Hari Pertama Sekolah

Di parkiran sudah ada Revan bersama gengnya dan Fani, dari tadi pandangannya ke arah gerbang, menunggu seseorang yang membuatnya kesal.

Dia ingin melampiaskan kekesalannya pada Zanaya saat bertemu nanti, bahkan dia menghiraukan pekikan histeris dari murid cewek yang menurutnya norak.

Fani tahu jika yang datang adalah Zanders, tapi dia tidak tahu jika Zanders datang bersama Zanaya, sebab dia sangat tahu jika Zanaya sangat membenci keluarganya sendiri akibat dari hasutannya. Mengingat itu membuat mood Fani sedikit membaik.

Zanaya mengarahkan pandangannya ke arah mobil sport berwarna merah muda miliknya yang dipakai Fani, dia tahu Fani sengaja meninggalkannya seperti sebelum-sebelumnya.

Gadis cantik itu memang sangat bodoh, sehingga mobilnya pun tak luput diberikan pada Fani, alasannya agar Fani bisa menjemputnya ke sekolah tanpa perlu dia menyopir.

Tak ada yang tahu jika Zanaya anak dari keluarga Dixon kecuali Revan, di sekolah pun Zanaya seolah tidak saling kenal dengan kakaknya karena Fani, Fani mengatakan jika Revan tidak suka wanita yang memamerkan kekayaannya.

'Ah sepertinya aku memiliki ide untuk mobil itu' ucap Zanaya dalam hati menyeringai.

Dia membuka helmnya, membuat siapapun melihatnya menahan nafas. Gadis cantik itu tidak mempedulikan sekitarnya dia hanya menata rambutnya yang sedikit kusut. Bahkan para kaum adam memujinya secara terang-terangan.

"Kakak angkat telfon dulu dari asisten kakak, tunggu kakak yah, kita sama-sama masuk kelas!" ucap Zanders yang di angguki Zanaya, Zanders menjauh dari adiknya sebab suara bising dari gadis yang menjadi fansnya.

Geng Revan yang terdiri lima orang itu melotot, baru kali ini melihat gadis secantik itu. Eh, tunggu dulu, sepertinya mereka merasa familiar.

'Zanaya'

"Itu-itu Zanaya?" Seorang pemuda bernama Doni tergagap mengucek matanya memastikan.

"Bener, dia Zanaya," sahut Mahen membenarkan, dia sampai tidak berkedip.

"Gila! Cantik sekali dia!" puji Dika dengan mata berbinar.

"Hmm ... " Deheman seorang pemuda bernama Alfa

Revan bahkan tidak berkedip saat melihatnya begitupun temannya yang lain. Fani yang mendengar nama Zanaya disebut-sebut mengalihkan pandangannya ke arah atensi orang-orang.

Baru saja dia akan mengomel dan mempermalukan Zanaya seperti biasa, matanya langsung melotot saat melihat perubahan Zanaya.

'Sialan ini tidak boleh terjadi!' umpat Fani dalam hati, dia memang tahu wajah asli Zanaya yang sangat cantik bahkan tanpa make up sekalipun, makanya dia menyuruh Zanaya memakai make up ala tante girang dengan rambut di kuncir dua dengan kacamata bulatnya.

Gegas Fani menghampiri Zanaya yang turun dari motornya tanpa memperdulikan tatapan heran dari Revan serta yang lainnya. Kemudian dia menarik tangan Zanaya dengan keras tanpa sadar.

"Ayo ikut aku!" ujarnya.

"Lepas! Kamu siapa sih?" desis Zanaya menepis tangan Fani.

Fani sepertinya bebal, dia tetap menarik tangan Zanaya tanpa memperdulikan ucapan Zanaya.

"Saya bilang lepas!" ujar Zanaya dingin, menepis tangan Fani kedua kalinya, Fani tertegun menatap Zanaya yang menatapnya dingin.

"Kau siapa?" Suara dingin Zanaya menyadarkannya.

Fani terkekeh, "Kamu tidak usah becanda deh Naya," ujarnya, dia mengira Zanaya hanya bercanda.

