Episode 15 Penegasan Rafa.

Situasi yang menegangkan itu masih berlanjut dengan kebahagiaan Maura yang berada di dalam situasi yang sangat tidak pernah dia duga dalam hidupnya.

"Om saya sangat berharap Om bisa merestui hubungan kami berdua. Om tidak menjadi penghalang antara hubungan kami berdua. Karena bukankah itu sama saja. Saya juga akan tetap menjadi menantu di rumah ini dan hanya berbeda saya menikah dengan wanita yang saya suka dan bukan dengan wanita yang menyukai saya," ucap Rafa.

Wajah Darius yang terlihat tampak berpikir dengan apa yang dikatakan Rafa. Memang pernikahan yang diadakan itu hanya untuk membantu Perusahaan keluarga Maura yang sedang mengalami kesulitan dan sebenarnya hal itu sama saja. Mau Rafa menikah dengan siapa, asal dengan salah satu putrinya.

"Bagaimana mana Om. Tidak ada masalah bukan dengan hubungan kami?" tanya Rafa lagi yang butuh kepastian.

"Baiklah!" sahut Darius dengan mengangguk-anggukkan kepala.

Mata Jessica langsung melihat ke arah suaminya yang melihat reaksi pada suaminya terkesan sangat santai dan bahkan memberikan izin.

"Mas!" tegur Jessica.

"Jika memang kalian berdua sama-sama menyukai. Lalu saya sebagai orang tua bisa mengatakan apa dan hanya bisa memberikan restu kepada kalian berdua saja," sahut Darius yang ternyata tidak mempermasalahkan hal itu yang memberikan jawaban.

Jesslyn dan Jessica jelas sangat kaget mendengar penegasan yang diberikan Darius dan bahkan sampai memberikan restu pada Darius.

"Apa yang mas katakan?" tanya Jessica.

"Aku tidak harus mengulangi apa yang aku katakan," jawab Darius.

"Pah! Papa merestui hubungan mereka Lalu bagaimana dengan aku. Pah di sini aku telah dikhianati oleh mereka berdua dan papa seenaknya memberikan restu begitu saja tanpa memikirkan bagaimana perasaan ku," sahut Jesslyn yang tidak terima dengan Darius.

"Jesslyn kamu jangan memaksakan diri kamu dan kamu sudah dengar sendiri atau yang dikatakan Rafa. Jika Rafa sama sekali tidak menyukai kamu. Jadi hentikan bertingkah seperti anak kecil!" tegas Darius.

Jesslyn yang terlihat marah berdiri dari tempat duduknya dan pergi dari ruang tamu itu dengan penuh emosi.

Maura sejak tadi tidak berbicara sama sekali dan hanya mengeluarkan senyum saja yang menikmati semua suasana itu dan apalagi melihat ekspresi adiknya seakan dunia runtuh dengan semua keputusan yang di berikan Darius yang berpihak padanya.

"Terima kasih Om untuk keputusannya. Kalau begitu saya akan membawa Maura untuk bertemu dengan orang tua saya. Saya meminta restu dari orang tua saya," ucap Rafa.

"Baiklah! sampaikan salam saya kepada kedua orang tua kamu," sahut Darius.

Rafa menganggukan kepala berdiri dari tempat duduknya dan tidak lupa mengajak Maura.

"Ayo Maura!" ajak Rafa.

Maura belum bergerak sama sekali dan mendekati Jessica dengan Maura yang mengadahkan tangan ke atas seperti meminta sesuatu.

"Ponselku!" pinta Maura.

Dengan penuh kekesalan Jessica langsung memberikan ponsel Maura dengan tatapan mata yang sangat tajam. Tetapi Maura hanya membalas dengan senyum penuh dengan kemenangan dan tidak lupa senyum penuh dengan ejekan.

Lalu setelah itu Maura dan Rafa langsung pergi dengan santai keluar dari rumah itu.

*********

Mobil yang di kendarai Rafa tiba-tiba berhenti di depan rumah minimalis yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Wajah Maura tampak heran dengan mereka yang berada di sana.

"Apa ini rumah orang tuanya," batin Maura dengan penuh kebingungan yang melihat keluar.

"Ayo turun!" ajak Rafa yang terlebih dahulu membuka sabuk pengamannya dan turun dari mobil kemudian disusul oleh Maura.

