Menemui Sang Kakek

Setelah satu Minggu dirawat di rumah sakit ditemani sang mama, dan kakak laki-lakinya, dia akhirnya di perbolehkan pulang. Selama dirawat pun Fani dan Revan tidak pernah datang menjenguknya padahal dia seperti ini juga karena mereka.

Zanaya menggeleng-gelengkan kepalanya saat mengetahui kebodohannya sudah tingkat dewa. Perubahan Zanaya saat bangun dari komanya membuat mama dan kakaknya merasa senang.

Dulu saat kecelakaan itu terjadi, dia selalu saja mengusir orang tua dan kakaknya bahkan tak segan-segan membentak mereka, jika sang kakak menjelekkan Fani dan Revan.

Hari dimana dirinya lahir kembali, membuat Zanaya bertekad memperbaiki semuanya bahkan dia berjanji untuk menjaga keluarganya. Untuk saat ini dia akan membentuk kekuatan dirinya dulu, dengan belajar bela diri dan mempelajari semua senjata.

Kehidupan pertamanya dulu, dia tak ingin belajar semua tentang kehidupan mafia yang berada ditangan kakeknya, sebab Fani bilang Revan tidak suka wanita kuat, dan jago beladiri, karena sangat percaya pada sepupunya itu dia menuruti perkataannya.

"Kamu yakin dek, langsung berangkat ke Amrik ketemu kakek?" tanya Zanders yang sudah kesekian kalinya, membuat sang adik yang memikirkan masa lalunya, tertarik kembali ke masa kini.

Dengan menghela nafas lelah memegang tangan kakak dengan lembut "Zay yakin kak, 1000% malah, kakak tidak usah khawatir," ucap Zanaya dengan nada yakin.

"Tapikan kan kamu tahu dek Amrik itu jauh, bagaimana jika setelah pekerjaan kakak selesai kita bareng aja," usul Zanders yang langsung ditolak mentah-mentah oleh sang adik.

"Tidak! Tidak! Itu terlalu lama kak, apalagi liburan cuman sebulan, pekerjaan kakak masih banyak, bantuin papa aja sana. Lagian juga Zanaya ke Amrik naik pesawat cuman duduk doang, bukan jalan kaki," kesal Zanaya yang kakaknya tetap ngotot.

Liona sangat senang melihat pemandangan tersebut, dulu sebelum kedatangan keluarga adiknya, kedua anaknya akur. Tapi setelah mereka datang, sang putri bungsu mulai menjauhi mereka bahkan membenci keluarganya sendiri.

Melihat adiknya tetap kekeuh ke Amrik sendiri akhirnya dia mengangguk pasrah "Baiklah, kamu hati-hati disana, hubungi kakak jika sudah sampai" Pasrahnya mengelus rambut hitam sang adik.

"Iya! Iya! Kakak ini sangat cerewet deh" Gadis cantik itu mengerucutkan bibirnya sebal mendengar ocehan sang kakak, sedangkan Zanders dia terkekeh bersama sang ibu, dia sangat lega sang adik berekspresi banyak, semenjak bangun dari koma.

Entah ini musibah ataupun berkah, diapun juga tidak tahu yang jelas dia bersama kedua orangtuanya bersyukur melihat sang adik baik-baik saja.

"Ayo kita keluar, mama udah bereskan pakaian kamu sayang, semua sudah ada di koper," sahut sang mama menyela obrolan kedua kakak beradik itu.

"Biar Zanders saja ma yang bawa kopernya Zay, mama sama Zay aja!" Pemuda tampan itu, langsung mengambil alih koper sang adik keluar dari ruangan VIP menuju parkiran.

Selama diperjalanan menuju bandara, mereka bercengkrama dengan riang terutama Zanaya, mereka menyadari jika berada di keluarga Zanaya berubah ceria tapi jika ada orang lain sang adik akan berubah datar dan dingin, seolah membentengi diri dari dunia luar.

"Ingat disana jangan susahkan kakek! Jadi anak penurut dan jangan berkeliaran kemana-mana!" Nasehat sang mama Liona yang sudah berulang kali.

Bahkan telinga Zanaya terasa panas akibat ocehan sang mama, tapi dia suka di nasehati seperti ini, seperti sebuah melodi yang indah.

"Hati-hati ya sayang, jaga diri kamu. Kalau mama dan papa tidak sibuk, kami yang akan menjemput mu pulang," ucap Liona saat penggilan keberangkatan ke Amrik sudah terdengar.

"Mama juga jaga kesehatan, jangan terlalu diforsir tubuhnya untuk bekerja" Liona sangat terharu mendengar ucapan sang putri.

