Perubahan Zanaya

Mendengar pertanyaan sang cucu bukannya menjawab sang kakek malah terkekeh kecil melihat wajah cemberut cucunya.

"Ih ... Kakek! Zanaya kan bertanya!" ucapnya dengan wajah kesal.

Sang kakek menghentikan tawanya. "Apa gunanya air danau ajaib itu," Tunjuknya pada danau yang airnya sangat jernih bahkan kita bisa melihat bebatuan dan beberapa ikan yang berenang disana.

Melihat arah telunjuk sang kakek, Zanaya merasa di permainkan "Kakek jangan bercanda!" ucapnya kesal.

"Apakah kakek sedang bercanda?" tanya sang kakek dengan wajah seriusnya membuat Zanaya terdiam.

Melihat keterdiaman sang cucu, kakek Gerald segera menyadarkannya. "Pergilah ke air terjun itu dan mandi lah disana!" perintah sang kakek yang langsung di angguki Zanaya meski ada keraguan di hatinya.

"Pergilah tuan!" sahut Azay membuat Zanaya mendengus.

Zanaya melangkah ke arah air terjun tersebut, saat tubuhnya terkena air dia merasa sangat sejuk, tubuhnya yang terasa berat langsung terasa sangat ringan.

Beberapa lama kedua orang itu menunggu, terlihat seorang gadis yang sangat cantik matanya biru safir seperti mata sang kakek hidung kecil mancung, alis tebal terukir, bulu mata yang lentik, bibir mungil merah alami.

Wajah dan tubuh yang tadinya di penuhi luka-luka kini telah menghilang, bahkan jerawat batu yang sering datang karena make up abal-abal kini telah mulus dan glowing saking halusnya tidak terlihat pori-pori sama sekali, mungkin jika ada nyamuk dia akan tergelincir jatuh.

Zanaya menggunakan elemen anginnya segera mengeringkan tubuh dan bajunya, seketika langsung kering.

Sang kakek bahkan matanya telah berkaca-kaca melihat sang cucu mirip seperti mendiang istrinya. Hanya matanya saja yang berbeda, mata sang cucu mirip dengan matanya.

"Woah ..., tuan cantik sekali! Di balik wajah yang burik, tersimpan wajah cantik yang mempesona, tuan seperti bule bukan lagi ondel-ondel," celetuk Azay apa adanya, membuat Zanaya melotot kan matanya mendengar kejujuran sang penjaga. Wajah Zanaya memang mirip sang nenek yang perpaduan orang Arab dan Amerika.

Kakek Gerald terkekeh mendengar celetukan Azay. "Dari mana kau tahu kata burik dan ondel-ondel?" tanya Sang kakek penasaran menatap wajah Azay, sepertinya perkataan seperti itu tidak ada di zaman kuno, pikirnya.

Azay meringis menggaruk tengkuknya yang tidak gatal saat dua orang menatapnya dengan tatapan berbeda, "Azay lihat media sosial yang di tok tik, yang ada joget-joget gitu," jawabnya polos membuat sang kakek memijit pelipisnya, sang penjaga satu ini sudah ketularan gaul.

"Yak! Kenapa kau mengatai ku seperti itu?" Zanaya berkacak pinggang melotot kan matanya siap menerkam.

Azay mulai bersembunyi di belakang kakek Gerald tapi memunculkan kepalanya. "Kan' memang begitu, Azay lihat kok foto tuan yang burik mirip ondel-ondel atau kek pulu-pulu, yang mana yah lebih tepatnya?" tanyanya memikirkan sambil mengetuk keningnya bingung, membuat Zanaya bertambah melotot.

"Yak! Dasar penjaga sialan! Sini kau akan ku buat kau gosong!" teriaknya marah membuat Azay tersentak kaget langsung kabur, menyelamatkan diri melihat bola-bola api di tangan Zanaya.

Boom... Duar...

Boom... Duar...

Ledakan dari bola api menghantam pohon-pohon yang ada disitu, Azay masih terus menghindar dari serangan dari Zanaya.

Zanaya tahu meski Azay terkena bola api itu dia tidak kesakitan ataupun mati kecuali dirinya yang mati. Kakek Gerald senang cucunya lebih ekspresif tidak seperti dulu yang sering berwajah datar saat melihat keluarganya sendiri.

Perkataan Azay memang benar, penampilan Zanaya di kehidupan pertamanya memang mirip ondel-ondel, make up yang tebal layaknya ondel-ondel belum lagi kacamata bulat dengan rambut ikat duanya membuat kecantikannya tertutupi, Zanaya lebih mendengar perkataan Fani jika Revan suka gadis berpenampilan seperti itu, padahal itu membuat semua orang jijik dan muak.

