Episode 17 Rafa dan Maura.

Maura merasa sangat nyaman yang sudah satu hari tinggal di rumah baru yang disediakan Rafa untuk dia. Maura yang bersantai di kamarnya yang sejak tadi melihat tabletnya.

"Pertemuan pertama kesannya lumayan dan aku rasa tidak ada masalah sama sekali. Semoga Tante Jinan bisa melihatku dengan sisi yang berbeda," batin Maura dengan harapan yang banyak.

"Bunga itu sudah sampai ke tangan yang tepat belum ya?" Maura begitu sangat penasaran dengan bunga yang telah dia kirim.

"Apa aku tanya Rafa saja ya," Maura yang penasaran mengambil ponselnya yang ingin menghubungi Rafa.

Ceklek.

Tiba-tiba dari dalam kamar Maura mendengar suara pintu yang membuat Maura kaget dan melihat kearah pintu kamar.

"Siapa yang datang malam-malam seperti ini. Apa jangan-jangan ada maling, atau mereka yang ingin mencelakaiku!" batin Maura yang tiba-tiba saja ketakutan dan langsung cepat-cepat turun dari ranjang.

Maura membuka pintu kamar sedikit dan mengintip keluar dan tidak melihat ada siapa-siapa.

Maura yang mengintip keluar dan ternyata tidak menemukan siapa-siapa yang membuat dia semakin panik. Perlahan Maura keluar dengan langkah mengendap-endap dan tiba-tiba Maura kaget dengan kemunculan Rafa yang tiba-tiba di depannya.

"Aaaaaaa!" teriak Maura dengan seseorang yang menggelegar membuat Rafa kebisingan dengan telinga yang sakit dan Rafa yang langsung membekap mulut Maura dengan tangannya.

"Pelankan suara mu Maura!" tegas Rafa.

Maura dan Rafa saling melihat dengan tatapan mata yang dan Rafa melepaskan tangannya dari mulut Maura. Barulah Maura bisa bernafas dengan mengatur nafasnya yang naik turun.

"Jika kamu berteriak seperti ini, orang-orang akan berpikir jika aku melakukan sesuatu yang tidak baik padamu," ucap Rafa.

"Kamu sih membuatku kaget," ucap Maura yang masih mengatur nafas.

"Kenapa harus kaget?" tanya Rafa.

"Lagi pula kamu apa-apaan masuk rumah begitu saja, aku pikir kamu itu entah siapa penjahat atau maling," ucap Maura yang berbicara dengan dada sesak.

"Kamu mengatakan aku adalah seorang mailing. Mungkin jika aku menjadi maling maka aku akan menjadi maling yang paling tampan," sahut Rafa yang membuat Maura menyerngitkan dahinya melihat pria yang di hadapannya ini sangat percaya diri.

Ini baru pertama kali Maura melihat sisi lain dari Rafa yang selama ini memang terlihat sangat dingin, tidak banyak bicara dan sangat misterius, selalu serius dan sekarang malah mengeluarkan kata-kata seperti itu.

"Issss," sahut Maura yang berlalu dari hadapan Rafa menuju dapur yang mengambil air putih untuk meredakan tenggorokannya dan menenangkan dirinya yang masih begitu sangat terkejut.

"Kamu ngapain malam-malam datang?" tanya Maura yang sudah selesai minum.

"Aku hanya mampir dan ingin melihat apa kamu masih ada di rumah ini atau kamu sudah pulang," ucap Rafa

"Bagaimana aku akan pulang jika tidak ada 1 orang pun yang mencariku, Jadi jika aku tidak terlihat satu hari di rumah maka tidak akan ada yang bermasalah," jawab Maura.

Dia memang tidak mengabari kepada siapa-siapa jika dirinya akan tinggal sementara di luar rumah. Tetapi sudah satu hari tidak kembali ke rumah dan ternyata tidak membuat satupun orang rumahnya dan termasuk papanya mencari Maura.

"Begitukah!"