"Kakak juga begitu, jangan terlalu keras kerjanya. Uang bisa dicari tapi kesehatan tak bisa dibeli" Nasehat Zanaya membuat Zanders mengacak rambut sang adik "Pinter banget sih ngomongnya"

"Iya dong! Kan anak mama papa" sombongnya membusungkan dadanya kemudian terkekeh bersama sang kakek.

"Ya udah, Zanaya pamit yah ma, kak, salam sama papa kalau udah pulang dari Bali" P

pamitnya melambaikan tangan kirinya, tangan kanan menggeret kopernya ke gate 1.

Zanaya duduk kelas Bisnis, sesuai pesanan sang mama agar anak bungsunya nyaman didalam pesawat.

Zanaya menghabiskan waktunya dengan tertidur pulang.

Tiba di bandara udara los angeles setelah menempuh perjalanan selama 23 jam setelah beberapa kali transit.

Zanaya menggeret kopernya celingukan mencari jemputan sang kakek, setelah melihat tangan kanan sang kakek dirinya segera melangkah kesana.

"Selamat datang Nona," ucap tangan kanan sang kakek bernama Jhon yang dibalas anggukan oleh zanaya

"Terimakasih kasih," ucap Zanaya datar saat asisten sang kakek membukakan pintu mobil untuknya.

Gadis berkacamata mata itu, melihat pemandangan yang dilaluinya.

Beberapa puluh menit kemudian mereka sampai di kediaman sang kakek yang sangat mewah sama seperti mansion orang tuanya.

Saat pintu mansion terbuka puluhan pengawal dan pelayan berjejer rapi menyambutnya.

"Selamat datang Nona muda," ucap mereka serempak sambil membungkuk hormat, yang hanya dibalas anggukan dengan tatapan datar, di ujung sana terlihat sang kakek yang masih bugar dengan umurnya sudah menginjak kepala 6, merentangkan tangannya, Zanaya segera memeluk sang kakek

"Selamat datang cucuku, sudah mengalami reinkarnasi?" bisik sang kakek tepat di telinganya.

Deg!

Dengan mengurai pelukannya pada sang kakek, sambil menatap sang kakek "Bagaimana bisa kakek tahu?" tanyanya raut terkejutnya yang tidak bisa dia tutupi.

Sang kakek hanya tersenyum melihat raut wajah terkejut sang cucu. Mengelus rambut cucunya "Istirahat terlebih dahulu setelah itu kita berbicara!" ucap sang kakek bernama Gerald

Karena merasa lelah, diapun mengangguk setuju, kemudian mengikuti kakeknya melangkah ke arah kamar yang sudah dipersiapkan untuknya.

Sebelum beristirahat, dia mengirimkan pesan pada sang kakak dan juga mama nya, agar mereka tidak khawatir lalu setelah itu dia merebahkan tubuhnya di kasur empuk berukuran King size.

Terlalu banyak yang ada dipikirannya saat ini, membalaskan dendamnya, menjaga keluarganya dari semua tragedi yang akan terjadi, dan itu semua tersimpan rapi di otak kecilnya, Zanaya memang memiliki ingatan yang sangat kuat dalam sekali lihat.

Mengapa sang kakek tahu kalau dia bereinkarnasi pikirnya dengan mata menatap langit-langit kamar yang bernuansa putih. Berbagai dugaan-dugaan yang terlintas di otaknya, tapi semakin dipikirkan semakin membuatnya pusing.

Karena tidak mendapatkan jawaban dari pikiran di otaknya, akhirnya dia terlelap tanpa dia sadari.

TOK! TOK! TOK!

Suara ketukan pintu membangunkan Zanaya dari tidurnya, setelah itu dia bergegas membuka pintu yang memang sengaja dikunci dari dalam.

"Ada apa?" tanyanya datar dalam bahasa inggris yang fasih menyembulkan kepalanya.

"Tuan besar memanggil anda untuk makan malam nona muda," ucapnya menunduk hormat membuat Zanaya mengangguk mengerti.

"Sampaikan pada kakek, aku akan segera turun" balas Zanaya kemudian menutup pintu kamarnya kembali.