Malam harinya di ruang dimensi, Zanaya sedang makan malam bersama kakek Gerald dan Azay, sejak tadi mereka masih bermusuhan meski begitu mereka tidak ambil hati, hanya sekedar candaan yang sering dilakukan keduanya. Makanya kakek Gerald hanya melihat mereka.

Setelah makan malam telah selesai, makanan di tutup dengan cemilan manis yang sudah di buat Zanaya bersama Azay. Jangan salah dulu di kehidupan pertama sebagai istri, Zanaya sering memasak sendiri, dia banyak belajar meski tak pernah di hargai.

"Oh, iya kek. Zanaya mau tanya, ini kok otot Zanaya yang kekar sekarang tidak ada? malah kembali seperti semula bahkan tubuh Zanaya berubah?" tanya Zanaya bingung, mereka saat ini berada di ruang keluarga untuk berbincang-bincang, tubuh Zanaya kini memang sangat ideal di tambah dengan tingginya yang semampai 172 cm, tubuh yang sangat diidamkan pada kaum hawa.

Dulu tubuh Zanaya berisi bukan tidak bisa menjaga pola makan hanya saja Fani sering memberinya obat penggemuk karena katanya Zanaya terlalu kurus. Untungnya Zanaya tinggi jadi tidak terlalu gendut.

"Bukannya itu bagus yah tuan kalau tubuh tuan tidak kekar seperti laki-laki?" celetuk Azay mengerutkan keningnya bingung, biasanya wanita suka penampilan yang ideal pikirnya.

"Bukan seperti itu! Maksud aku tuh, kalau badan kekar ku hilang jadi pelatihan ku selama ini sia-sia gitu," sanggahnya membuat Azay mengangguk.

"Kekuatan fisik mu tidak akan hilang nak, sekarang pun kamu masih bisa angkat beban seperti latihan dulu. Hanya saja air Lazarus memang seperti itu membuat pemilik kalung dimensi ini kembali ke bentuk semula," Kakek Gerald menjelaskan dengan mudah.

"Jadi kecantikan ini palsu dong kek?" tanya Zanaya.

"Tidak tuan! Kalau memang kita pada dasarnya cantik, yah air Lazarus mengembalikan seperti semula. Jika orang itu udah emang jelek dari lahir yah akan tetap jelek begitu," sahut Azay santai sambil makan puding coklat.

"Jadi namanya air Lazarus?"

"Benar!"

"Apa kegunaannya itu saja kek?"

"Tidak, air Lazarus kegunaannya sangat banyak, air Lazarus bisa mengobati racun yang ringan dan menyembuhkan beberapa penyakit, bahkan di zaman kakek orang-orang sampai berperang hanya untuk memperebutkan setetes air Lazarus itu," jelas kakek Gerald lugas.

"Gila, dunia ini benar-benar ajaib. Zanaya bagaikan didalam dongeng," ujar Zanaya tak henti-hentinya takjub.

Keesokan harinya Zanaya masih lanjut belajar, tapi yang dia pelajari mengenai perusahaan dan saham yang diajarkan oleh sang kakek.

Di sela-sela belajarnya, Zanaya juga mulai menciptakan beberapa nyamuk robot buatannya yang bisa mengintai seseorang. Tak lupa mengaktifkan Terminator buatan sang nenek dengan DNA miliknya, jika dilihat seksama orang tidak akan curiga jika mereka bukan manusia.

Zanaya bahkan membuat ponsel sendiri dengan alat-alat canggih yang berada di laboratorium sang nenek, dengan kejeniusannya dia bahkan telah melampaui sang nenek.

Waktu yang tersisa selama dua bulan di ruang dimensi, benar-benar Zanaya pergunakan dengan serius belajar dan belajar.

Terpopuler

Comments

Khairul Azam

Khairul Azam

walah klo didunia nyata punya danu seperti itu yg jualan skincare gak laku 😅😅😅

2025-01-02

0

jumirah slavina

jumirah slavina

s' Zay klo ngomong suka bener...
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2024-12-14

