Episode 5 Kecelakaan.

Jantung Maura seperti diremas-remas mendengar pernyataan Bian. Hal itu benar-benar sangat menyakitkan bagi Maura. Maura rasanya ingin tulis saja agar tidak mendengarkan pernyataan yang sangat menusuk sampai ke ulu hati.

"Aku sama sekali tidak pernah melihat Maura ada di sisiku dan itu akan terus sampai kapanpun. Maura tidak akan pernah ada di hatiku. Kamu tahu bukan jika selama ini aku hanya menyukai kamu dan mencintai kamu. Walau aku tahu perasaan kamu belum bisa menerima ku. Tetapi aku pikir dengan kita yang semakin dekat dan melalui pernikahan ku. Maka aku bisa membuat kamu perlahan menerima ku," jelas Bian yang terlihat begitu tulus menyatakan perasaannya kepada Jesslyn.

Tanpa di sadari Bian, Maura sejak tadi mendengar semua itu dengan tubuh yang bergetar. Suara nafas yang terdengar naik turun.

Maura merasa sudah cukup mendengar pengakuan dari Bian yang membuat dia sudah tidak sanggup lagi dan langsung meninggalkan tempat itu dan ber lari dengan berjalan cepat sembari mengusap kasar air mata yang sejak tadi jatuh itu.

"Ini tidak mungkin!" Maura masih berusaha untuk tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan dengan dirinya yang tidak fokus berjalan yang terus menyukai air matanya.

Brukk

Alhasil Maura harus bertabrakan bahu dengan seorang pria bertubuh besar dan ternyata itu adalah Rafa.

Dengan nafas yang naik turun membuat Maura mengangkat kepala memperlihatkan wajahnya yang sangat menyedihkan. Rafa tampak heran dengan wanita di hadapannya itu.

"Maaf!" Maura yang langsung pergi. Rafa melihat kepergian Maura dengan kebingungan yang tidak tahu apa yang terjadi. Tetapi dia terlihat begitu sangat penasaran.

"Ada apa dengannya?" gumam Rafa dengan wajah bingungnya.

Maura yang terus melangkahkan kaki yang kembali ke acara pameran yang ingin berpamitan kepada sang mama yang untuk pulang. Namun Maura yang terlihat heran di dalam pameran itu terlihat ricuh dan juga banyak Polisi.

Maura melihat di sekelilingnya dan tampak orang-orang yang datang ke acara bicara dengan bisik-bisik yang seperti menggunjing. Mata Maura juga melihat ke arah Jessika yang berbicara dengan seorang pria yang tak lain adalah asisten Jessica Angga. Wajah Jessica juga terlihat panik dan ketakutan.

"Ada apa ini?" batin Maura bingung dengan menyeka air matanya.

Lalu Maura yang terlihat sangat khawatir menghampiri Jessica.

"Mah!" tegur Maura. Jessica melihat ke arah Maura.

"Ada apa ini mah?" tanya Maura bingung yang memegang tangan Jessica. Wajah Jessica terlihat berpikir yang seperti mempunyai rencana sesuatu saat kedatangan Maura.

"Maura kamu jelaskan kepadaku pihak berwajib dengan apa yang sudah kamu lakukan," ucap Jessica yang membuat Maura semakin kaget dengan dahi mengkerut yang tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Jessica.

Mata Maura melihat ke arah pria di sampingnya yang memakai seragam Polisi.

"Maksud Mama apa?" tanya Maura.

"Pak! Saya bener-bener sangat meminta maaf dengan tingkah putri saya dan untuk semua orang yang ada di sini saya meminta maaf atas didikan saya yang kurang terhadap putri saya. Iya semua yang terjadi memang kesalahanku putri saya sehingga membuat dia nekat mencuri desain seseorang dan memberikan desain itu kepada tim pekerja saya untuk membuat kalung itu. Tanpa pengetahuan kami jika desain itu bukan berasal dari tangan sendiri tapi merupakan ciplakan!" jelas Jessica yang membuat Maura kaget.

