"Alasannya apa? Kakak ingin memutuskan pernikahan itu?" tanya Jesslyn yang terlihat penasaran.
Maura belum menjawab pertanyaan itu dan malah memberikan senyuman kepada Jesslyn yang membuat Jesslyn tampak sangat penasaran. Dia terus memperhatikan sorot mata Maura seolah memiliki arti lain. Tetapi entah mengapa perasaannya mendadak tidak enak dan seakan menakutkan sesuatu.
"Aku menyukai pria lain," jawab Maura dengan tersenyum lebar.
"Apa!" Jesslyn yang tampak kaget dengan dahi mengkerut.
Bagi Jesslyn hal itu sangat mustahil. Dia tumbuh bersama dengan Maura dan sangat mengenal bagaimana wanita itu yang sangat polos. Maura yang hanya mencintai Bian. Jesslyn sangat tahu bagaimana Maura yang rela berkorban demi Bian.
Sangat tidak masuk akal. Jika wanita yang di hadapannya masih mengeluarkan senyum yang benar-benar memperlihatkan sedang jatuh hati.
"Kakak serius?" tanya Jesslyn memastikan
"Apa aku terlihat berbohong!" Maura kembali bertanya.
"Siapa dia?" tanya Jesslyn sangat penasaran.
"Dia sangat tampan dan aku pikir kamu juga mengenalnya dan nanti aku akan perkenalkan kepada kamu siapa laki-laki itu," jawab Maura singkat yang tetap senyum-senyum.
Jesslyn perlihatkan wajah datar dan malah terlihat sangat penasaran. Maura menuruni ranjang.
"Aku mau mandi dulu!" ucap Maura melangkah menuju kamar mandi. Tetapi ekor matanya menoleh ke belakang yang ingin melihat bagaimana ekspresi wajah Jesslyn.
"Jatuh cinta pada orang lain. Apa itu benar? Lalu siapa pria yang sampai membuat dia senyum-senyum cengengesan seperti itu," gumam Jesslyn.
********
Mobil Maura berhenti di depan salah satu Hotel mewah yang menyediakan Restaurant. Maura yang turun dari mobil dengan melihat kearah dalam.
Maura menghela nafas dan melangkahkan kaki memasuki Restaurant itu. Dia berjalan dengan sangat elegan dan melewati orang-orang sedang menikmati makanan itu. Maura tampak sangat begitu gugup yang terlihat dari wajahnya bahkan berkali-kali membuang nafas ke depan.
Sampai akhirnya Maura berhenti di belakang tubuh seorang pria yang fokus pada ponsel. Maura kembali menghela nafas.
"Tuan Rafa!" tegur Maura membuat pria itu mengangkat kepala dan melihat kepada wanita yang berdiri di sampingnya dengan tersenyum.
Rafa mengkerutkan dahi dengan wajah penuh tanya dengan keberadaan wanita yang pasti dia kenal.
"Maaf mengganggu anda!" ucap Maura yang langsung duduk tanpa ada yang menyuruh.
"Untuk apa kau ada di sini?" tanya Rafa
"Saya ingin meminta anda untuk memutuskan hubungan dengan Jesslyn," jawab Maura yang langsung pada intinya.
Rafa menautkan kedua alis mendengar permintaan wanita itu. Rafa bahkan melihat sosok berbeda dari Maura. Dia berapa kali bertemu dengan Maura dan sekarang seperti orang lain dan bukan gadis yang dia tahu.
"Kau bilang apa?" tanya Rafa.
"Tuan Rafa hanya dimanfaatkan oleh keluarga saya. Keluarga saya mengalami masalah dalam Perusahaan. Dengan Anda dan Jesslyn yang menjalin hubungan dan bahkan sampai ke pernikahan hanya menguntungkan keluarga saya!" jelas Maura dengan sangat berani.
"Kau begitu sangat jujur yang tidak tahu jika itu akan merugikan Perusahaan keluarga mu," sahut Rafa.
"Karena pernikahan yang terjalin di antara anda dan Jesslyn hanya pernikahan bisnis!" ucap Maura.
"Bukankah pernikahan bisnis itu adalah hal yang biasa?" tanya Rafa
"Hah!" sahut Maura yang malah heran dengan tanggapan Rafa.
"Nona Maura, bukankah zaman sekarang orang-orang memang memerlukan pernikahan untuk memperlancar bisnis mereka," sahut Rafa.
"Jadi kau tidak masalah jika kau hanya dimanfaatkan dalam pernikahanmu nanti?" tanya Maura.
"Tidak!" jawab Rafa.
"What apa-apa ini. Bukankah dia orang yang sangat tegas dan paling tidak suka dimanfaatkan. Tetapi dia kenapa santai sekali saat aku mengatakan itu," batin Maura dengan kebingungan. Tetapi Rafa malah tersenyum geleng-geleng melihat wajah Maura yang begitu gelisah.