"Sebaiknya kamu ikut aku ke toilet, sebelum kamu di benci sama Revan karena tidak pake makeup dan tidak berpenampilan kayak dulu" ujarnya lagi, seolah perhatian membuat Zanaya berdecih sinis.

Dia kembali menarik tangan Zanaya, tapi dengan cepat Zanaya menepisnya, "Kamu siapa sih? Datang-datang langsung tarik tangan orang," ketus Zanaya, membuat mata Fani membulat sempurna.

"Kamu tidak ingat aku? Aku sepupu kamu," ujarnya dengan kalimat terakhir suaranya dikecilkan. Dia tidak mau ada yang tahu jika memiliki hubungan dengan Zanaya.

"Maaf saya tidak kenal kamu," sahut Zanaya datar.

Fani menggeleng tidak percaya, "Tidak! Tidak!Aku tidak percaya. Mendingan kamu ikut aku deh, sebelum Revan marah ke kamu, " kata Fani bebal mencoba menarik tangan Zanaya lagi.

Zanaya lagi-lagi menepis tangan Fani, "Apa-apaan sih kamu? Tidak usah pegang-pegang tanganku," bentak Zanaya, membuat Fani terkesiap.

Melihat mereka berdua berdebat Revan beserta antek-anteknya segera menghampiri gadis cantik tersebut.

Revan segera mendorong pundak Zanaya, tapi Zanaya dengan sigap mundur tak ingin disentuh.

"Kamu apa-apaan sih? Bentak Fani seperti itu," hardik Revan merangkul pundak Fani.

"Apa kamu kekasihnya dia?" tunjuk Zanaya dingin membuat Revan dan yang lainnya tertegun.

Mereka tidak percaya Zanaya berkata seperti itu pada seorang Revan yang notabenenya pemuda yang dicintai Zanaya.

"Kalau anda kekasihnya, bilang pada pacar anda jangan tarik-tarik tangan orang sembarangan, apalagi orang yang tidak dikenal," ketus Zanaya tanpa menghiraukan tatapan mereka.

Mendengar suara ketus Zanaya mereka tersadar, "Heh! Tidak kenal? Tidak usah pura-pura deh! Trik apa lagi yang ingin kamu mainkan," ujar Revan

Setelah menutup telfonnya, Zanders segera melangkah ke arah sang adik, tapi melihat sang adik dikelilingi orang-orang Revan dan Fani, membuat Zanders segera mendekat.

"Ada apa ini?" Zanders menyela ucapan Zanaya, membuat semua orang menoleh padanya.

"Zay kamu tidak apa-apa?" tanya Zanders khawatir pada sang adik.

Gadis cantik itu menggeleng, "Aku tidak papa Kak," ujarnya lembut. Sontak yang tidak tahu hubungan mereka melotot terlebih Fani, apa yang telah dia lewatkan kenapa Zanaya berbicara lembut pada Zanders.

"Ini ada apa Dek?" ulang Zanders bertanya karena penasaran.

"Tidak tahu kak, ini orang tiba-tiba datang tarik-tarik tangan Zay. Padahal Zay tidak kenal dia, dia memaksa Zay untuk ikut dengannya ke toilet," ujar Zanaya jujur.

Zanders menatap Fani dengan datar, "Tidak seperti itu, aku tidak bermaksud buruk pada Zanaya," ujar Fani gelagapan.

"Tidak usah deketin adikku lagi," ketus Zanders, dia tahu watak Fani yang hanya ingin memanfaatkan sang adik.

"Tidak perlu berbicara seperti itu pada Fani! ajarin tuh adek kamu, trik apa lagi yang dia mainkan untuk tarik perhatian aku," ujar Revan datar menunjuk Zanaya, berkata dengan percaya diri

Zanders terkekeh, "Asal kamu tahu, adek aku tidak main trik apapun untuk dapetin perhatian kamu, karena dia memang amnesia," ketus Zanders. "Dan kamu tahu penyebab adek aku amnesia? Itu karena ulah kamu dan dia," tunjuknya pada Revan dan Fani.

Zanders dan seluruh keluarganya sepakat untuk mengatakan jika Zanaya amnesia atas permintaan sang kakek, agar semua orang tidak curiga perubahan Zanaya secara drastis.