"Baiklah kalau begitu sebaiknya kita makan malam, aku membawakan kamu makanan," ucap Rafa yang mengeluarkan kantong plastik yang sejak tadi dia pegang.

Maura hanya diam dan melihat Rafa menyiapkan makanan itu di atas meja yang membuat Maura tidak berkomentar apapun sama sekali.

"Kenapa masih di sana. Ayo duduk dan makanlah! Bukankah kamu belum makan," sahut Rafa

Maura mengangguk yang duduk di hadapan Rafa. Maura melihat jenis makanan itu sangat banyak. Tetapi Maura terlihat tidak nyaman dan tiba-tiba merasa sangat gelisah dan bahkan wajah itu memucat seketika. Rafa tidak menyadari hal itu dan dia sudah mulai mengambil makanan untuknya.

Sampai akhirnya Rafa memperhatikan Maura. Karena tetap diam dengan mata yang terus melihat makanan itu.

"Ada apa Maura? Apa kamu tidak ingin memakannya?" tanya Rafa.

"Hah!" sahut Maura yang gugup.

"Makanlah! Jangan hanya di lihat saja," ucap Rafa.

"Baiklah akan aku makan!" sahut Maura yang mengambil sendok dengan tangan yang bergetar dan mencoba untuk mengambil makanan yang dibawakan Rafa.

Entah kenapa Maura begitu takut dan hal itu di perhatikan oleh Rafa. Rafa melihat wajah Maura pucat dengan tubuh yang bergetar yang membuat Rafa bertanya-tanya.

Ting

Suara dentingan sendok terdengar yang jatuh kelantai karena ke kegugupan Maura yang membuat sendok itu lepas dari tangannya.

"Maaf!" Maura yang langsung turun dari kursi yang ingin mengambil sendok tersebut. Namun lengannya menyenggol makanan itu dan akhirnya jatuh kelantai dan hal itu membuat Rafa kaget yang langsung berdiri dari tempat duduk.

"Maafkan aku..." Maura yang buru-buru berjongkok yang ingin membersihkan lantai dari makanan itu.

Tetapi baru saja tangannya ingin menyentuh lantai yang kotor itu tiba-tiba ditahan oleh Rafa. Tangan Rafa memegang tangan yang sangat bergetar dan sangat dingin itu.

Rafa tidak tahu apa yang terjadi dengan wanita yang dihadapannya itu yang tiba-tiba saja seperti orang ketakutan dan entah apa yang terjadi.

"Aku akan membersihkannya!" Maura melepaskan tangannya dari Rafa dan kembali ingin membersihkan lantai.

"Biar aku yang melakukannya!" Rafa kembali mencegah dan Maura mengangkat kepalanya, akhirnya Rafa bisa melihat wajah wanita itu yang benar-benar semakin pucat dengan mata berkaca-kaca.

"Kamu baik-baik saja?" tanya Rafa. Maura mengangguk pelan.

"Kamu duduk dan makan yang lain, jangan menyentuh ini," ucap Rafa dengan lembut.

"Maafkan aku. Aku tidak bisa memakan apa yang kamu berikan. Aku akan memasak sendiri," ucap Maura yang berdiri dari dan langsung ke dapur.

Rafa melihat kepergian Maura dan memperhatikan wanita itu yang gerusuk-grusuk yang membuka lemari penyimpanan makanan dan Maura mengambil mie instan yang terkesan buru-buru sekali melakukan hal itu.

Rafa langsung berdiri dan menghampiri Maura.

"Hentikan Maura apa yang kamu lakukan!" Rafa menahan Maura.

"Aku tidak bisa memakan, makanan yang kamu berikan. Makanan itu belum tentu bisa membuat hidupku bertahan," ucap Maura dengan suara bergetar yang membuat Rafa semakin bingung.

"Apa maksud kamu?" tanya Rafa.

Maura yang terlihat semakin gugup dan tidak berani menatap Rafa dengan saling memencet jarinya.

"Kamu tidak punya pikiran, jika aku meracuni kamu!" duga Rafa.