Mata Maura melotot sampai bola mata itu hingga mau keluar. Tidak tahu apa yang terjadi dan tiba-tiba dia malah dituduh. Jessica memang sangat pintar menggunakan situasi itu untuk menyelamatkan dirinya.

"Apa maksud mama?" tanya Maura.

Jessica menarik tangan Maura dan mereka sedikit menjauh dari Polisi itu.

"Maura kamu akui saja semuanya seperti apa yang Mama kata, kamu berbicara dengan singkat saja. Kamu jangan takut mama akan kirim pengacara untuk kamu," ucap Jessica.

"Apa yang Mama katakan. Mama ingin aku mengakui sesuatu hal yang tidak aku lakukan?" tanya Maura menolak.

"Ini demi nama baik Mama. Nanti Mama akan menjelaskan. Agar semua orang tenang, ini tindakan yang tepat dan percayalah. Semua akan baik-baik saja!" Jessica berusaha untuk mempengaruhi pikiran Maura.

"Nona Maura, mari ikut kami dan bisa memberikan keterangan di kantor Polisi," sahut pihak berwajib.

"Tidak! Saya tidak bersalah sama sekali dan ini bukan kesalahan saya!" tegas Maura.

"Maura!" sahut Jessica.

Maura melihat kearah Jesicca dengan geleng-geleng kepala yang tidak percaya. Jika Jessica akan mengkambing hitamkan dirinya. Maura melihat semua orang yang ada di ruangan itu yang sekarang menatapnya dengan tatapan sangat jijik dan begitu rendah. Maura langsung meninggalkan ruangan itu dengan berlari.

"Nona!" panggil pihak berwajib.

"Ayo kejar dia!" titah pihak berwajib dan mereka yang langsung buru-buru berlari.

Huhhhhhh

Jessica menghela nafas yang sekarang merasa lega dengan dirinya yang sedikit merasa aman karena pihak berwajib sedang menangani Maura.

*******

Maura menyetir dengan kecepatan tinggi dengan air mata yang terus mengalir yang tidak percaya dengan apa yang terjadi. Maura mengingat semua perkataan Bian yang ternyata hanya memanfaatkan dirinya. Menikah dengan dia hanya untuk lebih dekat dengan adiknya.

Belum sempat menenangkan diri, tetapi Jessica malah mengkambinghitamkan dia dan sekarang dirinya dikejar-kejar Polisi.

Hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks.

Suara tangis yang sesenggukan itu terdengar yang merasa hati itu begitu hancur.

"Kenapa kalian tega mengkhianati ku, kenapa mama tega mengkambing hitamkan diriku,"

"Kenapa?"

"Kenapa?"

Chitttttt.

Tiba-tiba Maura di kagetkan dengan mobil yang berhenti dari sebelah kiri dan membuat Maura langsung membanting setir mobil ke kanan untuk mengelakkan tabrakan itu walau mobil mereka bagian sampingnya sempat bertabrakan.

Bruk.

Suara hantaman itu terdengar yang mana mobil Maura berada di tengah jalan dengan dahi yang terhempas setir mobil dan kembali tegap bersandar pada jok mobil.

Suara nafas Maura yang terdengar naik turun dengan tatapan mata yang mulai tidak stabil. Darah yang keluar dari dahi itu jatuh pada kelopak mata yang membuat pandangan Maura sangat tidak jelas melihat ke arah ujung di mana mobil BMW hitam yang baru saja bertabrakan dengannya yang juga sama-sama berhenti.

Tenaga dan pemikiran Maura tidak stabil saat itu yang tidak memahami situasi yang terjadi padanya. Dia tampak lemas dengan tabrakan ringan itu. Tetapi mampu membuat kepalanya begitu sakit.

Tin-tin-tin-tin-tin.

Tiba-tiba dari arah berlawanan sebuah truk besar yang melaju dengan kencang tepat pada turunan yang seperti mengalami permasalahan pada mobil itu. Mata Maura yang kembali terbuka melihat truk itu semakin kencang.