Revan berdecih, "Cih, kamu pikir aku bakalan percaya? Itu hanyalah akal-akalan dari adek kamu yang murahan ini," sanggah nya dengan nada menghina.

Zanders langsung memberikan bogem mentah pada Revan, membuat Revan tersungkur, "Apa adek aku pernah menawarkan tubuhnya didepan kamu, atau kamu pernah lihat adek aku jalan sana sini gonta ganti cowok? Tidak pernah kan! Dia hanya mengejar kamu, dan aku pastikan adek aku tidak bakalan pernah ngejar kamu lagi, camkan itu!" Tunjuknya dengan wajah memerah, Revan hanya bungkam.

Zanders segera menggandeng tangan sang adik lembut, diiringi tatapan dingin Zanaya pada Revan, membuat pemuda itu tertegun.

Revan bangkit dari duduknya di bantu Fani, yang hanya diam mencerna semuanya.

"Aku yakin dia hanya pura-pura, memang apa yang menyebabkan dia amnesia?" tanya Revan tak percaya.

"Sepertinya bukan Zanaya deh yang pura-pura lupa, tapi kamu," celetuk Alfa pedas.

"Maksud kamu apa?" tanya Revan tak mengerti.

Alfa terkekeh, membuat orang heran. "Kamu tidak ingat, Zanaya sebulan yang lalu tepatnya saat kita pulang sekolah untuk liburan semester, dia kecelakaan saat menyelamatkan kalian berdua," tunjuk Alfa membuat Revan bungkam. "Sudah ingat? Dan aku tebak kalian berdua pasti tidak ada yang menjenguknya di rumah sakit sekalipun, sebagai rasa terimakasih sekaligus merasa bersalah," Ucapan Alfa tepat sasaran, membuat Revan tertohok.

Alfa meninggalkan teman-temannya yang terdiam membisu, bahkan siswa-siswi yang menyaksikan itu pun ikut terdiam. Bagi kelas 10 mereka tidak mengerti sebab murid baru.

Tapi bagi kelas 11 dan 12 mereka tahu kejadian itu, karena tepat didepan sekolah mereka. Mereka semua juga tidak menyangka jika Zanaya amnesia.

Disepanjang koridor sekolah, kakak beradik itu menjadi pusat perhatian, terlebih pada Zanaya, mereka seolah merasa familiar dengan gadis itu.

