Episode 19 Persaingan.

Mobil Maura yang berhenti di tempat lokasi pekarangan bunga yang berada di daerah puncak. Lokasi itu merupakan tempat destinasi tanaman bunga dengan berbagai jenis macam bunga yang di eksport ke Luar dan dalam Negri. Tempat itu juga merupakan kunjungan wisata orang-orang yang menyukai bunga dan juga orang- orang yang ingin tahu cara bercocok tanam dan mengelola tanaman bunga.

Entah apa yang membuat Maura tiba-tiba datang ke lokasi tersebut. Apa dia ingin membeli bunga dalam jumlah yang banyak atau dia ingin belajar cara bercocok tanam di sana.

Maura yang memasuki lokasi tersebut dan terlihat banyak orang di sana. Kepala Maura berkeliling melihat di sekitar tanaman yang sangat indah itu dengan susunan jenis-jenis bunga yang tertanam dengan rapi. Maura tidak tahu berapa jenis banyak bunga yang ditanam tumbuh subur di lahan yang luas yang tidak tahu berapa hektar itu.

"Maaf kamu sedang mencari seseorang?" tegur tiba-tiba seorang wanita paruh baya yang membuat Maura membalikkan tubuhnya.

Wanita sekitar berusia 50 tahunan yang terlihat anggun dan elegan dan juga sangat lembut dari tutur kata yang telah diucapkan saat menyapa Maura dengan tersenyum ramah.

"Oh. Saya Maura, Apa benar ini adalah produksi bunga terbesar di Indonesia?" tanya Maura.

"Iya benar sekali. Saya Indah. Saya pemilik Resort tanaman bunga di sini," jawab wanita itu dengan lembut yang mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Maura.

"Oh saya benar-benar tidak salah ternyata," ucap Maura tersenyum.

"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Indah.

"Saya ingin melihat-lihat jenis bunga di sini dan juga ingin belajar bagaimana cara membudidayakannya," jawab Maura.

"Boleh mari silahkan," wanita yang sangat ramah yang mempersilahkan Maura dan Maura menganggukkan kepala.

Maura dan Indah yang berjalan-jalan di sekitar tanaman bunga. Maura yang sejak tadi memuji di dalam hati betapa indahnya pandangan mata yang telah diberikan kepadanya untuk melihat hal-hal seperti itu. Dia juga menghirup aroma bunga yang sangat begitu menenangkan

Tiba-tiba mata Maura melihat ke arah satu wanita yang sangat dikenalnya yang tak lain adalah Jinan. Ibu dari Rafa yang sedang membungkuk sedikit dengan menghirup aroma bunga tulip yang sangat indah itu. Maura tersenyum saat melihat Jinan.

Dia memang tahu jika wanita yang akan menjadi Ibu mertuanya itu sangat menyukai bunga tulip.

"Maura saya tinggalkan kamu sebentar ya, kalau ada apa-apa kamu tanyakan saja pada karyawan saya di sini," ucap Indah hendak pamit.

"Baik Tante," sahut Maura dengan tersenyum.

Maura menghela nafas dan melangkahkan kakinya yang menghampiri Jinan.

"Tante Jinan!" tegur Maura membuat Jinan menoleh.

"Tante kita bertemu lagi di sini, Tante apa kabar?" tanya Maura dengan ramah. Jinan tidak menjawab pertanyaan itu dan masih memperhatikan Maura.

"Sangat kebetulan bukan kita bertemu di sini. Apa jangan-jangan Tante menyukai tempat ini dan sering datang ke tempat ini," lanjut Maura yang berusaha untuk membangun obrolan dengan Jinan.

"Kamu mengikuti saya?" tanya Jinan yang membuat senyum di wajah Maura langsung hilang.

"Maksud Tante?" tanya Maura.