2

Risa Widya

Risa Widya

zanaya itu sebenernya cewe apa cowo ya. kok azay panggilnya tuan sih

2025-01-19

0

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan
2 Kembali ke masa lalu?
3 Menemui Sang Kakek
4 Sihir atau Elemen?
5 Ruang ajaib
6 Mengecek Elemen
7 Latihan Keras Zanaya
8 Perubahan Zanaya
9 Kepulangan Zanaya
10 Membersihkan Hama
11 Membersihkan Hama2
12 Membersihkan Hama 3
13 Hukuman
14 Balasan Bagi Pengkhianat
15 Kesialan Fani
16 Vitamin Kematian
17 Hari Pertama Sekolah
18 Guru Arogan
19 Taruhan
20 Kedatangan Kevin Di Sekolah
21 Kedatangan Tamu tak Diundang
22 Pelayan Berulah?
23 Akhir Dari Mirna
24 Mengganggu?
25 Karina
26 Menyusup
27 Kita Impas!!
28 Siapa Yang Bersalah?
29 Di hukum
30 Kegelisahan Fani
31 Yuniar Berulah
32 Mati Kutu
33 Malu Tak Berujung
34 Misi penyelamatan
35 Mari Berpesta
36 Hot News
37 Kehancuran Keluarga Permadi
38 Kondisi Utari
39 Pengkhianat
40 Kematian Misterius yang Menggemparkan
41 Olimpiade
42 Aksi Zanaya
43 Titik Terang Keberadaan Gibran Asli
44 Pulau Atas Awan
45 Pesta Ulang Tahun
46 Perkenalkan Putri Kami
47 Terkejut
48 Awal Kehancuran
49 Kalah Taruhan
50 Kedatangan Polisi
51 Masuk ke Perangkap Sendiri
52 Kebusukan Fani
53 Trending nomor satu
54 Dokumen palsu
55 Diusir
56 Sepenggal kisah Masa lalu
57 Permainan Dimulai
58 Rando Wijaya
59 Fakta Baru
60 Gagal
61 Kedatangan Nyonya Tina
62 Keributan Di taman
63 Undangan Pesta
64 Rencana Busuk Revan
65 Tragedi
66 Mengembalikan Rencana Mereka
67 Kehancuran keluarga Revan
68 Pesan Kakek
69 Sahabat Zanaya Diculik
70 Berakhir?
71 Menjalani Takdir
72 Kedatangan Sang Gadis Ramalan
73 Tugas Pemilik Seluruh Elemen
74 Diremehkan
75 Terpukau
76 Cara mengatasi pengkhianat
77 Berkunjung Ke kediaman Dixon
78 Kediaman Jenderal Dixon
79 Penyerangan
80 Perjalanan Di Mulia
81 Membasmi Para Bandit
82 Susah Di tebak
83 Danau
84 Ada Nyamuk
85 Kawasan Troll
86 Visual
87 Negeri Kurcaci
88 Terpisah
89 Mencari Raja Zion
90 Menyelamatkan Raja Zion
91 Istri?
92 Pura-pura
93 Negeri Peri
94 Menolak Ikut Berperang
95 Bangunnya Pangeran Peri
96 Kembali Ke Kerajaan Azlan
97 Masalah Grand Duke Erland
98 Tak Terduga
99 Kedatangan Tiga Raja
100 Dansa
101 Rapat Strategi
102 Rencana Amora dan Liliana
103 Jamuan Teh
104 Kelompok Penculik Beraksi
105 Mengadu Domba
106 Biarkan Mereka Saling Membunuh
107 Memberikan Motivasi
108 Akhir Duke Lewis
109 Akhir dari Duke Barton
110 Menyatakan Cinta
111 Perdebatan Ibu Dan Anak
112 Keputusan Zanaya
113 Perang 1
114 Perang 2
115 Perang 3
116 Perang Usai
117 Pesta Kemenangan
118 Apa Yang Terjadi?
119 Haruskah Pergi?
120 Surat
121 Putri Bellina
122 Akhirnya Mereka Tahu
123 Orang angkuh
124 Balasan Untuk Orang Angkuh
125 Rencana Perjodohan
126 Penolakan Zanaya
127 Tetap Pada Pendirian Masing-masing
128 Viral
129 Acara Keluarga
130 Keluarga Julid
131 Aku Merindukan mu
132 Flashback
133 Flashback 2
134 Ke Mansion Dixon
135 Melamar Zanaya
136 Perdebatan
137 Siapa Dia?
138 Wanita Materialistis
139 Done!
140 Ternyata Anak Orang Kaya
141 Penolong Sebenarnya
142 Akhir keluarga Bobby
143 Rencana Yang Gagal
144 Nasib Para benalu
145 Pernikahan
146 Malam Pengantin
147 Makan Siang Keluarga
148 Nadira dan Zanders
149 Pertunangan
150 Menuju Ending
151 Ending