Maura mengangkat kepala yang kembali saling melihat dengan Rafa.

"Aku tidak bermaksud menuduh kamu, aku hanya ingin hati-hati," jawab Maura.

Rafa benar-benar kaget jika memang apa yang telah dia duga dan ternyata benar. Dia tidak percaya jika Maura bisa punya pikiran bahwa dia akan meracun Maura.

Rafa membuang nafas panjang perlahan kedepan.

"Baiklah kamu sekarang duduk. Biar aku yang memasak mie instan untuk kamu dan kamu memperhatikan kau memasaknya," ucap Rafa yang berbicara begitu lembut dan mencoba untuk menenangkan Maura.

Maura menganggukkan kepala yang setuju dengan apa yang dikatakan Rafa. Rafa juga membawa Maura untuk duduk kembali dengan menarik kursi dan mempersilahkan Maura untuk.

Rafa membereskan semua makanan yang dimeja makan yang tidak ingin dimakan Maura.

Rafa juga membereskan lantai dan Maura hanya terdiam yang memperhatikan Rafa melakukan semua itu dengan tatapan wajah Maura yang merasa bersalah

Bersambung

Terpopuler

Comments

Sunaryati

Sunaryati

Begitu ketakutan pada pemberian orang lain, karena trauma stas tindakan orang - orang yg serumah dengannya, sungguh kasihan kamu Maura. Segera tolong Maura Rafa