"Saya tahu, kamu memiliki hubungan dengan putra saya. Jadi menurut saya pertemuan di toko bunga, kamu mengirim bunga ke rumah saya, dan sekarang kita bertemu di sini adalah trik kamu. Kamu ingin mendapatkan restu dari saya, agar saya memberikan izin kepada kamu untuk menikah dengan anak saya," ucap Jinan yang bicara langsung to the point.

Maura tidak percaya jika calon ibu mertuanya itu sangat pintar dan mengetahui semua apa yang telah direncanakan. Hal itu membuat Maura tidak bisa berkata-kata dan langsung tertunduk malu.

"Jadi benar kamu memang mengikuti saya dan sengaja mendekati saya dengan cara kamu yang seperti itu?" tanya Jinan memastikan sekali lagi.

"Hmmm, Tante dengarkan saya dulu," ucap Maura kamu mencoba untuk menjelaskan.

"Apa yang harus saya dengarkan dari kamu?" tanya Jinan.

"Saya sama sekali tidak bermaksud untuk melakukan kecurangan dalam pendekatan itu. Tetapi saya masuk ke dalam keluarga tante dengan cara saya sendiri," ucap Maura dengan sangat gugup.

"Tante maaf saya lama," tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing bagi Maura membuat Maura menoleh dan ternyata itu adalah Jesslyn. Maura kaget melihat kedatangan Jesslyn dan Jesslyn yang tersenyum menghampiri Maura dan Jinan.

"Maaf Tante saya ke toilet terlalu lama," ucap Jesslyn.

"Its oke tidak masalah," sahut Jinan dengan santai

"Kenapa Jesslyn ada di sini," batin Maura dengan wajah bingung. Bahkan Jesslyn memperlihatkan senyumnya pada Maura. Melihat interaksi dari Jinan dan juga Jesslyn sudah dapat dipastikan jika dua orang itu sedekat.

"Hmmm, Tante ini sudah waktunya untuk makan siang, bagaimana kalau kita makan siang bersama?" ajak Jesslyn dengan ramah.

Jinan tidak menjawab dan tampak berpikir.

"Di dekat sini. Ada Restaurant yang sangat terkenal dengan rekomendasi makanan yang sangat enak-enak. Saya yakin makanan yang akan saya tawarkan akan sangat cocok di lidah Tante," ucap Jesslyn yang berusaha untuk membujuk Jinan.

"Baiklah nanti saya pikirkan! saya ke toilet dulu!" ucap Jinan yang belum memberikan jawaban apa-apa dan langsung pergi.

Jinan meninggalkan dua kakak beradik itu yang sekarang saling melihat dengan Jesslyn yang tersenyum seperti mengejek Maura.

"Kenapa wajah Kakak begitu terkejut. Apa Kakak tidak menyangka jika aku ada di tempat ini dan terlebih dahulu berada di sini dibandingkan Kakak," ucap Jesslyn sinis.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Maura.

Jesslyn melipat kedua tangannya di dadanya dengan mendengus tersenyum sinis.

"Aku baru saja mengatakan kepada Tante Jinan. Jika Kakak merebut pasanganku. Kakak mengajaknya untuk tidur di Hotel dan aku juga mengatakan kepada dia. Jika Kakak anak yang sangat durhaka yang melawan orang tua yang tidak mendengarkan apa kata orang tua. Kakak hanya memanfaatkan kak Rafa dan ingin masuk kedalam keluarga mereka dengan rencana murahan seperti yang sudah Kakak lakukan," jawab Jesslyn dengan tersenyum penuh kemenangan.

"Kau mengatakan murahan. Lalu apa yang kau lakukan hah! Kau sendiri yang tiba-tiba berada di sini dan mengatakan yang tidak tidak kepada tante Jinan mengenai aku," sahut Maura.

"Kak Maura jangan salah paham dulu. Aku sudah biasa ke tempat ini. Jadi aku sama sekali tidak punya rencana untuk datang ke tempat ini karena ada tante Jinan di sini dan jika tidak percaya tanya saja kepada pemilik Resort ini jika aku pengunjung tetap di tempat ini. Lagi pula aku dan tante Jinan sudah sangat begitu akrab dan kakak bisa lihat sendiri bagaimana kami berdua berbicara tadi," ucap Jesslyn yang menyombongkan diri.