152 Promo Karya Baru Author
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Pengkhianatan
2
Kembali ke masa lalu?
3
Menemui Sang Kakek
4
Sihir atau Elemen?
5
Ruang ajaib
6
Mengecek Elemen
7
Latihan Keras Zanaya
8
Perubahan Zanaya
9
Kepulangan Zanaya
10
Membersihkan Hama
11
Membersihkan Hama2
12
Membersihkan Hama 3
13
Hukuman
14
Balasan Bagi Pengkhianat
15
Kesialan Fani
16
Vitamin Kematian
17
Hari Pertama Sekolah
18
Guru Arogan
19
Taruhan
20
Kedatangan Kevin Di Sekolah
21
Kedatangan Tamu tak Diundang
22
Pelayan Berulah?
23
Akhir Dari Mirna
24
Mengganggu?
25
Karina
26
Menyusup
27
Kita Impas!!
28
Siapa Yang Bersalah?
29
Di hukum
30
Kegelisahan Fani
31
Yuniar Berulah
32
Mati Kutu
33
Malu Tak Berujung
34
Misi penyelamatan
35
Mari Berpesta
36
Hot News
37
Kehancuran Keluarga Permadi
38
Kondisi Utari
39
Pengkhianat
40
Kematian Misterius yang Menggemparkan
41
Olimpiade
42
Aksi Zanaya
43
Titik Terang Keberadaan Gibran Asli
44
Pulau Atas Awan
45
Pesta Ulang Tahun
46
Perkenalkan Putri Kami
47
Terkejut
48
Awal Kehancuran
49
Kalah Taruhan
50
Kedatangan Polisi
51
Masuk ke Perangkap Sendiri
52
Kebusukan Fani
53
Trending nomor satu
54
Dokumen palsu
55
Diusir
56
Sepenggal kisah Masa lalu
57
Permainan Dimulai
58
Rando Wijaya
59
Fakta Baru
60
Gagal
61
Kedatangan Nyonya Tina
62
Keributan Di taman
63
Undangan Pesta
64
Rencana Busuk Revan
65
Tragedi
66
Mengembalikan Rencana Mereka
67
Kehancuran keluarga Revan
68
Pesan Kakek
69
Sahabat Zanaya Diculik
70
Berakhir?
71
Menjalani Takdir
72
Kedatangan Sang Gadis Ramalan
73
Tugas Pemilik Seluruh Elemen
74
Diremehkan
75
Terpukau
76
Cara mengatasi pengkhianat
77
Berkunjung Ke kediaman Dixon
78
Kediaman Jenderal Dixon
79
Penyerangan
80
Perjalanan Di Mulia
81
Membasmi Para Bandit
82
Susah Di tebak
83
Danau
84
Ada Nyamuk
85
Kawasan Troll
86
Visual
87
Negeri Kurcaci
88
Terpisah
89
Mencari Raja Zion
90
Menyelamatkan Raja Zion
91
Istri?
92
Pura-pura
93
Negeri Peri
94
Menolak Ikut Berperang
95
Bangunnya Pangeran Peri
96
Kembali Ke Kerajaan Azlan
97
Masalah Grand Duke Erland
98
Tak Terduga
99
Kedatangan Tiga Raja
100
Dansa
101
Rapat Strategi
102
Rencana Amora dan Liliana
103
Jamuan Teh
104
Kelompok Penculik Beraksi
105
Mengadu Domba
106
Biarkan Mereka Saling Membunuh
107
Memberikan Motivasi
108
Akhir Duke Lewis
109
Akhir dari Duke Barton
110
Menyatakan Cinta
111
Perdebatan Ibu Dan Anak
112
Keputusan Zanaya
113
Perang 1
114
Perang 2
115
Perang 3
116
Perang Usai
117
Pesta Kemenangan
118
Apa Yang Terjadi?
119
Haruskah Pergi?
120
Surat
121
Putri Bellina
122
Akhirnya Mereka Tahu
123
Orang angkuh
124
Balasan Untuk Orang Angkuh
125
Rencana Perjodohan
126
Penolakan Zanaya
127
Tetap Pada Pendirian Masing-masing
128
Viral
129
Acara Keluarga
130
Keluarga Julid
131
Aku Merindukan mu
132
Flashback
133
Flashback 2
134
Ke Mansion Dixon
135
Melamar Zanaya
136
Perdebatan
137
Siapa Dia?
138
Wanita Materialistis
139
Done!
140
Ternyata Anak Orang Kaya
141
Penolong Sebenarnya
142
Akhir keluarga Bobby
143
Rencana Yang Gagal
144
Nasib Para benalu
145
Pernikahan
146
Malam Pengantin
147
Makan Siang Keluarga
148
Nadira dan Zanders
149
Pertunangan
150
Menuju Ending
151
Ending
152
Promo Karya Baru Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!