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

his si revan sok kegantengan...cih
fani2 bentar lagi mobil itu juga di ambil

2024-12-12

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

Revan jngn sok kegantengan karna skrng Zanaya bkn Zanaya yg dulu 😏😏

2025-01-27

0

Land19

Land19

gibeng aja orang kaya gitu.
/Angry//Angry//Angry//Angry/

2025-01-25

0

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan
2 Kembali ke masa lalu?
3 Menemui Sang Kakek
4 Sihir atau Elemen?
5 Ruang ajaib
6 Mengecek Elemen
7 Latihan Keras Zanaya
8 Perubahan Zanaya
9 Kepulangan Zanaya
10 Membersihkan Hama
11 Membersihkan Hama2
12 Membersihkan Hama 3
13 Hukuman
14 Balasan Bagi Pengkhianat
15 Kesialan Fani
16 Vitamin Kematian
17 Hari Pertama Sekolah
18 Guru Arogan
19 Taruhan
20 Kedatangan Kevin Di Sekolah
21 Kedatangan Tamu tak Diundang
22 Pelayan Berulah?
23 Akhir Dari Mirna
24 Mengganggu?
25 Karina
26 Menyusup
27 Kita Impas!!
28 Siapa Yang Bersalah?
29 Di hukum
30 Kegelisahan Fani
31 Yuniar Berulah
32 Mati Kutu
33 Malu Tak Berujung
34 Misi penyelamatan
35 Mari Berpesta
36 Hot News
37 Kehancuran Keluarga Permadi
38 Kondisi Utari
39 Pengkhianat
40 Kematian Misterius yang Menggemparkan
41 Olimpiade
42 Aksi Zanaya
43 Titik Terang Keberadaan Gibran Asli
44 Pulau Atas Awan
45 Pesta Ulang Tahun
46 Perkenalkan Putri Kami
47 Terkejut
48 Awal Kehancuran
49 Kalah Taruhan
50 Kedatangan Polisi
51 Masuk ke Perangkap Sendiri
52 Kebusukan Fani
53 Trending nomor satu
54 Dokumen palsu
55 Diusir
56 Sepenggal kisah Masa lalu
57 Permainan Dimulai
58 Rando Wijaya
59 Fakta Baru
60 Gagal
61 Kedatangan Nyonya Tina
62 Keributan Di taman
63 Undangan Pesta
64 Rencana Busuk Revan
65 Tragedi
66 Mengembalikan Rencana Mereka
67 Kehancuran keluarga Revan
68 Pesan Kakek
69 Sahabat Zanaya Diculik
70 Berakhir?
71 Menjalani Takdir
72 Kedatangan Sang Gadis Ramalan
73 Tugas Pemilik Seluruh Elemen
74 Diremehkan
75 Terpukau
76 Cara mengatasi pengkhianat
77 Berkunjung Ke kediaman Dixon
78 Kediaman Jenderal Dixon
79 Penyerangan
80 Perjalanan Di Mulia
81 Membasmi Para Bandit
82 Susah Di tebak
83 Danau
84 Ada Nyamuk
85 Kawasan Troll
86 Visual
87 Negeri Kurcaci
88 Terpisah
89 Mencari Raja Zion
90 Menyelamatkan Raja Zion
91 Istri?
92 Pura-pura
93 Negeri Peri
94 Menolak Ikut Berperang
95 Bangunnya Pangeran Peri
96 Kembali Ke Kerajaan Azlan
97 Masalah Grand Duke Erland
98 Tak Terduga
99 Kedatangan Tiga Raja
100 Dansa
101 Rapat Strategi
102 Rencana Amora dan Liliana
103 Jamuan Teh
104 Kelompok Penculik Beraksi
105 Mengadu Domba
106 Biarkan Mereka Saling Membunuh
107 Memberikan Motivasi
108 Akhir Duke Lewis
109 Akhir dari Duke Barton
110 Menyatakan Cinta
111 Perdebatan Ibu Dan Anak
112 Keputusan Zanaya
113 Perang 1
114 Perang 2
115 Perang 3
116 Perang Usai
117 Pesta Kemenangan
118 Apa Yang Terjadi?
119 Haruskah Pergi?
120 Surat
121 Putri Bellina
122 Akhirnya Mereka Tahu
123 Orang angkuh
124 Balasan Untuk Orang Angkuh
125 Rencana Perjodohan
126 Penolakan Zanaya
127 Tetap Pada Pendirian Masing-masing
128 Viral
129 Acara Keluarga
130 Keluarga Julid
131 Aku Merindukan mu
132 Flashback
133 Flashback 2
134 Ke Mansion Dixon
135 Melamar Zanaya
136 Perdebatan
137 Siapa Dia?
138 Wanita Materialistis
139 Done!
140 Ternyata Anak Orang Kaya
141 Penolong Sebenarnya
142 Akhir keluarga Bobby
143 Rencana Yang Gagal
144 Nasib Para benalu
