Episode 7 Niat Bala Dendam.

Dengan kondisi Maura yang sudah jauh lebih baik yang sekarang duduk di taman rumah sakit di salah satu bangku. Masih menggunakan pakaian rumah sakit dan bahkan masih memegang botol infusnya yang dia bawa kemana-mana.

Wajah gadis itu terlihat sangat sendu dan tidak tahu apa yang telah mengganggu pikirannya. Tatapan mata itu begitu kosong dan tiba-tiba air matanya jatuh.

"Kita akan tahu seseorang mencintai kita dari cara dia menatap kita. Karena dengan begitu kita akan melihat seberapa besar cinta yang telah diberikannya,"

"Aku mencintaimu Jesslyn dan kamu tahu itu. Aku menikah dengan Maura bukan karena aku mencintainya. Tetapi karena aku ingin lebih dekat lagi dengan kamu. Agar aku terus bisa mendukung kamu dan memberikan perhatian penuh kepada kamu. Aku hanya ingin terus berada di sisi kamu,"

"Kamu benar-benar sangat kasihan Maura. Kamu pikir aku peduli dengan kamu. Seberapa banyak kamu berusaha tidak akan membuatku untuk peduli kepada kamu. Karena kamu bukan anakku. Aku hanya menjadikanmu sebagai cadangan, hanya memanfaatkan,"

Semua kata-kata yang telah diperdengarkan di telinganya membuat Maura terus kepikiran. Dia terus merasa jika sangat tidak berarti dan semua yang dia lakukan telah sia-sia dan dipandang dengan sebelah mata.

Air mata kesedihan itu terus membasahi wajah cantik itu.

"Kenapa semua orang tega kepadaku. Kenapa mereka begitu jahat. Apa aku melakukan kesalahan yang besar?" Maura bertanya-tanya sendiri dengan penuh kekecewaan.

Ternyata tidak jauh dari tempat Maura duduk. Ada Rafa yang berdiri dan melihat ke arah Maura. Entahlah sejak kapan ada Rafa di sana dan untuk apa dia berada di sana.

"Rafa!" Rafa sedikit kaget saat mendengar namanya dipanggil yang membuat dia menoleh ke belakang dan ternyata itu adalah Dokter Indira.

"Kak," sahut Rafa.

"Kamu kenapa?" tanya Indira.

"Tidak apa-apa. Aku mau langsung pulang saja," ucap Rafa.

"Kamu tunggu Kakak sebentar akan selesai tugas sebentar lagi. Biar kakak akan menyetir kamu," ucap Indira.

"Tidak usah kak. Tanganku sudah jauh lebih baik dan bisa menyetir," sahut Rafa.

"Kamu yakin?" tanya Indira.

"Iya!" sahut Rafa.

"Kalau begitu aku pergi dulu," ucap Rafa yang langsung berpamitan.

Indira menghela nafas dan pandangan matanya melihat ke arah kursi yang ternyata masih ada Maura di sana. Indira yang melangkah menghampiri Maura.

"Maura!" tegur Indira yang membuat Maura menoleh.

"Dokter!" sahut Maura yang menyeka air matanya. Indira terlihat heran dengan wajah wanita itu yang seperti sangat kosong dan air mata itu masih saja mengalir walau sudah dihapus.

Indira mungkin bisa menduga jika pasien yang ada di hadapannya itu memiliki banyak sekali beban.

"Kamu kenapa malam-malam ada di sini. Ayo beristirahat!" ajak Indira a.

"Dokter apa saya oleh bertanya?"

"Kamu mau tanya apa dan apa yang kamu keluhkan. Apa ada sesuatu yang sakit?" tanya Dokter Indira.

"Apa kita boleh membalas orang yang jahat kepada kita?" tanya Ayleen. Indira menyerngitkan dahi mendengar pertanyaan yang di luar konteks.

"Maksudnya?"

"Bagaimana jika hidup Dokter di hancurkan. Apa boleh kembali membalasnya?" Maura kembali bertanya.

