Episode 3 Menegangkan

Maura beberapa kali harus membuang nafasnya dan melangkah menaiki anak tangga.

"Makasih ya mah! sudah memberikan aku kesempatan untuk membuat pameran perhiasan. Aku sudah tidak sabar untuk berada di acara itu," ucap Jesslyn yang duduk di samping Jessica tanpa senang yang sejak tadi memeluk manja Jessica.

"Jesslyn Mama akan terus mendukung apapun yang kamu inginkan. Karena kamu memang pantas berada dalam posisi itu," ucap Jessika.

Maura tetap diam di tempatnya tanpa mengatakan apapun yang mendengarkan pembicaraan Jessica dan Jesslyn.

"Mama memang wanita the best yang selalu memberikan tempat terbaik untuk Jesslyn dan termasuk untuk acara makan malam bersama kak Rafa malam ini. Jesslyn sangat bahagia dengan kedatangan kak Rafa ke rumah kita dan tidak tahu apa yang Mama lakukan sehingga kak Rafa mau datang ke rumah kita," ucap Jesslyn.

"Mama akan melakukan apa saja untuk kamu," sahut Jessica.

Mata Jessica tiba-tiba tertuju pada Maura yang berdiri mematung dengan ekspresi wajah sendu.

"Dan untuk pameran itu kamu memang pantas berada di posisi itu. Karena Maura tidak bisa melakukan apa yang kamu lakukan. Jadi kesempatan ini pertama untuk kamu dan papa kamu juga setuju," sahut Jessika dengan nada sindiran.

"Kamu tidak masalah kan Maura jika Jesslyn berada dalam posisi ini?" tanya Jessica yang melempar pada Maura yang sejak tadi hanya diam. Mendengar nama Maura membuat Jesslyn beralih dari pelukan sang Mama yang memang tidak menyadari kehadiran Maura.

"Tidak apa-apa Mah. Seperti Apa yang mama katakan jika Jesslyn memang lebih pantas dan mungkin suatu saat nanti aku punya kesempatan untuk memperlihatkan karyaku," Maura dengan santai dan sangat tenang menanggapi hal itu.

"Aku akan terus mendukung Kakak dan jika pameran ini berhasil. Pelan-pelan kakak harus memasukkan karya kakak. Tetapi harus karya yang bagus. Masa iya pameran yang sudah aku impikan selama ini jangan sampai tercoreng," ucap Jesslyn dengan tersenyum.

"Pasti Jesslyn, terima kasih untuk kesempatan yang kamu berikan," sahut Maura. Jesslyn mengangguk dan Maura yang menundukkan kepala langsung pergi.

********

Maura memasuki kamar yang duduk di pinggir ranjang dengan mengusap wajahnya menggunakan kedua tangan. Lalu mata Maura menoleh ke arah nakas yang terdapat kota kaca dengan ukuran balok persegi.

Langkah Maura berjalan menghampiri nakas yang melihat di dalam isi kotak kaca tersebut sebuah gelang perhiasan.

"Mungkin setelah menikah aku akan lebih mengembangkan karyaku. Agar suatu saat nanti desain kau akan dilihat oleh orang banyak," batin Maura dengan tersenyum yang memberikan semangat untuk dirinya sendiri.

Maura dan Jesslyn adalah saudara satu ayah dengan ibu yang berbeda. Ibu kandung Maura yang sudah berpisah dari sang ayah sejak usianya masih 2 tahun dan ayahnya Darius menikah dengan Jessica dan mereka berdua memiliki anak yaitu Jesslyn. Jarak Jesslyn dan Maura memang hanya sedikit saja.

Seperti biasa dalam kehidupan keluarga yang memang bukan anak kandung akan mendapatkan perbedaan sedikit. Tetapi Maura yang memang anaknya santai dan memang tidak pernah memperbesarkan masalah selalu menerima apapun perbedaan dari perilaku Jessica kepada dirinya dan juga Jesslyn.