145 Pernikahan
146 Malam Pengantin
147 Makan Siang Keluarga
148 Nadira dan Zanders
149 Pertunangan
150 Menuju Ending
151 Ending
152 Promo Karya Baru Author
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Pengkhianatan
2
Kembali ke masa lalu?
3
Menemui Sang Kakek
4
Sihir atau Elemen?
5
Ruang ajaib
6
Mengecek Elemen
7
Latihan Keras Zanaya
8
Perubahan Zanaya
9
Kepulangan Zanaya
10
Membersihkan Hama
11
Membersihkan Hama2
12
Membersihkan Hama 3
13
Hukuman
14
Balasan Bagi Pengkhianat
15
Kesialan Fani
16
Vitamin Kematian
17
Hari Pertama Sekolah
18
Guru Arogan
19
Taruhan
20
Kedatangan Kevin Di Sekolah
21
Kedatangan Tamu tak Diundang
22
Pelayan Berulah?
23
Akhir Dari Mirna
24
Mengganggu?
25
Karina
26
Menyusup
27
Kita Impas!!
28
Siapa Yang Bersalah?
29
Di hukum
30
Kegelisahan Fani
31
Yuniar Berulah
32
Mati Kutu
33
Malu Tak Berujung
34
Misi penyelamatan
35
Mari Berpesta
36
Hot News
37
Kehancuran Keluarga Permadi
38
Kondisi Utari
39
Pengkhianat
40
Kematian Misterius yang Menggemparkan
41
Olimpiade
42
Aksi Zanaya
43
Titik Terang Keberadaan Gibran Asli
44
Pulau Atas Awan
45
Pesta Ulang Tahun
46
Perkenalkan Putri Kami
47
Terkejut
48
Awal Kehancuran
49
Kalah Taruhan
50
Kedatangan Polisi
51
Masuk ke Perangkap Sendiri
52
Kebusukan Fani
53
Trending nomor satu
54
Dokumen palsu
55
Diusir
56
Sepenggal kisah Masa lalu
57
Permainan Dimulai
58
Rando Wijaya
59
Fakta Baru
60
Gagal
61
Kedatangan Nyonya Tina
62
Keributan Di taman
63
Undangan Pesta
64
Rencana Busuk Revan
65
Tragedi
66
Mengembalikan Rencana Mereka
67
Kehancuran keluarga Revan
68
Pesan Kakek
69
Sahabat Zanaya Diculik
70
Berakhir?
71
Menjalani Takdir
72
Kedatangan Sang Gadis Ramalan
73
Tugas Pemilik Seluruh Elemen
74
Diremehkan
75
Terpukau
76
Cara mengatasi pengkhianat
77
Berkunjung Ke kediaman Dixon
78
Kediaman Jenderal Dixon
79
Penyerangan
80
Perjalanan Di Mulia
81
Membasmi Para Bandit
82
Susah Di tebak
83
Danau
84
Ada Nyamuk
85
Kawasan Troll
86
Visual
87
Negeri Kurcaci
88
Terpisah
89
Mencari Raja Zion
90
Menyelamatkan Raja Zion
91
Istri?
92
Pura-pura
93
Negeri Peri
94
Menolak Ikut Berperang
95
Bangunnya Pangeran Peri
96
Kembali Ke Kerajaan Azlan
97
Masalah Grand Duke Erland
98
Tak Terduga
99
Kedatangan Tiga Raja
100
Dansa
101
Rapat Strategi
102
Rencana Amora dan Liliana
103
Jamuan Teh
104
Kelompok Penculik Beraksi
105
Mengadu Domba
106
Biarkan Mereka Saling Membunuh
107
Memberikan Motivasi
108
Akhir Duke Lewis
109
Akhir dari Duke Barton
110
Menyatakan Cinta
111
Perdebatan Ibu Dan Anak
112
Keputusan Zanaya
113
Perang 1
114
Perang 2
115
Perang 3
116
Perang Usai
117
Pesta Kemenangan
118
Apa Yang Terjadi?
119
Haruskah Pergi?
120
Surat
121
Putri Bellina
122
Akhirnya Mereka Tahu
123
Orang angkuh
124
Balasan Untuk Orang Angkuh
125
Rencana Perjodohan
126
Penolakan Zanaya
127
Tetap Pada Pendirian Masing-masing
128
Viral
129
Acara Keluarga
130
Keluarga Julid
131
Aku Merindukan mu
132
Flashback
133
Flashback 2
134
Ke Mansion Dixon
135
Melamar Zanaya
136
Perdebatan
137
Siapa Dia?
138
Wanita Materialistis
139
Done!
140
Ternyata Anak Orang Kaya
141
Penolong Sebenarnya
142
Akhir keluarga Bobby
143
Rencana Yang Gagal
144
Nasib Para benalu
145
Pernikahan
146
Malam Pengantin
147
Makan Siang Keluarga
148
Nadira dan Zanders
149
Pertunangan
150
Menuju Ending
151
Ending
152
Promo Karya Baru Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!