"Maura hidup ini realistis. Sangat munafik jika ada orang yang jahat kepada kita, lalu kita tidak akan marah dan membiarkan saja. Kita juga punya hak untuk memberikan keadilan tersendiri. Juga punya hak memberi pelajaran pada orang-orang itu," jawab Dokter Indira.

Maura terdiam dan tidak merespon dengan pernyataan dari Dokter Indira.

"Sudahlah sekarang kamu harus beristirahat agar kondisi kamu bisa pulih kembali," ucap Dokter Indira.

************

1 Minggu Kemudian.

Maura yang sudah keluar dari rumah sakit dengan kondisi yang sudah baik-baik saja. Maura hari ini sarapan bersama dengan keluarganya.

"Kak Maura bukankah hari ini Kakak dan kak Bian akan melakukan fitting baju pengantin," sahut Jesslyn.

"Iya kamu benar," sahut Maura.

"Aku senang sekali dengan rencana pernikahan Kakak yang semakin mendekat. Walau Kakak sempat masuk rumah sakit tetapi ternyata rencananya berjalan dengan lancar," ucap Jesslyn yang tersenyum lebar.

"Mah, Pah! bukankah setelah Kak Maura dan Kak Bian menikah. Mereka akan tinggal di sini," sahut Jesslyn.

Maura melihat langsung ke arah Jesslyn.

"Sesuai dengan apa yang kamu inginkan, mereka akan tetap tinggal di rumah ini. Walau seharusnya Bian membawa Maura ke rumah orang tuanya," sahut Jessica.

"Yang menikah siapa dan kenapa harus sesuai dengan keinginan Jesslyn?" tanya Maura yang tampak serius membuat Jessica, Jesslyn melihat ke arah Maura.

Mungkin mereka sedikit kaget dengan protes yang keluar dari mulut Maura yang sepertinya memang tidak pernah protes dengan apapun.

"Haaa, kak Maura, Jesslyn meminta hal itu karena Jesslyn tidak ingin jauh-jauh dari kakak. Apa itu salah," sahut Jesslyn.

"Hah!" Maura mendengus mendengar jawaban dari Jesslyn.

"Kakak kenapa?" tanya Jesslyn yang merasa ada yang berbeda dari Maura.

"Tidak apa-apa. Aku pikir karena kamu tidak ingin jauh-jauh dari Bian," sahut Maura dengan tersenyum.

"Maksud Kakak?" tanya Jesslyn.

"Tidak ada maksud dari yang aku katakan," sahut Maura yang terlihat sangat santai. Namun Jesslyn tampak memikirkan sesuatu.

"Aku tidak tahu sampai kapan kamu akan berpura-pura di hadapanku Jesslyn. Kamu ingin tetap aku tinggal di rumah ini supaya kamu mempunyai akses banyak untuk bisa bersama Bian," batin Maura.

..."Kau mau sampai kapan berpura-pura jika tidak tahu apa-apa apa dengan kamu berpura-pura maka semua akan terlihat baik-baik saja?" tiba-tiba perkataan Rafa beberapa tempo yang lalu teringat kembali di pikiran Maura....

"Dan aku juga berpura-pura seolah tidak bisa melakukan apa-apa. Apa aku juga akan berpura-pura sampai semuanya berjalan," batin Maura yang juga merasa dirinya sangat bodoh.

********

Maura yang berada di dalam kamar yang berdiri di teras kamar dengan kedua tangan yang diletakkan di atas pagar. Maura mengejamkan mata dengan menarik nafas dalam-dalam dan membuang perlahan ke depan. Lalu perlahan mata itu terbuka dan melihat ke arah bawah. Maura melihat Jesslyn yang terlihat berhadapan dengan Rafa.

Entah apa yang membuat Jesslyn sampai tertawa-tawa yang terlihat begitu bahagia berada di sisi Rafa.