Maura gadis polos yang berhati lembut yang memang tidak pernah ingin ribet dan menjadi anak yang sangat penurut kecil. Dia juga tidak pernah iri dengan saudaranya yang mungkin lebih baik dalam karir dibandingkan dirinya. Bagaimana tidak naik kesempatan lebih banyak didapatkan Jesslyn dibandingkan Maura.

***********

Acara pameran perhiasan.

Acara yang di hadiri para pengusaha dan dari kalangan hebat. Pameran perhiasan yang cukup besar. Acara untuk Jesslyn adalah seorang desainer perhiasan dengan desain yang sudah dikenal di negara dan juga di mancanegara.

Sama dengan Maura yang juga sangat suka mendesain. Tetapi bakat Maura tidak dikembangkan karena tidak mendapatkan banyak kesempatan atau hasil dari apa yang telah dia buat sama sekali masih terkurung dan belum bisa dipublikasikan.

Maura yang terlihat begitu cantik dan anggun yang menggunakan dress pink di atas mata kaki dengan menggunakan heels setinggi 10 cm. hair stylist rambut Maura yang membuat dirinya sangat anggun dengan bagian kiri dan kanan yang diikat di tengah dan terlihat sangat cantik dan elegan.

Maura berdiri di salah satu pajangan perhiasan yang dimasukkan ke dalam kotak yang terbuat dari kaca. Berupa gelang cantik berwarna putih.

"Maura!" tegur Bian berdiri di belakang Maura.

"Bian! Lihatlah!" Maura yang tersenyum lebar terlihat sangat excited.

"Kamu terlihat begitu bahagia. Apa ini adalah salah satu karya kamu?" tanya Bian.

"Kamu benar. Aku bicara dengan papa tadi malam dan Jesslyn memberiku kesempatan untuk memperlihatkan karya ku pada orang-orang dan aku berharap akan banyak orang yang menyukainya," jawab Maura.

"Begitu rupanya," sahut Bian dengan singkat dan datar.

Maura menoleh ke arah sang kekasih setelah memberikan tanggapan itu. Bian dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam sakunya yang kepala berkeliling seperti mencari-cari sesuatu.

Tiba-tiba terukir senyum lebar yang sangat sumringah di wajah Bian yang membuat arah pandang mata Maura menoleh ke arah sorot mata sang kekasih.

Bian yang ternyata melihat ke arah Jesslyn yang berbicara dengan salah satu tamu. Jesslyn tanpa tertawa-tawa dalam pembicaraan itu yang membuat perasaan Maura tiba-tiba tidak enak.

"Aku kesana sebentar!" ucap Bian yang langsung pergi begitu saja dan tanpa mempedulikan Maura sejak tadi memperhatikan dirinya dan bahkan sampai memperhatikan Bian yang sudah menghampiri Maura.

Orang yang tadi berbicara dengan Jesslyn sudah pergi. Mereka berdua yang terlihat berbicara sangat akrab sembari tertawa-tawa. Hal itu kembali membuat perasaan Maura merasa aneh.

"Biasanya setiap desain memiliki makna sendiri. Apa makna dari desain ini?" suara seorang pria yang terdengar sangat hangat membuat Maura terkejut dan menoleh ke arah pria tersebut yang tak lain Rafa.

"Apa ini hanya sebuah desain tanpa makna?" tanya Rafa melihat ke arah Maura yang masih melihat dirinya.

"Maaf tuan Rafa!" Maura menundukkan kepala.

"Pertanyaan ku belum di jawab," ucap Rafa.

"Menurutku gelang itu sebuah lambang untuk menjadi pengikat. Jadi selama aku membuat gelang ini aku mengingat jika dalam keberhasilan ada ikatan yang menjadi penguat dalam segala sesuatu yang dikerjakan," jawab Maura.

"Ikatan apa?" tanya Rafa.

"Keluarga," jawab Maura.

Hal itu membuat Rafa mendengus tersenyum.

"Kamu seperti seseorang yang sepertinya selalu nomor satukan keluarga dan apa-apa harus keluarga. Sehingga kamu menjadikan semua itu ikatan yang besar," ucap Rafa.