Mereka berdua memasuki rumah itu setelah Rafa memencet beberapa sandi untuk membuka pintu rumah itu.

Maura yang masih dalam kebingungan melihat ke arah dalam dan Rafa yang menutup pintu rumah. Maura melihat rumah itu lengkap dengan ruang tamu kamar tidur dan juga dapur yang seperti lebih apartemen. Tetapi bukan apartemen.

Maura merasa sangat tidak mungkin jika rumah itu adalah rumah kedua orang tua Rafa. Di bayangan Maura pasti Rumah Rafa istana yang lebih mewah dari rumah tempat dia tinggal. Karena keluarga Rafa orang yang berpengaruh di negara mereka.

Jadi Maura hanya bertanya-tanya dengan penuh kebingungan yang terus melihat setiap sudut di rumah itu.

"Rumah siapa ini?" tanya Maura melihat ke arah Rafa. Akhirnya dia mempertanyakan hal itu juga.

"Kamu akan tinggal di sini," jawab Rafa.

"Hah!" pekik Maura yang sedikit kaget.

"Kenapa?" tanya Rafa.

"Kamu kenapa menyuruhku untuk tinggal di sini?" tanya Maura.

"Lalu kamu mau tetap tinggal di rumah kamu setelah kamu membuat ke keonaran yang membuat adik dan Ibu tirimu marah kepadamu. Mereka bisa melakukan hal-hal yang tidak akan kamu duga Karena kamu telah membuat mereka berdua marah," ucap Rafa yang ternyata sudah memikirkan sampai sana.

Maura terlihat berpikir dengan apa yang dikatakan Rafa dan mungkin ada juga benarnya. Jika kemarin saja dia langsung dikurung dan untung saja ada Rafa yang membantunya.

"Jadi sebaiknya kamu mencari kenyamanan sendiri untuk kamu. Jangan berada di tempat yang akan membuat kamu merasa ketakutan dan tempat ini sudah paling nyaman menurutku," lanjut Rafa.

"Tapi papa belum tetap mengizinkanku untuk keluar dari rumah," ucap Maura dengan gugup.

"Jangan khawatir nanti aku yang akan mengatur semua itu dan sementara kamu tinggal di sini sebelum kita menikah dan ketika kamu menikah, baru kita akan tinggal bersama," ucap Rafa.

Rafa terlihat begitu tulus kepada Maura yang mungkin dia memang sangat memikirkan bagaimana keselamatan Maura di tengah-tengah ibu tiri dan saudaranya yang pasti akan melakukan hal-hal yang tidak pernah dibayangkan Maura.

"Baiklah! untuk sementara kamu istirahat dulu. Aku harus ke kantor!" ucap Rafa pamit.

"Tunggu!" Maura menahan tangan Rafa dengan memegang pergelangan tangan itu yang membuat Rafa tidak jadi pergi.

"Kenapa kamu mau membantu ku?" tanya Maura.

"Karena kamu mengancamku. Jika aku tidak membantumu maka kamu akan menyebarkan foto-foto itu kepada orang-orang dan aku tidak mau berurusan dengan hal-hal seperti itu," jawab Rafa dengan santai

"Hmmm, tapi Maura kamu jangan santai dulu. Aku menerima semua tawaran kamu untuk membalaskan dendam kamu kepada keluarga kamu, bukan berarti semua harus aku yang mengerjakan. Aku hanya sedikit membantu kamu dan seperti yang kamu katakan sebelumnya untuk urusan ke orang tuaku itu kamu yang berusaha dan aku tidak akan campur tangan. Lalu jika kamu tidak berhasil melakukan hal itu, maka aku tidak tahu harus melakukan apalagi," ucap Rafa yang mengingatkan Maura jika masih banyak hal yang harus dilakukan Maura jika ingin memperlancar pernikahan mereka.

"Baiklah aku sedang menyiapkan banyak rencana untuk hal itu, kamu jangan meragukanku. Aku akan membuat orang tuamu merestui pernikahan kita dan menerimaku sebagai menantu mereka," ucap Maura dengan yakin.

Rafa hanya mengangguk-angguk saja yang tidak tahu apa yang akan dilakukan Maura. Tetapi mungkin dia akan sangat penasaran.