"Apa jika kamu berada di posisi ku. Maka tawa itu apa akan masih ada. Bagaimana jika aku melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan. Apa kamu masih bisa sangat bahagia," batin Maura yang tidak tahu apa yang telah dipikirkannya.

Maura yang tiba-tiba tersenyum yang seperti memiliki rencana.

Ting.

Maura tiba-tiba mendapatkan notif pesan yang langsung dilihat oleh Maura.

"Maura aku menunggumu di butik. Jangan lama-lama aku masih ada pekerjaan," pesan tersebut dari Bian.

"Jika berbicara denganku dan menulis pesan kepadaku kamu akan terlihat sangat garang dan sangat sinis. Seperti aku hanya sebagai parasit dalam hidup kamu. Baiklah Bian aku tidak akan membuat kamu menderita dengan keberadaanku di sisi kamu dan membuat kamu risih. Aku akan mengabulkan keinginan kamu," batin Maura yang tersenyum sinis.

Mata Maura kembali melihat ke arah bawah yang melihat Jesslyn masih tetap memperlihatkan wajah sangat bahagia.

"Mungkin ini saatnya aku kan membalas semua perbuatan kalian kepadaku. Aku akan balas sesuai dengan keinginan kalian. Jadi jangan salahkan aku jika aku melakukan hal itu," batin Maura yang tersenyum miring dengan penuh rencana.