"Maksudnya?" tanya Maura heran yang tidak mengerti arah pembicaraan pria itu.

"Kak Rafa!" tiba-tiba Jesslyn menghampiri Rafa dengan raut wajah Jesslyn yang tampak sumringah dan ternyata Bian juga ikut.

"Terima kasih Kak Rafa sudah memenuhi undanganku," ucap Jesslyn yang tampak sangat senang.

"Tapi aku sama sekali tidak bisa lama dan hanya butuh waktu sebentar," jawab Rafa

"Tidak masalah. Bagiku dengan kedatangan kakak jauh lebih baik," sahut Jesslyn. Rafa hanya mengangguk saja.

"Kak Rafa, bagaimana suasana dalam acara ini. Aku masih pemula dan masih merasa banyak yang kurang," tanya Jesslyn yang membutuhkan validasi.

"Jesslyn bagaimana mungkin kamu mengatakan hal itu. Ini sudah sangat terbaik dan kamu sudah melakukan banyak hal dan juga sudah berusaha," sahut Bian yang malah mengambil alih untuk bicara.

Tatapan Maura kembali melihat Bian yang selalu saja ingin ikut-ikutan dan seolah memberikan semangat yang besar kepada Jesslyn.

"Perasaan aku datang ke tempat ini tanpa membawa juru bicara," sahut Rafa dengan sedikit menyindir.