Maura mendengus kasar mendengar jawaban Jesslyn

"Akrab katamu. Hey Jesslyn kau jangan terlalu menghayal terlalu tinggi. Rafa mengatakan sendiri kepadaku jika kau sama sekali tidak pernah dipertemukan atau dikenalkan dengan keluarganya. Jadi jangan membuat cerita yang tidak masuk akal!" tegas Maura yang gantian tersenyum mengejek dan sekarang wajah Jesslyn kesal

"Kau pikir dengan kamu mengatakan semua kepada tante Jinan siapa aku dan bagaimana aku, akan mengubah pendirian untuk menikah dengan Rafa. Dengar yang aku nikahi itu Rafa bukan ibunya!" tegas. Maura yang langsung pergi dari hadapan Jesslyn.

Jesslyn mengepal tangannya dengan wajah yang memerah dan terlihat marah kepada kata-kata Maura.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Ervina

Ervina

betul3... /Facepalm/

2024-11-08

0

westi

westi

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

2024-09-19

0

Ma Em

Ma Em

Jesline lagi cari muka sama mamanya Rafa dan menjelek jelekan Maura semoga ibu Jinan mengetahui siapa yg tulus dan siapa yg licik.

2024-08-07

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Hati Aneh.
2 Episode 2 Di Antara
3 Episode 3 Menegangkan
4 Episode 4 Kenyataan
5 Episode 5 Kecelakaan.
6 Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7 Episode 7 Niat Bala Dendam.
8 Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9 Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10 Episode 10 Kesepakatan Menikah
11 Episode 11 Melawan.
12 Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13 Episode 13 Di kurung
14 Episode 14 Dia Datang
15 Episode 15 Penegasan Rafa.
16 Episode 16 Pendekatan.
17 Episode 17 Rafa dan Maura.
18 Episode 18 Rasa simpatik
19 Episode 19 Persaingan.
20 Episode 20 Peringatan Rafa.
21 Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22 Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23 Episode 23 Gebrakan Maura.
24 Episode 24 Pertama Untuk Maura
25 Episode 25 Jadi Canggung
26 Episode 26 Pertemuan orang tua.
27 Episode 27 Tindakan bodoh.
28 Episode 28 Malah Di Salahkan.
29 Episode 29 Insiden.
30 Episode 30 Penolong.
31 Episode 30 Cukup Terkejut
32 Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33 Episode 33 fitting
34 Episode 34
35 Episode 34 Sedikit Canggung.
36 Episode 36 Hari Pernikahan.
37 Episode 37 Hampir Saja.
38 Episode 38 Sah
39 Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40 Episode 40 Jadi Canggung.
41 Bab 41 Romantis Dikit.
42 Episode 42 Gebrakan Maura
43 Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44 Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45 Episode 45 Malam Bersama.
46 Episode 46 Saling Canggung.
47 Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48 Episode 47 Kebahagiaan double
49 Episode 49 Akhirnya di penjara
50 Episode 50 Sekamar.
51 Episode 51 Hal Baru
52 Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53 Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54 Episode 54 Makan Romantis.
55 Episode 55 Hadiah.
56 Episode 56 Ada-ada saja.
57 Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58 Episode 58 Mempengaruhi.
59 Episode 59 Saling Menantang
60 Episode 60 Di Mana kamu?
61 Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62 Episode 62 Rafa dan Maura
63 Episode 63 Rahasia.
64 Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65 Episode 65 Keyakinan
66 Episode 66 Luka.
67 Episode 67 Penjelasan
68 Episode 68 Mencari Petunjuk.
69 Episode 69 Penegasan.
70 Episode 70 Perasaan Aneh.
71 Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72 Episode 72 Pertemuan itu
73 Episode 73 Rencana Apa.
74 Episode 74 Pertemuan.
75 Episode 75 Kebenaran.
76 Episode 76 Kenyataan.
77 Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78 Episode 78 Aku Ibumu.
79 Episode 79
80 Episode 80 Lebih Baik Sadar
81 Episode 81 Maura dan Rafa.
82 Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83 Episode 83 Bukan Urusanku
84 Episode 84 Mode sensitif.
85 Episode 85 Kehilangan Kendali.
86 Episode 86 Pilihan Terbaik.
87 Episode 87 Pencerahan.
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90.
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94 Episode 95
95 Episode 95
96 Episode 96 Persidangan.
97 Episode 97 Permintaan Maaf
98 Episode 98
99 Episode 99 Bimbang
100 Episode 100 Pengakuan
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104 Tammmattt.
105 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Episode 1 Hati Aneh.
2
Episode 2 Di Antara
3
Episode 3 Menegangkan
4
Episode 4 Kenyataan
5
Episode 5 Kecelakaan.
6
Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7
Episode 7 Niat Bala Dendam.
8
Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9
Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10
Episode 10 Kesepakatan Menikah
11
Episode 11 Melawan.
12
Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13
Episode 13 Di kurung
14
Episode 14 Dia Datang
15
Episode 15 Penegasan Rafa.
16
Episode 16 Pendekatan.
17
Episode 17 Rafa dan Maura.
18
Episode 18 Rasa simpatik
19
Episode 19 Persaingan.
20
Episode 20 Peringatan Rafa.
21
Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22
Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23
Episode 23 Gebrakan Maura.
24
Episode 24 Pertama Untuk Maura
25
Episode 25 Jadi Canggung
26
Episode 26 Pertemuan orang tua.
27
Episode 27 Tindakan bodoh.
28
Episode 28 Malah Di Salahkan.
29
Episode 29 Insiden.
30
Episode 30 Penolong.
31
Episode 30 Cukup Terkejut
32
Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33
Episode 33 fitting
34
Episode 34
35
Episode 34 Sedikit Canggung.
36
Episode 36 Hari Pernikahan.
37
Episode 37 Hampir Saja.
38
Episode 38 Sah
39
Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40
Episode 40 Jadi Canggung.
41
Bab 41 Romantis Dikit.
42
Episode 42 Gebrakan Maura
43
Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44
Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45
Episode 45 Malam Bersama.
46
Episode 46 Saling Canggung.
47
Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48
Episode 47 Kebahagiaan double
49
Episode 49 Akhirnya di penjara
50
Episode 50 Sekamar.
51
Episode 51 Hal Baru
52
Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53
Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54
Episode 54 Makan Romantis.
55
Episode 55 Hadiah.
56
Episode 56 Ada-ada saja.
57
Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58
Episode 58 Mempengaruhi.
59
Episode 59 Saling Menantang
60
Episode 60 Di Mana kamu?
61
Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62
Episode 62 Rafa dan Maura
63
Episode 63 Rahasia.
64
Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65
Episode 65 Keyakinan
66
Episode 66 Luka.
67
Episode 67 Penjelasan
68
Episode 68 Mencari Petunjuk.
69
Episode 69 Penegasan.
70
Episode 70 Perasaan Aneh.
71
Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72
Episode 72 Pertemuan itu
73
Episode 73 Rencana Apa.
74
Episode 74 Pertemuan.
75
Episode 75 Kebenaran.
76
Episode 76 Kenyataan.
77
Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78
Episode 78 Aku Ibumu.
79
Episode 79
80
Episode 80 Lebih Baik Sadar
81
Episode 81 Maura dan Rafa.
82
Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83
Episode 83 Bukan Urusanku
84
Episode 84 Mode sensitif.
85
Episode 85 Kehilangan Kendali.
86
Episode 86 Pilihan Terbaik.
87
Episode 87 Pencerahan.
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90.
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94
Episode 95
95
Episode 95
96
Episode 96 Persidangan.
97
Episode 97 Permintaan Maaf
98
Episode 98
99
Episode 99 Bimbang
100
Episode 100 Pengakuan
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104 Tammmattt.
105
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!