Brukkkk.

Truk besar itu menghantam mobil Maura menyeretnya beberapa meter dan sampai terdengar suara hempasan yang sangat kuat dengan mobil mewah yang berguling sampai terbalik.

Kepala Maura yang penuh dengan darah keluar dari jendela mobil yang kacanya sudah pecah dengan tangan yang terjatuh lemas. Hembusan nafas yang putus-putus itu masih terdengar dengan mata yang masih terbuka dan perlahan menutup.

"Kau menganggap mereka keluarga. Lalu apa kau dianggap keluarga oleh mereka?" hanya sepintas kata-kata itu yang membawa akhir dalam tidur Maura.

Kecelakaan dalam 3 mobil yang sama-sama berhenti di tengah jalan. Jika mobil Maura berbalik. Maka truk itu berhenti pada tiang listrik yang juga menghantam dan mobil BMW hitam yang bertabrakan pertama kali dengan mobil murah juga berhenti dan tidak tahu bagaimana kondisi pengemudi yang ada di dalam mobil itu.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Ervina

Ervina

polos dan bodoh beda tipislah..

2024-11-08

3

Dwi Setyaningrum

Dwi Setyaningrum

Maura terlalu naif..

2024-10-11

0

Wannie@@

Wannie@@

Adaptasi cerita korea nih

2024-09-24

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Hati Aneh.
2 Episode 2 Di Antara
3 Episode 3 Menegangkan
4 Episode 4 Kenyataan
5 Episode 5 Kecelakaan.
6 Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7 Episode 7 Niat Bala Dendam.
8 Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9 Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10 Episode 10 Kesepakatan Menikah
11 Episode 11 Melawan.
12 Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13 Episode 13 Di kurung
14 Episode 14 Dia Datang
15 Episode 15 Penegasan Rafa.
16 Episode 16 Pendekatan.
17 Episode 17 Rafa dan Maura.
18 Episode 18 Rasa simpatik
19 Episode 19 Persaingan.
20 Episode 20 Peringatan Rafa.
21 Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22 Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23 Episode 23 Gebrakan Maura.
24 Episode 24 Pertama Untuk Maura
25 Episode 25 Jadi Canggung
26 Episode 26 Pertemuan orang tua.
27 Episode 27 Tindakan bodoh.
28 Episode 28 Malah Di Salahkan.
29 Episode 29 Insiden.
30 Episode 30 Penolong.
31 Episode 30 Cukup Terkejut
32 Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33 Episode 33 fitting
34 Episode 34
35 Episode 34 Sedikit Canggung.
36 Episode 36 Hari Pernikahan.
37 Episode 37 Hampir Saja.
38 Episode 38 Sah
39 Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40 Episode 40 Jadi Canggung.
41 Bab 41 Romantis Dikit.
42 Episode 42 Gebrakan Maura
43 Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44 Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45 Episode 45 Malam Bersama.
46 Episode 46 Saling Canggung.
47 Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48 Episode 47 Kebahagiaan double
49 Episode 49 Akhirnya di penjara
50 Episode 50 Sekamar.
51 Episode 51 Hal Baru
52 Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53 Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54 Episode 54 Makan Romantis.
55 Episode 55 Hadiah.
56 Episode 56 Ada-ada saja.
57 Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58 Episode 58 Mempengaruhi.
59 Episode 59 Saling Menantang
60 Episode 60 Di Mana kamu?
61 Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62 Episode 62 Rafa dan Maura
63 Episode 63 Rahasia.
64 Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65 Episode 65 Keyakinan
66 Episode 66 Luka.
67 Episode 67 Penjelasan
68 Episode 68 Mencari Petunjuk.
69 Episode 69 Penegasan.
70 Episode 70 Perasaan Aneh.
71 Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72 Episode 72 Pertemuan itu
73 Episode 73 Rencana Apa.
74 Episode 74 Pertemuan.
75 Episode 75 Kebenaran.
76 Episode 76 Kenyataan.
77 Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78 Episode 78 Aku Ibumu.
79 Episode 79
80 Episode 80 Lebih Baik Sadar
81 Episode 81 Maura dan Rafa.
82 Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83 Episode 83 Bukan Urusanku
84 Episode 84 Mode sensitif.
85 Episode 85 Kehilangan Kendali.
86 Episode 86 Pilihan Terbaik.
87 Episode 87 Pencerahan.
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90.
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94 Episode 95
95 Episode 95
96 Episode 96 Persidangan.
97 Episode 97 Permintaan Maaf
98 Episode 98
99 Episode 99 Bimbang
100 Episode 100 Pengakuan
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104 Tammmattt.
105 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Episode 1 Hati Aneh.
2
Episode 2 Di Antara
3
Episode 3 Menegangkan
4
Episode 4 Kenyataan
5
Episode 5 Kecelakaan.
6
Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7
Episode 7 Niat Bala Dendam.
8
Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9
Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10
Episode 10 Kesepakatan Menikah
11
Episode 11 Melawan.
12
Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13
Episode 13 Di kurung
14
Episode 14 Dia Datang
15
Episode 15 Penegasan Rafa.
16
Episode 16 Pendekatan.
17
Episode 17 Rafa dan Maura.
18
Episode 18 Rasa simpatik
19
Episode 19 Persaingan.
20
Episode 20 Peringatan Rafa.
21
Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22
Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23
Episode 23 Gebrakan Maura.
24
Episode 24 Pertama Untuk Maura
25
Episode 25 Jadi Canggung
26
Episode 26 Pertemuan orang tua.
27
Episode 27 Tindakan bodoh.
28
Episode 28 Malah Di Salahkan.
29
Episode 29 Insiden.
30
Episode 30 Penolong.
31
Episode 30 Cukup Terkejut
32
Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33
Episode 33 fitting
34
Episode 34
35
Episode 34 Sedikit Canggung.
36
Episode 36 Hari Pernikahan.
37
Episode 37 Hampir Saja.
38
Episode 38 Sah
39
Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40
Episode 40 Jadi Canggung.
41
Bab 41 Romantis Dikit.
42
Episode 42 Gebrakan Maura
43
Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44
Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45
Episode 45 Malam Bersama.
46
Episode 46 Saling Canggung.
47
Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48
Episode 47 Kebahagiaan double
49
Episode 49 Akhirnya di penjara
50
Episode 50 Sekamar.
51
Episode 51 Hal Baru
52
Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53
Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54
Episode 54 Makan Romantis.
55
Episode 55 Hadiah.
56
Episode 56 Ada-ada saja.
57
Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58
Episode 58 Mempengaruhi.
59
Episode 59 Saling Menantang
60
Episode 60 Di Mana kamu?
61
Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62
Episode 62 Rafa dan Maura
63
Episode 63 Rahasia.
64
Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65
Episode 65 Keyakinan
66
Episode 66 Luka.
67
Episode 67 Penjelasan
68
Episode 68 Mencari Petunjuk.
69
Episode 69 Penegasan.
70
Episode 70 Perasaan Aneh.
71
Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72
Episode 72 Pertemuan itu
73
Episode 73 Rencana Apa.
74
Episode 74 Pertemuan.
75
Episode 75 Kebenaran.
76
Episode 76 Kenyataan.
77
Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78
Episode 78 Aku Ibumu.
79
Episode 79
80
Episode 80 Lebih Baik Sadar
81
Episode 81 Maura dan Rafa.
82
Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83
Episode 83 Bukan Urusanku
84
Episode 84 Mode sensitif.
85
Episode 85 Kehilangan Kendali.
86
Episode 86 Pilihan Terbaik.
87
Episode 87 Pencerahan.
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90.
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94
Episode 95
95
Episode 95
96
Episode 96 Persidangan.
97
Episode 97 Permintaan Maaf
98
Episode 98
99
Episode 99 Bimbang
100
Episode 100 Pengakuan
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104 Tammmattt.
105
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!