"Kalau begitu kapan kamu akan melepas tanganku?" tanya Rafa yang membuat Maura cepat-cepat melepas tangan Rafa.

"Kamu juga bisa seharusnya melepas sendiri!" kesal Maura yang membuat Rafa tersenyum miring.

Rafa yang tidak mengatakan apa-apa lagi dengan langsung keluar dari rumah ini.

"Kenapa dia senyum-senyum seperti itu. Isss apa-apaan sih," Maura tiba-tiba yang semakin kesal.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Aurora

Aurora

sepertinya Rafa suka dg maura

2024-09-12

0

Ma Em

Ma Em

Semoga saja pernikahan Maura dan Rafa bukan hanya sekedar untuk balas dendam untuk ibu tiri dan adiknya saja tapi benar benar menjalankan pernikahan yg sesungguhnya

2024-08-06

1

Sunaryati

Sunaryati

Semoga usahamu mendapatkan restu orang-tua Rafa lancar, Maura

2024-08-05

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Hati Aneh.
2 Episode 2 Di Antara
3 Episode 3 Menegangkan
4 Episode 4 Kenyataan
5 Episode 5 Kecelakaan.
6 Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7 Episode 7 Niat Bala Dendam.
8 Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9 Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10 Episode 10 Kesepakatan Menikah
11 Episode 11 Melawan.
12 Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13 Episode 13 Di kurung
14 Episode 14 Dia Datang
15 Episode 15 Penegasan Rafa.
16 Episode 16 Pendekatan.
17 Episode 17 Rafa dan Maura.
18 Episode 18 Rasa simpatik
19 Episode 19 Persaingan.
20 Episode 20 Peringatan Rafa.
21 Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22 Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23 Episode 23 Gebrakan Maura.
24 Episode 24 Pertama Untuk Maura
25 Episode 25 Jadi Canggung
26 Episode 26 Pertemuan orang tua.
27 Episode 27 Tindakan bodoh.
28 Episode 28 Malah Di Salahkan.
29 Episode 29 Insiden.
30 Episode 30 Penolong.
31 Episode 30 Cukup Terkejut
32 Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33 Episode 33 fitting
34 Episode 34
35 Episode 34 Sedikit Canggung.
36 Episode 36 Hari Pernikahan.
37 Episode 37 Hampir Saja.
38 Episode 38 Sah
39 Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40 Episode 40 Jadi Canggung.
41 Bab 41 Romantis Dikit.
42 Episode 42 Gebrakan Maura
43 Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44 Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45 Episode 45 Malam Bersama.
46 Episode 46 Saling Canggung.
47 Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48 Episode 47 Kebahagiaan double
49 Episode 49 Akhirnya di penjara
50 Episode 50 Sekamar.
51 Episode 51 Hal Baru
52 Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53 Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54 Episode 54 Makan Romantis.
55 Episode 55 Hadiah.
56 Episode 56 Ada-ada saja.
57 Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58 Episode 58 Mempengaruhi.
59 Episode 59 Saling Menantang
60 Episode 60 Di Mana kamu?
61 Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62 Episode 62 Rafa dan Maura
63 Episode 63 Rahasia.
64 Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65 Episode 65 Keyakinan
66 Episode 66 Luka.
67 Episode 67 Penjelasan
68 Episode 68 Mencari Petunjuk.
69 Episode 69 Penegasan.
70 Episode 70 Perasaan Aneh.
71 Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72 Episode 72 Pertemuan itu
73 Episode 73 Rencana Apa.
74 Episode 74 Pertemuan.
75 Episode 75 Kebenaran.
76 Episode 76 Kenyataan.
77 Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78 Episode 78 Aku Ibumu.
79 Episode 79
80 Episode 80 Lebih Baik Sadar
81 Episode 81 Maura dan Rafa.