2024-08-06

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Hati Aneh.
2 Episode 2 Di Antara
3 Episode 3 Menegangkan
4 Episode 4 Kenyataan
5 Episode 5 Kecelakaan.
6 Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7 Episode 7 Niat Bala Dendam.
8 Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9 Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10 Episode 10 Kesepakatan Menikah
11 Episode 11 Melawan.
12 Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13 Episode 13 Di kurung
14 Episode 14 Dia Datang
15 Episode 15 Penegasan Rafa.
16 Episode 16 Pendekatan.
17 Episode 17 Rafa dan Maura.
18 Episode 18 Rasa simpatik
19 Episode 19 Persaingan.
20 Episode 20 Peringatan Rafa.
21 Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22 Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23 Episode 23 Gebrakan Maura.
24 Episode 24 Pertama Untuk Maura
25 Episode 25 Jadi Canggung
26 Episode 26 Pertemuan orang tua.
27 Episode 27 Tindakan bodoh.
28 Episode 28 Malah Di Salahkan.
29 Episode 29 Insiden.
30 Episode 30 Penolong.
31 Episode 30 Cukup Terkejut
32 Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33 Episode 33 fitting
34 Episode 34
35 Episode 34 Sedikit Canggung.
36 Episode 36 Hari Pernikahan.
37 Episode 37 Hampir Saja.
38 Episode 38 Sah
39 Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40 Episode 40 Jadi Canggung.
41 Bab 41 Romantis Dikit.
42 Episode 42 Gebrakan Maura
43 Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44 Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45 Episode 45 Malam Bersama.
46 Episode 46 Saling Canggung.
47 Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48 Episode 47 Kebahagiaan double
49 Episode 49 Akhirnya di penjara
50 Episode 50 Sekamar.
51 Episode 51 Hal Baru
52 Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53 Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54 Episode 54 Makan Romantis.
55 Episode 55 Hadiah.
56 Episode 56 Ada-ada saja.
57 Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58 Episode 58 Mempengaruhi.
59 Episode 59 Saling Menantang
60 Episode 60 Di Mana kamu?
61 Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62 Episode 62 Rafa dan Maura
63 Episode 63 Rahasia.
64 Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65 Episode 65 Keyakinan
66 Episode 66 Luka.
67 Episode 67 Penjelasan
68 Episode 68 Mencari Petunjuk.
69 Episode 69 Penegasan.
70 Episode 70 Perasaan Aneh.
71 Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72 Episode 72 Pertemuan itu
73 Episode 73 Rencana Apa.
74 Episode 74 Pertemuan.
75 Episode 75 Kebenaran.
76 Episode 76 Kenyataan.
77 Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78 Episode 78 Aku Ibumu.
79 Episode 79
80 Episode 80 Lebih Baik Sadar
81 Episode 81 Maura dan Rafa.
82 Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83 Episode 83 Bukan Urusanku
84 Episode 84 Mode sensitif.
85 Episode 85 Kehilangan Kendali.
86 Episode 86 Pilihan Terbaik.
87 Episode 87 Pencerahan.
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90.
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94 Episode 95
95 Episode 95
96 Episode 96 Persidangan.
97 Episode 97 Permintaan Maaf
98 Episode 98
99 Episode 99 Bimbang
100 Episode 100 Pengakuan
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104 Tammmattt.
105 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Episode 1 Hati Aneh.
2
Episode 2 Di Antara
3
Episode 3 Menegangkan
4
Episode 4 Kenyataan
5
Episode 5 Kecelakaan.
6
Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7
Episode 7 Niat Bala Dendam.
8
Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9
Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10
Episode 10 Kesepakatan Menikah
11
Episode 11 Melawan.
12
Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13
Episode 13 Di kurung
14
Episode 14 Dia Datang
15
Episode 15 Penegasan Rafa.
16
Episode 16 Pendekatan.
17
Episode 17 Rafa dan Maura.
18
Episode 18 Rasa simpatik
19
Episode 19 Persaingan.
20
Episode 20 Peringatan Rafa.
21
Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22
Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23
Episode 23 Gebrakan Maura.
24
Episode 24 Pertama Untuk Maura
25
Episode 25 Jadi Canggung
26
Episode 26 Pertemuan orang tua.
27
Episode 27 Tindakan bodoh.
28
Episode 28 Malah Di Salahkan.
29
Episode 29 Insiden.
30
Episode 30 Penolong.
31
Episode 30 Cukup Terkejut
32
Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33
Episode 33 fitting
34
Episode 34
35
Episode 34 Sedikit Canggung.
36
Episode 36 Hari Pernikahan.
37
Episode 37 Hampir Saja.
38
Episode 38 Sah
39
Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40
Episode 40 Jadi Canggung.
41
Bab 41 Romantis Dikit.
42
Episode 42 Gebrakan Maura
43
Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44
Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45
Episode 45 Malam Bersama.
46
Episode 46 Saling Canggung.
47
Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48
Episode 47 Kebahagiaan double
49
Episode 49 Akhirnya di penjara
50
Episode 50 Sekamar.
51
Episode 51 Hal Baru
52
Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53
Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54
Episode 54 Makan Romantis.
55
Episode 55 Hadiah.
56
Episode 56 Ada-ada saja.
57
Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58
Episode 58 Mempengaruhi.
59
Episode 59 Saling Menantang
60
Episode 60 Di Mana kamu?
61
Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62
Episode 62 Rafa dan Maura
63
Episode 63 Rahasia.
64
Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65
Episode 65 Keyakinan
66
Episode 66 Luka.
67
Episode 67 Penjelasan
68
Episode 68 Mencari Petunjuk.
69
Episode 69 Penegasan.
70
Episode 70 Perasaan Aneh.
71
Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72
Episode 72 Pertemuan itu
73
Episode 73 Rencana Apa.
74
Episode 74 Pertemuan.
75
Episode 75 Kebenaran.
76
Episode 76 Kenyataan.
77
Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78
Episode 78 Aku Ibumu.
79
Episode 79
80
Episode 80 Lebih Baik Sadar
81
Episode 81 Maura dan Rafa.
82
Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83
Episode 83 Bukan Urusanku
84
Episode 84 Mode sensitif.
85
Episode 85 Kehilangan Kendali.
86
Episode 86 Pilihan Terbaik.
87
Episode 87 Pencerahan.
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90.
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94
Episode 95
95
Episode 95
96
Episode 96 Persidangan.
97
Episode 97 Permintaan Maaf
98
Episode 98
99
Episode 99 Bimbang
100
Episode 100 Pengakuan
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104 Tammmattt.
105
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!