
" Diam dan lihat saja. Besok pagi kau akan punya tontonan yang bagus. "Jawab Perdana Menteri penuh makna sambil berjalan cepat meninggalkan Pejabat Ming yang diam terpaku.
***
Malam harinya, Han Shi mengunjungi Han Byu di Paviliun Utara.
Pangeran Han Byu memang dikenal cuek dan penyendiri. Tidak banyak dayang dan pengawal yang ditempatkan disana. Alasannya karena Han Byu 'si kutu buku' tidak terlalu suka keramaian dan cinta dengan ketenangan. Dia selalu merasa kalau suasana tenang bisa membuatnya terus berpikir jernih dan terbuka.
~ Ruang Baca, Paviliun Utara. ~
" Kau ternyata disini? "Sahut Han Shi yang tiba-tiba muncul memecahkan keheningan di ruangan yang penuh dengan buku itu.
" Aku memang selalu disini. Duduklah"Ujar Han Byu yang sibuk membereskan buku di hadapannya.
"Oh ya, Ngomong-ngomong aku tidak melihat Shikai di depan kamarmu. Kemana dia? " Tanya Han Shi yang menarik kursi kemudian mendudukinya.
"Oh maksudmu Kai, Pengawal pribadiku? Dia pergi ke luar istana untuk mengurus sesuatu. Kenapa menanyakan dia? waaah Apa kak Han Shi merindukannya? " Goda Han Byu yang membuat Han Shi terkejut.
"Apa kau bilang? Kenapa aku harus merindukannya? " Tukas Han Shi yang salah tingkah sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Jangan menyangkalnya, kau tahu aku ini orang yang sangat peka. Aku tahu kau menyukainya. Caramu melihatnya terlalu jelas untuk di tebak. Tapi kau tenang saja kak, aku tahu apa yang kau pikirkan. Asal kau tahu saja, menurutku dia juga menaruh hati padamu, dia tampan dan berbakat . Maksudku, pria mana yang tidak tertarik pada pesonamu. Jadi selamat, perasaanmu pasti terbalas. hahaha... "Pernyataan Han Byu membuat semburat merah di wajah Han Shi. Untungnya di ruangan itu hanya ada sebuah lilin yang berpijar, sehingga Han Shi bisa menyembunyikan rona wajahnya dengan baik.
" Tapi Kak, kau datang kesini hanya untuk menanyakan Kai? "Tanya Han Byu dengan senyuman jahilnya.
Han Shi yang merasa dirinya di jahili langsung melakukan protes." Tidak, tentu saja tidak. Aku kemari karena ingin menanyakan sesuatu padamu. "
"Lalu apa itu? Langsung ke intinya saja, agar kau bisa cepat pergi. " Ujar Han Byu dengan ekspresi datar.
"Mulut pedasmu itu, bisakah kau tidak menggunakannya padaku? Huh dasar. Oh ya tadinya aku ingin bertanya sesuatu padamu tapi sepertinya saat ini bukan waktu yang tepat. Aku lebih tertarik pada perkataanmu yang tadi. Kau bilang Shikai pergi keluar istana. Kemana dia? " Ujar Han Shi dengan wajah seriusnya.
"Serius? kau menanyakannya lagi? Haha Kak, kau terlalu terang-terangan. hahah... " Han Byu tertawa puas. Han Shi yang melihat tingkah adiknya itu hanya memandang datar.
"Han Byu, aku mau jawaban. Itu sama sekali bukan jawaban yang tepat. Serius lah. "
"Emm baiklah Kak, dia keluar istana karena aku yang menyuruhnya. Kak Han Su belum pulang juga jadi aku menyuruhnya untuk mencari tahu. " Ujar Han Byu serius.
"Jadi Kak Han Byu benar-benar pergi keluar istana? Sendirian? dan sekarang Shikai sedang mencarinya? " Han Shi mulai khawatir. Dia berjalan mondar mandir di antara rak buku yang berjajar.
"Untuk apa kau khawatir Kak, mereka berdua petarung hebat. Justru musuh kita yang seharusnya takut. " Sahut Han Byu sambil membuka halaman buku yang sedang di bacanya.
"Kau masih punya selera untuk membaca? Kakak keduanya dan pengawal kepercayaanmu berada di luar sana entah dimana dan apa yang mereka lakukan. Dan kau disini malah membaca? Kau ini! " Han Shi yang kesal dengan kelakuan santai adiknya itu segera merebut buku ya g sedang dibaca Han Byu.
Han Byu hanya melihat keheranan. Dia kemudian menghela nafas panjang. "Rasa khawatirmu terlalu berlebihan Kak, mereka baik-baik saja. Firasat ku mengatakan mereka bertemu dengan musuh, itu sebabnya mereka terlambat kembali ke istana. Tapi aku yakin mereka bisa mengatasinya dan bisa segera kembali ke istana. percayalah aku rasa... " Han Byu tiba-tiba terdiam.
"Ada Apa? Kenapa? " Han Shi segera menghampiri adiknya yang mendadak diam.
"Sial!! Perasaan ini. Sepertinya sesuatu yang buruk akan terjadi. " Ujar Han Byu yang langsung berlari keluar.
"Sesuatu apa? Jangan membuatku penasaran. " Teriak Han Shi sambil mengikuti Han Byu dari belakang. Langkah kedua kakak beradik itu terhenti saat melihat beberapa mayat bergelimpangan di hadapan mereka.
***
bersambung...
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments