Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu

Dratttt-dratt-drattt-drattt

Maura tersentak sakit saat mendengar suara ponselnya dan Maura dengan cepat merogoh tasnya dan ternyata yang menelpon dengan kontak Ellin.

"Maura ada apa? kenapa kamu tadi malam menelponku? Maaf aku ketiduran dan tidak bisa mengangkat panggilan kamu," ucap Elin

"Aku ingin bertemu dengan kamu. Ada yang ingin aku tanyakan," jawab Maura.

"Kamu serius sekali, membuatku jadi takut saja," ucap Elin yang ternyata sedang di kantor yang fokus pada komputer sembari menelpon.

"Kita harus bertemu!" ucap Maura dengan sangat buru-buru.

"Boleh-boleh! Baiklah nanti jam istirahat kita akan bertemu di dekat kantorku," ucap Elin.

"Baiklah!" sahut Maura yang langsung mematikan panggilan telepon tersebut.

"Aku harus mengurus ini satu persatu. Agar semua berjalan dengan lancar dan untung aku punya Elin yang bisa membantuku," batin Maura merasa lega.

Entah apalagi yang akan dia lakukan untuk membalas rasa sakit yang di dapatkan dari keluarganya yang membuat dia selama ini tidak berdaya.

******

Suara langkah heels yang menuruni anak tangga siapa lagi jika bukan Maura yang berjalan dengan elegan.

"Mau kemana kamu?"

Suara itu mampu membuat langkahnya terhenti Jessica yang memang sejak tadi berada di ruang tamu dan sudah diabaikan oleh Maura.

"Mau keluar," jawab Maura singkat.

"Kamu jangan mencari masalah di rumah ini. Putuskan hubungan halusinasi kamu dengan Rafa. Kamu jangan bermimpi menikah dengan Rafa!" tegas Jessica penuh dengan penekanan.

Maura menghela nafas dan langsung pergi yang tidak peduli dengan apa yang dikatakan Jessica.

"Maura!"

"Maura!" Jessica semakin terbakar melihat Maura yang benar-benar tidak peduli dan seperti menantang dirinya.

"Anak kurang ajar! Lihat apa yang aku lakukan!"

"Argggghhh!"

Lama-lama Jessica bisa gila melihat tingkah Maura.

Saat keluar dari rumah, Maura juga berpapasan dengan Jesslyn dengan langkah mereka berdua yang sama-sama terhenti dan menatap begitu tajam.

"Kenapa Kakak melakukan semua ini kepadaku? Aku ini adik kakak, saudara kakak dan keluarga kakak!" tegas Jesslyn menekankan.

"Hah!" Maura mendengus mendengar kata-kata Jesslyn.

Eksperesi wajah Maura begitu jijik melihat wanita yang di hadapannya yang sekarang penuh kesedihan, kekecewaan dan seolah sebagai korban. Kata-kata itu bahkan membuat perutnya sangat mu.

"Apa katamu, saudara dan keluarga. kenapa sekarang baru menganggap jika aku adalah bagian dari keluargamu," sahut Maura.

"Apa maksud Kakak? Kakak masih berpikiran jika aku dan kak Bian punya hubungan. Kenapa pikiran Kakak begitu pendek sekali. Kakak tahu sendiri. Jika sejak dulu kita memang dekat dan seharusnya itu tidak menjadi alasan untuk Kakak memutuskan pernikahan Kakak dengan Kak Bian lalu merebut calon suamiku!" tegas Jesslyn.

"Sudahlah Jesslyn aku muak melihat wajahmu yang terlihat begitu menyedihkan. Mau kau mengatakan apapun tidak akan mengubah pendirianku untuk tetap membatalkan pernikahan itu dan akan menjalankan pernikahan dengan Rafa. Lagi pula kau harus bersyukur dengan aku membatalkan pernikahan itu. Kau bisa bersama dengan kekasih gelap itu dan tidak perlu sembunyi-sembunyi padaku!" tegas Maura.

Maura hendak pergi dari hadapan Jesslyn, namun menghentikan langkahnya saat berdiri di samping Jesslyn.

"Jadi perempuan jangan maruk. Jangan semua mau di ambil!" sinis Maura dan langsung pergi.

Nafas Jesslyn naik turun mendengar kata-kata maulah yang membuat dirinya mengepung tangan dengan mengumpulkan semua emosi.

"Argggghhh!" teriak Jesslyn seperti orang gila dan sama saja seperti ibunya.

Langkah Maura sampai terhenti mendengar suara teriakan yang membuat telinganya sakit dengan Maura membalikkan tubuh yang melihat Jesslyn seperti orang gila membuat Maura tersenyum dengan penuh kemenangan yang berhasil membuat Jesslyn kesetanan.

"Dasar sinting," ejek Maura geleng-geleng.

*********

Maura berada di salah satu kafe dengan seorang wanita yang duduk di hadapannya yang sekarang makan begitu lahap.

"Ada apa Maura? kenapa mengajakku bertemu? Jika sudah mengajak bertemu pasti ada hal yang penting?" tanya Elin penasaran dengan mulut yang tidak berhenti mengunyah.

"Aku akan menikah dengan Rafa," jawab Maura to the point.

Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.

Ellin langsung tersedak makanan yang begitu sangat terkejut. Elin yang langsung minum untuk meredakan tenggorokannya dan sementara Maura hanya geleng-geleng sembari minum menggunakan sedotan.

"Coba ulangi sekali lagi," ucap Elin kesulitan bicara.

"Aku ingin menikah dengan Rafa," ucap Maura lagi.

Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.

Elin kembali batuk-batuk. Tenggorokan itu begitu sakit karena saking kagetnya.

"Ellin kamu apa-apaan sih!" kesal Maura.

"Ka- kamu jangan bercanda," sahut Ellin.

"Siapa yang bercanda. Aku serius ingin menikah dengan Rafa!" tegas Maura.

"Maura, kamu tahu bukan jika aku adalah bagian dari keluarga Rafa. Aku sepupu Rafa!" tegas Ellin.

"Aku tahu dan maka dari itu aku mengajak kamu bertemu!" tegas Maura yang memang ada udang di balik bakwan.

"Tunggu-tunggu, ini pasti ada kesalahan. Maura setahu aku Rafa itu dekat dengan Jesslyn adik kamu dan setahu aku kamu akan menikah. Lalu apa ini? kenapa tiba-tiba seperti ini. Ini sangat tidak masuk akal. Kamu jangan jadikan semua lelucon Maura!" tegas Elin dengan kebingungan.

"Ini memang bukan lelucon dan siapa bilang ini lelucon. Aku serius!" tega Maura Maura.

"Kamu tidak jadi menikah dengan Bian?" tanya Ellin. Maura mengangguk.

"Ya lalu..."

"Ellin, Jesslyn dan Bian memiliki hubungan di belakangku dan kamu tahu tidak jika dia menikah denganku hanya supaya dekat-dekat dengan dengan Jesslyn dia hanya memanfaatkanku!" jelas Maura.

"Jadi kamu akhirnya paham," sahut Ellin dengan santai dan bukan kaget mendengar kata-kata Maura tentang perselingkuhan itu.

"Maksud kamu?" tanya Maura menautkan ke-alisnya.

"Orang baru pertama kali bertemu dengan kamu dan juga bertemu dengan mereka berdua juga akan tahu jika mereka berdua itu punya hubungan. Kamu saja yang bodoh selama ini tidak menyadari bagaimana mereka berdua, yang sering tersenyum bersama, punya dunia sendiri bersama dan bahkan menatap sesama yang sangat menjanjikan," menceritakan hal itu membuat Ellin terasa geli.

Ellin juga sering bertemu dengan Bian dan Jesslyn yang kerap kali pergi bersamaan. Ellin juga bisa melihat gerak-gerik dari pasangan itu tetapi sahabatnya saja yang sangat bodoh atau pura-pura tidak tahu

Bahkan Ellin begitu jijik dengan Jesslyn yang terlihat bermuka dua dan sok baik di depan Maura. Dia juga sering beberapa kali mengingatkan Maura dan Maura yang menganggap tidak mungkin keluarga melakukan hal itu.