Terpopuler

Comments

Wisnu Mahendra

Wisnu Mahendra

brarti kakeknya ikut ke masalalu ya? bukannya di masa depan kakeknya juga ada?trus kakek yg dimasa depan juga ngebiarin anak mantu dan cucunya dibunuh? kok bisa? katanya mafia

2025-01-15

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

wah kakek Gerald th kl Zanaya bereinkarnasi nih 😏😏

2025-01-27

0

vj'z tri

vj'z tri

ehm penuh kejutan rupa nya ... aku suka kejutan 🥳🥳🥳🥳

2025-01-04

0

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan
2 Kembali ke masa lalu?
3 Menemui Sang Kakek
4 Sihir atau Elemen?
5 Ruang ajaib
6 Mengecek Elemen
7 Latihan Keras Zanaya
8 Perubahan Zanaya
9 Kepulangan Zanaya
10 Membersihkan Hama
11 Membersihkan Hama2
12 Membersihkan Hama 3
13 Hukuman
14 Balasan Bagi Pengkhianat
15 Kesialan Fani
16 Vitamin Kematian
17 Hari Pertama Sekolah
18 Guru Arogan
19 Taruhan
20 Kedatangan Kevin Di Sekolah
21 Kedatangan Tamu tak Diundang
22 Pelayan Berulah?
23 Akhir Dari Mirna
24 Mengganggu?
25 Karina
26 Menyusup
27 Kita Impas!!
28 Siapa Yang Bersalah?
29 Di hukum
30 Kegelisahan Fani
31 Yuniar Berulah
32 Mati Kutu
33 Malu Tak Berujung
34 Misi penyelamatan
35 Mari Berpesta
36 Hot News
37 Kehancuran Keluarga Permadi
38 Kondisi Utari
39 Pengkhianat
40 Kematian Misterius yang Menggemparkan
41 Olimpiade
42 Aksi Zanaya
43 Titik Terang Keberadaan Gibran Asli
44 Pulau Atas Awan
45 Pesta Ulang Tahun
46 Perkenalkan Putri Kami
47 Terkejut
48 Awal Kehancuran
49 Kalah Taruhan
50 Kedatangan Polisi
51 Masuk ke Perangkap Sendiri
52 Kebusukan Fani
53 Trending nomor satu
54 Dokumen palsu
55 Diusir
56 Sepenggal kisah Masa lalu
57 Permainan Dimulai
58 Rando Wijaya
59 Fakta Baru
60 Gagal
61 Kedatangan Nyonya Tina
62 Keributan Di taman
63 Undangan Pesta
64 Rencana Busuk Revan
65 Tragedi
66 Mengembalikan Rencana Mereka
67 Kehancuran keluarga Revan
68 Pesan Kakek
69 Sahabat Zanaya Diculik
70 Berakhir?
71 Menjalani Takdir
72 Kedatangan Sang Gadis Ramalan
73 Tugas Pemilik Seluruh Elemen
74 Diremehkan
75 Terpukau
76 Cara mengatasi pengkhianat
77 Berkunjung Ke kediaman Dixon
78 Kediaman Jenderal Dixon
79 Penyerangan
80 Perjalanan Di Mulia
81 Membasmi Para Bandit
82 Susah Di tebak
83 Danau
84 Ada Nyamuk
85 Kawasan Troll
86 Visual
87 Negeri Kurcaci
88 Terpisah
89 Mencari Raja Zion
90 Menyelamatkan Raja Zion
91 Istri?
92 Pura-pura
93 Negeri Peri
94 Menolak Ikut Berperang
95 Bangunnya Pangeran Peri
96 Kembali Ke Kerajaan Azlan
97 Masalah Grand Duke Erland
98 Tak Terduga
99 Kedatangan Tiga Raja
100 Dansa
101 Rapat Strategi
102 Rencana Amora dan Liliana
103 Jamuan Teh
104 Kelompok Penculik Beraksi
105 Mengadu Domba
106 Biarkan Mereka Saling Membunuh
107 Memberikan Motivasi
108 Akhir Duke Lewis
109 Akhir dari Duke Barton
110 Menyatakan Cinta
111 Perdebatan Ibu Dan Anak
112 Keputusan Zanaya
113 Perang 1
114 Perang 2
115 Perang 3
116 Perang Usai
117 Pesta Kemenangan
118 Apa Yang Terjadi?
119 Haruskah Pergi?
120 Surat
121 Putri Bellina
122 Akhirnya Mereka Tahu
123 Orang angkuh
124 Balasan Untuk Orang Angkuh
125 Rencana Perjodohan
126 Penolakan Zanaya
127 Tetap Pada Pendirian Masing-masing
128 Viral
129 Acara Keluarga
130 Keluarga Julid
131 Aku Merindukan mu
132 Flashback
133 Flashback 2
134 Ke Mansion Dixon
135 Melamar Zanaya
136 Perdebatan
137 Siapa Dia?
138 Wanita Materialistis
139 Done!
140 Ternyata Anak Orang Kaya
141 Penolong Sebenarnya
142 Akhir keluarga Bobby