Bersambung

Terpopuler

Comments

WeiWei

WeiWei

oh

2024-10-14

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Hati Aneh.
2 Episode 2 Di Antara
3 Episode 3 Menegangkan
4 Episode 4 Kenyataan
5 Episode 5 Kecelakaan.
6 Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7 Episode 7 Niat Bala Dendam.
8 Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9 Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10 Episode 10 Kesepakatan Menikah
11 Episode 11 Melawan.
12 Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13 Episode 13 Di kurung
14 Episode 14 Dia Datang
15 Episode 15 Penegasan Rafa.
16 Episode 16 Pendekatan.
17 Episode 17 Rafa dan Maura.
18 Episode 18 Rasa simpatik
19 Episode 19 Persaingan.
20 Episode 20 Peringatan Rafa.
21 Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22 Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23 Episode 23 Gebrakan Maura.
24 Episode 24 Pertama Untuk Maura
25 Episode 25 Jadi Canggung
26 Episode 26 Pertemuan orang tua.
27 Episode 27 Tindakan bodoh.
28 Episode 28 Malah Di Salahkan.
29 Episode 29 Insiden.
30 Episode 30 Penolong.
31 Episode 30 Cukup Terkejut
32 Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33 Episode 33 fitting
34 Episode 34
35 Episode 34 Sedikit Canggung.
36 Episode 36 Hari Pernikahan.
37 Episode 37 Hampir Saja.
38 Episode 38 Sah
39 Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40 Episode 40 Jadi Canggung.
41 Bab 41 Romantis Dikit.
42 Episode 42 Gebrakan Maura
43 Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44 Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45 Episode 45 Malam Bersama.
46 Episode 46 Saling Canggung.
47 Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48 Episode 47 Kebahagiaan double
49 Episode 49 Akhirnya di penjara
50 Episode 50 Sekamar.
51 Episode 51 Hal Baru
52 Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53 Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54 Episode 54 Makan Romantis.
55 Episode 55 Hadiah.
56 Episode 56 Ada-ada saja.
57 Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58 Episode 58 Mempengaruhi.
59 Episode 59 Saling Menantang
60 Episode 60 Di Mana kamu?
61 Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62 Episode 62 Rafa dan Maura
63 Episode 63 Rahasia.
64 Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65 Episode 65 Keyakinan
66 Episode 66 Luka.
67 Episode 67 Penjelasan
68 Episode 68 Mencari Petunjuk.
69 Episode 69 Penegasan.
70 Episode 70 Perasaan Aneh.
71 Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72 Episode 72 Pertemuan itu
73 Episode 73 Rencana Apa.
74 Episode 74 Pertemuan.
75 Episode 75 Kebenaran.
76 Episode 76 Kenyataan.
77 Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78 Episode 78 Aku Ibumu.
79 Episode 79
80 Episode 80 Lebih Baik Sadar
81 Episode 81 Maura dan Rafa.
82 Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83 Episode 83 Bukan Urusanku
84 Episode 84 Mode sensitif.
85 Episode 85 Kehilangan Kendali.
86 Episode 86 Pilihan Terbaik.
87 Episode 87 Pencerahan.
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90.
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94 Episode 95
95 Episode 95
96 Episode 96 Persidangan.
97 Episode 97 Permintaan Maaf
98 Episode 98
99 Episode 99 Bimbang
100 Episode 100 Pengakuan
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104 Tammmattt.
105 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Episode 1 Hati Aneh.
2
Episode 2 Di Antara
3
Episode 3 Menegangkan
4
Episode 4 Kenyataan
5
Episode 5 Kecelakaan.
6
Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7
Episode 7 Niat Bala Dendam.
8
Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9
Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10
Episode 10 Kesepakatan Menikah
11
Episode 11 Melawan.
12
Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13
Episode 13 Di kurung
14
Episode 14 Dia Datang
15
Episode 15 Penegasan Rafa.
16
Episode 16 Pendekatan.
17
Episode 17 Rafa dan Maura.
18
Episode 18 Rasa simpatik
19
Episode 19 Persaingan.
20
Episode 20 Peringatan Rafa.
21
Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22
Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23
Episode 23 Gebrakan Maura.
24
Episode 24 Pertama Untuk Maura
25
Episode 25 Jadi Canggung
26
Episode 26 Pertemuan orang tua.
27
Episode 27 Tindakan bodoh.
28
Episode 28 Malah Di Salahkan.
29
Episode 29 Insiden.
30
Episode 30 Penolong.
31
Episode 30 Cukup Terkejut
32
Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33
Episode 33 fitting
34
Episode 34
35
Episode 34 Sedikit Canggung.
36
Episode 36 Hari Pernikahan.
37
Episode 37 Hampir Saja.
38
Episode 38 Sah
39
Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40
Episode 40 Jadi Canggung.
41
Bab 41 Romantis Dikit.
42
Episode 42 Gebrakan Maura
43
Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44
Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45
Episode 45 Malam Bersama.
46
Episode 46 Saling Canggung.
47
Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48
Episode 47 Kebahagiaan double
49
Episode 49 Akhirnya di penjara
50
Episode 50 Sekamar.
51
Episode 51 Hal Baru
52
Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53
Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54
Episode 54 Makan Romantis.
55
Episode 55 Hadiah.
56
Episode 56 Ada-ada saja.
57
Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58
Episode 58 Mempengaruhi.
59
Episode 59 Saling Menantang
60
Episode 60 Di Mana kamu?
61
Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62
Episode 62 Rafa dan Maura
63
Episode 63 Rahasia.
64
Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65
Episode 65 Keyakinan
66
Episode 66 Luka.
67
Episode 67 Penjelasan
68
Episode 68 Mencari Petunjuk.
69
Episode 69 Penegasan.
70
Episode 70 Perasaan Aneh.
71
Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72
Episode 72 Pertemuan itu
73
Episode 73 Rencana Apa.
74
Episode 74 Pertemuan.
75
Episode 75 Kebenaran.
76
Episode 76 Kenyataan.
77
Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78
Episode 78 Aku Ibumu.
79
Episode 79
80
Episode 80 Lebih Baik Sadar
81
Episode 81 Maura dan Rafa.
82
Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83
Episode 83 Bukan Urusanku
84
Episode 84 Mode sensitif.
85
Episode 85 Kehilangan Kendali.
86
Episode 86 Pilihan Terbaik.
87
Episode 87 Pencerahan.
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90.
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94
Episode 95
95
Episode 95
96
Episode 96 Persidangan.
97
Episode 97 Permintaan Maaf
98
Episode 98
99
Episode 99 Bimbang
100
Episode 100 Pengakuan
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104 Tammmattt.
105
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!