Rumah sakit.
Maura yang berada di dalam rumah sakit yang mendapatkan perawatan serius dari beberapa Dokter. Kondisi Maura yang kritis dan untung masih bisa di larikan kerumah sakit.
Jessica terlihat berdiri di depan pintu ruang perawatan Maura dengan kedua tangan yang dilipat di dada dan melihat ke dalam ruangan itu di mana Maura yang sudah selesai mendapatkan penanganan dari Dokter.
Maura yang belum melewati masa kritisnya yang terlihat kepala di kelilingi perban dengan selang pernapasan menutup mulutnya dan juga terdapat selang infus dan suara mesin jantung yang terdengar begitu menakutkan.
"Mah!" Jessica dikagetkan dengan kedatangan Jesslyn.tiba-tiba bersama dengan Bian.
"Jesslyn!"
"Bagaimana kak Maura?" tanya Jesslyn.
"Masih belum sadarkan diri," jawab Jessika.
"Mah sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa di luar banyak Polisi dan kenapa pameran yang aku buat berantakan?" tanya Jesslyn yang memang belum mengetahui apa-apa dan tiba-tiba sudah mendapat kabar jika kakaknya masuk rumah sakit.
"Ceritanya panjang. Mama sekarang sedang pusing," jawab Jessica.
Di tengah pembicaraan mereka tiba-tiba Darius yang terlihat berjalan dengan cepat yang diikuti dua orang pria yang tak lain adalah anak buahnya dari belakang.
"Pah!" Jessica langsung menghampiri suaminya dan memeluk Darius.
"Aku tidak mengerti apa yang dilakukan Maura. Aku tidak bisa mengawasi Maura yang nekat mencuri desain orang lain dan mengakui itu adalah desain miliknya yang memberikan kepada tim pekerja. Jika Maura menerima kesalahannya dia tidak akan menjadi buronan dan tidak akan dikejar-kejar polisi sampai mengalami kecelakaan seperti ini," Jessica yang langsung menjelaskan kepada Darius sebelum Darius bertanya padanya.
Darius melepas pelukan itu dan melihat wajah istrinya yang tampak menangis.
"Bagaimana Maura?" tanya Darius.
"Dokter mengatakan Maura belum melewati masa kritisnya," jawab Jessica yang memperlihatkan wajah tampak sedih dan sangat panik.
Darius menghadap dua anak buahnya itu yang menundukkan kepala.
"Aku ingin masalah ini cepat selesai dan urus Polisi di luar!" titah Darius.
"Baik tuan," sahut anak buah Darius dan mereka langsung bergegas untuk pergi menyelesaikan masalah yang sudah ditimbulkan Jessica.
"Seandainya Maura bisa mendengar ku hal ini tidak akan pernah terjadi," ucap Jessica yang memijat kepala dengan kepala yang sedikit menunduk seolah menutupi wajahnya yang sekarang tersenyum.
Sementara Darius menghela nafas, dia memang tidak ada pada kejadian itu karena melakukan perjalanan bisnis ke Luar Negeri dan siapa sangka saat pulang sudah mendengar putrinya kecelakaan.
*******
Tit-tit-tit-tit-tit-tit-tit-tit-tit.
Suara mesin jantung yang menakutkan di dalam ruangan perawatan Maura. Maura yang sudah mendapatkan perawatan 12 jam tetapi belum sadarkan diri.
Krekkkkk.
Pintu ruangan itu terbuka yang ternyata Jessika memasuki ruangan Maura. Jessica melangkah mendekati ranjang Maura yang menyunggingkan senyum melihat gadis yang tak berdaya itu.
"Sebenarnya kecelakaan jauh lebih baik daripada harus dipenjara. Karena jika kamu sampai tertangkap Polisi maka akan lain ceritanya. Mungkin saja aku pasti akan terlibat dan kamu akan keras kepala tidak mengakui hal itu. Tetapi dengan kecelakaan ini semua terbantu dan mas Darius sudah menyelesaikan masalah ini," ucap Jessica yang tersenyum miring dengan kedua tangan dilipat di dada.
"Maura, Maura, kasihan sekali hidup kamu yang seperti ini. Kamu terlalu banyak berusaha. Tetapi sayang tidak ada sama sekali yang peduli dengan apa yang kamu lakukan. Kamu terlalu polos dan menganggap jika aku begitu peduli kepadamu. Kamu salah Maura aku sama sekali tidak peduli kepada. Kamu bukan putriku dan aku tidak akan membuang waktu untuk hal itu,"
"Percuma kamu melakukan banyak usaha selama bertahun-tahun. Tetapi kamu tetap bukan putriku. Jadi jangan berharap jika kamu akan mendapatkan kasih sayang seperti Jesslyn. Karena bagiku kamu hanya cadangan yang bisa aku manfaatkan kapanpun aku mau," sinis Jessica.
"Kau setiap hari menjadi seseorang yang terlihat sangat baik-baik saja. Maura tidak apa-apa jika kamu harus menjadi jahat. Hal itu tidak masalah karena kita bukan keluarga. Jadi jangan terlalu baik dan polos menghadapi semua kehidupan ini," sinis Jessica yang terus menatap wajah Maura dengan penuh kebencian.