82 Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83 Episode 83 Bukan Urusanku
84 Episode 84 Mode sensitif.
85 Episode 85 Kehilangan Kendali.
86 Episode 86 Pilihan Terbaik.
87 Episode 87 Pencerahan.
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90.
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94 Episode 95
95 Episode 95
96 Episode 96 Persidangan.
97 Episode 97 Permintaan Maaf
98 Episode 98
99 Episode 99 Bimbang
100 Episode 100 Pengakuan
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104 Tammmattt.
105 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Episode 1 Hati Aneh.
2
Episode 2 Di Antara
3
Episode 3 Menegangkan
4
Episode 4 Kenyataan
5
Episode 5 Kecelakaan.
6
Episode 6 Hancur Berkeping-keping.
7
Episode 7 Niat Bala Dendam.
8
Episode 8 Membatalkan Pernikahan
9
Episode 9 Kau harus Menikah denganku
10
Episode 10 Kesepakatan Menikah
11
Episode 11 Melawan.
12
Episode 12 Aku Bukan Tandingan Mu
13
Episode 13 Di kurung
14
Episode 14 Dia Datang
15
Episode 15 Penegasan Rafa.
16
Episode 16 Pendekatan.
17
Episode 17 Rafa dan Maura.
18
Episode 18 Rasa simpatik
19
Episode 19 Persaingan.
20
Episode 20 Peringatan Rafa.
21
Episode 21 Kerumah Calon Mertua.
22
Bab 22 Maura Di Keluarga Rafa.
23
Episode 23 Gebrakan Maura.
24
Episode 24 Pertama Untuk Maura
25
Episode 25 Jadi Canggung
26
Episode 26 Pertemuan orang tua.
27
Episode 27 Tindakan bodoh.
28
Episode 28 Malah Di Salahkan.
29
Episode 29 Insiden.
30
Episode 30 Penolong.
31
Episode 30 Cukup Terkejut
32
Episode 31 Tanda Tangan Kontrak.
33
Episode 33 fitting
34
Episode 34
35
Episode 34 Sedikit Canggung.
36
Episode 36 Hari Pernikahan.
37
Episode 37 Hampir Saja.
38
Episode 38 Sah
39
Episode 39 Kedatangan Jesslyn.
40
Episode 40 Jadi Canggung.
41
Bab 41 Romantis Dikit.
42
Episode 42 Gebrakan Maura
43
Episode 43 Tidak bisa berkutik.
44
Episode 44 Tiba-tiba saja Aneh.
45
Episode 45 Malam Bersama.
46
Episode 46 Saling Canggung.
47
Episode 47 Kehangatan Yang Tidak Di di dapatkan.
48
Episode 47 Kebahagiaan double
49
Episode 49 Akhirnya di penjara
50
Episode 50 Sekamar.
51
Episode 51 Hal Baru
52
Episode 52 Malam Tidak Terduga.
53
Episode 53 Romansa Pasangan suami istri.
54
Episode 54 Makan Romantis.
55
Episode 55 Hadiah.
56
Episode 56 Ada-ada saja.
57
Episode 57 Harapan Satu-satunya.
58
Episode 58 Mempengaruhi.
59
Episode 59 Saling Menantang
60
Episode 60 Di Mana kamu?
61
Episode 61 Tidak Memliki Arah.
62
Episode 62 Rafa dan Maura
63
Episode 63 Rahasia.
64
Episode 65 Tiba-tiba Merasa aneh.
65
Episode 65 Keyakinan
66
Episode 66 Luka.
67
Episode 67 Penjelasan
68
Episode 68 Mencari Petunjuk.
69
Episode 69 Penegasan.
70
Episode 70 Perasaan Aneh.
71
Episode 71 Pertemuan Menegangkan.
72
Episode 72 Pertemuan itu
73
Episode 73 Rencana Apa.
74
Episode 74 Pertemuan.
75
Episode 75 Kebenaran.
76
Episode 76 Kenyataan.
77
Episode 77 Kebahagiaan Luar Biasa.
78
Episode 78 Aku Ibumu.
79
Episode 79
80
Episode 80 Lebih Baik Sadar
81
Episode 81 Maura dan Rafa.
82
Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83
Episode 83 Bukan Urusanku
84
Episode 84 Mode sensitif.
85
Episode 85 Kehilangan Kendali.
86
Episode 86 Pilihan Terbaik.
87
Episode 87 Pencerahan.
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90.
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93 Ungkapan Perasaan.
94
Episode 95
95
Episode 95
96
Episode 96 Persidangan.
97
Episode 97 Permintaan Maaf
98
Episode 98
99
Episode 99 Bimbang
100
Episode 100 Pengakuan
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104 Tammmattt.
105
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!