143 Rencana Yang Gagal
144 Nasib Para benalu
145 Pernikahan
146 Malam Pengantin
147 Makan Siang Keluarga
148 Nadira dan Zanders
149 Pertunangan
150 Menuju Ending
151 Ending
152 Promo Karya Baru Author
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Pengkhianatan
2
Kembali ke masa lalu?
3
Menemui Sang Kakek
4
Sihir atau Elemen?
5
Ruang ajaib
6
Mengecek Elemen
7
Latihan Keras Zanaya
8
Perubahan Zanaya
9
Kepulangan Zanaya
10
Membersihkan Hama
11
Membersihkan Hama2
12
Membersihkan Hama 3
13
Hukuman
14
Balasan Bagi Pengkhianat
15
Kesialan Fani
16
Vitamin Kematian
17
Hari Pertama Sekolah
18
Guru Arogan
19
Taruhan
20
Kedatangan Kevin Di Sekolah
21
Kedatangan Tamu tak Diundang
22
Pelayan Berulah?
23
Akhir Dari Mirna
24
Mengganggu?
25
Karina
26
Menyusup
27
Kita Impas!!
28
Siapa Yang Bersalah?
29
Di hukum
30
Kegelisahan Fani
31
Yuniar Berulah
32
Mati Kutu
33
Malu Tak Berujung
34
Misi penyelamatan
35
Mari Berpesta
36
Hot News
37
Kehancuran Keluarga Permadi
38
Kondisi Utari
39
Pengkhianat
40
Kematian Misterius yang Menggemparkan
41
Olimpiade
42
Aksi Zanaya
43
Titik Terang Keberadaan Gibran Asli
44
Pulau Atas Awan
45
Pesta Ulang Tahun
46
Perkenalkan Putri Kami
47
Terkejut
48
Awal Kehancuran
49
Kalah Taruhan
50
Kedatangan Polisi
51
Masuk ke Perangkap Sendiri
52
Kebusukan Fani
53
Trending nomor satu
54
Dokumen palsu
55
Diusir
56
Sepenggal kisah Masa lalu
57
Permainan Dimulai
58
Rando Wijaya
59
Fakta Baru
60
Gagal
61
Kedatangan Nyonya Tina
62
Keributan Di taman
63
Undangan Pesta
64
Rencana Busuk Revan
65
Tragedi
66
Mengembalikan Rencana Mereka
67
Kehancuran keluarga Revan
68
Pesan Kakek
69
Sahabat Zanaya Diculik
70
Berakhir?
71
Menjalani Takdir
72
Kedatangan Sang Gadis Ramalan
73
Tugas Pemilik Seluruh Elemen
74
Diremehkan
75
Terpukau
76
Cara mengatasi pengkhianat
77
Berkunjung Ke kediaman Dixon
78
Kediaman Jenderal Dixon
79
Penyerangan
80
Perjalanan Di Mulia
81
Membasmi Para Bandit
82
Susah Di tebak
83
Danau
84
Ada Nyamuk
85
Kawasan Troll
86
Visual
87
Negeri Kurcaci
88
Terpisah
89
Mencari Raja Zion
90
Menyelamatkan Raja Zion
91
Istri?
92
Pura-pura
93
Negeri Peri
94
Menolak Ikut Berperang
95
Bangunnya Pangeran Peri
96
Kembali Ke Kerajaan Azlan
97
Masalah Grand Duke Erland
98
Tak Terduga
99
Kedatangan Tiga Raja
100
Dansa
101
Rapat Strategi
102
Rencana Amora dan Liliana
103
Jamuan Teh
104
Kelompok Penculik Beraksi
105
Mengadu Domba
106
Biarkan Mereka Saling Membunuh
107
Memberikan Motivasi
108
Akhir Duke Lewis
109
Akhir dari Duke Barton
110
Menyatakan Cinta
111
Perdebatan Ibu Dan Anak
112
Keputusan Zanaya
113
Perang 1
114
Perang 2
115
Perang 3
116
Perang Usai
117
Pesta Kemenangan
118
Apa Yang Terjadi?
119
Haruskah Pergi?
120
Surat
121
Putri Bellina
122
Akhirnya Mereka Tahu
123
Orang angkuh
124
Balasan Untuk Orang Angkuh
125
Rencana Perjodohan
126
Penolakan Zanaya
127
Tetap Pada Pendirian Masing-masing
128
Viral
129
Acara Keluarga
130
Keluarga Julid
131
Aku Merindukan mu
132
Flashback
133
Flashback 2
134
Ke Mansion Dixon
135
Melamar Zanaya
136
Perdebatan
137
Siapa Dia?
138
Wanita Materialistis
139
Done!
140
Ternyata Anak Orang Kaya
141
Penolong Sebenarnya
142
Akhir keluarga Bobby
143
Rencana Yang Gagal
144
Nasib Para benalu
145
Pernikahan
146
Malam Pengantin
147
Makan Siang Keluarga
148
Nadira dan Zanders
149
Pertunangan
150
Menuju Ending
151
Ending
152
Promo Karya Baru Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!