"Apa tujuanmu datang menemuiku hanya ingin mengatakan itu. Apa tidak merasa mengkhianati keluargamu saat jujur kepadaku?" tanya Rafa.
"Jesslyn berselingkuh!" sahut Maura tiba-tiba.
"Apa?" tanya Rafa.
"Aku membatalkan pernikahanku dengan calon suamiku karena aku mengetahui mereka berdua punya hubungan. Aku hanya dimanfaatkan oleh Bian dengan menikahiku agar dia bisa lebih dekat lagi dengan Jesslyn. Aku mendengar semua pembicaraan mereka dan mereka saling mencintai," jelas Maura yang terus berusaha agar Rafa bisa membatalkan pernikahannya dengan Jesslyn.
"Lalu?" tanya Rafa santai.
"Lalu! kau juga akan tetap menjalin hubungan dengan wanita yang jelas-jelas sudah berselingkuh?" tanya Maura.
"Lalu aku harus melakukan apa?" tanya Rafa.
"Hentikan hubunganmu dengan dia dan menikah denganku," jawab Maura dengan sangat berani yang mengumpulkan semua keberanian itu tetapi tangannya terlihat sangat berdebar yang meremas dressnya.
Mata Rafa juga melihat tangan itu dan dia tahu wanita yang dihadapannya itu sedang berperang dengan hatinya.
"Kau ingin aku membatalkan pernikahan dengan adikmu dan aku akan menikah denganmu?" tanya Rafa memastikan.
"Iya!" jawab Maura dengan yakin.
"Kau yakin itu?" tanya Rafa.
Maura mengangguk.
"Baiklah!" sahut Rafa dengan santai.
"Baiklah apa?" tanya Maura heran.
Rafa menegakkan kepalanya dan melihat di sekitar tempat itu dan matanya tertuju pada pelayan hotel dengan mengangkat tangan. Pelayan itu langsung menghampiri meja Rafa dan Maura.
"Apa ada kamar yang kosong?" tanya Rafa. Maura terkejut mendengar perkataan Rafa.
"Ada tuan," sahut pelayan itu.
"Kalau begitu saya pesan kamar yang paling bagus," ucap Rafa.
"Baik tuan sebentar!" pelayan itu langsung pergi.
"Apa maksud mu?" tanya Maura dengan wajah yang tampak shock dengan mata terbuka lebar seperti bola mata itu ingin jatuh dari tempatnya.
"Bukankah kau ingin menikah denganku dan aku harus tahu wanita seperti apa yang aku nikahi," jawab Rafa dengan santai.
"Apah! jadi kau ingin mencoba ku dulu sebelum menikah!" pekik Maura dengan wajah yang benar-benar kaget.
"Bukankah zaman sekarang itu hal yang sangat biasa," sahut Rafa dengan santai.
"Apa kau gila!" teriak Maura yang sampai membuat orang-orang di sekitar mereka melihat ke arah mereka. Maura menyadari hal itu dan mencoba menenangkan diri. Namun Rafa tersenyum miring melihat kepanikan di wajah Maura.
"Bagaimana ini? Masa iya aku harus menyerahkan kehormatanku untuk dia," Maura benar-benar kebingungan.
"Kak Maura, kak Rafa!" tiba-tiba Jesslyn menghampiri Rafa dan Maura yang memang Jesslyn dan Rafa punya janji untuk bertemu.
Maura menelan salivanya saat melihat kedatangan Jesslyn yang membuat dia tiba-tiba semakin gugup. Namun Rafa yang terlihat sangat santai.
"Hmmm, Kenapa kak Maura ada di sini?" tanya Jesslyn heran.
"Hmmm, aku sedang....aku..."
Maura yang begitu sangat gugup dan sementara Jesslyn yang merasa ada yang tidak beres berusaha untuk tenang. Di tengah ketegangan itu tiba-tiba pelayan yang tadi dipanggil Rafa muncul kembali.
"Tuan ini kunci kamarnya," ucap pelayan itu yang meletakkan kartu itu di atas meja.
"Terima kasih," sahut Rafa. pelayan itu mengangguk dan langsung pergi.
"Ada apa ini sebenarnya?" tanya Jesslyn dengan hati yang semakin tidak tenang.
Rafa tidak berbicara dan hanya memperhatikan Maura. Dia seolah ingin tahu apa yang akan dilakukan gadis yang sok berani di depannya itu.
Maura tiba-tiba tersenyum dan mengambil kartu hotel tersebut.
"Kami berjanji untuk bertemu dan kami memesan kamar," sahut Maura yang menunjukkan kartu itu yang membuat Jesslyn benar-benar terkejut dengan mata melotot. Namun Rafa hanya mendengus tersenyum.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
2024-09-18
0
Safa Almira
haha
2024-08-19
0