"Sangat kasihan!" Jessica geleng-geleng kepala yang mengejek anak tirinya itu.
Jessica yang tidak mengatakan apa-apa lagi yang langsung meninggalkan ruangan itu.
Suara pintu yang tertutup seketika membuat butir air mata jatuh dari kelopak mata Maura. Mungkin dia bisa mendengarkan apa yang dikatakan Jessica. Hati dan seluruh tubuh Maura benar-benar hancur yang rasanya tidak ingin hidup lagi setelah begitu banyak pernyataan yang diperdengarkan dan diperlihatkan padanya.
Iya dia sama sekali tidak diinginkan, dia hanya dimanfaatkan, hanya dijadikan cadangan, dia tidak berarti apa-apa.
*****
Sinar matahari yang yang begitu cerah yang masuk dari celah-celah jendela ruangan yang di dalamnya masih ada Maura. Sinar matahari itu terasa begitu sangat hangat di wajah pasien yang sekarang sedang diperiksa oleh Dokter wanita.
Perlahan mata Maura terbuka dengan tatapan yang belum stabil, sampai akhirnya Maura melihat Dokter cantik itu yang sekarang sedang menyuntikkan sesuatu ke dalam infusnya.
"Kamu sudah bangun?" tanya Dokter itu yang tersenyum begitu ramah. Maura tidak mampu menjawab pertanyaan itu.
"Kamu sudah tertidur selama 4 hari. Kamu istirahatlah," ucap Dokter itu.
Dokter itu yang hendak pergi. Tetapi tiba-tiba tangan Maura menahannya. Tangan lemas itu mampu membuat langkah kaki Dokter itu terhenti.
"Kamu butuh sesuatu?" tanya Dokter itu. Mengingat Maura koma selama 4 hari
Tangan Maura perlahan naik ke lehernya yang sepertinya dia ingin minum.
Dokter dengan bed nama Indira yang tertulis di almamater itu. Dokter Indira yang pasti sangat peka dan langsung mengambil segelas air.
Dokter Indira yang mencoba untuk mendudukkan Maura dan memberikan air putih itu.
"Kondisi kamu sudah jauh lebih baik dan sangat banyak mengalami peningkatan," ucap Indira kembali meletakkan gelas di atas nakas.
Krekkkkk.
Pintu ruangan itu terbuka yang ternyata Darius Jessica Jesslyn dan Bian yang memasuki ruang perawatan Maura.
"Bagaimana keadaan Maura?" tanya Darius.
"Pasien sedang mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Hanya tinggal perawatan saja," jawab Dokter Indira.
"Syukurlah kalau begitu," sahut Darius.
"Kalau begitu saya permisi," ucap Dokter Indira menundukkan kepala dan langsung keluar dari ruangan itu.
Mata Maura melihat satu persatu orang yang memasuki ruangannya itu.
"Kak Maura aku benar-benar sangat khawatir pada kakak.. Untung saja kakak tidak apa-apa," ucap Jesslyn yang duduk di samping Maura dengan memegang tangan Maura.
"Maura aku juga khawatir pada kamu," sahut Bian.
Maura tidak mungkin melupakan apa yang telah dia dengar bagaimana Bian mengungkapkan perasaannya dengan jelas kepada Jesslyn. Maura harus melihat kepalsuan pada dua orang itu yang membuat dirinya rasanya ingin muntah.
"Ini peringatan untuk kamu Maura. Papa sudah mengatakan kepada kamu jika ingin menjadi seseorang kamu harus berjuang lebih keras dan bukan malah mencuri desain orang lain dan lihat ini yang terjadi dan ini teguran untuk kamu!" sahut Darius memberikan nasehat kepada Maura.
"Sudahlah Pah! Kenapa harus ngebahas hal itu dalam keadaan Maura yang seperti ini," sahut Jessica.
Mata Maura yang berpindah ke arah Jessica. Jessica menggambarkan seolah menjadi seorang ibu yang sangat bijak dan membela putrinya.
"Maura kamu jangan banyak berpikiran dan kamu sebaiknya beristirahat," ucap Jessica.
Tidak ada yang dikatakan Maura karena memang dirinya belum sepenuhnya bisa berbicara tetapi dia hanya memperhatikan ekspresi dari masing-masing orang yang ada di ruangan itu.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
yourwife
ini yang ada di K-drama itu ya tapi diganti bukan lukisan tapi perhiasan
2024-09-15
0
Nur Adam
lnjut
2024-08-01
0
Ma Em
Maura makanya kamu jd orang terlalu
polos jd orang kamu anggap semua orang dikeluargamu itu baik seperti dirimu tp kamu sadar Maura bahwa orang yg kamu sayang dan kamu anggap keluarga itu tdk menganggapmu keluarga balas tuh Jesika ibu tiri kamu yg sdh berbuat jahat sama kamu.
2024-07-31
4