"Dan justru itu aku ingin menikah dengan Rafa," sahut Maura.

"Apa ini seperti balas dendam?" tebak Ellin yang menarik kesimpulan dengan cepat.

"Iya. Mereka sangat jahat, mama dan Jesslyn tidak pernah menganggap ku dan aku ingin membalas perbuatan mereka yang tidak memberikan keadilan padaku!" tegas Maura.

Wajah itu sangat menyeramkan yang terlihat dendam membara. Ellin bahkan geleng-geleng kepala melihat aura wajah sahabatnya yang sangat berbeda.

"Lalu hubungannya denganku?" tanya Ellin

"Aku tidak terlalu mengenal keluarga Rafa dan aku hanya tahu. Kamu sepupu Rafa. Tetapi sepertinya sangat sulit untuk masuk kedalam keluarga itu. Aku pasti akan di remehkan mama dan Jesslyn. Karena tidak akan mungkin diterima oleh keluarga Rafa, mereka akan mengejekku. Jadi aku ingin melakukan pendekatan pada keluarga Rafa. Agar aku diterima dengan baik dan balas dendamku sempurna," jelas Maura.

Dia memang hanya tinggal menjalankan rencana masuk kedalam keluarga Rafa.

Bersambung .

Terpopuler

Comments

Sunaryati

Sunaryati

Lanjutkan misimu Maura, tapi dengan jadi wanita cerdas, cantik, dan wibawa dengan menunjukkan kemampuan dan tingkatkan karirmu

2024-08-03

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Hati Aneh.
2 Episode 2 Di Antara
3 Episode 3 Menegangkan
4 Episode 4 Kenyataan
5 Episode 5 Kecelakaan.
6 Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7 Episode 7 Niat Bala Dendam.
8 Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9 Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10 Episode 10 Kesepakatan Menikah
11 Episode 11 Melawan.
12 Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13 Episode 13 Di kurung
14 Episode 14 Dia Datang
15 Episode 15 Penegasan Rafa.
16 Episode 16 Pendekatan.
17 Episode 17 Rafa dan Maura.
18 Episode 18 Rasa simpatik
19 Episode 19 Persaingan.
20 Episode 20 Peringatan Rafa.
21 Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22 Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23 Episode 23 Gebrakan Maura.
24 Episode 24 Pertama Untuk Maura
25 Episode 25 Jadi Canggung
26 Episode 26 Pertemuan orang tua.
27 Episode 27 Tindakan bodoh.
28 Episode 28 Malah Di Salahkan.
29 Episode 29 Insiden.
30 Episode 30 Penolong.
31 Episode 30 Cukup Terkejut
32 Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33 Episode 33 fitting
34 Episode 34
35 Episode 34 Sedikit Canggung.
36 Episode 36 Hari Pernikahan.
37 Episode 37 Hampir Saja.
38 Episode 38 Sah
39 Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40 Episode 40 Jadi Canggung.
41 Bab 41 Romantis Dikit.
42 Episode 42 Gebrakan Maura
43 Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44 Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45 Episode 45 Malam Bersama.
46 Episode 46 Saling Canggung.
47 Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48 Episode 47 Kebahagiaan double
49 Episode 49 Akhirnya di penjara
50 Episode 50 Sekamar.
51 Episode 51 Hal Baru
52 Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53 Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54 Episode 54 Makan Romantis.
55 Episode 55 Hadiah.
56 Episode 56 Ada-ada saja.
57 Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58 Episode 58 Mempengaruhi.
59 Episode 59 Saling Menantang
60 Episode 60 Di Mana kamu?
61 Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62 Episode 62 Rafa dan Maura
63 Episode 63 Rahasia.
64 Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65 Episode 65 Keyakinan
66 Episode 66 Luka.
67 Episode 67 Penjelasan
68 Episode 68 Mencari Petunjuk.
69 Episode 69 Penegasan.
70 Episode 70 Perasaan Aneh.
71 Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72 Episode 72 Pertemuan itu
73 Episode 73 Rencana Apa.
74 Episode 74 Pertemuan.
75 Episode 75 Kebenaran.
76 Episode 76 Kenyataan.
77 Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78 Episode 78 Aku Ibumu.
79 Episode 79
80 Episode 80 Lebih Baik Sadar
81 Episode 81 Maura dan Rafa.
82 Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83 Episode 83 Bukan Urusanku
84 Episode 84 Mode sensitif.
85 Episode 85 Kehilangan Kendali.
86 Episode 86 Pilihan Terbaik.
87 Episode 87 Pencerahan.
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90.
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94 Episode 95
95 Episode 95
96 Episode 96 Persidangan.
97 Episode 97 Permintaan Maaf
98 Episode 98
99 Episode 99 Bimbang
100 Episode 100 Pengakuan
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104 Tammmattt.
105 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Episode 1 Hati Aneh.
2
Episode 2 Di Antara
3
Episode 3 Menegangkan
4
Episode 4 Kenyataan
5
Episode 5 Kecelakaan.
6
Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7
Episode 7 Niat Bala Dendam.
8
Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9
Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10
Episode 10 Kesepakatan Menikah
11
Episode 11 Melawan.
12
Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13
Episode 13 Di kurung
14
Episode 14 Dia Datang
15
Episode 15 Penegasan Rafa.
16
Episode 16 Pendekatan.
17
Episode 17 Rafa dan Maura.
18
Episode 18 Rasa simpatik
19
Episode 19 Persaingan.
20
Episode 20 Peringatan Rafa.
21
Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22
Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23
Episode 23 Gebrakan Maura.
24
Episode 24 Pertama Untuk Maura
25
Episode 25 Jadi Canggung
26
Episode 26 Pertemuan orang tua.
27
Episode 27 Tindakan bodoh.
28
Episode 28 Malah Di Salahkan.
29
Episode 29 Insiden.
30
Episode 30 Penolong.
31
Episode 30 Cukup Terkejut
32
Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33
Episode 33 fitting
34
Episode 34
35
Episode 34 Sedikit Canggung.
36
Episode 36 Hari Pernikahan.
37
Episode 37 Hampir Saja.
38
Episode 38 Sah
39
Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40
Episode 40 Jadi Canggung.
41
Bab 41 Romantis Dikit.
42
Episode 42 Gebrakan Maura
43
Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44
Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45
Episode 45 Malam Bersama.
46
Episode 46 Saling Canggung.
47
Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48
Episode 47 Kebahagiaan double
49
Episode 49 Akhirnya di penjara
50
Episode 50 Sekamar.
51
Episode 51 Hal Baru
52
Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53
Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54
Episode 54 Makan Romantis.
55
Episode 55 Hadiah.
56
Episode 56 Ada-ada saja.
57
Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58
Episode 58 Mempengaruhi.
59
Episode 59 Saling Menantang
60
Episode 60 Di Mana kamu?
61
Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62
Episode 62 Rafa dan Maura
63
Episode 63 Rahasia.
64
Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65
Episode 65 Keyakinan
66
Episode 66 Luka.
67
Episode 67 Penjelasan
68
Episode 68 Mencari Petunjuk.
69
Episode 69 Penegasan.
70
Episode 70 Perasaan Aneh.
71
Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72
Episode 72 Pertemuan itu
73
Episode 73 Rencana Apa.
74
Episode 74 Pertemuan.
75
Episode 75 Kebenaran.
76
Episode 76 Kenyataan.
77
Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78
Episode 78 Aku Ibumu.
79
Episode 79
80
Episode 80 Lebih Baik Sadar
81
Episode 81 Maura dan Rafa.
82
Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83
Episode 83 Bukan Urusanku
84
Episode 84 Mode sensitif.
85
Episode 85 Kehilangan Kendali.
86
Episode 86 Pilihan Terbaik.
87
Episode 87 Pencerahan.
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90.
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94
Episode 95
95
Episode 95
96
Episode 96 Persidangan.
97
Episode 97 Permintaan Maaf
98
Episode 98
99
Episode 99 Bimbang
100
Episode 100 Pengakuan
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104 Tammmattt.
105
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!