Bersambung

Episodes
1 Episode 1 Hati Aneh.
2 Episode 2 Di Antara
3 Episode 3 Menegangkan
4 Episode 4 Kenyataan
5 Episode 5 Kecelakaan.
6 Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7 Episode 7 Niat Bala Dendam.
8 Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9 Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10 Episode 10 Kesepakatan Menikah
11 Episode 11 Melawan.
12 Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13 Episode 13 Di kurung
14 Episode 14 Dia Datang
15 Episode 15 Penegasan Rafa.
16 Episode 16 Pendekatan.
17 Episode 17 Rafa dan Maura.
18 Episode 18 Rasa simpatik
19 Episode 19 Persaingan.
20 Episode 20 Peringatan Rafa.
21 Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22 Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23 Episode 23 Gebrakan Maura.
24 Episode 24 Pertama Untuk Maura
25 Episode 25 Jadi Canggung
26 Episode 26 Pertemuan orang tua.
27 Episode 27 Tindakan bodoh.
28 Episode 28 Malah Di Salahkan.
29 Episode 29 Insiden.
30 Episode 30 Penolong.
31 Episode 30 Cukup Terkejut
32 Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33 Episode 33 fitting
34 Episode 34
35 Episode 34 Sedikit Canggung.
36 Episode 36 Hari Pernikahan.
37 Episode 37 Hampir Saja.
38 Episode 38 Sah
39 Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40 Episode 40 Jadi Canggung.
41 Bab 41 Romantis Dikit.
42 Episode 42 Gebrakan Maura
43 Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44 Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45 Episode 45 Malam Bersama.
46 Episode 46 Saling Canggung.
47 Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48 Episode 47 Kebahagiaan double
49 Episode 49 Akhirnya di penjara
50 Episode 50 Sekamar.
51 Episode 51 Hal Baru
52 Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53 Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54 Episode 54 Makan Romantis.
55 Episode 55 Hadiah.
56 Episode 56 Ada-ada saja.
57 Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58 Episode 58 Mempengaruhi.
59 Episode 59 Saling Menantang
60 Episode 60 Di Mana kamu?
61 Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62 Episode 62 Rafa dan Maura
63 Episode 63 Rahasia.
64 Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65 Episode 65 Keyakinan
66 Episode 66 Luka.
67 Episode 67 Penjelasan
68 Episode 68 Mencari Petunjuk.
69 Episode 69 Penegasan.
70 Episode 70 Perasaan Aneh.
71 Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72 Episode 72 Pertemuan itu
73 Episode 73 Rencana Apa.
74 Episode 74 Pertemuan.
75 Episode 75 Kebenaran.
76 Episode 76 Kenyataan.
77 Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78 Episode 78 Aku Ibumu.
79 Episode 79
80 Episode 80 Lebih Baik Sadar
81 Episode 81 Maura dan Rafa.
82 Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83 Episode 83 Bukan Urusanku
84 Episode 84 Mode sensitif.
85 Episode 85 Kehilangan Kendali.
86 Episode 86 Pilihan Terbaik.
87 Episode 87 Pencerahan.
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90.
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94 Episode 95
95 Episode 95
96 Episode 96 Persidangan.
97 Episode 97 Permintaan Maaf
98 Episode 98
99 Episode 99 Bimbang
100 Episode 100 Pengakuan
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104 Tammmattt.
105 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Episode 1 Hati Aneh.
2
Episode 2 Di Antara
3
Episode 3 Menegangkan
4
Episode 4 Kenyataan
5
Episode 5 Kecelakaan.
6
Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7
Episode 7 Niat Bala Dendam.
8
Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9
Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10
Episode 10 Kesepakatan Menikah
11
Episode 11 Melawan.
12
Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13
Episode 13 Di kurung
14
Episode 14 Dia Datang
15
Episode 15 Penegasan Rafa.
16
Episode 16 Pendekatan.
17
Episode 17 Rafa dan Maura.
18
Episode 18 Rasa simpatik
19
Episode 19 Persaingan.
20
Episode 20 Peringatan Rafa.
21
Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22
Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23
Episode 23 Gebrakan Maura.
24
Episode 24 Pertama Untuk Maura
25
Episode 25 Jadi Canggung
26
Episode 26 Pertemuan orang tua.
27
Episode 27 Tindakan bodoh.
28
Episode 28 Malah Di Salahkan.
29
Episode 29 Insiden.
30
Episode 30 Penolong.
31
Episode 30 Cukup Terkejut
32
Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33
Episode 33 fitting
34
Episode 34
35
Episode 34 Sedikit Canggung.
36
Episode 36 Hari Pernikahan.
37
Episode 37 Hampir Saja.
38
Episode 38 Sah
39
Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40
Episode 40 Jadi Canggung.
41
Bab 41 Romantis Dikit.
42
Episode 42 Gebrakan Maura
43
Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44
Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45
Episode 45 Malam Bersama.
46
Episode 46 Saling Canggung.
47
Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48
Episode 47 Kebahagiaan double
49
Episode 49 Akhirnya di penjara
50
Episode 50 Sekamar.
51
Episode 51 Hal Baru
52
Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53
Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54
Episode 54 Makan Romantis.
55
Episode 55 Hadiah.
56
Episode 56 Ada-ada saja.
57
Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58
Episode 58 Mempengaruhi.
59
Episode 59 Saling Menantang
60
Episode 60 Di Mana kamu?
61
Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62
Episode 62 Rafa dan Maura
63
Episode 63 Rahasia.
64
Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65
Episode 65 Keyakinan
66
Episode 66 Luka.
67
Episode 67 Penjelasan
68
Episode 68 Mencari Petunjuk.
69
Episode 69 Penegasan.
70
Episode 70 Perasaan Aneh.
71
Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72
Episode 72 Pertemuan itu
73
Episode 73 Rencana Apa.
74
Episode 74 Pertemuan.
75
Episode 75 Kebenaran.
76
Episode 76 Kenyataan.
77
Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78
Episode 78 Aku Ibumu.
79
Episode 79
80
Episode 80 Lebih Baik Sadar
81
Episode 81 Maura dan Rafa.
82
Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83
Episode 83 Bukan Urusanku
84
Episode 84 Mode sensitif.
85
Episode 85 Kehilangan Kendali.
86
Episode 86 Pilihan Terbaik.
87
Episode 87 Pencerahan.
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90.
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94
Episode 95
95
Episode 95
96
Episode 96 Persidangan.
97
Episode 97 Permintaan Maaf
98
Episode 98
99
Episode 99 Bimbang
100
Episode 100 Pengakuan
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104 Tammmattt.
105
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!